<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426</id><updated>2011-12-12T11:49:33.646+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Artikel</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-2595959337379330786</id><published>2011-11-24T10:09:00.001+07:00</published><updated>2011-11-24T10:10:31.627+07:00</updated><title type='text'>Menelusuri Akar Konflik Palestina-Israel</title><content type='html'>Sekali lagi Israel menunjukan pengohannya. Dan lagi-lagi dunia diam dan hanya mengutuk. Tak terkecuali Dunia Islam. Penyerangan kapal bantuan oleh Israel benar-benar telah membuka mata kita bahwa Israel sudah sangat jauh mencengkram dunia. Mungkin ini bukan yg terakhir kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, sangat mungkin Israel akan menunjukan kekuatan dan kepongahan pada dunia dengan menyerang tidak hanya sarana lain tapi juga negara yg dianggapnya jadi penghalang. Meski ini sudah dilakukannya lewat tangan sekutunya atau lebih lebih tepatnya budaknya Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel benar-benar tidak ingin Palestina hidup. Meski sudah melakukan bombardir, penggusuran, pembunuhan, penculikan, da aksi biadab lainnya, israel masih belum puas. Palestina benar-benar ingin dihapuskan dari peta dunia melalui pembersihan pendudukanya baik langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB, Liga Arab, dan badan-badan dunia lainnya seolah tidak berdaya menghentikan kebiadaban Israel. Bahkan mengecam pun terkesan ragu-ragu dan takut. Padahal jika dilihat dari sisi kelahiran, israel adalah negara muda yang baru lahir tahun 1948. Untuk negara muda yang belum genap 100 tahun, belumlah senekad dan sebiadab saat ini. Disinilah masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel bukanlah negara muda. Cikal bakal kelahirannya sudah dirancang sejak tahun 1897 di Basel Swiss dalam Kongres Zionis Pertama. Kongres ini sebagai tindak lanjut dari doktrin-doktrin politik Theodore Herzl yang dituangkan dalam bukunya Der Judenstaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi dari kongres ini adalah sebuah kredo formal yang merupakan azas Nasionalisme Zionis atau Negara Israel itu sendiri yang berbunyi, ”Bahwa tujuan utama dari zioneisme adalah untuk menciptakan rumah bagi bangsa yahudi di Palestina yang terjamin dengan perundang-undangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan tujuan ini tidaklah mudah. Mengingat negara tujuan zionis adalah negara sah, maka harus ada usaha-usaha yang signifikan untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang dilakukan oleh Herzl adalah mendirikan organisasi zionis yaitu The Jewish Colonial Trust (1898), The Colonisation Commision (1898), The Jewish National Fund (1901), dan The Palestine Land Development Company (1908).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya membujuk Sultan Abdul Hamid agar mengizinkan kedatangan imigran Yahudi ke Palestina. Usaha ini gagal. Namun dengan makar, Sultan Abdul Hamid bisa ditaklukkan. Melalui tangan Mustafa Kemal Attaturk, Zionis berhasil menjinakkan sultan sekaligus menghapus Sistem Pemerintahan Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, secara terselubung, organisasi rahasia Yahudi yang disebut Freemason berhasil menciptakan semacam AD/ART untuk gerakan zionis sebagai panduan kerja. Panduan ini biasa disebut Protokol Zion. Dalam protokol inilah semua langkah-langkah kerja dirumuskan. Mulai dari menguasai pemimpin sebuah negara, menciptakan makar, adu domba, sampai ke penguasaan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol Zion amat besar pengaruhnya terhadap kemajuan gerakan zionisme. Inggris sebagai negara adidaya saat itu berhasil dipengaruhi. Berkat usaha keras Dr. Chaim Weizman seorang pemimpin gerakan zionis yang juga dosen Ilmu Kimia Universitas Manchester, lahirlah Deklarasi Balfour. Pencipta acetone ini, yang kelak jadi presiden pertama israel, berhasil melakukan kontak dengan pejabat tinggi inggris dan mengajak meraka mendukung zionisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi Balfour ini sebagai tonggak awal penguasaan zionis terhadap palestina. Pada tanggal 11 Desember 1917 Jenderal Allenby berhasil memasuki Kota Yuresalem dan di dalamnya masuk pula sukarelawan yahudi. Segera setelah itu, sebagai simbol kembalinya Spirit Judaisme di palestina, didirikan Hebrew University pada tanggal 24 Juli 1918 di Mount Scopus. Tempat dimana titus menaklukan Jerusalem pada tahun 69 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionis benar-benar memanfaatkan Deklarasi Balfour. Setelah Kongres Zionis Internasional pimpinan Weizmann, imigrasi yahudi ke palestina semakin digalakan. Langkah ini sebagai upaya memperkuat posisi Yishuv (komunitas yahudi di palestina). Setahun setelah kongres tersebut, jumlah yahudi di tanah palestina sudah mencapai 83.794 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkat pesat pada tahun 1931 yang mencapai 174.616 orang. Dan menjelang pembagian palestina oleh PBB tahun 1947, jumlah yahudi sudah mencapai 608.255 orang. Jumlah yang cukup banyak jika dibandingkan dengan penduduk asli palestina yang berjumlah 1.237.332 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah masyarakat yahudi yang kian hari kian bertambah membuat mereka semakin berani. Dengan menggunakan taktik kekerasan dan teror, pada tahun 1939 mereka mengkonsolidasikan pengawasan dan penguasaan seluruh wilayah palestina dengan kekuatan diplomasi dan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik kekerasan dan terror ini, selain berlandaskan Talmud, juga menerapkan Teori Zionisme Revisionis Vladimir Jabotinsky (1880-1940). Teori ini dimuat dalam bukunya The Iron Wall yang juga memuat essai dasar bagi seluruh gerakan Zionis. Dalam buku tersebut, Jabotinsky secara jelas memuat kembali ide-ide zionisme yang pernah diletakan oleh Herzl dan tokoh zionis lainnya menski secara samar. Buku ini diterbitkan pada 4 November 1923.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabotinsky memandang zionisme sebagai sebuah imperialisme dari sisi yang realistis. Mengingat negara tujuan mereka adalah negara sah secara hukum. Maka merebutnya tidak bisa dengan kerjasama atau rekosialiasi melainkan dengan kekuatan dan teror. Ia menulis, “Tidak akan ada pembahasan tentang rekosialiasi sukarela anatar kita dengan orang-orang arab. Tidak untuk sekarang dan tidak untuk masa akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang berakal sehat, kecuali mereka yang buta sejak lahir, sejak lama telah memahami kemustahilan untuk bisa mencapai suatu kesepakatan sukareka dengan Bangsa Arab Palestina bagi pengubahan palestina dari sebuah negeri arab menjadi sebuah negeri dengan mayoritas Yahudi. Masing-masing dari kalian memiliki pemahaman umum tentang sejarah kolonisasi. Coba temukan satu contoh dimana kolonisasi sebuah negeri terjadi dengan persetujuan penduduk asli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan dan teror yang diciptakan zionis terbukti ampuh. Ketika Deklarasi Balfour diresmikan, zionis baru menguasai 2,5 tanah palestina. Tahun 1947, zionis baru menguasai 6,5 persen. Namun pada tahun 1982 telah melonjak menjadi 93 persen. Itulah sebabnya Roger Geraudy menyebut bahwa tidak benar Negara Israel dibentuk oleh PBB. Negera tersebut dibentuk melalui serangkaian kekerasan yang dilakukan kelompok teroris Haganah, Irgun, dan Stern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi teror juga tidak segan-segan dilakukan kepada Warga Yahudi. Teror tersebut dilakukan untuk memaksa Warga Yahudi untuk bermigrasi ke palestina. Di Irak, untuk memaksa warga yahudi irak bermigrasi, israel membom Sinagog Masauda Shem-Tov pada tahun 1951. Akibatnya, 3 orang tewas dan 24 luka-luka. Cara ini terbukti berhasil memaksa yahudi irak bermigrasi ke palestina. Aksi-aksi semacam ini juga terjadi di belahan dunia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror-teror yang diciptakan zionis terhadap warga palestina untuk mengusir mereka keluar memaksa Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 181. Resolusi ini ditetapkan pada 29 November 1947 yang berisi pemisahan Wilayah Palestina yang dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama wilayah israel yang mencakup 57 persen dari total wilayah palestina. Bagian kedua wilayah Negara Arab Palestina yang mencakup 42 persen. Dan Bagian ketiga adalah zona internasional yang mencakup Jerussalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi ini memanfaatkan Amerika untuk menekan sejumlah negara anggota PBB diantaranya Perancis, Ethiopia, Haiti, Leberia, Luksemburg, Paraguaty, dan Filipina. Uni Soviet juga mendukung. Kalangan zionis memanfaatkan betul resolusi ini. Mereka menganggap pemisahan Palestina dan israel sebagai upaya legitimasi berdirinya negara Israel dan sifatnya mengikat. Puncaknya adalah berdirinya Negara Israel pada 14 mei 1948.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PBB tidak berdaya ketika Negara Israel dengan resmi berdiri. Padahal resolusi Majelis Umum PBB berbeda dengan Resolusi Dewan Keamaan. Resolusi Majelis umum sifatnya mengikat ke dalam dan bersifat saran. Namun sedikitpun PBB tidak melakukan tindakan dalam mencegah berdirinya negara israel dalam negara yang sah secara hukum internasional. Kalau pun ada, maka PBB akan terhalang oleh Hak Veto Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror dan kekerasan dalam bentuk agresi meliter israel ke wilayah palestina tidak akan pernah berhenti sampai israel benar-benar mewujudkan mimpi mereka. Menguasai seluruh palestina sesuai dengan janji Tuhan dalam Taurat. Bahwa tanah Palestina adalah “Tanah yang Dijanjikan” untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim teologis ini berdasarkan Kitab Kejadian 15:18 yang berbunyi, “Pada hari ini Tuhan membuat perjanjian dengan Ibrahim melalui firman, ‘Untuk Tuhanmu Aku berikan tanah ini, dari sungai Mesir hingga sungai besar Eufrat’.” Dalam Kitab Yosua 21:43 dapat ditemukan hal yang senada, “Jadi seluruh negeri itu diberikan Tuhan kepada orang Israel, yakni seluruh negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka.Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar teoligis inilah yang akan diwujudkan zionis menjadi sebuah Israel Raya. Oleh Karena itu, siapapun yang ada dalam “Tanah yang Dijanjikan” ini harus dienyahkan. Apapun resikonya dan bagaimanapun caranya. Jadi, selama Israel Raya belum terbentuk, jangan pernah berharap Zionis menghentikan untuk selama-lamanya teror dan kekerasan dalam bentuk perdamaian dengan palestina. Israel akan terus melakukan upaya agresi sampai palestina benar-benar dihapus dari peta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mahir Ahmad Agha dalam bukunya Yahudi, Catatan Hitam Sejarah, Yahudi yang merampas tanah Palestina sekarang adalah Yahudi Khazar. Yahudi ini tidak mempunyai pertalian apapun dengan Bani Israel. Mereka terdiri dari berbagai bangsa yang memeluk Agama Yahudi selama bertahun-tahun pengasingan seperti Yahudi Yaman, Yahudi Felasha, dan Yahudi Khazar. Pendapat ini diperkuat Arthur Koestler. Referansi terkuat yang ia pakai adalah laporan Unesco yang menolak dengan tegas kemurnian Ras Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi Kuno yang disebut Dalam Al-Quran hampir dapat dikatakan tidak ada lagi kecuali beberapa gelintir. Kalaupun ada, mereka adalah Golongan Farisi dan Saduki. Sementara Golongan Esenes – golongan yang memegang teguh Taurat - bisa dipastikan sudah musnah. Karena golongan ini melakukan selibat – tidak menikah – sebagaimana Nabi Musa a.s. Besar kemungkinan Farisi dan Sadukilah yang bertanggung jawab menyebarkan Agama Yahudi ke selain Bani Israel. Merekalah yang menanamkan Yudaisme radikal kepada kaum di luar Bani Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian Semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya perdamaian dari beberapa negara dan badan dunia hanya mampu menghentikan sejenak agresi dan tindak kekerasan israel terhadap palestina. Sudah berkali-kali dilakukan perjanjian baik Oslo, Camp David maupun perjanjian damai lainnya. Berkali-kali pula israel mengingkarinya yang kemudian dilanjutkan dengan agresi meliter. Dan lagi-lagi dunia diam seribu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumpuhnya negara dan badan-badan dunia ini tak lepas dari peran zionis dalam melaksanakan Protokol Zion. Protokol ini berperan penting dalam mengarahkan dunia untuk mendukung secara langsung maupun tidak langsung semua tindakan teror yahudi di palestina. Hampir seluruhnya isi protokol ini berbahaya. Salah satunya adalah butir tentang bagaimana yahudi mengendalikan sebuah negara. Pada Protokol X butir sebelas disebutkan, “Pada masa mendatang kita akan menentukan tanggung jawab presiden.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir ini dengan tegas memberitahu kita bagaimana yahudi mengendalikan sebuah negara. Pada butir 13 dalam protokol yang sama disebutkan, ”… Kemudian mereka akan menjadi agen terpercaya menyelesaikan rencana kita tanpa terbongkar dan dari ambisi kekuasaan, misalnya, kepemilikan hak istimewa, keuntungan, dan kehormatan terkait dengan kantor presiden.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menguasai sebuah negara secara terselubung, zionis diperintahkan melakukan huru-hara dalam sebuah negara. Huru-hara ini dimaksudkan agar mereka sibuk dengan diri mereka sendiri dan melupakan apapun yang terjadi di luar. Dengan begitu tidak ada waktu untuk memperhatikan semua tindakan yang dilakukan zionis. Hal ini dengan tegas dituangkan dalam Protokol X butir 19 yang berbunyi, “Alangkah pentingnya mempersulit rakyat dengan pemerintah di semua negara, sehingga umat manusia benar-benar letih dengan pertikaian, kebencian, perjuangan, dengki, dan bahkan dengan menggunakan siksaan, dengan kelaparan, dengan suntikan penyakit, dengan keinginan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tindakan-tindakan teror yang mereka lakukan tidak menjadi komsumsi public secara terang-terangan, Protokol mengaturnya. Pada Protokol XII Butir 4 disebutkan, “Tidak ada satupun pengumuman akan mencapai public tanpa control kita. Bahkan sekarang ini, semua artikel berita yang diterima oleh sebagian kecil agen, difokuskan dari seluruh bagian dunia. Agen-agen ini akan kita miliki sepenuhnya dan hanya mempublikasikan apa-apa yang telah kita tentukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi zionis sepenuhnya dari tekanan dunia, Israel menggunakan Amerika sebagai tameng. Sudah berkali-kali Amerika terbukti sebagai pelindung setia Israel. Beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB diveto Amerika. Keberhasilan menggunakan Amerika sebagai budak Zionis tidak lepas dari peran lobi Yahudi di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martin Best, dan Irk Robb, dalam buku “Yahudi Amerika dan Pandangan Baru Kepada Struktur Sosial Amerika” memaparkan data-data infiltrasi Yahudi di dalam berbagai struktur AS, menulis sebagai berikut, “26 persen wartawan, analis, pejabat lembaga-lembaga politik sosial, termasuk di dalam pemerintahan AS dipegang oleh Yahudi. 59 persen dari para penulis dan para ahli hukum terbaik di New York adalah orang Yahudi.13 persen dari mereka, di bawah usia 40 tahun, memegang jabatan-jabatan penting di AS. 40 persen dari mereka juga hadir di dalam kongres AS. 7 dari 11 orang anggota Dewan Keamanan Nasional AS adalah Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di atas menunjukan begitu kuatnya lobi israel di Amerika. Tak heran jika Amerika mati-matian membela pemerintah zionis israel. Kalau boleh dikatakan, Amerika adalah negara bagian israel yang terselubung. Oleh karena itu, mengharap perdamaian di tanah palestina sama halnya dengan mengharap oase di padang gurun. Amerika tidak akan pernah mau membela hak-hak palestina. Yang ada Amerika mendukung secara membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, konflik di tanah palestina tidak akan pernah reda sampai semua mimpi Zionis Israel terwujud. Negara dan badan-badan dunia lepas sepenuhnya dari pengaruh lobi israel. Dan ini tampaknya membutuhkan waktu dan pengorbanan yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal, konflik yang berlatar historis teologis ini hanya akan berakhir dengan perlawanan yang berlandas historis dan teologis pula. Tidak akan pernah ada perdamaian abadi di palestina jika hanya mengharap dari diplomasi dan rekonsiliasi dari negara maupun badan dunia. Mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyadi S. Si, Warga Lampung yang bekerja di NAD, Email: azizahazmin@gmail.com&lt;br /&gt; ERAMUSLIM &amp;gt; ANALISA&lt;br /&gt; http://www.eramuslim.com/berita/analisa/menelusuri-akar-konflik-palestina-israel.htm&lt;br /&gt; Publikasi: Kamis, 03/06/2010 11:37 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-2595959337379330786?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/2595959337379330786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=2595959337379330786&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/2595959337379330786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/2595959337379330786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2011/11/menelusuri-akar-konflik-palestina.html' title='Menelusuri Akar Konflik Palestina-Israel'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-144560936588742929</id><published>2011-11-24T10:08:00.001+07:00</published><updated>2011-11-24T10:08:29.588+07:00</updated><title type='text'>Melawan Hegemoni Yahudi</title><content type='html'>Hegemoni yahudi saat ini benar-benar fenomenal. Tidak ada satu negarapun yang tidak ada pengaruh yahudi. Tidak ada satu sendipun dalam kehidupan yang tidak dijarah yahudi. Guritanya sudah menjalar hingga ke sudut-sudut sempit sekalipun. Sehingga pergerakan mereka sudah sangat leluasa. Mereka dan seluruh anteknya bergerak tidak lagi sembunyi-sembunyi. Semua sudah dapat dibaca dengan kacamata biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam urusan menjajah palestina pun mereka sudah sangat berani. Sedikit sekali yang peduli – kalau bisa dibilang tidak ada – dengan seluruh sepak terjang mereka dimanapun berada.&lt;br /&gt; Pertanyaannya adalah, mengapa mereka begitu sangat fenomenal seperti sekarang ini ? Jawabannya sederhana. Wahn. Penyakit inilah yang menyebabkan yahudi begitu sangat mudah melilitkan pengaruhnya pada dunia. Penyakit Cinta Dunia ini sudah diinformasikan Rasulullah SAW jauh-jauh hari sebelum ia meninggalkan umatnya menghadap Allah. Dari sinilah penyakit-penyakit lain bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila wahn menjalar dalam darah seorang muslim, maka Allah bukan lagi satu-satunya Ilah dalam hidupnya. Allah perlahan-lahan akan digeser oleh duniawi yang begitu menyilaukan. Dan jalan kerusakan akan dengan mudah terbuka baginya. Rasa takut perlahan akan memudar. Dan puncaknya adalah lenyapnya kemampuan mengingat mati. Baginya dunia satu-satunya tempat meneguk seluruh kebahagian dengan gelimangan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pribadi-pribadi inilah antek yahudi menusukan racunnya. Menebarkan ranjau-ranjau berbahaya. Dan bila wahn sudah akut dalam kehidupannya, maka dengan sangat mudah ia akan terperangkap. Perlahan-lahan namun pasti, mereka yang sudah masuk perangkap akan digiring menjadi domba-domba peliharaan yahudi. Merekalah yang akan menjalankan seluruh agenda tersembunyi yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi bukanlah makhluk tercerdas yang pernah ada. Mereka tidak berbeda dengan kita semua. Baik muslim, kristen, budha, hindu, konghuchu, maupun yang lainnya. Apalagi jika ditelusuri lebih jauh, yahudi yang tersisa sekarang bukanlah yahudi asli keturunan bani israel. Mereka keturunan Kabilah Tartar kuno yang hidup di Kaukus yang mengalami yahudisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Koestler dalam bukunya “The Thirteenth Trible: The Khazar Empire and its Heritage, menunjukkan bahwa mayoritas yang menentukan Yahudi zaman sekarang ini bukanlah dari keturunan Bani Israel yang dulu pernah hidup di Palestina. Bahwa mayoritas Yahudi sekarang ini, mereka dari keturunan Yahudi Khazar, mereka aslinya dari kabilah Tartar Kuno yang hidup di kawasan Kaukas, yang pada abad ke-6 M mereka mendirikan kerajaan sendiri di wilayah barat laut dari laut Khazar (Khazwin). Pada abad ke-8 kerajaan ini mengalami Yahudisasi, hingga raja kerajaan ini yang bernama Polan masuk Yahudi pada tahun 740 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Khazar ini jatuh pada akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11 di tangan kekuatan aliansi Rusia dan Bizantium. Selanjutnya orang-orang Yahudi menyebar di Rusia, Eropa Timur dan Eropa Barat. Sebagian dari mereka menatap di bumi Andalusia pada masa pemerintahan Islam. Setelah Andalusia jatuh ke tangan penjajah Spanyol, mereka orang-orang Yahudi ramai-ramai hijrah ke wilayah Afrika Utara hingga mereka mendapatkan perlindungan kasih sayang dari kaum muslimin di sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini bukanlah justifikasi bahwa yahudi keturunan bani israil lebih superior. Namun hanya sebatas fakta bahwa yahudi yang mengangkangi dunia saat ini bukanlah yahudi keturunan bani israil. Dan tidak ada kewajiban bagi kita menghormatinya. Selain itu, fakta ini menunjukan bahwa yahudi yang sekarang bukan tidak bisa dilumpuhkan. Meskipun guritanya sudah terlalu akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika melihat dari sepak terjang mereka, setidaknya ada beberapa senjata utama yang menjadi andalan yahudi. Pertama, Ekonomi. Ini adalah senjata utama mereka. Dengan kekuatan ekonomi, mereka bisa melumpuhkan siapapun. Tak terkecuali negara sekalipun. Ini dapat dilihat bagaimana mereka menggerakan revolusi perancis. Melalui kekuatan uang yang mereka punya, melalui dinasti Rothschild, mereka dengan mudah menjerat orang-orang berpengaruh dalam kerajaan. Dari tangan merekalah revolusi dimulai. Menguasai inggris raya dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika sendiri, sebagian besar – jika bisa dibilang seluruhnya – pelaku ekonomi adalah orang yahudi. Sebagian besar dari mereka adalah pemilik modal. Tak heran jika seluruh media di amerika berorientasi zionis yahudi. Karena memang hidup dan tidaknya media di sana tergantung dari kantong pemilik uang yahudi. Jika mereka sedikit saja membangkang keinginan yahudi, aliran modal akan diputus. Dan itu artinya putus pula urat nadi media yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuatan uang pula yahudi mengikat leher senator-senator maupun presiden di amerika. Ebagaimana kita ketahui, setiap senator maupun presiden yang ingin melamgkah ke gedung putih haruslah melalui tahap kampanye. Tahap ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Celah inilah yang dimanfaatkan yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 36 nama-nama penggalang dana kampanye bagi Obama yaitu: Sheldon Adelson seorang Republikan, neokonservatif dan seorang 'mega-donor', Sherry Lansing penggalang dana dan donatur utama Partai Demokrat, pernah menjadi perempuan pertama yang memimpin Paramount, salah satu studio film terkemuka di Hollywood, Eli Pariser memimpin situs MoveOn.org, situs advokasi online beraliran liberal yang menggalang dana untuk kandidat presiden dari Partai Demokrat, Penny Pritzker ketua nasional bidang keuangan kampanye Obama, seorang milyader berasal dari keluarga Yahudi yang dikenal kerap menjadi donatur besar, Denise Rich mantan istri milyader March Rich, seorang penggalang dana terbesar bagi Partai Demokrat, Barbra Streisand penyanyi terkenal yang menjadi ikon Yahudi-liberal dan penggalang dana bagi Yahudi, mendukung Obama dan berhasil menggalang dana sebesar 25.800 dollar dari kalangan selebritis Hollywood.&lt;br /&gt; Dengan kekuatan tersebut, mereka dengan mudah membentuk bank-bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bank-bank ini mereka memberikan pinjaman yang sifatnya merugikan melalui konsep riba. Dengan riba ini mereka bisa menangguk keuntungan berlipat dan mengendalikan si peminjan dengan kebijakan yang berorientasi kepentingan global mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini kekuatan itu masih dengan tegap berdiri. Salah satunya yang paling berpengaruh adalah IMF. Lembaga yang satu ini benar-benar dimanfaatkan yahudi untuk mendikte negara donor. Dalam setiap penjaman, negara donor harus mensepakati letter of intent (LoI) yang isinya tentu saja sesuai kehendak donatur. Dan dengan ribanya, sebuah negara donor akan terus-menerus terikat secara ekonomi. Di sisi lain pemilik modal yahudi menginvestasikan modalnya di negara tersebut dan berusaha mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya. Akibatnya, perekonomian bukan semakin baik. Justru sebaliknya. Dan IMF kembali datang dengan topengnya seolah-olah penyelemat. Memberikan pinjaman kembali dengan bunga lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa di bayangkan, seberapa dalam negara tersebut terpuruk. Belum jika kita berbicara persentase dana yang dikorup pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini IMF bercokol di banyak negara berkembang. Dan dapat dilihat, mereka yang menghiba dengan IMF selalu terkena imbas krisis. Baik krisis regional maupun global. Malaysia salah satu contoh negara yang tidak berhubungan dengan IMF melainkan IDB (Islamic Development Bank) tampak tidak begitu terpengaruh dengan krisis global saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sendiri, sejak zaman soeharto sudah terikat kuat dengan IMF. Dan sampai saat ini, hutang tersebut masih mengikat leher bangsa kita. Entah berapa puluh tahun lagi kita bebas dari IMF. Dan celakanya, beberapa oknum dengan berani mengusung konsep ekonomi global dengan mengusung konsep American Consensus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi global yang dikembangkan yahudi benar-benar menguntungkan mereka. Melalui alat tukar uang kertas, mereka dapat dengan mudah mengendalikan perekonomian global. Padahal uang kertas sendiri di dalamnya sangat jelas mengandung konsep riba. Sebab nilai instrinsiknya berbeda dengan nilai ekstrinsik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi tercatat negara yang nilai inflasinya 0 %. Selain kekayaannya melimpah, mereka menggunakan dinar dan dirham sebagai alat tukar. Walaupun dalam pasar global Arab Saudi masih menggunakan uang kertas real dengan kurs Dolar Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, satu-satunya jalan keluar dari kekangan hegemoni yahudi adalah keluar dari pasar bebas dan kembali ke konsep ekonomi islam dengan dinar dan dirham sebagai alat tukar. Atau paling tidak berhenti menghiba dengan IMF dan segera berpaling ke ADB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pendidikan. Sebelum jauh yahudi menancapkan kukunya di palestina, mereka terlebih dahulu membangun Universitas Hebrew di sana. Yahudi tahu betul manfaatnya pendidikan. Selain itu, dengan iming-iming beasiswa, mereka merekrut sebanyak-banyak pemuda-pemudi islam yang potensial. Mereka diberi beasiswa dan semua fasilitas yang dibutuhkan. Namun dibalik itu, mereka menyimpan agenda terselubung. Yakni cuci otak. Atau paling tidak menjauhkan mereka dari millah islam untuk kemudian mengikuti millah kafir dan kalau bisa millah yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak contoh alumni luar negeri kita yang ‘kebelinger’ akibat studi di luar negeri. Celakanya lagi, mereka yang menerima beasiswa belajar adalah alumni perguruan tinggi islam. Mereka memperdalam islam bukan dari sumber islam semacam Al-Azhar melainkan universitas-universitas sekular. Bisa dibayangkan bagaimana hasilnya. Meskipun Profesor pembimbing mereka adalah profesor islam. Namun kebanyakan dari profesor tersebut adalah profesor pelarian yang salah jalan dan di deportasi dari alumni asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pendidikan memegang peranan penting dalam kedidupan. Rasul pernah bersabda: “Jika kamu mengiginkan dunia berilmu. Jika menginginkan akhirat berilmu. Dan jika menginginkan dua-duanya, berilmu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kekalahan kita bukan karena Yahudi terlalu pintar buat kita. Melainkan kita yang mau dibodohi. Sehingga apapun yang ditawarkan tanpa filter dengan bangga kita serap dan telan mentah-mentah. Bukankan Allah sudah mengingatkan kita “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang pada mu sampai kamu mengikuti millah mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kepala yang kosong dari ilmu, yahudi akan sangat mudah mendikte dan menyeret kita ke dalam perangkap mereka. Dan dengan sadar dan bangga kita mengikuti semua millah mereka. Saat itulah kita akan sulit bangkit dan tahu bahwa yang kita banggakan adalah sesuatu yang justru berbahaya bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Intelegen. Sampai saat ini, belum ada satupun negara atau badan yang mempunyai intelegen berbasis islam. Sejarah mencatat superioritas tentara islam saat itu. Rasul bukanlah anak manja yang harus selalu dibantu malaikat. Rasul bukan tipe demikian. Rasul tipe pejuang sejati yang tidak pernah merengek serta menggunakan semua kemampuan yg dimiliki. Dan perang tanpa inteligen sama saja dengan bunuh diri. Salah satu dari kemampuan itu adalah intelegen. Rasul punya intelegen yang sangat mumpuni. Terbukti seorang wanita yang mencoba mengirimkan surat ke makkah dalam rambutnya dapat diendus. Dan tanpa intelegen pula, maka hijrah rasul ke madinah tidak akan pernah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya umat islam belum mengembangkan ini. Sementara Mossad, CIA, KGB, dll benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana menguasai lawan. Mereka bukanlah manusia-manusia super dan serba bisa. Kelebihan mereka hanya menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iraq, afganistan, dan negara-negara lain yang dikangkangi amerika tidak lepas dari operasi intelegen. Mereka sengaja menagadakan spionase untuk kemudian menghembuskan kabar bohong dan fitnah pada dunia. Senjata pemusnah massal saddam sampai saat ini belum bisa dibuktikan kebenarannya. Lalu dari manakah Amerika bisa yakin bahwa senjta tersebut ada. Tidak lain dan tidak bukan adalah informasi intelegen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, intelegen mereka bukan tidak bisa dilumpuhkan. Hanya kita belum mau melirik ke arah sana sebagai sarana perlawanan. Saatnya intelegen islam bangkit. Setidaknya melawan usaha spionase pihak-pihak islamofobi terutama yahudi. Bukankah melawan pedang harus dengan pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Organisasi yang rapi. Syaidina Ali pernah berkata: “Kejahatan yang terorganisir akan bisa mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir.” Yahudi memproklamirkan Israel Raya pada tahun 1948 bukanlah serta-merta. Usaha mendirikan negara tersebut jauh-jauh hari sudah diorganisir. Dimulai sejak tahun 1891 di bessel swiss. Melalui semua sayap organisasi yang ada mereka bahu-membahu membangun kekuatan. Dan kita, sejak runtuhnya khilafah, bagai buih di tengah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa hal yang menjadi kekuatan yahudi sekaligus kelemahan kita. Saatnya kita bangkit dengan kepala tegak melawan yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan organisasi yang rapi dan menghilangkan semua perbedaan yang ada, kita bisa dengan mudah membangun kekuatan ekonomi dengan berpaling dari ekonomi kapitalis. Mengganti alat tukar dengan dinar dan dirham. Dengan ini dunia pendidikan akan sangat kita bangun untuk kemudian menggembleng putra-putri kita dengan ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan mereka dari kerusakan akibat sistem pendidikan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita bangkit. Menatap masa depan dengan penuh ridha dari Allah. Karena sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Dimulai dari diri pribadi dan rumah tangga kita. Menanamkan La Ilahailallah yang sedalam-dalamnya pada diri pribadi, rumah tangga, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui momen pilpres, kita harus bijak menentukan pilihan. Mana dari pilihan-pilihan tersebut yang beraliansi kemaslahatan umat. Mana pula yang beraliansi menuju kerusakan. Mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat dan pertolonganNya pada kita. Allahu wa’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyadi, S.Si, warga Bandar Lampung yang sekarang bekerja di Banda Aceh NAD sebagai dosen Perguruan Tinggi Swasta di Banda Aceh, Pemerhati masalah Timus Tengah&lt;br /&gt; ERAMUSLIM &amp;gt; PEMUDA &amp;amp; MAHASISWA&lt;br /&gt; http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/supriyadi-s-si-melawan-hegemoni-yahudi.htm&lt;br /&gt; Publikasi: Jumat, 05/06/2009 08:20 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-144560936588742929?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/144560936588742929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=144560936588742929&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/144560936588742929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/144560936588742929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2011/11/melawan-hegemoni-yahudi.html' title='Melawan Hegemoni Yahudi'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-1020097908160447624</id><published>2009-06-30T14:02:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T14:05:15.666+07:00</updated><title type='text'>Doa 3</title><content type='html'>Doa 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayap-sayap malaikat mulai lunglai.&lt;br /&gt;Mengusung dosa-dosaku menujuMu.&lt;br /&gt;Namun tangan ini, lidah ini, hati ini, kaki ini .&lt;br /&gt;Masih pongah dan bangga dengan dosa-dosa.&lt;br /&gt;Asyik masyuk dalam kubangan murkaMu.&lt;br /&gt;Dengan segala fasik dan nifaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir ini kikir.&lt;br /&gt;Tangan ini malas.&lt;br /&gt;Kaki ini kaku.&lt;br /&gt;Hati ini membatu.&lt;br /&gt;Bahkan mulut ini gagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau.&lt;br /&gt;Tempat ku pengap kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku, lidahku, hatiku tanganku dan semuaku.&lt;br /&gt;Saksi ku...&lt;br /&gt;Tapi enggan ini tetap membuncah.&lt;br /&gt;Menyobek segala kemarahanMu.&lt;br /&gt;Menutup segala rahmanMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb...&lt;br /&gt;Aku mau pulang.&lt;br /&gt;Berdiri dan menangis bersama kekasihMu.&lt;br /&gt;Agar semuaku seragam.&lt;br /&gt;Meneguk RahimMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kotor amiinku .&lt;br /&gt;Lusuh sejadahku.&lt;br /&gt;Hambar air mataku.&lt;br /&gt;Menjadi tenaga malaikatMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya rabb...&lt;br /&gt;Ya rabb...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-1020097908160447624?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/1020097908160447624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=1020097908160447624&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1020097908160447624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1020097908160447624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2009/06/doa-3.html' title='Doa 3'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-1706032613809155126</id><published>2009-06-30T11:02:00.000+07:00</published><updated>2009-06-30T11:10:36.103+07:00</updated><title type='text'>Puisi: Hamba yang Lelah</title><content type='html'>Hamba yang Lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerling malam dulu.&lt;br /&gt;Menutup ceria yang memantul pada pupil-pupil hati.&lt;br /&gt;Sebab aku semakin dalam berpagut.&lt;br /&gt;Dalam desah basah ceremoni dosa.&lt;br /&gt;Berkamuflase dalam doa dan sejadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini...&lt;br /&gt;Sayap-sayap malaikat mungkin sudah lelah.&lt;br /&gt;menjinjing doaku pada mu Rabb...&lt;br /&gt;Namun dalam air mata ini aku berharap.&lt;br /&gt;Nadi ini, hati ini, darah ini dapat berbasuh.&lt;br /&gt;menyingkap dalamnya kasihMu.&lt;br /&gt;dalam tetes wudhu dan kemesraan dalam sajadah malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski jauh namun aku tetap mengejar... &lt;br /&gt;matahari, sejadah, langit. &lt;br /&gt;walau mungkin malam bergelayut mesra. &lt;br /&gt;namun jemari ini masih tetap menggapai merayap... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya rabb... &lt;br /&gt;kembalikan aku pada cahayaMu. &lt;br /&gt;sehingga aku dapat menatap kerangka-kerangka langit. &lt;br /&gt;menyaksikan gerombolan doaku. &lt;br /&gt;menutup malam yang mungkin terus menjalar. &lt;br /&gt;dalam kotornya lidah, tangan, dan munafiq ku padaMU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-1706032613809155126?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/1706032613809155126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=1706032613809155126&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1706032613809155126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1706032613809155126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2009/06/puisi-hamba-yang-lelah.html' title='Puisi: Hamba yang Lelah'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-820018947046769964</id><published>2008-05-07T14:34:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T14:35:48.611+07:00</updated><title type='text'>Jejak Yahudi Dewa &amp; Ahmad Dhani</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_31_1"&gt;&lt;!--2060--&gt;Kritik &amp;amp; Investigasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="mailto:erossjafar@eramuslim.com"&gt;Erros Jafar&lt;/a&gt; 22 May 2005 - 2:00 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=1273_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/info/dewa_yahudi.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Kasus Dewa telah meninggalkan pertanyaan besar, sejak tanggal 2 Mei lalu seluruh pemberitaan mengenai kelanjutan kasusnya sepertinya masuk keranjang sampah tepatnya sejak budaya H. Ridwan Saidi melaporkan Dewa ke Kejaksaan Agung sehubungan temuan beliau bahwa &lt;a href="http://www.sctv.co.id/view/133,9729,1,1114966800,1115067725.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;album dewa menyesatkan dan memakai lambang lambang yang dilarang&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Padahal masyarakat banyak yang menunggu kelanjutan dari hasil temuan temuan tersebut. Syukur alhamdulillah, pada edisi Mei 2005, majalah Saksi memuat artikel dan wawancara dengan budayawan H. Ridwan Saidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ini tentu saja sangat penting khususnya bagi H. Ridwan Saidi untuk menghindari tuduhan "Fitnah" dari group band Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menarik untuk kita telaah bersama, salah satu lagu berjudul "&lt;b&gt;SATU&lt;/b&gt;" dalam album "Laskar Cinta" versi CD, di bawah lirik lagu ditulis Ahmad Dhani, &lt;b&gt;"THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG"&lt;/b&gt;, sementara untuk versi Kasetnya bertuliskan &lt;b&gt;"THANKS TO: AL-HALLAZ"&lt;/b&gt; yang tak lain adalah nama lain dari Syekh Siti Jenar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://tinypic.com/5b8eaw" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;SATU&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe name="frame" src="http://swaramuslim.net/images/uploads/html/dewa/album.htm" style="border: 1px none rgb(51, 51, 51);" hspace="5" align="right" frameborder="0" height="350" scrolling="no" width="350"&gt; &lt;/iframe&gt;Aku ini…adalah dirimu&lt;br /&gt;Cinta ini…adalah cintamu&lt;br /&gt;Aku ini…adalah dirimu&lt;br /&gt;Jiwa ini…adalah jiwamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu ini adalah rindumu&lt;br /&gt;Darah ini adalah darahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;Tak…ada yang lain..selain dirimu&lt;br /&gt;Yang selalu ku puja…ouo…&lt;br /&gt;Ku…sebut namamu&lt;br /&gt;Disetiap hembusan nafasku&lt;br /&gt;Kusebut namamu…&lt;br /&gt;Kusebut namamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tanganmu…aku menyentuh&lt;br /&gt;Dengan kakimu…aku berjalan&lt;br /&gt;Dengan matamu…ku memandang&lt;br /&gt;Dengan telingamu…ku mendengar&lt;br /&gt;Dengan lidahmu…aku bicara&lt;br /&gt;Dengan hatimu…aku merasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff…Reff…Reff…Reff&lt;br /&gt;&lt;dfn&gt;"THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG"&lt;/dfn&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album DEWA 19 (1992)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Di cover depannya ada gambar piramid yang atasnya disamarkan, tapi jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (Iluminati). Bandingkan dengan gambar piramid Yahudi yang terdapat dalam lembaran One Dollar AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album TERBAIK-TERBAIK (1995)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Terpampang simbol Dewa RA (Dewa Matahari Dalam Mitologi Mesir Kuno). Dewa Ra diklaim Yahudi sebagai salah satu dewa mereka. Di Sinagog lambang ini lazim dipajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam album yang sama ada pula gambar satu halaman Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani. Ridwan Saidi (pakar Zionisme) yang menguasai bahasa Ibrani menegaskan, "ini jelas diambil dari satu gambar Protocol of Zions, karena diatas lembaran itu ada judul dan logo. ini tidak ada dalam Taurat ataupun Talmud".&lt;br /&gt;Lalu ada simbol lingkaran dengan titik di tengahnya, dimana personil Dewa berdiri dibawahnya. Simbol ini lazim dikenal sebagai simbol Mata Setan yang menguasai dunia (evil eye), sebuah simbol Yahudi. Di bagian lain dalam album yang sama, simbol mata setan juga dimuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album The Best of Dewa 19 (1999)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Di pinggiran discnya terdapat simbol panah dan garis lurus yang saling memotong spt salib. Lambang garis tsb sbenarnya sinar yang aling memotong. Ini salah satu simbol dari gerakan Freemansonry&lt;br /&gt;Lambang sinar yang saling memotong ini secara "kreatif" juga terdapat dalam cover kaset bagian dalam dan depan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album Bintang Lima (2000)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Gambar sayap lazim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan perkumpulan Theosofie Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album Cintailah Cinta (2002)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Cover depan album Dewa ini memuat secara mencolok simbol Eye of Horus. Horus adalah Dewa Burung dalam mitologi Mesir Kuno. sama spt Dewa Ra, Yahudi juga mengklaim Horus merupakan salah satu dewa mereka. Di cover dalam juga terdapat simbol yang sekilas mirip mata, tapi sebenarnya merupakan contekan habis salah satu simbol yang terdapat dalam buku The Secret Language of Symbol yang disarikan dari kitab Yahudi, Taurat. Simbol ini biasa disebut Femina Geni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam album ini, masih terdapat beberapa simbol-simbol mata, yang merupakan salah satu simbol Gerakan Freemasonry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album Atas Nama Cinta I &amp;amp; II (2004)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Lambang sayap yang merupakan lambang resmi Dewa dimuat dalam album live ini dengan latar belakang hitan kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Album Laskar Cinta (2005)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ininlah album ketujuh Dewa yang akhirnya menjadi batu sandungan dan membuka selubung semua album-album Dewa sebelumnya yang sarat dengan kampanye simbol &amp;amp; lambang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lambang Allah yang dimuat tidak sebagaimana mestinya, tipologi huruf "Laskar Cinta" pun mengambil dari pola huruf Ibrani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pola huruf tulisan Laskar Cinta diambil dari pola huruf Ibrani," ujar Ridwan Saidi seraya membuka kitab Taurat berbahasa Ibrani asli dari Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah lagu berjudul "Satu" (album Laskar Cinta), berisi ajaran sesat yang mengatakan ada kesatuan wujud antara Sang Khaliq dengan mahluk-Nya. Dalam bahasa Syeh Siti Jenar atau Al Hallaj, paham ini disebut "Manunggal ing kawulo Gusti". Parahnya, ini seakan dibenarkan sendiri oleh Ahmad Dhani dengan menulis di bawah lirik lagu tsb dalam cover versi kaset, "THANKS TO: AL-HALLAZ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam album yang sama versi CD, di bawah lirik lagu "Satu", ditulis Ahmad Dhani, "THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG", yang tak lain adalah nama lain dari Syekh Siti Jenar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Siapakah Ahmad Dhani? &lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;DHANI THANKS TO:.... JAN PIETER FREDERICH KoHLER (THANKS FOR THE GEN). Dhani berterima kasih kepada:....Jan Pieter Frederich Kohler (Terima kasih atas darah keturunannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merunut dari silsilah keluarga,&lt;br /&gt;Jan Pieter Frederich Kohler adalah kakek Dhani (dari pihak Ibu) yang berkebangsaan Jerman. "Kohler" adalah nama keluarga, sejenis marga. Jadi jelaslah, Dhani punya kebanggaan akan darah darah keturunannya itu," ujar pengamat Zionisme H. Ridwan Saidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, sebab itulah dalam berbagai kesempatan show-termasuk ketika manggung di Trans TV yang menginjak-injak karpet dengan motif logo Allah yang kontroversial itu, Ahad (10/4)- Dhani Dewa mengenakan kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari kasus kontroversial logo Allah, terkuaklah misteri dibalik (Dhani) Dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam album-album Dewa, bertebaran gambar dan simbol-simbol Yahudi.&lt;br /&gt;"Ada apa ini? Dalam album-album selanjutnya Dewa juga banyak memuat logo dan simbol-simbol Zionis. Ini harus dilacak, ada apa di belakang Dewa?" papar Ridwan Saidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai orang yang telah lama mempelajari Zionisme berani menyatakan jika ini merupakan usaha penyebaran simbol2 Yahudi terbesar sepanjang sejarah Indonesia!" tandas Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken by Majalah Saksi Edisi Mei 2005&lt;br /&gt;wallahu'alam&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;aufa_azzahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-820018947046769964?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/820018947046769964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=820018947046769964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/820018947046769964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/820018947046769964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/jejak-yahudi-dewa-ahmad-dhani.html' title='Jejak Yahudi Dewa &amp; Ahmad Dhani'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-3682386969992928498</id><published>2008-05-07T14:34:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T14:34:56.388+07:00</updated><title type='text'>Syariat Islam di Aceh, Siasat Budaya Neo-Snouckis?</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_28_1"&gt;&lt;!--2030--&gt;Opini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 11 Apr 2005 - 5:00 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=2100_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Otto Syamsuddin Ishak&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/snouck_hurgronye.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Apakah agama diperuntukkan bagi penciptaan manusia yang bercitra sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan? Namun, bukankah agama juga bisa diperuntukkan bagi penciptaan manusia yang bercitra sebagaimana yang dikehendaki oleh manusia. Bahkan, negara pun bisa menggunakan agama untuk mencitra manusia sesuai dengan yang dikendaki ideologinya (nasionalisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan pertama, agama masih berada dalam wilayah teologis. Sedangkan persoalan berikutnya, agama sudah berada di wilayah ideologis. Dalam perspektif pascakolonial, agama sudah menjadi instrumen dalam proyek kolonialisme. Perbedaannya, jika persoalan yang kedua aktornya adalah individu atau komunitas ulama, maka persoalan yang ketiga aktornya adalah negara (institusi politik). Celakanya, bahkan kerap, aktor individu jumbuh dengan aktor negara jika kita melihat pada konteks kehidupan orang Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), agama sebagai instrumen kolonial, tercermin dalam pertanyaan yang diajukan kepada responden di Aceh: “Apakah ibu/bapak lebih merasa sebagai orang dari suku-bangsa asal seperti Jawa, Sunda, Batak, Minang, dll., lebih sebagai orang dari agama tertentu (Islam, Kristen, dll.), atau lebih merasa sebagai orang Indonesia?” Perumus pertanyaan tersebut membandingkan antara identitas etnik, religius dan ideologis. Hasilnya, menurut LSI bahwa orang Aceh lebih bangga menjadi orang Indonesia daripada seorang muslim. Dengan lain kata, keindonesiaan (identitas ideologis) telah melampaui keislaman (identitas religiusitas) dan keacehan (identitas etnis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan konteks historis dan kekinian agama dalam perspektif pascakolonial, Aceh memang merupakan wilayah—dalam artian teritori dan waktu—di mana agama telah menjadi prototipe ideal instrumen kolonialisasi. Meskipun hal ini sering berada di luar kesadaran sosiologis orang Aceh. Bahkan ulama Aceh itu sendiri, serta cendekiawan muslim nusantara serta komunitasnya tidak sadar jika mereka telah berubah dari aktor teologis menjadi aktor ideologis yang mana mereka telah menggunakan agama sebagai instrumen kolonialisasi— teristimewa dalam periode bernegara pascakolonial (selepas 1945, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori pascakolonial, negara pusat bukan saja mengambil alih secara paksa sebuah wilayah dan populasi manusia, tetapi juga menciptakan sistem ekonomi, politik dan budaya kolonial di wilayah itu yang memberikan keuntungan semaksimal mungkin pada negara pusat. Negara pusat terus berpikir untuk menciptakan siasat militer, dan siasat kebudayaan agar wilayah dan populasi yang dikuasainya menjelma menjadi sebuah koloni yang kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, siasat kebudayaan adalah penghilangan keaslian karakter budaya di koloni (dekonstruktif) sehingga terbentuk mental “kompleks inferioritas”, serta membentuk budaya baru yang berkiblat ke pusat koloni (rekonstruktif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Snouckis&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/snouck_hurgronye2.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="200" hspace="5" width="150" /&gt;Dalam kerangka berpikir siasat kebudayaan (kolonialisasi) itulah, Pemerintah Kolonial Belanda mengirim Snock Hurgronje. Apalagi, siasat militer tidak berhasil menjadikan Aceh sebagai sebuah koloni yang utuh. Perang Aceh berhasil mengulur waktu yang panjang (1873-1949), menyita energi yang melelahkan dan menguras dana yang sangat besar. Bahkan melampaui daya dukung keuangan serikat dagang dan negara itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak negatif lainnya bagi negara pusat, siasat militer justru mengkristalkan spirit perlawanan yang manifes maupun laten di dalam diri orang Aceh. Di satu sisi, orang Aceh semakin mengidealkan dirinya menjadi gerilyawan, dan berakhir sebagai syuhada. Idealisasi orang Aceh bukan dalam artian sentimen terhadap nonmuslim, melainkan bertindak memerangi kemungkaran yang aktornya secara kebetulan jumbuh dengan individu non-muslim dan negara asing. Di sisi lain, serdadu mengalami stress dan menjadi bertindak brutal, juga para perwira tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah siasat kebudayaan kolonial yang dijalankan Snouck di Aceh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target siasat itu langsung ke akar yang menghidupkan orang Aceh, yakni Islam. Karena itu, Snouck melakukan riset yang intensif untuk mengetahui pengaruh Islam terhadap kehidupan politik, ekonomi dan budaya orang Aceh. Meskipun hasil risetnya lebih tepat disebut sebagai studi kasus tentang eksistensi agama dalam kehidupan orang Aceh yang berada di wilayah dataran rendah, Aceh Besar. Meskipun demikian, studi ini memberikan inspirasi pada Snouck untuk merumuskan siasat budaya bagaimana ‘menjinakkan’ Islam di Aceh khususnya, dan wilayah koloni Hindia Belanda umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siasat kebudayaan ini bukanlah kristenisasi, melainkan reislamisasi orang Aceh. Bukan pula, transformasi identitas dari keislaman menjadi kebelandaan. Islam yang berspirit melawan (kemungkaran) negara pusat harus direkonstruksi menjadi Islam yang loyal terhadap pusat kolonial, tanpa peduli terhadap kemungkaran. Islam harus dijadikan instrumen utama kolonialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan yang tajam antara siasat militer dan siasat kebudayaan kolonial. Siasat militer, jika jenderal mati, maka mesjid di bakar. Ketika Kohler mati, maka Masjid Raya pun dibakar oleh serdadunya. Siasat kebudayaan justru sebaliknya, aktor kolonial harus menjadi imam mesjid, maka mesjid harus dibangun lebih megah lagi. Karena itu, proyek budaya yang utama adalah membangun kembali Masjid Raya dengan merujuk pada arsitektur Taj Mahal yang megah dan menyimbolkan kecintaan yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Snouck mendekonstruksi identitas keacehan. Bahwa negara tradisional Aceh adalah negara perompak. Bahwa tingkat intelektualitas keagamaan ulama Aceh adalah rendah. Bahwa religiusitas orang Aceh adalah mistis dan takhayul. Padahal, di sisi lain, Snouck mengakui spirit keagamaan orang Aceh berbasis pada sufisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain merekonstruksi mesjid, Snouck mengintervensi manajemen masjid—bahkan ia berhasil menjadi imam besar—setelah bekerjasama dengan seorang kadi hulubalang Aceh. Tahap berikutnya, Snouck menata kembali institusi keagamaan agar lebih birokratis. Hal yang penting adalah pengangkatan H. Hasan Mustapa—kenalan utamanya sejak di Mekkah dan ulama yang berasal dari kalangan kelas menengah Sunda—sebagai Penghulu Besar di Aceh selama dua tahun. Lalu, ia diganti oleh Raden Haji Muhammad Rusydi—yang masih memiliki tali kekerabatan. Sejak itulah Islam menjadi instrumen politik kolonial yang terlembaga, yang kemudian dilanjutkan di dalam konteks Indonesia sebagai departemen agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Neo-Snouckis&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif pascakolonial, apakah siasat budaya kolonial masih terus dilanjutkan di dalam negara modern Indonesia—dengan versi barunya, yakni kolonialisme modern—yang selaras dengan prinsip negara kesatuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengacu pada tesis Loomba, maka kemerdekaan tidak secara otomatis memusnahkan siasat budaya kolonial. Bahkan, kelangsungan siasat budaya kolonial bisa dimanipulasi sebagai bagian dari semangat nasionalisme yang terus-menerus dipompa oleh elite penguasa negara baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kolonialisme modern, wilayah politik terbagi dua, yakni pusat dan daerah dalam relasi yang sentralistik. Sistem demikian juga dipakai di Indonesia. Polanya, sistem politik harus memperkuat otoritas pusat dan memperlemah otoritas daerah. Sistem ekonominya, daerah adalah wilayah eksploitasi sumberdaya alam dan pusat adalah pengelola hasil sumberdaya alam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem kolonial lama, daerah yang memberikan upeti ke pusat. Sekarang, bukan lagi upeti, tetapi semua alat produksi dimiliki dan dikelola oleh pusat. Pusat ‘menyedekahkan’ hasilnya kepada setiap daerah, sesuai dengan kemurahan hati pusat. Kemudian, daerah adalah pasar dan konsumen terhadap industri yang menumpuk di (wilayah) pusat kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah dengan siasat yang berkenaan dengan identitas budaya daerah? Apakah setelah kemerdekaan, identitas budaya lokal yang telah dipunahkan oleh pemerintah kolonial mendapat kesempatan atau didorong kembali untuk hidup oleh penguasa pusat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Rezim Soekarno&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Fenomena gerakan pemberontakan daerah, khususnya DI/TII di Aceh dalam periode Soekarno, jika dilihat dari perspektif pascakolonial, adalah akibat dari masih dilanjutkannya sistem-sistem kolonial itu. Apa yang dilakukan oleh Tgk Daud Beureueh adalah perlawanan terhadap dominasi sistem kolonial modern yang dipraktekkan rezim Soekarno. Praktek kolonial modern ini sangat terasa di luar wilayah Indonesia Luar ketimbang di Indonesia Dalam (dalam pembagian Geertz).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wilayah Indonesia Luar, pihak kolonial relatif tidak memiliki waktu yang cukup untuk membangun sistem politik dan ekonomi yang kuat atau, wilayah ini tidak pernah menjadi pusat kolonial. Akibatnya, ada pola metamorfose yang berbeda dalam menyikapi kelanjutan sistem kolonial antar komunitas keagamaan di Indonesia. Di sana, komunitas keagamaan membangun perlawanan terhadap dominasi pusat, termasuk menjadi gerakan politik bersenjata. Apalagi sebagian dari tokohnya adalah pemimpin gerilya di masa kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia Dalam, komunitas keagamaan berupaya mengintegrasikan diri ke dalam struktur birokrasi pemerintahan. Karena itu terjadi kompetisi politik yang tajam, misalnya antara NU dan Muhammadiyah, dalam perebutan jabatan kementerian agama—yang merupakan proyek kolonial. Mereka berebut menjadi bagian dari rezim baru yang melanjutkan proyek kolonial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relasinya dengan kekuasaan, NU mengeluarkan fatwa bughat terhadap gerakan perlawanan muslim di wilayah Indonesia Luar. Fatwa ini merupakan bentuk awal komunitas keagamaan yang jumbuh dengan kekuasaan. Sebuah fatwa yang menghalalkan pembunuhan muslim di Indonesia. Berikutnya, adalah keterlibatan mereka dalam aksi pembasmian PKI yang dimobilisasi serdadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara siasat budaya yang menyangkut identitas daerah, Pusat membangun versi baru. Jika dahulu kebanggaan identitas dikaitkan dengan Hindia Belanda, maka sekarang kebanggaan terhadap keindonesiaan (nasionalisme), mulai dari propaganda “ganyang Malaysia” hingga kebanggaan terhadap proyek-proyek mercusuar. Ganyang Malaysia menunjuk pada kebencian sesama etnik melayu akibat nasionalisme (hitam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aceh, orang mulai bangga menyebutkkan bahwa pabrik Gula Cot Girek adalah pabrik terbesar dan termodern di Indonesia. Orang Aceh merasa inferior atau tidak modern bila tidak berbahasa Indonesia. Sementara, konsesi politik pasca DI/TII yang berkenaan dengan tiga keistimewaan Aceh (dalam bidang agama, adat dan pendidikan)—yang sebenarnya dapat menjadi basis bagi siasat budaya perlawanan lokal terhadap budaya dominan—tidak berjalan.&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Rezim Soeharto&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Pada periode Soeharto, tiga keistimewaan itu diabaikan secara legal dengan Undang-undang Pemerintah Daerah dan Pendidikan Nasional. Bahkan, upaya mengimplementasikan tiga keistimewaan itu dengan mudah dihantam oleh isu komando jihad, dan Gerakan Pengacau Liar (GPK) dalam periode DOM (1989-1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas lokal diorientasikan pada kebanggaan terhadap industri eksploitasi gas alam Arun. Industri itu dipropagandakan sebagai penghasil gas terbesar di dunia, yang menggunakan teknologi tercanggih (supra modern). Orang Aceh bangga—khususnya kaum birokrat dan kelas menengah atas—bahwa gagasan pembentukan Bappenas berasal dari pengembangan gagasan Aceh Development Board (ADB). Orang Aceh bangga bahwa pelembagaan ulama (Majelis Ulama Indonesia) adalah berasal dari Aceh. Elite agama Aceh tidak sadar bahwa pelembagaan ulama merupakan kelanjutan dari proyek kolonialisasi yang telah dilakukan oleh Snock Hurgronje. Pelembagaan itu merupakan siasat budaya pusat untuk mengontrol ulama melalui institusi birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam periode negara modern, komunitas muslim selalu disediakan musuh oleh penguasa politik. Islam dan muslim dibenturkan dengan non-Islam dan non-muslim. Islam dan muslim dibenturkan dengan komunisme (Tragedi ‘65). Hal ini membentuk karakter Islam eksklusif. Islam dan muslim dibenturkan dengan Islam dan muslim yang dilabel dan dipropagandakan oleh penguasa sebagai Islam radikal dan komunitas komando jihad (komji). Hal ini membentuk karakter Islam introvert. Jadi proyek kolonialisme modern melahirkan Islam eksklusif dan introvert—yang sesuai dengan ranah budaya agraris pedalaman dan rezim politik yang represif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kala, saya bertemu dengan seorang inisiator PKI di Aceh yang telah bermukim di Amsterdam. Saya terkejut ketika ia mengatakan bahwa yang pertama sekali dieksekusi (extra judicial killing) di Aceh adalah enam perempuan. Hal ini menunjukkan proyek kolonialisme modern yang menjadikan Islam sebagai instrumen politik berdarahnya telah merasuk sangat dalam. Muslim membantai muslim yang berideologi berbeda, bersimpati atau berkerabat dengan pengikut komunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh serdadu, pola ini digunakan lagi di masa DOM. Sejumlah ulama dibawa ke kamp-kamp penyiksaan dan pembantaian serdadu untuk memberikan ‘siraman rohani’. Kesaksian para tahanan bahwa ulama justru menyalahkan, bahkan memberikan label berdosa pada mereka karena melawan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa ulama Aceh telah memiliki karakter politik yang sama dengan ulama di Indonesia Dalam. Ulama menjadi buta terhadap tindakan mungkar dan dzalim (serdadu) yang terjadi di dalam kamp militer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Islam dan muslim telah menjadi instrumen dan aktor proyek kolonialisme modern, maka spirit perlawanan (jihad) terhadap kemungkaran (korupsi) dan kezaliman (pelanggaran HAM) penguasa politik hilang. Akar spirit gerakan perlawanan terhadap rezim Soeharto bukan bersumber pada agama dan bukan digerakkan oleh ulama, melainkan bersumber dari akumulasi pengalaman hidup rakyat yang pahit dan berdarah selama tiga dasawarsa Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Pasca Reformasi&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Hal yang lebih tragis lagi bagi Aceh, di pascareformasi terjadi kejumbuhan antara aktor agama dan aktor negara dalam melanjutkan proyek-proyek kolonialisme modern di masa kekuasaan Abdurrahman Wahid. Siasat budaya yang berlaku—dengan menggunakan dana bantuan Sultan Brunei Darussalam—adalah merelasikan antara ulama Aceh dan NU. Dalam setiap muktamar NU, misalnya muktamar tarekat yang muktabarah, maka ulama Aceh dihadirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian rezim mempropagandakan ulama sebagai pemilik otoritas tertinggi terhadap seluruh tatanan kehidupan orang Aceh. Penguasa pusat bermaksud untuk memotong pengaruh GAM dalam masyarakat dengan meminjam tangan ulama Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, penguasa pusat mempropagandakan pada komunitas internasional bahwa orang Aceh adalah penganut Islam yang sangat fanatik dan radikal. Orang Aceh adalah kaum muslim yang tertutup dan eksklusif. Orang Aceh sangat membenci orang asing, apalagi non-muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, serdadu memberikan tekanan khusus bahwa pendanaan GAM ditopang dari hasil penjualan ganja. Sementara sebaran ganja Aceh ke seluruh pelosok nusantara paralel dengan asal-usul kesatuan serdadu yang dikirim ke Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siasat budaya ini dikembangkan menjadi proyek kriminalisasi manusia. Orang Aceh adalah pemadat ganja. Media elektronik dan cetak di Indonesia pun mengekspose penangkapan anggota sindikat ganja, apalagi bila ada pelakunya yang berasal dari Aceh. Media melanjutkan dan ikut mempertajam diskriminasi etnis yang berbasis ganja sebagaimana yang diskenariokan oleh serdadu. Lalu, serdadu memaksa pihak ulama untuk mengeluarkan fatwa yang menyangkut ganja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif pascakolonial, tindakan kriminalisasi orang Aceh—dengan menggunakan ganja—adalah salah satu bagian dari paket dehumanization jika kita merujuk pada konsep kolonialisasi Frantz Fanon. Masih ada tindakan lainnya di dalam paket tersebut, antara lain, pemarakan perdagangan ilegal, perjudian, pelacuran, pencurian, pembunuhan massal, perbudakan seks di kamp militer, disgregasi etnis dan pembunuhan misterius. Ada dua hal yang diharapkan dari siasat ini, pertama inferioritas orang Aceh, konflik horizontal, dan orang Aceh menjadi manusia traumatik. Kedua, membangkitkan gairah masyarakat di luar Aceh untuk mencurigai, men-sweeping dan menghukum orang Aceh yang bermukim di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek budaya lainnya adalah memberikan legalitas pemberlakukan syariat Islam. Hal ini justru digunakan untuk meneguhkan propaganda pada komunitas internasional: “Lihatlah, orang Aceh sangat fanatik. Mereka ingin mendirikan negara Islam di dalam Indonesia. Mereka kaum muslim yang potensial menjadi kelompok teroris. Buktinya, lihatlah apa yang dilakukan GAM!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam realitasnya, pemberlakuan syariat Islam merupakan proyek kolonialisme modern untuk memasukkan orang Aceh ke dalam ‘kerangkeng besi’. Padahal, kasus-kasus korupsi tidak diadili dengan syariat, melainkan dengan UU Tindak Pidana. Kasus-kasus pelanggaran HAM oleh serdadu tidak bisa disentuh oleh syariat, melainkan dengan peradilan koneksitas dan peradilan militer. Kasus-kasus pemerkosaan juga hanya masalah indisipliner serdadu. Kasus-kasus judi, togel dan narkoba (shabu-shabu) yang dibekingi serdadu tak terjangkau syariat. Bahkan kasus pembunuhan yang dilakukan serdadu terhadap istri mantan walikota pun tidak masuk ke dalam peradilan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum syariat hanya menjangkau laki-laki Aceh yang tidak pergi ke masjid di hari Jumat. Perempuan Aceh tidak memakai jilbab. Kaum muda Aceh yang pacaran di pinggir pantai. Singkatnya, pemberlakuan syariat ibarat memakaikan sepatu besi yang kekecilan pada kaki-kaki orang Aceh yang melakukan perlawanan terhadap aktor kolonial versi baru—yakni kaum dan penguasa Neo-Snouckis. Pemberlakuan syariat di Aceh hanya merupakan salah satu siasat budaya kolonialisme modern yang menguntungkan pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Penutup&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Islam dan muslim dalam ranah non-teologis dapat ditafsir dari perspektif pascakolonial. Aceh menjadi konteks historis dan politik kekinian yang ideal untuk menemukan bagaimanakah Islam dan muslim digunakan sebagai instrumen dan aktor dalam proyek budaya kolonialisme modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek kolonialisme ini tanpa disadari telah tertanam di dalam kaum terpelajar muslim, atau kelas menengah Aceh. Fenomena itu semakin tampak tegas pada perilaku elite agama periode pascatsunami. Ceramah-ceramah agama di mesjid menegaskan bahwa bencana alam tsunami terjadi karena kemurkaan Allah SWT terhadap amoralitas orang Aceh yang sudah keluar batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban tsunami mendapat siraman rohani, misalnya: “Bersabarlah dalam menghadapi cobaan Tuhan, Tuhan akan menyayangi mereka yang bersabar.” Sementara bantuan kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia tidak sampai kepada mereka karena ada kontrol dan akumulasi yang dilakukan oleh serdadu. Ulama bukannya menyiram rohani serdadu: “Bahwa tindakan mengontrol, mengakumulasi dan melakukan diskriminasi politik dalam kaitannya dengan bantuan adalah perbuatan mungkar dan dzalim. Allah SWT akan melaknati kalian, wahai kaum serdadu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda berikutnya, ulama mulai peka dan mudah terhasut dengan isu kristenisasi. Bahkan, segala sesuatu yang asing (LSM dan serdadu) adalah identik dengan Kristen. Ulama pun meminta elite penguasa untuk mengontrol dan menyeleksi orang asing dengan mindset orang kafir. Di dalam benak mereka sudah terjadi dialog: &lt;b&gt;“Tidak mungkin orang asing membantu Aceh dengan tanpa kepentingan. Adapun kepentingan itu adalah kristenisasi.&lt;/b&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang juga penting, apakah muskil rekonstruksi pascatsunami merupakan proyek budaya neo-snouckis (kolonialisme modern) yang terbesar di abad 21? Proyek budaya kolonial modern yang bertujuan merubah orang Aceh menjadi manusia-manusia kolonial dan beragama sesuai dengan format kolonial modern, dan pelakunya berasal dari etnik dengan agama yang sama dengan orang Aceh itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini betul-betul terjadi, maka bukan saja orang Aceh telah ditipu, melainkan komunitas internasional yang membantu Aceh atas dasar spirit kemanusiaan juga telah ditipu. Bayangkan saja, bantuan kemanusiaan telah digunakan untuk mendehumanisasi manusia lainnya (orang Aceh). Naudzubillah! (acehkita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Sosiolog asal Nanggroe Aceh Darussalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-3682386969992928498?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/3682386969992928498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=3682386969992928498&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3682386969992928498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3682386969992928498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/syariat-islam-di-aceh-siasat-budaya-neo.html' title='Syariat Islam di Aceh, Siasat Budaya Neo-Snouckis?'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-2066715437444966849</id><published>2008-05-07T14:33:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T14:33:40.479+07:00</updated><title type='text'>ZIONIS BERGANDENGAN DENGAN KRISTEN EKSTREM</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_17_1"&gt;&lt;!--0300--&gt;Aspirasi &amp;amp; Muslim Voice&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 07 Apr 2005 - 8:10 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=2013_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin, Mesir&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_islam/Muhammad_Akif.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/ISLAMKRISTEN/more.php?id=187_0_7_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Tema Kristenisasi Internasional yang diangkat SABILI pada edisi lalu&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, ternyata mendapat respon tersendiri dari negeri piramida, Mesir. Kasus Wafa Konstantin dengan Gereja Koptik Mesir, serta ketenangan Asywik Collin Yaneq tentang ancaman Kristenisasi pada gerakan Islam tertua di dunia, Ikhwanul Muslimin (IM), memang sedang hangat dibicarakan di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sedang hangat, Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin Muhammad Mahdi Akif menerima wartawan SABILI di Mesir, Yusuf Burhanudin dan memberikan keterangan. Gerakan Kristenisasi, memang telah mengancam, tidak saja Ikhwanul Muslimin, tapi juga dunia Islam secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di markas Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mahdi Akif yang tergolong susah ditemui, merasa perlu memberikan pesan-pesannya pada SABILI. Sebab, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia tidak akan lepas pula dari ancaman global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang perlu diwaspadai adalah, gerakan Kristenisasi tak pernah dilakukan terang-terangan. Mereka selalu menempuh jalur bawah tanah dan menggunakan segala cara,” pesannya pada Yusuf Burhanudin. Ia juga memberikan resep-resep penting guna menangkal dan menghalau gerakan Kristenisasi menyerang umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahdi Akif terpilih menjadi Mursyid Aam Ikhwanul Muslimin yang ke enam. Ia duduk pada kursi tertinggi organisasi yang selalu dianggap lawan politik terberat pemerintah Mesir ini setelah pendahulunya, Makmun Hudhaibi, meninggal awal tahun lalu. Muhammad Mahdi Akif, selain tercatat membangun karir organisasinya di Ikhwanul Muslimin, ia juga veteran Perang 1948 antara Mesir dan Israel. Hari-hari ini, ia dan Ikhwanul Muslimin sedang disibukkan dengan rencana pemilihan Presiden Mesir mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lamaran sudah masuk ke Ikhwanul Muslimin. Tapi Akif sepertinya akan menolak. “Kita punya kandidat sendiri yang mampu mengatur dunia dan tidak Mesir saja,” ujarnya penuh percaya diri. Berikut petikan wawancara SABILI dengan Muhammad Mahdi Akif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Anda percaya gerakan Kristenisasi itu sedang menyerang dunia Islam?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tidak ada satu pun gerakan Kristenisasi di dunia Islam ini. Dalam arti, gerakan yang terang-terangan. Tapi semua itu dilakukan di bawah tanah dan jauh dari permukaan. Yang jelas, semua usaha kristenisasi menunjukkan kegagalannya sejak abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Menurut Anda, tujuan gerakan ini murni misi keagamaan atau ada kaitannya dengan imperialisme?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mereka terselubung dan didanai oleh berbagai lembaga internasional guna melancarkan tujuan-tujuan tersembunyi pula. Tetapi ingat, upaya mereka itu sedikit pun tidak akan membawa hasil yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asywik Collin Yaneq, mantan Sekjen Persekutuan Gereja Internasional di Tengah dan Timur Afrika mengungkap rencana Kristenisasi di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Salah satu agenda terpenting adalah melucuti kekuatan gerakan Ikhwanul Muslimun, komentar Anda?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Mereka boleh merencanakan apa saja sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Mereka juga boleh mengajukan misi apa saja terhadap dunia Islam. Ikhwanul Muslimun hampir selalu menjadi target utama dalam misi mereka. Itu disebabkan komitmen Ikhwanul Muslimun pada Islam, komitmen terhadap risalah kenabian, dan yang terpenting memiliki kedisiplinan terhadap manhaj gerakan yang telah digariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sebenarnya ingin mendekati masyarakat. Salah satu hal terpenting dalam pendekatan ke masyarakat, terutama masyarakat beragama, tentunya yang hampir selalu berpegang teguh pada pokok-pokok keimanan kepada Allah SWT. Sungguh ini sebuah gambaran kondisi masyarakat yang memiliki pondasi akidah yang kuat dan secara tulus menjadikan Islam sebagai agama mereka. Tentu saja, siapapun akan merasa kesulitan bahkan riskan dalam melancarkan berbagai aksi dan gerakan kristenisasi kepada model masyarakat seperti di atas. Meski harus diintervensi dengan kekuatan atau kekuasaan, harus dibujuk rayu dengan uang dan kekayaan, semuanya sama sekali tidak akan mempan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah akidah sekaligus risalah. Mengamalkan keduanya dalam segenap kehidupan, membuat segala ancaman yang datang, dengan mudah terhalau. Demikian kira-kira resep yang di antaranya senantiasa dipegang oleh kebanyakan umat Islam, khususnya yang ada di belahan Jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Penahanan 58 anggota IM kemarin terkait dengan misi penting Kristenisasi?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Itu semua tidak ada kaitannya dengan rencana Kristenisasi. Ini adalah persoalan Ikhwanul Muslimun dengan pemerintah. Falsafah pemerintah itu adalah, selalu memerangi gerakan Ikhwanul Muslimun, bagaimanapun caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah agaknya mulai mencium bahwa berbagai gerakan Ikhwanul Muslimun banyak mendapat simpati dan meraih banyak pengikut. Demikian pula peran Ikhwanul Muslimun dalam politik maupun perundang-undangan. Semakin banyak mendapat dukungan rakyat bawah. Dan seperti biasa, dapat ditebak, pemerintah yang berkuasa jelas tidak menghendaki itu semua. Sekali lagi, ini tidak ada kaitannya dengan campur tangan Kristen ekstrem dalam memenjarakan beberapa anggota Ikhwanul Muslimun kemarin. Ini soal kebencian pemerintah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Apa kiat Ikhwanul Muslimun menghalau semua kelemahan umat Islam tersebut?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, kami senantiasa siap menghadapi kekuatan yang datang mengancam dari mana pun. Terlebih gerakan-gerakan yang bisa merusak akidah dan menistakan umat. Semuanya kami tegakkan berdasarkan misi agama yang kami yakini dan juga tuntunan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Tidak luput pula mengedepankan nilai-nilai moral yang kokoh di garda terdepan. Inilah yang membuat ajaran Islam unggul dibanding yang lainnya. Boleh dikatakan, tidak ada satu ajaran mana pun di muka bumi ini yang selengkap ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, kami akan selalu “menyambut” seluruh gerakan kristenisasi yang datang dari negeri manapun di dunia ini. Meski mereka didukung oleh dana miliaran dolar dan fasilitas yang luar biasa, itu semua tidak ada artinya dibanding dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kami untuk senantiasa beriman, mempercayai-Nya dan berusaha keras sekuat tenaga meraih surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Ada kaitan antara misionaris dengan zionisme atau imperialisme dunia?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Zionisme internasional itu telah sejak lama bergandengan mesra dengan kelompok Kristen ekstrem terutama dalam menghantam dan melumpuhkan gerakan-gerakan Islam. Mereka, selalu sepakat menggempur kekuatan umat Islam. Wajar jika mereka mau bekerjasama mengerahkan segala daya dan upaya yang mereka miliki guna menghasut umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Apakah di Mesir gerakan Kristenisasi juga terjadi?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Di hampir semua tempat, gerakan berlangsung. Belum berhenti hingga hari ini. Akan tetapi upaya mereka senantiasa menemukan kegagalan dalam segala rencana yang digencarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan itu pula, mereka tanpa henti terus-menerus mengutus para misionarisnya, mendirikan gereja-gereja, ataupun mendirikan lembaga-lembaga sosial guna “membantu” masyarakat Muslim yang lemah dan berkekurangan secara ekonomi. Ini senjata klasik yang sering mereka gunakan sebagai kedok nyata bagi persiapan penjajahan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila semua itu telah dilakukan, langkah berikutnya adalah mudah dikristenkan. Tetapi saya katakan, tidak usah khawatir, karena segala upaya itu selalu berujung dengan kegagalan dan kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Daerah mana saja di Mesir yang rawan Kristenisasi?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, mereka selalu mengincar daerah-daerah kumuh dan miskin. Biasanya, aksi yang dilakukan adalah membagi-bagikan bantuan finansial, bahan pokok sehari-hari seperti makanan. Pokoknya, meliputi kebutuhan sandang, pangan, bahkan papan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, meski kaum Muslimin itu telah berhasil ditarik memeluk Nasrani, tetapi ketika disuruh membaca tahlil, mereka ternyata masih bisa berteriak fasih laa ilaaha illallaah muhammadun rasulullaah! Benar-benar membingungkan! Ini pertanda, betapa geliat dan fitrah Islam telah mendarah daging dalam watak, kebiasaan, dan seluruh tradisi umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Ada kaitan antara gerakan misionaris dengan American University di Kairo?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Kaitan secara langsung, mungkin tidak ada. Pendirian Univeristas Amerika tersebut, hanya untuk kepentingan satelit politik Amerika saja. Dengan kata lain, sebagai pelaksana berbagai kepentingan politik Amerika di negeri orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini kita memang patut bersyukur. Universitas Amerika tersebut kini penuh sesak oleh orang-orang Islam yang taat dan shalih. Sehingga, secara logika, tidak mungkin mereka kemudian dengan gampang dimurtadkan. Apalagi hendak dicetak menjadi misionaris-misionaris yang kelak menjalankan misi Kristenisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Apakah benar bahwa Amerikanisasi bagian dari Kristenisasi?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Gereja-gereja di Amerika memang memiliki peran dan artikulasi kekuatan, dalam arti dana dan SDM yang cukup luar biasa. Dari hitung-hitung logika kekuatan, mereka memang cukup unggul sehingga bisa menerobos dunia Islam dengan sangat mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kerja sama kekuatan mereka dengan persekutuan gereja-gereja Kristen, baik yang ada di Jerman dan Swiss dengan dana miliaran dolar. Dana besar-besaran itu memang dialokasikan semuanya untuk mendanai kaum misionaris demi menjalankan proyek Kristenisasi. Tidak banyak yang tahu soal itu, karena cenderung bergerak secara rahasia dengan rencana yang terselubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi umumnya, mereka tidak mempan menembus masyarakat Muslim, terutama pada umat Islam di seluruh dunia Arab. Alih-alih keberhasilan yang bisa didapat, yang terjadi justru selalu mendapatkan kenihilan dalam proyek-proyek besar mereka itu. Hal ini disebabkan kekompakan masyarakat kita sendiri yang menolak program berbagai rencana mereka itu sejak jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Menurut Anda, kenapa kristenisasi di Indonesia berlangsung begitu marak?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ini karena masyarakat Indonesia mendapat tekanan dari pemerintah. Terutama dalam menekan dan melumpuhkan seluruh gerakan umat Islam. Di samping tentunya tekanan asing yang tak kalah dahsyatnya. Ini benar-benar kelihatan sekali di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih, gerakan Kristenisasi ini seolah mengincar kelompok masyarakat yang berkekurangan sehingga cenderung mendapat sambutan luar biasa, terutama bagi orang-orang fakir, miskin. Karenanya, ketika belenggu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan bisa dienyahkan, maka seketika itu pula gerakan Kristenisasi akan terhalau. Di situlah sebenarnya kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Adakah strategi khusus menghadapi hal ini?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Solusi bagi kita itu sudah begitu gamblang. Bahwa umat Islam sudah semestinya mulai mengenal dengan seksama hakikat dan tujuan agama mereka itu sendiri. Setiap kita harus memahami akidah Islam dengan benar, menjalankan syariat Islam dan berdisiplin dalam menunaikan berbagai kewajiban yang telah digariskan. Mulai dari praktik shalat hingga bagaimana belajar mencintai orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting, ajarkanlah kepada mereka yang awam, apa itu Islam. Seandainya umat Islam mengerti apa arti Islam yang sesungguhnya, maka dijamin tak ada seorang pun yang mampu menarik umat Islam kepada agama yang ditawarkan para misionaris itu. Saya sampaikan, bahwa pihak yang mempersilakan para misionaris menjalankan proyek Kristenisasi, khususnya di Indonesia, memang merupakan krisis lanjutan dari sebuah serial diktatorisme yang selama puluhan tahun berlangsung di Indonesia. Tetapi kalau memang kini rakyat Indonesia telah merasakan udara kebebasan, maka nikmatilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Timur Tengah Kristenisasi pada umumnya tidak segencar di Indonesia. Apa masalahnya menurut Anda?&lt;br /&gt;Ya, demikianlah risiko sebuah kebebasan. Semua gerakan bisa masuk tanpa filter yang ketat. Tetapi jangan khawatir. Segencar apapun kristenisasi di Indonesia, mereka tetap akan hancur. Tetap akan menemui kegagalan dan berakhir sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya justru lebih percaya akan terjadi kebangkitan umat Islam di Indonesia. Terutama saat ini seluruh umat Islam Indonesia telah mulai menikmati udara kebebasan. Tinggal bagaimana mengelola seluruh kebebasan itu menuju kebebasan yang sesungguhnya. Sebuah kebebasan dimana tidak ada lagi ruang kehidupan bagi Kristenisasi. Dan umat Islam Indonesia saat ini, insya Allah, tengah menuju puncak kebebasan luhur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Apa sebenarnya persoalan mendasar yang mesti diperhatikan oleh umat Islam saat ini?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Semua gejala di atas yang saya sebutkan tadi itu tiada lain menunjukkan secara gamblang, bahwa kebanyakan pemerintah kita selalu ditekan dan bergantung pada kekuatan asing. Inilah sebenarnya persoalan penting yang menjadi kendala mendasar negara-negara di dunia Islam seluruhnya. Semuanya berkaitan dengan politik dan kebijakan dalam negeri itu sendiri, apakah terpengaruh atau tidak oleh kekuatan asing. Mandiri, independen, atau malah didikte. (Sabili)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-2066715437444966849?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/2066715437444966849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=2066715437444966849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/2066715437444966849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/2066715437444966849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/zionis-bergandengan-dengan-kristen.html' title='ZIONIS BERGANDENGAN DENGAN KRISTEN EKSTREM'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-369870095715573174</id><published>2008-05-07T14:32:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T14:32:59.229+07:00</updated><title type='text'>Mereka Bersatu Memaki Islam</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_24_1"&gt;&lt;!--1000--&gt;Islamophobia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 29 Mar 2005 - 12:30 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=76_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/bush_point3.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/murtadin/phobia-1.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Getaran pentas WS. Rendra tentang Rasulullah dalam pagelaran Barzanji beberapa saat lalu. Betapa agung Muhammad.Ya Nabi salam alaika, Ya Rasul salam alaika, Ya Habib salam alaika.... Suara koor membuka pertunjukkan menembangkan Barzanji yang diterjemah oleh Syu’bah asa. Begitu agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada peristiwa sebaliknya yang terjadi di belahan bumi lain. Sebuah seminar sehari di Columbus, Ohio, Amerika Serikat sedang membicangkan bagaimana berhadapan Muslim saat ini. Hari itu (27/5) Gereja Southern Grace Brethren dipenuhi oleh para pemuka-pemuka gereja dari berbagai belahan Amerika. Tak hanya pemuka agama, guru-guru dan murid dari sekolah menengah umum yang berada di sekitar Columbus turut pula hadir, sebagai undangan &lt;img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/video.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pat McEvoy, salah seorang guru yang hadir benar-benar terinspirasi oleh seminar sehari tersebut. Seperti penuturannya pada New York Times, sebelum seminar ini ia sangat sedikit menerima informasi tentang Islam. Bahkan bisa disebut buta. Informasi gerangan apakah yang membuat guru seperti Pat McEvoy kagum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar itu bertajuk; &lt;b&gt;Muslim di Amerika, Merayu atau Memerangi Mereka&lt;/b&gt;. International Herald Tribune memuat berita tentang seminar ini sebagai headline di halaman depan edisi 28 Mei 2003. Dalam banyak keterangannya, International Herald Tribune menyebut seminar sehari ini sebagai sebuah &lt;b&gt;seminar mencari jalan menjauhkan Muslim dari nilai dan ajaran-ajaran Islam&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berlebihan jika disebut demikian. Salah seorang pembicara yang tak disebutkan namanya, menyebutkan salah satu cara menjauhkan Muslim dari Islam. “Selalu tunjukkan kepada orang Muslim sikap cinta kasih, kedermawanan dan keramah-tamahan. Dan jangan lupa, bawa sebuah Perjanjian Baru untuk diberikan sebagai hadiah,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memberikan beberapa tips dan cara apa saja yang harus dilakukan dan apa pula yang harus dihindari dalam usaha merangkul kaum Muslim Amerika. Cara-cara itu adalah, jangan dekati Muslim secara berkelompok, jangan ajak mereka untuk datang ke gereja. “Karena mereka (Muslim, red) tidak akan mengerti dan menyangka menyanyi dan bertepuk tangan adalah sebuah pesta. Undang mereka ke rumah untuk makan, bawakan mereka kue-kue cokelat sebagai hadiah. Ajak mereka berbicara tentang misi penyelamatan. Jika ingin selamat, maka terima Yesus sebagai juru selamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun cara ini ditolak mentah-mentah oleh seorang penginjil asal Beirut yang tak pula disebutkan namanya. Menurutnya, cara-cara yang disebutkan pembicara pertama tidak akan bisa dilakukan dan sangat bahaya. Dalam persentasinya yang menggunakan Power Point tersebut, sang penginjil menyebut bahwa al-Qur’an dan ajaran Islam penuh dengan kebencian, kekerasan dan kelicikan. “Di sini, di dalam al-Qur’an, terdapat kata-kata, bunuh mereka. Bunuh orang-orang kafir itu,” ujar yakin. Berbeda dengan kitab Injil, tambahnya lagi, tak ada satupun kata-kata Yesus yang menyuruh membunuh manusia tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyakinkan para hadirin, bahwa menjadi misionaris di tengah-tengah komunitas Muslim sama dengan membahayakan hidup para misionaris itu sendiri. Lalu ia menceritakan pengalamannya saat berara di Beirut. Menurutnya, ia kenal seorang pemuda yang bergabung dengan gerakan Hizbullah yang ia sebut sebagai gerakan teroris. Suatu ketika, kawan kecilnya itu menunjukkan sesuatu yang mengerikan; potongan-potongan telinga para korbannya. Kisah lain yang tak kalah dramatis digambarkannya adalah, perjalanan seorang teman kecilnya yang disiksa oleh sang ayah karena ketahuan pindah agama. “Kalian bisa menyebut Islam damai di depan saya, saya sudah tahu semuanya. Sejak dari awal, Islam lebih dulu berbicara dengan pedang ketimbang kata-kata,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan pongahnya ia menceritakan pernak-pernik yang ia ketahui tentang Islam. Salah satu yang ia sebut adalah soal ibadah haji dan shalat lima waktu dalam sehari. Menurut penginjil dari Beirut ini, ibadah haji adalah peristiwa tahunan yang sangat berbahaya. “Haji di Makkah setiap tahunnya selalu saja meminta korban nyawa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tentang shalat ia menyebutkan, bahwa Muslim dalam beribadah bukan berkomunikasi dengan Tuhan tapi mengumpulkan angka harian. Sedangkan soal shalat Jum’at berjamaah ia menyebutnya sebagai Hari Kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pembicara, bersikap dan mempunyai nada seperti ini. Mereka beranggapan, bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan. Bagi organisasi-organisasi penginjil di Amerika, sejak peristiwa 11 September, Islam dipandang sebagai ancaman global. Bahkan, menurut International Herald Tribune, sebagian besar organisasi penginjil yang ada di Amerika berpendapat, &lt;b&gt;Islam adalah musuh publik nomor satu di Amerika setelah runtuhnya Komunisme yang ditandai dengan bubarnya Uni Soviet&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, tak kurang pemuka-pemuka Kristen yang berpendapat seperti di atas. Beberapa di antaranya bahkan menggunakan kata-kata yang sangat menyakitkan. Orang-orang itu adalah, &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.patrobertson.com/" target="_blank"&gt;Pat Robertson&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.falwell.com/" target="_blank"&gt;Jerry Falwell&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.grahamfestival.org/" target="_blank"&gt;Franklin Graham&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.jerryvines.com/" target="_blank"&gt;Jerry Vines&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.internetweekly.org/images/pat_robertson_card.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://it.geocities.com/comedonchisciotte/immagini/1c.jpg" border="1" width="181" /&gt;&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.internetweekly.org/images/jerry_falwell_card.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.internetweekly.org/images/jerry_falwell_card.jpg" border="1" height="244" width="174" /&gt;&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://it.geocities.com/comedonchisciotte/immagini/1c.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://it.geocities.com/comedonchisciotte/immagini/1c.jpg" border="1" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Franklin Graham, beberapa saat setelah peristiwa 11 September terjadi, dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi di Amerika mengatakan bahwa Islam adalah agama iblis dan sangat jahat. Sedangkan Jerry Vines (laknatullah, red) mengeluarkan pernyataan yang benar-benar menghina Rasulullah. Menurut Vines, pendiri agama Islam adalah seorang yang jelmaan iblis dan juga seorang paedofili, pelaku seks pada anak-anak. Vines mengambil pernikahan Rasulullah dengan Aisyah sebagai argumentasi untuk pemikiran busuknya. Sementara itu, Pat Robertson adalah salah seorang pemimpin dalam tim penasihat spiritual Presiden George W. Bush yang senantiasa menghembus-hembuskan semangat Perang Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikabarkan, pasca 11 September terjadi gelombang besar-besaran keingintahuan rakyat Amerika terhadap Islam. Menurut data Council on Islamic American Relation (CAIR) tak kurang dari 33 ribu pemeluk Muslim baru dari seluruh negara bagian di Amerika. Hukum Islam dan al-Qur’an menjadi bacaan wajib di beberapa universitas dan jumlah masjid selalu bertambah. Angka terakhir, terdapat 3000 masjid di seluruh Amerika dan masih akan terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tampaknya, di sisi lain, tingkat kebencian terhadap Islam pun meningkat pula, baik angka maupun kualitas kasusnya. FBI mencatat, sejak September 2001 hinggan September 2002, terjadi peningkatan kasus kejahatan bermotif kebencian agama sebanyak 1.600%. Jika pada tahun 2000 hanya terjadi 28 kasus, maka sejak 11/9 sampai tahun 2002 terjadi sebanyak 481 kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, di dunia intelektual terjadi pula peningkatan kuantitas buku-buku dan produk intelektual yang menyudutkan Islam. Toko buku-toko buku Kristen dibanjiri puluhan buku baru tentang Islam. Salah satu yang masih hangat dan baru terbit adalah The Secret of Koran yang ditulis oleh seorang mantan misionaris yang pernah menjalankan misinya di beberapa negara Islam. Penulis, Don Richardson dalam bukunya menjelaskan bahwa al-Qur’an adalah kitab yang penuh dengan racun dan penuh dengan aroma kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling baru, salah satu produk intelektual yang dimainkan oleh kelompok ekstremis Kristen ini adalah membangun sebuah jaringan televisi untuk Irak pasca invasi. Di belakang televisi pemerintahan Irak baru yang mengudara dengan bahasa Arab berdiri tokoh-tokoh Kristen radikal pro-Israel dari Grace Digital Media. Kelompok yang satu ini adalah sebuah rumah produksi dalam penyediaan berita yang banyak dibuat referensi oleh berbagai media di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita yang diproduksi oleh rumah produksi ini sebagian besar adalah dokumenter soal Israel dan hubungannya dengan Amerika. Rumah produksi ini dikuasi oleh orang-orang Kristen radikal dari Partai Republik dan juga kelompok yang simpati pada Partai Likud pimpinan Ariel Sharon. Kelompok Kristen radikal seperti di atas biasa pula disebut sebagai Kristen Zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori ini datang sendiri dari seorang profesor ilmu agama di North Park University, Don Wagner. Dalam penelitian dan buku yang ditulisnya, Wagner yang juga Direktur Pusat Studi Timur Tengah di universitas yang sama bahwa Kristen dan Yahudi selalu terkait dalam menjalankan aksi-aksinya. Salah satu dasar argumentasinya adalah statemen dalam Kejadian 12: 3-96 yang menyebutkan, “Aku akan memberkati mereka yang memberkatimu (Yahudi, red) dan aku akan mengutuk mereka yang mengutukmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wagner, orang-o-rang yang masuk dalam kategori Kristen Zionis ini adalah Pat Robertson, Jerry Falwell, Franklin Graham, Ralph Reed dan Gary Baeur. Lebih lanjut Wagner mengatakan, orang-orang tersebut di atas menerjemahkan Kejadian 12: 3-96 sebagai dukungan yang harus diberikan kepada Zionisme. “Mereka menginterpretasikan hal ini sebagai, setiap individu atau negara yang mendukung Israel maka akan diberkati oleh Tuhan. Ini artinya memberikan dukungan di berbagai bidang; politik, ekonomi dan dukungan moral kepada Israel tanpa kritik,” terang Wagner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini terang pula bagi kita, bahwa tak hanya hitung-hitungan politik yang menghasilkan simbiosis mutualisme yang membuat Amerika dan Israel bersatu padu. Dalam ideologi mereka bersatu pula, menjadi Islam dan Muslim sebagai musuh-musuh mereka. Dan Allah telah mengabarkan hal ini sejak lama. Sesungguhnya, tak akan ridho orang-orang Yahudi dan Nasrani sebelum kita mengikuti jalan mereka. Rabbana anta maulana fanshurna ala kaumil kafirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herry Nurdi&lt;br /&gt;majalah Sabili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-369870095715573174?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/369870095715573174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=369870095715573174&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/369870095715573174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/369870095715573174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/mereka-bersatu-memaki-islam.html' title='Mereka Bersatu Memaki Islam'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-1115942722131318564</id><published>2008-05-07T14:30:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:31:16.841+07:00</updated><title type='text'>Ada apa dengan film "Passion of Christ" di Trans TV?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt; &lt;small&gt;&lt;i&gt; Oleh : &lt;a href="mailto:erossjafar@eramuslim.com"&gt;Erros Jafar&lt;/a&gt; 18 Mar, 05 - 8:50 am&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/info/passion_transtv.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="200" hspace="5" width="200" /&gt;Akhir akhir ini banyak kita temui email email pribadi yang menginformasikan rencana penayangan film "The Passion of Christ" pada tanggal 25 Maret 2005 dari jam 19.00 s/d 22.00 mendatang di Trans TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini antara ada dan tidak ada ! Sebab di situs Trans TV sendiri ternyata tidak di iklankan secara formal - hanya saja memang terdapat jadwal acara yang agak janggal. Acara Bajaj Bajuri yang biasanya hanya berdurasi 1 jam di jadwalkan 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejanggalan tersebut ternyata tidak bisa ditutupi, dalam situs resminya &lt;a href="http://www.pnri.go.id/info_kegiatan/agenda/index.asp?metadata=200531594629&amp;amp;Kunci_Sort=tanggal_mulai%20desc&amp;amp;jenis=&amp;amp;halaman=1&amp;amp;kata_kunci=" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Perpustakaan Nasional RI&lt;/b&gt; secara resmi rencana penayangan tersebut dimasukkan kedalam Info Agenda Kegiatan, &lt;b&gt;Passion of the Christ memperingati hari wafat Isa Al Masih&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional RI adalah sebuah badan resmi Republik Indonesia yang berpenduduk mayoritas 95% Muslim, lalu begitu cerobohnya terjebak kedalam suatu kegiatan yang kontroversial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Pertanyaannya :&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;1. ada apa dengan Perpustakaan Nasional RI? Apakah memang sudah kesusupan pihak pihak tertentu ?&lt;br /&gt;2. Apa kaitannya Perpustakaan Nasional RI itu ? dengan Kegiatan Pemutaran Film Agama ?&lt;br /&gt;3. Lalu pihak manakah yg mereka takutkan ? Umat Islamkah ?&lt;br /&gt;4. Atau Umat Yahudi ? dikarenakan film tersebut sempat menjadi Kontroversi di AS tahun lalu yang dianggap memojokkan etnis Yahudi, shg film tersebut sempat di cekal oleh badan badan Film di dunia yag memang dikuasai Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai status siapa yang di Salib, umat Islam sudah jelas sebagaimana Al-Qur'an surah Annisa ayat 157 dan 158 disebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh tu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erros Jaffar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya kirimkan isi berita yang di publish di situs &lt;a href="http://kmbi.gkps.or.id/" target="_blank"&gt;http://kmbi.gkps.or.id/&lt;/a&gt; , berikut petikannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;PASSION OF THE CHRIST on TRANS TV&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin memberitahukan bahwa dalam rangka memperingati wafatnya Yesus Kristus pada bulan Maret ini, maka salah satu stasiun TV Nasional kita akan&lt;br /&gt;menayangkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film The Passion of Christ pada jadwal berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari, Tanggal : Jumat , 25 Maret 2005&lt;br /&gt;Pukul : 19.00 - 22.00 wib.&lt;br /&gt;Channel TV : Trans TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dikarenakan informasi tsb tidak disebarluaskan dan iklankan, maka kami mohon bantuan saudara-saudari untuk memberikan informasi tsb dengan cara menyebarkan email ini dan juga pemberitahuan lisan kepada teman2 lainnya yang tidak mengetahui hal tsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga, kami mohon bantuan doanya agar penayangan film tsb dapat berjalan dengan lancar karena film tsb mengandung unsur agama Kristen, kiranya dapat diterima oleh saudara-saudari agama lainnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas bantuan dan doanya, saya mengucapkan terima kasih yang sedalam2 nya kepada saudara-saudari, kiranya Tuhan Memberkati. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;br /&gt;Jepri&lt;br /&gt;Procurement Dept.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[jesripurba(at)gratianet.com] &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Official website of The passion of Christ :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.thepassionofthechrist.com/skip.html" target="_blank"&gt;http://www.thepassionofthechrist.com/skip.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Kontroversi Film The Passion of the Christ&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/info/passion.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="350" /&gt;Pada beberapa pekan yang lalu, film The Passion of the Christ telah memecahkan rekor penjualan film The Lord of the Rings yang menjadi pemenang Oscar ini. film kontroversial karya Mel Gibson ini telah berhasil meraup pemasukan sebesar 125,2 juta dollar Amerika dalam lima hari pertama dan merupakan film paling laris pada beberapa tahun terakhir. Fenomena ini terjadi di saat gelombang protes dan pujian terhadap film ini terus berlanjut. Salah satu kritikan datang dari Franco Zeffirelli, seorang sutradara film terkenal Italia yang sering membuat film-film bercorak religius. Zeffireli menyebut Gibson sebagai seseorang yang haus darah dan ia mengkritik film karya Gibson karena dipenuhi dengan adegan kekerasan dan pertumpahan darah. Di pihak lain, Kevin Costner, aktor dan sutradara terkenal Hollywood memberikan dukungannya kepada Gibson dan meminta para pengkritik untuk menghentikan hujatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum ruhaniwan juga turut melontarkan pandangan mereka yang terpecah dua. Sekelompok ruhaniwan yang berpaham Yahudi ekstrim mengkritik keras film ini dan menginginkan supaya film ini dilarang peredarannya. Menurut mereka, film ini menonjolkan kesalahan orang-orang Yahudi yang menyebabkan Isa Al Masih diseret ke tiang salib. Sekelompok ruhaniwan lainnya, terutama kalangan Kristen, mendukung film ini dan menyatakan sebagai film yang bersesuaian dengan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pengamat menilai, film ini berhasil meraih untung besar karena strategi pemasaran brilian yang dilakukan Gibson. Sebelum diputar untuk umum, film tersebut dipertunjukkan di depan untuk para kardinal dari Vatikan untuk meminta restu. Akibatnya, rasa ingin tahu masyarakat menjadi semakin besar dan itulah yang membuat film ini laris terjual di berbagai negara. Di Amerika saja 2800 bioskop memutar film ini dan akan dilanjutkan dengan pemutaran di seluruh Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar satu dekade lalu, di saat Mel Gibson mengalami puncak depresi jiwa, kecanduan narkoba, dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, ia mulai mempelajari Injil untuk menyelamatkan diri. Selepas itu, selama bertahun-tahun dia berfikir untuk membuat sebuah film mengenai kehidupan Isa Al Masih. Akhirnya, beberapa tahun kemudian, dengan mengeluarkan bujet sebesar 25 juta dolar Amerika dari kantongnya sendiri, Gibson memulai pembuatan film The Passion of the Christ. film ini menceritakan kisah 12 jam terakhir dari kehidupan Isa Al Masih yang menurut kepercayaan orang-orang Kristen, Nabi Isa telah disalib. Dalam proyek ini, Gibson menjadi produser, sutradara, dan salah seorang dari tim penulis skenario. Menurut Gibson yang menganut agama Katolik ini, naskah film tersebut benar-benar dibuat sesuai dengan isi teks asli Injil. Dari sisi inilah ia mendapat dukungan dari masyarakat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang digunakan dalam film ini adalah gabungan antara bahasa Latin, Ibrani dan bahasa kuno Aramaic dengan pencantuman teks terjemahan dalam bahasa Inggeris. Di AS, film ini dikategorikan dalam jenis “R” karena isinya yang penuh dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Salah seorang pemirsa film ini berkata, “The Passion of the Christ adalah sebuah film yang sarat dengan darah dan saya rasa itulah yang difahami oleh Gibson mengenai pembuatan film.” Namun, Gibson menolak kritikan itu dengan menyatakan, “Realitas yang digambarkan oleh film ini berlandaskan kepada Injil dan kenyataannya, memang orang-orang Yahudi pada zaman Isa Al Masih keras hati dan tidak berperi kemanusiaan seperti apa yang ditunjukkan oleh film ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah inilah yang menimbulkan gelombang protes meluas terhadap film tersebut. Orang-orang Yahudi mengkritik keras adegan film ini yang menyebutkan bahwa merekalah pembunuh Isa Al Masih. Atas tekanan keras dari kaum Yahudi itulah, Gibson terpaksa memotong salah satu dari bagian penting film ini, yang berisi adegan tokoh Kaina yang mengatakan bahwa tanggungjawab atas tumpahnya darah Isa Al Masih terletak pada bahu orang-orang Yahudi dan anak-anak mereka. Menurut pandangan orang-orang Yahudi, kata-kata ini merupakan tuduhan bahwa mereka adalah pembunuh nabi Isa dan dosa itu dipikul oleh orang-orang Yahudi sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembelaannya atas banyaknya adegan kekerasan yang muncul dalam film ini, Gibson menyatakan bahwa adegan itu diperlukan untuk menyadarkan para pemirsa yang berada di tepi jurang. Mereka perlu menyadari akan keagungan pengorbanan besar yang telah dilakukan oleh Isa Al Masih pada detik-detik terakhir dari kehidupannya. Salah seorang pendeta Kristen setelah menonton film ini mengatakan, “Menurut kepercayaan kami, kesulitan dan penderitaan yang ditanggung oleh Isa Al Masih dalam kehidupan singkatnya, merupakan kristalisasi penderitaan, kesulitan, dan kekejaman yang disaksikan oleh manusia di sepanjang sejarah.” Sebagian besar penganut agama Kristen setelah menonton film ini, menilai bahwa film tersebut dibuat berdasarkan kepada empat Injil Luka, Yuhana, Marcus, dan Matius. Menurut mereka, pada film ini tidak terlihat titik yang bertentangan dengan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin ekstrim rezim Zionis meminta supaya film ini dilarang diputar. Dia mengatakan bahwa film ini memicu sikap anti semit dan karena itu, sekurang-kurangnya film ini tidak boleh ditayangkan di Palestina. Sebaliknya, penasihat Paus Paulus II di bidang media massa, memberikan argumen bahwa film ini tidak memicu kebencian terhadap orang-orang Yahudi, karena tokoh-tokoh dalam film itu, termasuk Isa Al Masih, Sayyidah Maryam, dan kelompok Hawariyun, semuanya adalah bangsa Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara semua kontroversi ini, ada beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil. Pertama, kontroversi yang timbul dari film ini tak lebih dari strategi bisnis yang telah diperkirakan Gibson untuk meraih keuntungan besar dari filmnya. Kedua, apa yang dapat disaksikan oleh setiap pemirsa dalam film ini mengingatkan kepada aksi kejam dan tidak manusiawi yang dilakukan Rezim Zionis dalam merampas hak rakyat Palestina. Dengan alasan ini pulalah rezim Zionis amat menentang pemutaran film ini. film The Passion of the Christ menyampaikan sebuah pesan penting yang mungkin tidak disadari pembuat film ini, yaitu bahwa penderitaan besar yang terpaksa ditanggung oleh Isa Al Masih akibat perlakuan para pendeta Yahudi sama seperti penderitaan bangsa Palestina yang dijajah oleh Rezim Zionis. Selain itu, mengingatkan pula kepada perilaku kaum Yahudi sepanjang sejarah yang selalu ingkar dan bahkan membunuh nabi-nabi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, film ini tidak diakhiri dengan realitas yang sesuai dengan pandangan agama Islam. film ini diakhiri dengan tersalibnya Isa Al Masih padahal dalam Al Quran surah Annisa ayat 157 dan 158 disebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh tu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/perspektif/2004/maret04/christ.htm" target="_blank"&gt;http://www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/perspektif/2004/maret04/christ.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-1115942722131318564?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/1115942722131318564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=1115942722131318564&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1115942722131318564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1115942722131318564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/ada-apa-dengan-film-passion-of-christ.html' title='Ada apa dengan film &quot;Passion of Christ&quot; di Trans TV?'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-3522940359392575585</id><published>2008-05-07T14:29:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:30:36.765+07:00</updated><title type='text'>Ba’asyir, Burks, dan Bush</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 08 Feb 2005 - 6:25 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=424_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-RezaSihbudi.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/xfiles/Fred_burks3.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Oleh : Riza Sihbudi*&lt;br /&gt;Dua bulan lalu barangkali tidak ada orang Indonesia yang mengenal nama Frederick Burks (kecuali mereka yang mengenalnya secara pribadi), walaupun ia pernah lama tinggal di Kalimantan dan menguasai dengan sangat fasih Bahasa Indonesia (selain Spanyol dan Mandarin). Dalam beberapa hari terakhir ini nama dan gambarnya terpampang di hampir semua media cetak terkemuka di Indonesia, seperti Republika, Koran Tempo, dan Kompas. Wajah pria jangkung kelahiran Amerika Serikat 46 tahun lalu itu pun sempat muncul di sejumlah stasiun televisi. Bahkan MetroTV dan SCTV secara khusus mewawancarai Burks pada Jumat, 14 Januari 2005 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang sama Burks juga tampil sebagai pembicara tunggal di forum diskusi yang diadakan Pusat Penelitian Politik LIPI dan the Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Jakarta, dengan tema “Mengungkap Kebohongan Bush.” Tidak disangka, acara yang diadakan secara mendadak dan bahkan penyebaran undangannya hanya lewat SMS (pesan pendek) ini pun ternyata menyedot banyak perhatian dari kalangan akademisi dan profesional, sehingga ruangan berkapasitas 50-an orang itu pun penuh sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa nama Fred Burks mendadak “populer” di Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, tentu karena kesaksiannya dalam sidang kasus “terorisme” dengan terdakwa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (amir Majelis Mujahidin Indonesia) di Gedung Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta, (13 Januari 2005). Dalam sidang itu, Burks antara lain mengatakan bahwa Pemerintah George W Bush pernah meminta agar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) ditahan dan diserahkan ke AS. Permintaan AS itu, menurut Burks, disampaikan utusan khusus Bush kepada Presiden Republik Indonesia (saat itu) Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan rahasia di Jalan Teuku Umar Jakarta (rumah pribadi Megawati), September 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Burks di sidang ABB itu sebenarnya tidak ada yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai kesempatan, dua atau tiga tahun lalu, saya sudah sering mengungkapkan adanya ntervensi pemerintahan AS dalam berbagai kasus “terorisme” di berbagai negara, termasuk Indonesia (lihat misalnya, opini Republika, 7 Oktober 2002, dan Koran Tempo, 25 Maret 2002). Hanya saja pernyataan itu menjadi istimewa lantaran keluar dari seorang Fred Burks yang sejak 1996 berprofesi sebagai penerjemah di Departemen Luar Negeri AS, dan sempat pula menjadi penerjemah Presiden AS, dari Bill Clinton sampai Bush. Artinya, pernyataan itu keluar dari seseorang yang memiliki otoritas yang tak perlu diragukan lagi.&lt;br /&gt;Tentu bukan hanya itu. Burks yang sejak 2002 mengelola media alternatif dalam bentuk website bernama wanttoknow.info dan membangun jaringan internasional yang berupaya mengungkap kebohongan rezim Bush dalam kasus 11 September 2001, memiliki data-data yang sangat valid dan akurat. Data-data itu ia peroleh selama bertahun-tahun bekerja di Deplu AS serta interaksinya dengan puluhan elite politik, ekonomi, intelijen, maupun militer di negaranya. Dengan kredibilitasnya itu, apa yang dikatakan Fred Burks jelas bukan sekadar ”teori konspirasi” seperti yang selama ini dituduhkan sementara kalangan terhadap orang-orang seperti saya yang tidak pernah percaya pada ”versi resmi” kasus-kasus terorisme, khususnya 2001-2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Ustadz ABB, misalnya, sudah terang benderang mengandung banyak kejanggalan. Begitu pula kasus-kasus Bom Kuningan 2004, JW Marriot 2003, Bali 2002, dan—tentu saja-- 11 September 2001. “Versi resmi” yang, kendati tak didukung data-data yang valid dan akurat, berhasil “menyihir” opini dunia-ironisnya tak hanya kalangan awam melainkan juga kalangan akademisi dan intelektual—bahwa para pelaku aksi-aksi teror&lt;br /&gt;(2001-2004) itu adalah Jamaah Islamiyah (JI) dan Alqaidah. Jika dibaca secara luas, pelaku aksi-aksi teror besar 2001-2004 adalah umat Islam, sebab kedua ”organisasi” itu dipimpin oleh tokoh-tokoh muslim, yaitu Abu Bakar Ba’asyir dan Usamah bin Ladin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JI, Alqaidah dan Usamah masih banyak diselimuti misteri (menurut Burks, bukan tak mungkin mereka bikinan CIA). Tapi, tidak demikian halnya dengan Ustadz ABB. ABB adalah seorang ustadz yang jelas latar belakangnya, lantaran mengabdikan lebih dari separuh hidupnya untuk kepentingan dakwah Islam. ABB memang pernah terusir karena melawan rezim Soeharto, namun ABB jelas bukan satu-satunya penentang penguasa Orde Baru itu. Benar bahwa ABB secara konsisten memperjuangkan tegaknya Syariat Islam di Indonesia yang—seperti dikatakan Ketua Muhammadiyah Syafii Maarif—mungkin saja kurang sejalan dengan “mainstream” umat Islam di republik ini. Tapi, menyejajarkan ABB dengan Usamah (juga Hambali dan Umar Faruq, “dua tokoh JI” versi AS), jelas sangat tidak masuk di akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teroris tentu tidak akan pernah tampil di depan publik, melainkan akan terus berpindah dari satu persembunyian ke persembunyian lainnya seperti yang kini dilakukan Dr Azahari dan Noordin M Top, atau Imam Samudera, Amrozi, dan kawan-kawannya dulu. Ini jelas berbeda dengan ABB yang selalu tampil di depan publik, kecuali pada masa Orde Baru, lantaran terus diancam aparat Soeharto, sehingga ABB terpaksa&lt;br /&gt;”bersembunyi” di Malaysia. Namun, selama di Malaysia pun keberadaan ABB bukan sama sekali tak bisa dipantau. Dengan kata lain, jika ia seorang ”teroris”, ABB tentu tidak akan menjalani kehidupan sehari-harinya seperti selama ini (sebelum dijebloskan ke penjara atas dakwaan pelanggaran imigrasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kenapa rezim Bush terus menekan Jakarta agar tidak membebaskan ABB (kesaksian Syafii Maarif) dan bahkan pada 2002 meminta Megawati agar menyerahkan ABB ke AS (kesaksian Fred Burks)? Jawabannya tentu tidak terlalu sulit. Jika pengadilan Indonesia tak mampu membuktikan keterlibatan ABB dalam kasus “terorisme Islam” maka seluruh skenario rezim Bush tentang JI di kawasan Asia Tenggara menjadi buyar, dan itu artinya mereka pun gagal menjadikan “terorisme Islam” sebagai momok baru yang menakutkan bagi bangsa-bangsa Asia Tenggara. Oleh sebab itu, rezim Bush berkepentingan agar Ustadz ABB terus mendekam di penjara, bahkan jika mungkin diekstradisi ke AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, jika saya terpaksa menggunakan istilah ”rezim Bush,” karena seperti dikatakan Fred Burks, Bush dan konco-konconya pada hakikatnya mengembangkan sistem politik dan pemerintahan yang otoritarian dan diktatorial ala Soeharto dulu. Sebuah karikatur yang dimuat majalah Kanada, Global Outlook (edisi Fall 2004/Winter 2005, hlm 65) misalnya, menggambarkan Bush yang sedang memeluk bola dunia sebagai seorang “The Great Dictator.” Bahkan, seperti dikatakan Fred Burks dalam diskusi di LIPI dan ISMES, 14 Januari lalu, rezim Bush tak segan-segan untuk menghalalkan segala cara, termasuk mengorbankan ribuan warga sipil demi mencapai tujuan dan ambisi politik dan ekonomi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika terorisme dipahami sebagai sebuah aksi bermotif politik dengan mengorbankan nyawa warga sipil, maka orang pun tahu siapa yang paling layak disebut sebagai teroris nomor satu dunia. Presiden Goerge W Bush tidak hanya bisa dianggap bertanggung jawab atas pembantaian sekitar 24 ribu warga sipil di Afghanistan (2001-2004) dan sekitar 37 ribu warga sipil di Irak (2003-2004), melainkan juga tiga ribuan warga sipil AS sendiri pada 11 September 2001 dan dua ratusan warga sipil Australia di Bali pada Oktober 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, bukti-bukti keterlibatan langsung rezim Bush dalam kasus Bali (juga JW Marriot dan Kuningan) belum banyak diungkapkan. Namun, dalam kasus 11 September 2001, sudah puluhan buku dan ratusan artikel di media cetak dan internet baik yang ditulis oleh orang-orang Eropa maupun AS sendiri yang terang-terangan menuding keterlibatan langsung rezim Bush dalam tragedi WTC itu. Lihat, misalnya, buku-buku The New Pearl Harbor (karya David Ray Griffin), 9-11 (Noam Chomsky), The Big Lie (Thierry Meyssan), The High Priests of War (Michael Collins Piper), Stranger Than Fiction (Albert D Pastore), The Lies of George W Bush (David Corn), The Terror Time Line (Paul Thompson), dan 911 Synthetic Terror Made in USA (Webster G Tarpley).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fred Burks, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menebak siapa pelaku dari setiap aksi terorisme berskala besar, khususnya sepanjang periode 2001-2004 yaitu, dengan melihat siapa pihak yang paling diuntungkan dari setiap kejadian itu. Umat Islam merupakan pihak yang paling dirugikan dari aksi-aksi terorisme 2001-2004. Oleh sebab itu, sangat tidak masuk akal menuding umat atau negara-negara Islam sebagai pelaku atau pendukung aksi-aksi terorisme. Burks dan hampir seluruh penulis Barat lainnya yang menolak “versi resmi” rezim Bush dalam kasus WTC, umumnya sepakat menuding kaum neokonservatif (neocon) yang bekerja sama dengan jaringan mafia Zionis (bukan Yahudi, karena banyak umat Yahudi yang menentang Zionisme) sebagai pihak yang paling diuntungkan dari aksi-aksi terorisme 2001-2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemenangan Bush tahun 2000, kaum neocon dan Zionis sepenuhnya mengendalikan politik dan pemerintahan AS, dengan tokoh-tokohnya seperti Dick Cheney, Donald Rumsfeld, Paul Wolfowitz, Richard Perle, Douglas Feith, dan Condi Rice. Lebih dari itu, mereka pun kini mengendalikan sektor ekonomi dan media massa di AS. Semua media besar di AS ada di bawah kendali mereka. Tak ada satu pun media besar di AS yang berani menolak “versi resmi” rezim Bush dalam kasus WTC. Akibatnya, kalangan intelektual dan aktivis AS yang tak sepaham dengan rezim Bush terpaksa membuat media alternatif seperti yang dilakukan Burks dan kawan-kawannya. “Situasinya mirip Indonesia era Soeharto,” kata Burks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Fred Burks di Jakarta, tentu diharapkan tidak hanya akan meringankan Ustadz ABB, melainkan juga diharapkan dapat membuka mata kita semua khususnya yang menyangkut kebohongan-kebohongan rezim Bush dalam isu terorisme global. Burks benar, bahwa perjuangan menegakkan nilai-nilai kebenaran dan demokrasi yang hakiki tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Burks mengakui bahwa dirinya tidak sepenuhnya setuju dengan pandangan keagamaan yang dianut Ustadz ABB. Tapi, setidaknya dalam satu hal mereka sepakat, yaitu melawan kediktatoran dunia di bawah cengkeraman rezim Bush. Burks lebih ”beruntung” lantaran tidak direnggut kemerdekaannya seperti Ustadz ABB, namun ada baiknya jika Fred Burks juga selalu mengingat ucapan Rosiana Silalahi (Liputan 6 SCTV, 14 Januari 2005), ”Hati-hati, banyak orang yang mengkhawatirkan keselamatan Anda”. Wallahualam bissawab. (RioL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ahli peneliti utama LIPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-3522940359392575585?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/3522940359392575585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=3522940359392575585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3522940359392575585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3522940359392575585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/baasyir-burks-dan-bush.html' title='Ba’asyir, Burks, dan Bush'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-7755400422591464657</id><published>2008-05-07T14:28:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:29:16.916+07:00</updated><title type='text'>Tahukah Anda?</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_23_1"&gt;&lt;!--0900--&gt;Laknatullah Teroris Faq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 20 Jan 2005 - 1:00 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=1071_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/war/perang_palestina.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="200" width="550" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Judul dalam bentuk pertanyaan ini berasal dari artikel Karen El-Kawa yang membeberkan fakta tentang Palestina yang kemudian diposkan lewat internet. Saya mengambil bagian-bagian terpenting dari Just Commentary (Vol 4, No 12, Desember 2004, hlm 1-2). Pada bagian akhir ada beberapa komentar yang harus saya tambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahwa, pada saat masalah Palestina diciptakan Inggris tahun 1917, lebih dari 90 persen penduduk Palestina adalah orang Arab, dan bahwa penduduk Yahudi waktu itu tidak lebih dari 56.000?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, lebih dari separuh Yahudi yang tinggal di Palestina waktu itu adalah para imigran baru, yang datang ke Palestina pada dasawarsa sebelumnya, guna menghindari penyiksaan di Eropa? Dan bahwa kurang dari lima persen penduduk Palestina adalah Yahudi pribumi Palestina?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, pada waktu itu Arab Palestina menguasai 97,5 persen tanah, sementara Yahudi (penduduk asli dan pendatang) hanyalah menguasai 2,5 persen?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa, selama 30 tahun pendudukan dan kekuasaan Inggris, kamum Zionis hanyalah berhasil membeli 3,5 persen tanah Palestina, sekalipun digalakkan Pemerintah Inggris? Dan bahwa banyak dari tanah ini dialihkan secara langsung kepada badan-badan Zionis oleh Pemerintah Inggris, dan bukan karena dijual oleh pemilik Arabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, karena itu, pada saat Inggris menyerahkan masalah Palestina kepada PBB pada 1947, kaum Zionis menguasai tanah tidak lebih dari 6 persen dari seluruh wilayah Palestina?&lt;br /&gt;6. Bahwa, meskipun faktanya demikian, Sidang Umum PBB merekomendasikan agar sebuah "Negara Yahudi" harus didirikan di Palestina? Dan bahwa Sidang PBB menjamin bahwa "Negara" yang diusulkan itu akan mendapatkan 54 persen dari seluruh wilayah negeri itu?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, segera kemudian Israel menduduki (sampai sekarang) 80,48 persen dari seluruh wilayah Palestina?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, sebagian besar ekspansi teritorial ini terjadi sebelum 15 Mei 1948, sebelum ditariknya secara resmi pasukan Inggris dari Palestina, sebelum masuknya tentara Arab untuk melindungi Arab Palestina, dan sebelum meledaknya perang Arab-Israel?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, Israel membagikan 85 persen sumber air di daerah pendudukan kepada Yahudi dan sisanya 15 persen dibagi untuk seluruh rakyat Palestina dalam teritori itu?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, Amerika Serikat menghadiahi Israel dalam bentuk bantuan sebesar tiga miliar dolar saban tahun, melebihi bantuan terhadap negara manapun di dunia?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki sejata nuklir?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani perjanjian nuclear non-proliferation (tidak membiakkan nuklir)?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, secara rutin Israel menyita rekening bank, bisnis, dan tanah dari rakyat Palestina dan menolak membayar ganti rugi kepada mereka yang kena sita?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, pengungsi Palestina adalah pengungsi terbesar di muka bumi?&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa, orang Palestina punya rasio per kapita tertinggi yang bergelar Ph.D. di dunia?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah di antara fakta yang berlaku sejak tahun 1917 atas prakarsa Pemerintah Inggris yang telah "merampok" Palestina untuk kepentingan Zionisme yang sekarang diteruskan oleh Amerika Serikat. Kita tidak tahu akan berapa lama tragedi semacam ini berlangsung dengan segala akibat buruknya upaya perdamaian dunia. PBB sebagai badan dunia sering benar tidak berdaya berhadapan dengan arogansi Amerika yang semau gue ingin mengatur dunia ini, tanpa menghiraukan penderitaan orang lain. Memang tidak semua rakyat Amerika berdiri di belakang sikap arogan ini, tetapi suara mereka seperti tidak didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana yang serba tidak menentu itu, ada satu hal yang kita harus angkat topi. Fakta di atas menunjukkan bahwa tidak ada suku bangsa di dunia yang memiliki rasio tertinggi gelar Ph.D., selain bangsa Palestina. Mendiang Edward W Said, mantan profesor sastra Inggris di Universitas Kolumbia, adalah di antara anak Palestina yang pintar itu. Kita tentu berharap otak-otak Palestina ini pada suatu hari akan membuat terobosan sejarah, bukan saja untuk mengangkat martabat bangsanya, tetapi untuk kepentingan umat manusia secara keseluruhan yang kini sedang merindukan sebuah dunia yang beradab berdasarkan standar moral universal, bukan moral kekuasaan yang rakus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kelompok Zionis dengan dukungan Amerika ingin menghancurkan bangsa Arab, orang Palestina harus berbuat sebaliknya: membangun peradaban untuk semua. Di planet bumi yang satu ini, tidak ada opsi lain yang terbuka bagi kita, kecuali mengembangkan budaya lapang dada, menenggang perbedaan; bukan untuk saling meniadakan, tetapi untuk saling menguatkan. Mungkin ke arah inilah ungkapan "rahmatan li -'l'alamin" (QS. al-Anbiya: 107) menjadi sangat relevan untuk perbaikan dunia yang sedang oleng ini. (RioL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad Syafii Maarif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-7755400422591464657?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/7755400422591464657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=7755400422591464657&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7755400422591464657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7755400422591464657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/tahukah-anda.html' title='Tahukah Anda?'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-3077639493356461962</id><published>2008-05-07T14:26:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:27:50.100+07:00</updated><title type='text'>Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inklusivisme</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_30_1"&gt;&lt;!--2050--&gt;Counter Liberalisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 13 Jan 2005 - 9:00 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=1167_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggugat Buku Paramadina : &lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=1477_0_1_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Fiqih Lintas Agama yg ingin memberangus Islam&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/icon_plural-1b.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Abu Hurairah radhiallahu 'anhu menyampaikan hadits dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya! Tidaklah mendengar dariku seseorang dari umat ini2 baik orang Yahudi maupun orang Nashrani, kemudian ia mati dalam keadaan ia tidak beriman dengan risalah yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka.” &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang mulia di atas diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya no. 153 dan diberi judul bab oleh Al-Imam An-Nawawi “Wujubul Iman bi Risalatin Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ila Jami’in Nas wa Naskhul Milali bi Millatihi” (Wajibnya seluruh manusia beriman dengan risalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan terhapusnya seluruh agama/ keyakinan yang lain dengan agamanya). Hadits ini menunjukkan terhapusnya seluruh agama dengan diutusnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh manusia (dan jin) yang menemui zaman pengutusan beliau sampai hari kiamat wajib untuk menaati beliau. Di sini Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hanya menyebut Yahudi dan Nashrani karena mereka berdua memiliki kitab (yang diturunkan dari langit). Hal ini diinginkan sebagai peringatan bagi selain keduanya, sehingga lazimnya apabila mereka (Yahudi dan Nashrani) saja harus tunduk dan menaati beliau, maka selain keduanya yang tidak memiliki kitab lebih pantas lagi untuk tunduk. (Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 2/188, Darur Rayyan 1407 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama ini mengajarkan kepada umat Islam untuk mengatakan bahwa agama selainnya adalah kafir, sehingga dalam keyakinan Islam, agama lain tidak bisa dibenarkan keberadaannya. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan salah satu tujuan diutusnya Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah menghapuskan agama selain Islam, sehingga yang ada hanyalah Islam, walaupun Islam masih memberikan batasan-batasan hukum kepada yang lainnya yang dikenal dengan hukum bagi ahludz dzimmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sendiri membagi muamalah antara penganutnya dengan orang kafir menjadi empat: &lt;b&gt;kafir harbi, kafir musta’min, kafir mu’ahad dan kafir dzimmi&lt;/b&gt;, sehingga setiap golongan diperlakukan sesuai dengan golongannya. Inilah toleransi positif dan benar yang sesuai dengan ketetapan agama Allah serta tidak diragukan kebenarannya, sehingga batillah seruan para thaghut pluralis yang menyatakan bahwa toleransi seperti ini, tanpa ada dalil dari Kitabullah dan Sunnah, sebagai toleransi dalam penafsiran negatif sebagaimana tertera dalam buku mereka Pluralitas Agama: Kerukunan dalam Keberagaman, hal. 13, Penerbit Buku Kompas, 2001. Maka sebagai konsekuensi toleransi ini, mereka harus menerima pengkafiran kaum muslimin terhadap agama lain dan penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Agama Islam Menghapus Seluruh Ajaran Agama Sebelumnya &lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus para nabi dan rasul untuk menegakkan hujjah-Nya di muka bumi, sehingga tidak ada alasan bagi para hamba bila enggan beriman setelah itu. Dan tidak ada satu umat pun melainkan telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira, sejak rasul yang pertama, Nuh 'alaihissalam, dan ditutup oleh Nabi dan Rasul yang terakhir Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Seruan semua utusan Allah tersebut adalah satu, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl: 36)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama para nabi dan rasul tersebut satu yaitu Islam, karena pengertian Islam secara umum adalah beribadah kepada Allah dengan apa yang Dia syariatkan sejak Allah mengutus para rasul sampai datangnya hari kiamat. Sebagaimana Allah sebutkan hal ini dalam banyak ayat, yang semuanya menunjukkan bahwasa syariat-syariat terdahulu (umat sebelum kita) seluruhnya adalah Islam (tunduk) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seperti firman Allah menyebutkan doa Nabi Ibrahim 'alaihissalam:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wahai Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk berserah diri kepadamu (muslim) dan jadikanlah anak turunan kami sebagai umat yang tunduk berserah diri (muslim) kepadamu.” (Al-Baqarah: 128) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Islam dengan makna yang khusus adalah agama yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang menghapuskan seluruh ajaran nabi dan rasul terdahulu, sehingga orang yang mengikuti beliau berarti telah berislam, sedangkan yang menolak beliau bukan orang Islam. Pengikut para rasul adalah muslimin di zaman rasul mereka. Maka Yahudi adalah muslimin di zaman Nabi Musa 'alaihissalam, dan Nashrani adalah muslimin di zaman Nabi ‘Isa 'alaihissalam, jika mereka benar-benar mengikuti syariat rasul mereka. Adapun setelah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus, lalu mereka tidak mau beriman kepada beliau maka mereka bukan muslimin (baca: orang Islam). (Syarh Tsalatsatil Ushul, Al-Imam Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal. 20-21, Dar Ats-Tsurayya, 1417 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam inilah yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Dia tidak menerima agama selainnya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللَّهِ اْلإِسْلاَمُ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah agama Islam.” (Ali Imran: 19)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Siapa yang mencari agama selain agama Islam maka tidak akan diterima agama itu darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa tidak ada agama yang diterima di sisi-Nya selain agama Islam, dengan mengikuti para rasul dalam pengutusannya pada setiap masa, sampai ditutup oleh Nabi dan Rasul yang akhir Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian Allah menutup seluruh jalan kepada-Nya kecuali dari sisi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan begitu, siapa pun yang bertemu dengan Allah setelah diutusnya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan beragama selain syariat yang beliau bawa dan ajarkan, maka tidak diterima agama tersebut darinya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/19, Maktabah Taufiqiyah, tanpa tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam inilah yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan umat beliau, dan Allah nyatakan sebagai agama yang diridhai-Nya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.” (Al-Maidah: 3)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang mulia di atas, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada seluruh manusia adalah agama yang sempurna, mencakup seluruh perkara yang cocok diterapkan di setiap zaman, setiap tempat dan setiap umat. Islam adalah agama yang sarat dengan ilmu, kemudahan, keadilan dan kebaikan. Islam adalah pedoman hidup yang jelas, sempurna dan lurus untuk seluruh bidang kehidupan. Islam adalah agama dan negara (daulah), di dalamnya terdapat manhaj yang haq dalam bidang hukum, pengadilan, politik, kemasyarakatan dan perekonomian serta segala perkara yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan dunia mereka, dan dengan Islam nantinya mereka akan bahagia di kehidupan akhirat. (Dinul Haq, Abdurrahman bin Hammad Alu Muhammad, hal. 35, diterbitkan oleh Wazaratusy Syu’unil Islamiyah Al-Mamlakah Al-’Arabiyyah As-Su’udiyyah, 1420 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, wajib bagi setiap orang yang mengaku mengikuti agama para rasul, apakah itu Yahudi ataupun Nashrani, untuk beriman dan tunduk kepada agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bila mereka enggan dan berpaling, berarti mereka adalah orang-orang kafir walaupun mereka mengaku beriman kepada Nabi Musa dan Nabi Isa 'alaihimassalam. Dan pada hakikatnya mereka tidak dipandang beriman kepada Nabi Musa dan Nabi ‘Isa 'alaihimassalam sampai mereka mau beriman kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. (Dinul Haq, hal. 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaksaan Para Thaghut Pluralisme- Inklusivisme agar Agama Lain Juga Diterima sebagai Suatu Kebenaran. Agama Islam adalah kebenaran mutlak, adapun selain Islam adalah kekufuran. Siapa pun yang enggan untuk beragama dengan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka ia kafir. Namun kebenaran mutlak ini ditolak oleh para thaghut pluralis dan inklusif Paramadina, JIL dan yang lainnya dengan memaksakan agar Islam jangan merasa benar sendiri tapi perlu melihat kebenaran pada agama lain. Seperti tulisan Budhy Munawar Rahman, pengajar filsafat di Universitas Paramadina Jakarta, yang dimuat dalam situs &lt;a href="http://www.islamlib.com,/" target="_blank"&gt;www.Islamlib.com,&lt;/a&gt; 13 Januari 2002, berjudul Memudarnya Kerukunan Hidup Beragama, Agama-agama Harus Berdialog dan juga di harian Republika, 24 Juni 2000, berjudul Mengembalikan Kerukunan Umat Beragama. Dalam tulisannya, ia memaksakan teologi pluralis dengan melihat agama-agama lain sebanding dengan agama Islam, dan juga terhadap ayat Allah yang menunjukkan agama yang Allah terima dan Allah ridhai hanyalah agama Islam (Ali Imran: 19 dan 85). Diajaknya orang-orang untuk membaca ayat ini dengan semangat inklusif, semangat agama universal dengan memaknakan Islam sebagai agama yang penuh kepasrahan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga semua agama bisa dimasukkan ke dalamnya asalkan berpasrah diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Muhammad Ali, dosen IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang membuat tulisan di harian Republika (14 Maret 2002) berjudul Hermenetika dan Pluralisme Agama. Ia mengajak orang agar tidak memahami ayat Allah dalam surat Ali Imran ayat 19 dan 85 dalam bingkai teologi eksklusif yakni keyakinan bahwa jalan kebenaran dan jalan keselamatan bagi manusia hanyalah dapat dilalui melalui jalan Islam. Tapi ayat ini harus dipahami dengan teologi pluralis dan teologi inklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Nurcholish Madjid, tokoh mereka yang sangat rajin mengumbar teologi sesatnya, ia menganggap banyak agama yang benar, tidak hanya Islam (Teologi Inklusif Cak Nur karya Sukidi, Kompas, 2001). Saat memberi kata pengantar buku Pluralitas Agama Kerukunan dalam Keragaman, hal. 6 (Penerbit Buku Kompas, 2001), Nurcholish mengucapkan kalimat yang seolah itu benar namun sebenarnya batil: “Kendatipun cara, metode atau jalan keberagamaan menuju Tuhan berbeda-beda, namun Tuhan yang hendak kita tuju adalah Tuhan yang sama, Allah Yang Maha Esa.” Kalimat ini menunjukkan ia mengakui keberadaan semua agama dan menyejajarkannya satu sama lain sehingga Islam sama dengan Nashrani, Hindu, Buddha, Majusi, Shinto, Konghuchu!! Karena semua agama itu menuju Tuhan walau jalan yang ditempuh berbeda (Ulil Abshar Abdalla; Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam, Kompas, 18 Nov. 2002 dan situs islamlib.com). Wal’iyadzu billah.&lt;br /&gt;Orang-orang ini enggan untuk mengibarkan bendera permusuhan dengan kaum kafirin dari kalangan Yahudi dan Nashrani, dan enggan pula menganggap salah agama selain Islam. Di antara sebabnya, ketika mereka berhadapan dengan ayat Allah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepadamu sampai engkau mau mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disimpulkan oleh Quraisy Shihab bahwa ayat di atas dikhususkan kepada orang-orang Yahudi dan umat Nashrani tertentu yang hidup pada zaman Nabi, dan bukan kepada umat Nashrani dan Yahudi secara keseluruhan (Pluralitas Agama Kerukunan dalam Keragaman, hal. 26). Sementara diijinkannya memerangi orang kafir bukan diperuntukkan terhadap umat Nashrani dan yang semacamnya yang termasuk Ahli Kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/murtadin/thogut_plural.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="275" hspace="5" width="500" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Buku Fiqih Lintas Agama Ingin Memberangus Islam&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Para thaghut ini sangat menentang syariat Islam karena menurut mereka akan mendiskreditkan penganut agama lain dan juga mereka beranggapan hukum Islam itu menzalimi kaum wanita, bertentangan dengan HAM, tidak manusiawi seperti hukum rajam, dibolehkannya perbudakan dan masalah waris (Islam Liberal Paradigma Baru Wacana dan Aksi Islam Indonesia, Zuly Qodir, hal. 187-192, Pustaka Pelajar, 2003, dan tulisan-tulisan di &lt;a href="http://www.islamlib.com%29/" target="_blank"&gt;www.islamlib.com)&lt;/a&gt; Kerja sesat mereka tidak sampai di situ. Dengan beraninya mereka membatalkan hukum Islam dengan logika mereka yang dangkal, kemudian lahirlah buku buhul-buhul setan karya mereka seperti Fiqih Lintas Agama (FLA) yang diterbitkan Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan yayasan kafirin The Asia Foundation yang berpusat di Amerika. Dalam buku yang sangat jauh dari ilmiah ini, mereka menggugat hukum Islam yang kata mereka terkesan eksklusif dan merasa benar sendiri. Mereka permainkan ayat-ayat Al-Qur’an (hal. 20-21, 49, 214, 249), menolak hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak sesuai dengan semangat pluralisme inklusivisme mereka (hal. 70-71), mencaci maki Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang membawakan hadits tersebut (hal. 70), mengecam para imam salaf seperti Al-Imam Syafi’i (hal. 5, 167-168) dan memanipulasi ucapan ulama seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan ditarik-tarik agar menyepakati kemauan mereka (seperti pada hal. 55). Bahkan mereka mengusung hak kafirin untuk menghadang syariat Islam dan membela orang kafir mati-matian, sehingga mereka pun menyatakan boleh mengucapkan salam kepada non muslim (hal. 66-78), boleh mengucapkan selamat Natal dan selamat hari raya agama lain (hal. 78-85), boleh menghadiri perayaan hari-hari besar agama lain (hal. 85-88), bolehnya doa bersama antar pemeluk agama yang berbeda (hal. 89-107), bolehnya wanita muslimah menikah dengan laki-laki kafir (hal. 153-165), bolehnya orang kafir mewarisi harta seorang muslim (waris beda agama) (hal. 165-167), serta sejumlah kesesatan dan kekufuran berfikir lainnya. Betapa para thaghut penulis buku yang sesat ini memperjuangkan mati-matian teologi pluralisme, ajaran mempersamakan semua agama, seolah teologi ini tak dapat ditawar, sehingga syariat Islam yang tidak toleran dengan teologi ini berusaha mereka kebiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak tolerannya buku sesat ini terhadap aqidah Islamiyyah yang menetapkan kebenaran hanya pada agama Islam, sementara di luar Islam adalah agama kekafiran. Betapa tidak tolerannya buku buhul-buhul setan ini terhadap ketetapan syariat Islam, bahkan berupaya memberangus dan membumihanguskan syariat Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebaliknya buku ini sangat toleran kepada musuh-musuh Islam!!! Untuk menggiring kaum muslimin agar menerima agama di luar Islam dan tidak memandang Yahudi dan Nashrani sebagai musuh, mereka mengatakan: “Segi persamaan yang sangat asasi antara semua kitab suci adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini berbeda dengan persoalan kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. Kepada mereka inilah dialamatkan firman Allah: “Katakan (Muhammad): Aku tidak menyembah yang kamu sembah dan kamu pun tidak menyembah yang aku sembah…” Ayat yang sangat menegaskan perbedaan konsep “sesembahan” ini ditujukan kepada kaum musyrik Quraisy dan bukan kepada ahli kitab.” (FLA, hal. 55-56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah lolongan para thaghut tersebut, yang pada intinya ingin menyatakan bahwa kebenaran tidak hanya pada Islam saja sehingga jangan merasa benar sendiri. Lolongan ini sebetulnya hanya mengikuti dan melanjutkan pendahulunya, Harun Nasution, yang telah lebih dulu menyatakan dengan lolongannya: “Mencoba melihat kebenaran yang ada di agama lain.” (Harun Nasution, Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran, hal.275, Mizan, 1998). Sehingga perlu dan wajib bagi kita untuk membungkam lolongan mulut kotor para thaghut pluralis ini yang sudah memakan banyak korban akibat mendengarkan lolongan mereka, dengan kita mendatangkan kebenaran dari Islam berupa nash-nash yang di dalamnya mengandung kebenaran dan hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Yahudi dan Nashrani Kafir Selama-lamanya &lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Adapun Yahudi dan Nashrani tidak kita sangsikan bahwa mereka adalah orang-orang kafir sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يَابَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam, padahal Al-Masih sendiri berkata: Wahai Bani Israil, beribadahlah kalian kepada Tuhanku dan Tuhan kalian. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga kepadanya dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Allah adalah salah satu dari tuhan yang tiga (trinitas), padahal sekali-kali tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain sesembahan yang satu. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Yahudi:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلاً مَا يُؤْمِنُوْنَ. وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِيْنَ. بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَاءُوْا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِيْنَ عَذَابٌ مُهِيْنٌ. وَإِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Dan orang-orang Yahudi berkata: Hati kami tertutup. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang mau beriman. Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka (yaitu berita dari Taurat akan datangnya Rasul terakhir beserta ciri-cirinya), padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah lah atas orang-orang yang ingkar tersebut. Alangkah buruknya perbuatan mereka yang menjual diri mereka sendiri dengan mereka mengkafiri apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka di atas kemurkaan yang telah mereka dapatkan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. Apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kepada Al-Qur’an yang diturunkan Allah, mereka berkata: Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami. Dan mereka kafir kepada Al-Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Qur’an adalah kitab yang haq, yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian itu orang-orang yang beriman?”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pernyataan Rasulullah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana hadits yang telah disebutkan di atas beserta penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahudi dan Nashrani memiliki kitab yang diturunkan dari langit (kitab samawi), Taurat dan Injil, sehingga mereka digelari ahlul kitab. Akan tetapi, karena mereka enggan beriman kepada Al-Qur’an dan enggan tunduk kepada syariat yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam maka mereka kafir. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Orang-orang kafir dari ahlul kitab dan musyrikin mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan agama mereka sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.” (Al-Bayyinah: 1)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan kembali tentang kekafiran ahlul kitab dan bahwa mereka itu adalah penghuni jahannam:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ أَهْل 16; الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahlul kitab dan musyrikin tempat mereka adalah di dalam neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah: 6)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kitab mereka sendiri telah diubah-ubah dengan tangan mereka3 dan hal ini menambah kekufuran mereka, sehingga bagaimana mereka akan dapat beriman dengan keimanan yang benar terhadap kitab yang diturunkan kepada mereka? Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;فَوَيْلٌ لِلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيْلاً فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri (karangan mereka) lalu mereka katakan: Ini dari Allah, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Yahudi dan Nashrani adalah Orang-orang yang Dimurkai Allah dan Disesatkan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai Al-Maghdhubu ‘alaihim (yang dimurkai Allah) dan Nashrani sebagai Adh-Dhallun (yang tersesat), sebagaimana dinyatakan dalam ayat terakhir Surat Al-Fatihah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Tunjukkanlah kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.” (Al-Fatihah: 6-7)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan dari sahabat ‘Adi ibnu Hatim4 radhiallahu 'anhu di dalam hadits yang panjang, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;فَإِنَّ اليَهُوْدَ مَغْضُوْبٌ عَلَيْهِمْ وَإِنَّ النَّصَارَى ضُلاَّلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya Yahudi itu adalah yang dimurkai dan Nashara adalah orang-orang yang disesatkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam ahli tafsir dan ahli hadits, Ibnu Abi Hatim, berkata: “Saya tidak mendapatkan perselisihan di antara ahli tafsir bahwasanya al-maghdhub ‘alaihim (di dalam ayat itu) adalah Yahudi dan adh-dhallun adalah Nashara, dan yang mempersaksikan perkataan para imam tersebut adalah hadits ‘Adi bin Hatim.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/40) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Kekafiran Yahudi pada prinsipnya karena mereka tidak mengamalkan ilmu mereka. Mereka mengetahui kebenaran namun tidak mengikutinya, baik dalam ucapan atau perbuatan, ataupun sekaligus dalam ucapan dan perbuatan. Sementara kekafiran Nashrani dari sisi amalan mereka yang tidak didasari ilmu, sehingga mereka bersungguh-sungguh melaksanakan berbagai macam ibadah tanpa didasari syariat dari Allah, serta berbicara tentang Allah tanpa didasari ilmu.” (Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, hal.23, Darul Anshar 1423 H). Lihat pula keterangan dan pendalilan beliau yang lebih panjang mengenai dimurkainya Yahudi dan disesatkannya Nashrani dalam kitab tersebut (hal. 22-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sesungguhnya keadaan Yahudi dan Nashrani, sehingga setiap kali shalat kaum muslimin meminta perlindungan dari mengikuti jalan keduanya (jalannya Yahudi dan Nashrani) ketika mereka membaca ayat di dalam surat Al-Fatihah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Yahudi dan Nashrani adalah Kaum yang Terlaknat&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Yahudi dan Nashrani telah dikafirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demikian juga Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya melaknat mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Allah telah melaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لَعْنَةُ اللهِ عَلَى اليَهُوْدِ وَالنَّصَارَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Laknat Allah atas kaum Yahudi dan Nashrani.” (HR. Al-Bukhari no. 435 dan Muslim no. 531)&lt;br /&gt;Dengan penjelasan di atas, bahwa Yahudi dan Nashrani adalah kaum yang kafir, dimurkai dan terlaknat, dapatkah agama Islam disamakan dengan agama Yahudi dan Nashrani, terlebih lagi dengan agama selain keduanya yang tidak memiliki kitab samawi (kitab dari langit)? Dan jelas agama Islam tidak boleh dibangun di atas teologi inklusif, bahkan harus dibangun di atas keyakinan eksklusif bahwa hanya Islam agama yang benar, adapun selainnya adalah salah!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Surat Al-Kafirun Tidak Ditujukan kepada Musyrikin Arab Semata&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengatakan bahwa isi surat Al-Kafirun hanya ditujukan kepada orang-orang musyrik, bukan kepada ahlul kitab. Demikianlah yang mereka inginkan agar bisa mengeluarkan ahlul kitab dari vonis kafir, sementara ulama dari kalangan ahli tafsir tidak ada yang mengatakan seperti ucapan mereka. Lalu dari mana mereka mendapatkan dalil dengan ucapan mereka tersebut? Surat Al-Kafirun tidak membatasi bahwa kekufuran hanya ditujukan kepada musyrikin Arab. Bahkan Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Firman Allah “Katakanlah (Ya Muhammad) wahai orang-orang kafir…”, ini mencakup seluruh orang kafir di muka bumi, walaupun sasaran pembicaraan dalam ayat ini adalah orang-orang kafir Quraisy.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/397)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah mengatakan di dalam kitab Shahih beliau mengatakan ayat lakum dinukum adalah kekufuran dan ayat waliya din adalah Islam (Shahih Al-Bukhari bersama penjelasannya Fathul Bari, 8/902, Darul Hadits, 1419 H). Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan: “Kekufuran itu agama yang satu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/398). Demikian pula pandangan Al-Imam Ahmad, Abu Hanifah dan Dawud. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Lil Imam Al-Qurthubi, 2/65, Darul Kutubil ‘Ilmiyah, 1413 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Yahudi dan Nashrani Selamanya Tidak akan Ridha kepada Islam&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah makna dzahir yang ada pada ayat 120 surat Al-Baqarah. Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha selama-lamanya terhadap Islam. Inilah yang Allah katakan tentang mereka tanpa ada perkecualian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Ath-Thabari tberkata ketika menafsirkan ayat tersebut: “Wahai Muhammad, orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepadamu selama-lamanya, karena itu tinggalkanlah upaya untuk mencari keridhaan dan kesepakatan mereka. Sebaliknya hadapkanlah dirimu sepenuhnya untuk mencari keridhaan Allah di dalam mendakwahi mereka kepada kebenaran yang engkau diutus karenanya. Sesungguhnya apa yang engkau dakwahkan tersebut, sungguh merupakan jalan menuju persatuan (ijtima’) denganmu di atas kedekatan hati dan agama yang lurus. Tidak ada jalan bagimu untuk mencari keridhaan mereka dengan mengikuti agama mereka, karena agama Yahudi bertentangan dengan agama Nashrani, demikian pula sebaliknya, dan tidak mungkin kedua agama ini bisa bersatu dalam individu manusia pada satu keadaan. Yahudi dan Nashrani tidak mungkin bersatu untuk meridhaimu kecuali bila engkau bisa menjadi seorang Yahudi sekaligus Nashrani, akan tetapi tidak mungkin hal ini terjadi padamu selama-lamanya, karena engkau adalah individu yang satu dan tidak mungkin terkumpul padamu dua agama yang saling berlawanan dalam satu keadaan. Dengan demikian, bila tidak ada jalan yang memungkinkan untuk mengumpulkan kedua agama itu padamu dalam satu waktu, maka tidak ada jalan bagimu untuk mencari keridhaan kedua golongan tersebut. Bila demikian keadaannya, maka berpeganglah engkau dengan petiunjuk Allah yang dengannya ada jalan untuk menyatukan manusia.” (Jamiul Bayan ‘an Ta’wil Ayi Al-Qur’an, Lil Imam Ath-Thabari, hal. 1/517, Darul Fikr, 1405 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyimpulan bahwa ini adalah pengkhususan bagi Yahudi dan Nashrani pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, perlu mendatangkan dalil khusus dari Kitabullah dan As Sunnah yang menyatakan hal itu. Sementara kita ketahui, Yahudi dan Nashrani pada zaman sekarang jauh lebih jelek daripada Yahudi dan Nashrani pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena penyimpangan mereka pada masa itu lebih sedikit dibandingkan pada hari ini, mereka semakin jauh dan semakin menyimpang dari agama mereka. Lihat perubahan dan penyimpangan yang mereka lakukan terhadap kitab mereka yang menjadi sebab jauhnya mereka dari kebenaran dalam Mukhtashar Kitab Idzharul Haq, oleh Al-Imam Syaikh Rahmatullah ibn Khalilir Rahman Al-Hindi yang diringkas oleh Dr. Muhammad Al-Malkawi, diterbitkan oleh Wazaratus Syu’unil Islamiyyah Al-Mamlakah Al-‘Arabiyyah As-Su’udiyyah, 1416 H .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, anggapan bahwa Yahudi dan Nashrani tidak diperangi karena mereka ahlul kitab dan yang diperangi adalah agama kekufuran yang lain adalah jelas anggapan yang salah dan batil. Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan jelas menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;قَاتِلُوا الَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُوْنَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ وَلاَ يَدِيْنُونَ دِيْنَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْكِتَابَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Perangilah orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah dan hari akhir dan tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya serta tidak beragama dengan agama yang benar, dari kalangan ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani).” (At-Taubah: 29)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Hilangnya Al-Wala wal Bara &lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Dianutnya teologi pluralis inklusif oleh sebagian orang disebabkan tidak adanya Al-Wala dan Al-Bara pada diri mereka. Al-Wala adalah memberikan loyalitas, kecintaan dan persahabatan, sedangkan Al-Bara adalah lawannya yaitu menjauhi, menyelisihi, membenci dan memusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan rahimahullah (seorang ulama besar terkemuka, anggota Majlis Kibarul ‘Ulama, juga Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Pemberian Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) berkata: “Termasuk pokok aqidah Islamiyyah yang wajib bagi setiap muslim untuk menganutnya adalah berwala dengan sesama muslim dan bara (memusuhi) musuh-musuh Islam. Ia mencintai dan berloyalitas dengan orang yang bertauhid dan mengikhlaskan agama untuk Allah dan sebaliknya membenci dan memusuhi orang yang berbuat syirik. Yang demikian ini merupakan millahnya (jalan) Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan orang-orang yang mengikuti beliau, sementara kita diperintah untuk mencontoh Nabi Ibrahim 'alaihissalam sebagaimana Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ إِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوْا بِاللَّهِ وَحْدَهُ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Sungguh telah ada bagi kalian contoh teladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya kerika mereka mengatakan kepada kaum mereka (yang kafir musyrik): Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari kalian dan telah tampak permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian selama-lamanya sampai kalian mau beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah: 4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki sikap Al-Wala dan Al-Bara merupakan agama Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا لاَ تَتَّخِذُوْا الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan Yahudi dan Nashrani sebagai kekasih-kekasih (teman dekat), karena sebagian mereka adalah kekasih bagi sebagian yang lainnya. Dan siapa di antara kalian yang berwala dengan mereka maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah: 51)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menyebutkan keharaman untuk berwala dengan ahlul kitab secara khusus, sementara keharaman berwala dengan orang kafir secara umum, Allah nyatakan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan musuh-musuh-Ku dan musuh kalian sebagai kekasih, penolong dan teman dekat.” (Al-Mumtahanah: 1)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah mengharamkan seorang mukmin untuk berwala dengan orang-orang kafir walaupun orang kafir itu adalah kerabatnya yang paling dekat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَتَّخِذُوْا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى اْلإِيْمَانِ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan bapak-bapak kalian dan saudara-saudara kalian sebagai kekasih apabila mereka lebih mencintai kekufuran daripada keimanan, dan siapa di antara kalian yang berwala kepada mereka maka mereka itu adalah orang-orang dzalim.” (At-Taubah: 23)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ يُوَادُّوْنَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ وَلَوْ كَانُوْا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيْرَتَهُمْ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Engkau (wahai Nabi) tidak akan mendapati orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya walaupun orang tersebut adalah bapak-bapak mereka atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka atau karib kerabat mereka.” (Al-Mujadalah: 22)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan: “Sungguh (kita dapati pada hari ini) kebanyakan manusia jahil/bodoh terhadap pokok yang agung ini, sampai-sampai aku mendengar dari sebagian orang yang dikatakan berilmu dan melakukan dakwah dalam satu siaran berbahasa Arab, ia berkata tentang Nashrani bahwa mereka adalah saudara kita. Sungguh betapa jelek dan bahayanya kalimat ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah mengharamkan berwala dengan orang-orang kafir musuh aqidah Islamiyyah, sebaliknya Allah mewajibkan kita untuk berwala dan mencintai kaum mukminin. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُوْنَ. وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُوْنَ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Hanyalah wali (kekasih/penolong) kalian adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat dan mereka ruku kepada Allah. Barangsiapa yang berwala kepada Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman maka sesungguhnya tentara Allah itulah yang menang.” (Al-Maidah: 55)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Muhammad adalah Rasulullah dan orang-orang yang bersama beliau amat keras terhadap orang –orang kafir dan saling berkasih sayang di antara sesama mereka.” (Al-Fath: 29)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Hanyalah orang-orang mukmin itu bersaudara.” (Al-Wala wal Bara fil Islam, hal. 3-6, Darul Wathan, 1411 H)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak adanya sikap Al-Wala dan Al-Bara yang tepat, mereka bergaul bebas dengan kaum kafirin, para orientalis misionaris Barat bahkan mereka bangga ketika mereka dapat menimba ilmu di negeri Barat yang notabene kafir! (Asyiknya Belajar Islam di Barat, wawancara bersama Luthfi Assyaukanie, &lt;a href="http://www.islamlib.com,/" target="_blank"&gt;www.islamlib.com,&lt;/a&gt; 8/3/2004). Semoga Allah melindungi kita dan kaum muslimin secara umum dari makar yang dilakukan oleh para thaghut kaki tangan iblis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahul musta’an.&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1 Yayasan Wakaf Paramadina dengan bukunya Fiqih Lintas Agama, Jaringan Islam Liberal dan seluruh penyeru pluralitas agama yang tergabung dalam organisasi, LSM, atau individu, mereka adalah para Thaghut Pluralis dan Inklusif antek-antek Zionis Salibis.&lt;br /&gt;Thaghut adalah segala sesuatu yang diikuti, ditaati ataupun dibadahi secara berlebihan dan melampaui batas. (Al-Ushuluts Tsalatsah, hal. 15, Darul Wathan 1414 H)&lt;br /&gt;Pluralisme adalah pemahaman yang memandang semua agama sama meskipun dengan jalan yang berbeda namun menuju satu tujuan: Yang Absolut, Yang terakhir, Yang Riil. Inklusivisme adalah pemahaman yang mengakui bahwa dalam agama-agama lain terdapat juga suatu tingkat kebenaran (demikian keterangan mereka dalam Fiqih Lintas Agama, hal. 65, Paramadina, Juni 2004).&lt;br /&gt;2 Umat yang ada di zaman beliau dan setelah zaman beliau sampai hari kiamat (Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 2/188)&lt;br /&gt;3 Lihat beberapa bentuk perubahan dan penyimpangan yang mereka lakukan dalam Mukhtashar Kitab Idzharul Haq oleh Al-Imam Asy-Syaikh Rahmatullah ibn Khalilir Rahman Al-Hindi yang diringkas oleh Dr. Muhammad Al-Malkawi, Wazaratus Syu’unil Islamiyyah Mamlakah Al-‘Arabiyyah Su’udiyyah, 1416 H.&lt;br /&gt;4 Diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 4029 dan dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no.8202 dan dalam komentar beliau terhadap Syarah Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah no .811&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-3077639493356461962?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/3077639493356461962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=3077639493356461962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3077639493356461962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3077639493356461962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/membungkam-lolongan-para-thaghut.html' title='Membungkam Lolongan Para Thaghut Penyeru Pluralisme dan Inklusivisme'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-2137048670101247526</id><published>2008-05-07T14:25:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:26:01.750+07:00</updated><title type='text'>“Generasi 554 Pasca Musibah Aceh¨</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 09 Jan, 05 - 11:45 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-AdianHusaini.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/cutnyakdien.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Kejayaan Aceh harus dibangun Muslimin Aceh dengan kembali kepada aqidah Islam dan tradisi ilmu yang kuat. Agar lahir generasi tangguh seperti &lt;b&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Cut Nyak Dien&lt;/span&gt; bukan &lt;span style="color:red;"&gt;Cut Keke&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Tapi runtuhan tiang-tiang mahligai ilmu dan iman&lt;br /&gt;Tidak terkesan pada badan dan bangunan&lt;br /&gt;Hanya terpapar pada budi dan bahasa&lt;br /&gt;Jelas terang pada hati nan tiada buta" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;( &lt;i&gt;Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud, "Risalah untuk Aktivis Umat", dari kumpulan puisi "Mutiara Taman Adabi"&lt;/i&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah gempa bumi dan tsunami di Aceh yang begitu dahsyat dan memilukan, masih menyimpan banyak misteri. Disamping berbagai cerita pilu tentang nasib korban dan keluarganya, di kalangan masyarakat Aceh, juga beredar cerita-cerita tentang “keajaiban dan keagungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti cerita tentang dua orang Aceh yang bertahan hidup di lautan lepas selama 6 dan 8 hari, cerita tentang masjid di Meulaboh yang bertahan sementara semua bangunan di sekitarnya rata dengan tanah, cerita tentang bayi-bayi yang mati dalam keadaan tersenyum, gelombang yang tidak menerjang orang yang sedang salat dan makam auliya. Wallahu a’lam. Ada cerita-cerita yang telah jelas kebenarannya dan aca cerita-cerita yang beredar dari mulut ke mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di samping itu, juga beredar berita-berita tentang generasi baru aceh, bayi dan anak-anak, yang terancam diperjualbelikan. Bahkan, kabarnya, beberapa diantaranya sudah diperdagangkan. Di Malaysia, perdagangan bayi-bayi dan anak-anak Aceh ini menjadi perhatian besar kaum Muslim di ini. Bahkan, PM Malaysia Abdullah Badawi, secara khusus menyerukan rakyat Malaysia untuk membantu anak-anak Aceh. Ada juga berita tentang adopsi anak-anak Aceh oleh kaum non-Muslim, yang juga merisaukan kaum Muslim di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun, musibah Aceh telah terjadi, atas kehendak dan ke-Mahakuasaan serta ke-Mahabijaksanaan Allah SWT. Orang Muslim yang yakin dan beriman atas keagungan dan keadilan Allah, tidak mungkin menyalahkan Allah dalam musibah ini. Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Akal manusia tidak mampu menjangkau sepenuhnya apa rahasia dibalik terjadinya musibah dahsyat yang menimpa rakyat Aceh ini. Namun, melalui firman-Nya, Alah SWT menjelaskan berbagai tanda-tanda dan sebab kehancuran satu kaum. Penjelasan al-Quran ini sangatlah penting untuk menjadi pelajaran, khususnya bagi kaum Muslimin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maka apabila mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, “ Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba (sekonyong-konyong), maka ketika itu mereka terdiam dan berputus asa.” (QS al-An’am:44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepatutnya berlaku keputusan Kami terhadap mereka, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (QS al-Isra’:16) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ayat dalam al-Quran yang menjelaskan tentang kehancuran suatu negeri itu bercerita, bahwa kehancuran suatu kaum berhubungan dengan hal-hal: Pertama, sikap kaum yang melupakan peringatan Allah SWT, sehingga mereka lupa diri dan hidupnya dihabiskan untuk sekedar mencari kesenangan demi kesenangan duniawi, dengan melupakan kehidupan Akhirat. Hal ini juga disebutkan dalam al-Quran surat at-Taubah ayat 24. “Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di Jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tindakan elite-elite atau pembesar masyarakat yang melupakan Allah SWT dan membuat kerusakan di muka bumi. Apabila di dalam suatu peradaban sudah tampak dominan adanya para pembesar, tokoh masyarakat, orang-orang kaya yang bergaya hidup mewah, atau sesiapa saja yang bermewah-mewah dalam hidupnya, maka itu pertanda kehancuran peradaban itu sudah dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dari kedua hal tersebut, inti dari kehancuran peradaban atau bangsa, adalah kehancuran iman dan kehancuran akhlak. Apabila iman kepada Allah SWT sudah rusak, maka secara otomatis pula akan terjadi pembangkangan terhadap aturan-aturan Allah SWT. Rasulullah saw berkata: Apabila perzinahan dan riba sudah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri.¨ (HR Thabrani dan al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah manusia, berbagai kehancuran peradaban di muka bumi sudah begitu banyak terjadi. Dan Allah SWT menganjurkan kaum Muslimin agar mengambil pelajaran (hikmah) dari peristiwa-peristiwa sejarah tersebut. &lt;b&gt;“Maka berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana hasilnya orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul Allah SWT).” (QS an-Nahl:36) &lt;/b&gt;Sebagai misal, Kaum ‘Ad, telah dihancurkan oleh Allah SWT karena berlaku takabbur dan merasa paling berkuasa dan paling kuat. Mereka merasa tiada siapa saja yang dapat mengalahkan mereka, sehingga mereka berkata: &lt;b&gt;“Siapa yang lebih hebat kekuatannya dari kami.¨ (QS Fusshhilat:15)&lt;/b&gt;. Begitu juga kehancuran yang menimpa Fir’aun, Namrudz, dan sebagainya. Di masa Rasuullah saw, kaum Muslim yang jumlahnya sangat besar dan berlipat-lipat daripada kaum kuffar, hampir saja dikalahkan dalam Perang Hunain (QS at-Taubah:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga mencatat, bagaimana Peradaban Islam di Spanyol yang sangat agung dan sudah bertahan selama 800 tahun dapat dihancurkan oleh kaum Kristen dan akhirnya kaum Muslimin dimusnahkan dari bumi Spanyol. S.M. Imamuddin dalam bukunya ”A Political History of Muslim Spain¨ menyebutkan beberapa faktor penyebab kehancuran peradaban Islam di Spanyol. Yang terpenting adalah adanya perpecahan dan kecemburuan antar suku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada beberapa penguasa Muslim di Spanyol, separti Ma¡mun dari Toledo dan Dinasti Nasrid, mendapatkan kekuasaan dengan bantuan kekuatan Kristen untuk menghancurkan kekuatan Muslim lainnya. Sejarah jatuhnya Palestina ke tangan Zionis Yahudi juga dapat dijadikan pelajaran bagi kaum Muslimin. Bagaimana suatu kaum yang minoritas dari segi jumlah dapat mengalahkan kaum Muslim yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran dan kejatuhan berbagai kaum, negeri, bangsa, dan peradaban, inilah yang sepatutnya direnungkan secara mendalam dan sungguh-sungguh oleh kaum Muslimin, khususnya para ulama dan cendekiawan Muslim. Di masa lalu, Aceh adalah pusat peradaban yang tinggi di tanah Melayu. Ulama-ulama dan pejuang Islam asal Aceh menjadi sinar dan pelita keilmuan kaum Muslimin di berbagai tanah Melayu. Dari tanah Aceh lah Islam kemudian tersebar luas ke seluruh Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belum mendapat berita yang pasti, apakah musibah Aceh ini juga turut memusnahkan ribuan manuskrip dan buku-buku penting yang masih tersimpan di Aceh. Wilayah Aceh dijuluki sebagai “Serambi Mekah¨ dan sekarang merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang secara resmi menerapkan Syariat Islam. Maka, musibah Aceh kali ini, seyogyanya menjadi refleksi bagi kaum Muslimin Aceh, untuk mewujudkan kembali Aceh sebagai pusat peradaban, pusat ilmu, dan pusat dakwah Islam minimal di rantau Nusantara (Asia Tenggara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi-generasi muda dan anak-anak Aceh yang selamat dari musibah, semoga di masa depan akan tampil sebagai generasi-generasi Muslim yang tangguh yang digambarkan dalam al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka, dan mereka pun mencintai Allah, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang mukmin, dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela.¨ (QS al-Maidah (5):54). &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/cutnyakdien2.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="150" hspace="5" width="180" /&gt;&lt;b&gt;Itulah generasi 554&lt;/b&gt; atau ada yang menyebut &lt;b&gt;generasi Qurani&lt;/b&gt;. Generasi yang diturunkan Allah untuk menyongsong satu kemenangan gemilang. Generasi yang begitu kuat tali ukhuwahnya terhadap sesama Muslim dan bersikap tegas terhadap kekufuran. Nilai-nilai Islam lah yang menjadi basis persaudaraan antar sesama umat manusia dan semangat jihad di jalan Allah menggelora dalam dada mereka. Dalam sejarah sudah terbukti, bangsa Aceh memiliki potensi besar dalam menegakkan Islam. Jika potensi alamiah yang diberikan Allah SWT itu dipadu dengan kekuatan ilmu dan ruh dakwah, maka tidak mustahil kita berharap, dari tanah Aceh akan lahir para ulama dan pejuang Islam yang tangguh. Kita ingin dari Aceh lahir kembali ulama dan cendekiawan besar seperti Hamzah Fansuri atau para pahlawan-pahlawan Islam yang sangat tangguh seperti Cut Nyak Dien. Termasuk tokoh penting yang banyak mengembangkan pemikiran Islam di Aceh, seperti Nuruddin al-Raniri. Memproduksi ulama dan pejuang Islam yang tangguh, jauh lebih penting daripada memproduksi artis-artis seperti &lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;Cut Keke&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/pejuang_acehvscutkeke.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="341" hspace="5" width="550" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Foto latar belakang (biru) adalah &lt;span style="color:white;"&gt;para pejuang wanita Aceh&lt;/span&gt; VS &lt;span style="color:red;"&gt;Cut Keke&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Generasi Qur'ani adalah generasi yang memiliki kemampuan pemikiran yang mampu menjangkau hakikat sesuatu. Mereka mampu melihat hal-hal yang bersifat batin, bukan hanya hal-hal yang bersifat fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Generasi 554 dari Aceh nanti&lt;/b&gt; adalah generasi yang peka terhadap segala sesuatu yang menghancurkan kaum Muslim, bukan hanya di Aceh, tetapi juga di seluruh dunia Islam. Bencana gempa dan tsunami memang sangat dahsyat dan menghancurkan satu kawasan yang begitu luas. Semua orang akan mudah terhanyut dan tersentuh untuk mengulurkan bantuan. Namun, generasi Qurani bukan hanya melihat aspek fisik semata, tetapi juga aspek keimanan, keilmuan, dan masa depan peradaban Aceh yang tidak dapat dipisahkan dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara Aceh adalah bicara Islam. Generasi 554 dari Aceh itu akan mampu menjangkau dan menyadari masalah-masalah mendasar dalam kehidupan manusia, yang memiliki dimensi dunia dan akhirat. Maka, generasi ini, selain aktif menggalang bantuan secara materi untuk korban di Aceh, juga aktif memperjuangkan aspek-aspek keimanan dan akhlak bagi tegaknya sebuah masyarakat yang berbudaya dan peradaban tinggi di Aceh. Maka generasi ini tidak akan membiarkan masuknya berbagai “fitnah¨ ke masyarakat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 191 Surat Al Baqarah menjelaskan, bahwa "fitnah" adalah lebih jahat dari pembunuhan (wal fitnatu asyaddu minal qatli). Sebagian mufassir mengartikan "fitnah" dalam ayat itu sebagai "syirik" dan menghalangi berlakunya agama Allah. Artinya, tindakan "syirik" dan "menghalangi berlakunya ajaran Islam" dinilai lebih kejam daripada pembunuhan. Ibnu Jarir At Thabary, dalam tafsirnya Jaamiul Bayaan 'an Ta'wiili Aayil Quraani¨ menyebutkan, "asy syirku billahi asyaddu minal qatli", syirik kepada Allah itu lebih jahat daripada pembunuhan. At- Thabary cenderung mangartikan "fitnah" dalam Surat Al Baqarah ayat 191 itu sebagai bentuk paksaan dan penganiayaan terhadap seorang Muslim, dengan tujuan agar si Muslim itu keluar dari Islam dan kembali kepada kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti "fitnah" di situ lebih berdimensi ibtila' (penganiayaan fisik). Dengan arti, jika seorang Muslim difitnah, diteror, dan dianiaya untuk dipalingkan dari agamanya dan dikembalikan kepada kekufuran – dengan cara-cara kekerasan fisik -- maka hal itu lebih berat dosanya (lebih jahat) ketimbang pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasarkan pemahaman tersebut, suatu bentuk pemaksaan dan penganiayaan agar kaum Muslim keluar dari agama (menjadi kafir) dinilai lebih kejam dari pembunuhan, Dalam sejarah, banyak kasus semacam ini, seperti yang dialami oleh Ammar Bin Yasir, yang disiksa secara sadis oleh kaum kafir Quraisy, dan dipaksa keluar dari Islam. Bilal bin Rabah, Saad bin Abi Waqash, dan para sahabat Nabi lainnya banyak yang mengalami "fitnah" semacam itu. Di abad ke-15 M, kaum Muslim Andalusia (Spanyol) dipaksa keluar dari Islam dan bahkan dibantai secara sadis jika ketahuan sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam menjalankan fitnah (mengkafirkan) kaum Muslim, akan digunakan segala cara. Dulu banyak dilakukan secara fisik. Ketika mereka kuat, cara-cara fisik tak segan-segan mereka gunakan. Sebagai negara kuat, misalnya, negara-negara besar sekular sekarang tidak segan-segan memaksakan idelogi sekular untuk dipeluk seluruh umat manusia. Mereka mengharamkan umat manusia memeluk ideologi Islam, apalagi dalam wilayah politik dan kenegaraan. Kalau ada kelompok atau negara yang mau menerapkan ideologi atau syariat Islam, maka mereka akan ditekan secara fisik dan materi dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka masih dalam kondisi lemah, cara-cara non-fisik (seperti penyebaran agama Kristen melalui misi zending kepada kaum Muslim) mereka terapkan. Segala potensi -- baik tenaga maupun dana – mereka kerahkan untuk memurtadkan kaum Muslim. Tidak hanya itu, orang-orang kafir yang mulai tertarik dan berniat mengkaji Islam atau menjadi Muslim pun mereka halang-halangi dengan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;b&gt;"Sesungguhnya orang-orang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang-orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka jahanamlah orang-orang kafir itu dikumpulkan." (QS Al Anfaal:36). &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah satu tugas berat yang menanti generasi Qurani yang lahir dari Aceh, pasca musibah besar gempa dan tsunami di penghujung tahun 2004. Untuk membangun kejayaan kaum Muslim Aceh, tidak ada jalan lain, kecuali kaum Muslim Aceh kembali ke jati diri mereka, yakni kembali kepada Islam, mengembalikan masyarakat Aceh kepada nilai-nilai aqidah Islam dan berasaskan tradisi ilmu yang kuat. Dari Acehlah kita berharap akan lahir generasi Qurani, sebagaimana disebutkan dalam al-Quran 5:54. Maka, kewajiban kaum Muslimin semuanya, saat ini adalah menyelamatkan generasi pelanjut Aceh, yang selamat dari bencana tsunami, agar mereka tidak jatuh ke tangan yang salah, yang menghambat pertumbuhan mereka menjadi generasi Qur'ani. Wallahu a’lam. (KL, 7 Januari 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Hidayatullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-2137048670101247526?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/2137048670101247526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=2137048670101247526&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/2137048670101247526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/2137048670101247526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/generasi-554-pasca-musibah-aceh.html' title='“Generasi 554 Pasca Musibah Aceh¨'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-8732634356766395894</id><published>2008-05-07T14:20:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:21:01.490+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;The complete X Files : JI (Jewish Intelligent) dibalik Bom Kuningan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 16 Dec 2004 - 9:24 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=2597_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/foto/Dun20041001.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="174" hspace="5" width="500" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikutip dari hidayatullah, berdasarkan hasil wawancara dengan seorang Perwira Intelijen TNI, memang benar pelakunya &lt;b&gt;JI&lt;/b&gt;. Setelah dilakukan verifikasi dengan investigasi joevialls &lt;a href="http://joevialls.altermedia.info/" target="_blank"&gt;http://joevialls.altermedia.info/&lt;/a&gt;, terungkap sudah siapa sesungguhnya pelaku TEROR BOM di Indonesia ( Bali, Mariott, Kuningan ) dan Teror Bom dinegara lainnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah &lt;b&gt;JI&lt;/b&gt; yakni &lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jewish Intelligent&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah logical question perlu kita renungkan, &lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=2293_0_1_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;apa salah rakyat Indonesia terhadap Jamaah Islamiyah ? &lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Irfan Awwas)&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All those bombings are nothing to do with Islam and/or Muslim. The Dajjal Fitnah is atacking Islam - Fight them !! &lt;b&gt;You Can do That&lt;/b&gt; !! Remember : &lt;b&gt;Jihad Never Sleep &amp;amp; Mujahid Never Die&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h3&gt;The complete X Files&lt;br /&gt;ZIONIS YAHUDI MELEDAKKAN NUKLIR&lt;br /&gt;DI KEDUTAAN BESAR AUSTRALIA – INDONESIA &lt;/h3&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Bau Aneh Penyelidikan Bom Kuningan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Bom Kuningan meledak, 9 September 2004. Korban tewas dan luka-luka berjatuhan. Beberapa gedung rusak. Bom ini menjadi perbincangan dunia, karena meledak di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Meskipun gedung itu tak seberapa rusak, dibanding beberapa bangunan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan itu terjadi hanya beberapa menit setelah Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar di DPR RI mengatakan situasi keamanan nasional aman dan terkendali. Namun aparat (dalam hal ini polisi dan intelijen) tak pernah mengaku kecolongan, apalagi meminta maaf atas kelalaiannya dalam membuat pernyataan atau melakukan langkah-langkah pencegahan. Setelah itu, Kapolri dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, lebih sibuk membela diri dan mengeluarkan pernyataan yang masih minim bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya melontarkan dugaan bahwa modus bom di depan Kedubes Australia itu mirip dengan bom Bali dan bom JW Marriott. Karena itu, kata Kapolri, pelakunya kemungkinan besar sama. Lantas muncul nama Azahari dan Noor Din Moh Top, dua nama yang selama ini sangat misterius. Aparat seperti tidak membuka ruang bagi kemungkinan orang atau kelompok lain yang menjadi pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan itu, Kepala BIN menegaskan bahwa peristiwa itu terkait dengan buronnya pelaku yang begitu sulit ditangkap itu “Sayangnya regulasi kita tidak memungkinkan aparat intelijen melakukan langkah-langkah preventif dan penangkapan atau penahanan,” tambah Hendropriyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat menyiapkan uang milyaran bagi siapa saja yang berhasil memberi informasi tentang keberadaan Azahari dan Noor Din Moh Top. Foto kedua orang itu, juga beberapa nama lain, tersebar di seluruh pelosok negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan dunia sana, di Australia, Perdana Menteri Australia John Howard--seperti dirilis Sydney Morning Herald dan The Age edisi 10 September—langsung menyimpulkan bahwa teror itu adalah aksi bunuh diri menggunakan bom mobil. Pelakunya diduga kuat adalah dua orang aktivis Jemaah Islamiyah (JI) yang direkrut warga Malaysia: Azhari dan Nurdin Moh Top.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelidikan tentang ledakan bom yang cukup dahsyat ini terus bergulir. Masyarakat menaruh harapan, agar aparat bisa menemukan bukti yang bisa menyeret pelaku selagus dalang peledakan itu. Entahlah, harapan ini bisa terwujud apa tidak, sebab langkah-langkah penyelidikan aparat justru banyak menimbulkan tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bukti-bukti belum banyak dikantongi, aparat langsung melakukan penyisiran keluarga aktivis yang dicurigai. Hari itu juga usai bom meledak, keluarga Hassan dan Jabir di Surabaya dites DNA-nya. Menurut aparat, barangkali cocok dengan mayat hancur yang--barangkali juga--adalah pelaku peledakan itu. Padahal menurut keterangan Ketua RT setempat, kedua keluarga itu sebenarnya sudah diincar dua sejak bulan sebelumnya. Belakangan, polisi mengatakan bahwa kedua orang itu tidak terlibat. Jadi, tindakan polisi itu ternyata keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom Kuningan meninggalkan sederet pertanyaan, seperti halnya bom Bali, bom Marriott, dan bom-bom lain yang sekarang begitu mudah meledak di negeri ini. Apa saja? Ikuti sajian kami di tulisan berikutnya.* (Dedi J Tjandra, Pambudi/Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="quote"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.net/icon/quote-start.gif" align="top" /&gt; &lt;h3&gt;“Saya Diberitahu Pukul 09.30”&lt;br /&gt;RX: Seorang dokter yang praktik di wilayah Kuningan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Kabarnya Anda mendapat informasi bahwa akan ada bom di Kedubes Australia di Kuningan?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira begitulah. Travel warning sebetulnya ada beberapa hari sebelum kejadian. Tapi, Kamis 9 September 2004, sekitar pukul 09.30 WIB, saya mendapat kabar yang agak spesifik dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Siapa yang memberitahu Anda itu?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Seseorang, persisnya teman saya yang bekerja di sebuah LSM Amerika. Dia menelepon saya, menyampaikan agar tidak dekat-dekat gedung Kedubes Australia. Katanya, ada pihak yang nggak senang Australia baik-baik dengan Indonesia. Hati-hati, kalau bisa jangan dekat-dekat Kedubes Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Anda tidak bertanya lebih lanjut kepada teman itu?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya minta penjelasan lebih lanjut, dia nggak mau jelaskan. Suaranya gemetar dan terkesan takut ngomong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Setelah mendapat informasi begitu, apa reaksi Anda?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama saya heran saja. Awalnya saya ragu, jangan-jangan itu rumor biasa menjelang pemilihan umum. Tapi, saya kemudian pilih yang aman. Setelah itu saya pergi ke Bintaro (Jakarta Selatan). Tak lama kemudian saya dengar ada ledakan bom. Alhamdulillah saya diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda tahu, darimana teman itu mendapat informasi?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak mau menyebutkan. Tapi, saya kira tak jauh dari lingkungan kerjanya. Yang jelas, dia atau LSM itu tiap hari memberi laporan ke Washington.* (Dedi J Tjandra/Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;SRX, Perwira Intelijen TNI&lt;br /&gt;Pelakunya Memang JI &lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Hanya beberapa menit setelah Kapolri mengatakan situasi aman dan terkendali, sebuah bom meledak di depan Kedubes Australia. Apa artinya semua ini?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Teror memang bisa terjadi dimana dan kapan saja. Tetapi potensinya bisa diminimalisasi kalau saja intelijen kita solid dan kuat. Yang mengherankan, justru terjadi tak lama setelah Ali Imron dan Gories Mere muncul di Kafe “Starbuck”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Apakah skandal Ali Imron dan Gories Mere ada kaitannya dengan bom Kuningan?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, kemunculan Ali Imron itu seperti sengaja dibuat sebagai prakondisi menjelang peristiwa besar. Ketika peristiwa itu terjadi, masyarakat sudah siap menerima info bahwa pelakunya adalah anggota Jemaah Islamiyah atau orang-orang yang yang terkait dengan kelompok Ali Imron dan sebangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Jadi, menurut Anda, Gories Mere atau aparat kepolisian mengetahui adanya rencana pengeboman itu?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Bisa ya, bisa tidak. Gories Mere perlu dimintai keterangan. Bisa jadi pertemuan itu bukan atas inisiatif dia. Mungkin saja dia hanya disuruh atau dimanfaatkan momentumnya. Saya hampir yakin pasti ada orang di belakang penampakan Ali Imron itu. Yang jelas, kejadian yang terekpos, atau sengaja diekspos itu, menguntungkan bagi skenario bahwa bom Kuningan itu aksinya JI atau Al-Qaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Beredar pula SMS dan informasi sebelum ledakan terjadi, apakah itu mendukung dugaan bahwa rencana aksi teror itu sebenarnya sudah diketahui pihak tertentu?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ya, betul. Siapa saja pihak tertentu itu, saya kira perlu penyelidikan. Tapi, pernyataan KSAD bahwa ada puluhan ribu intelijen asing berkeliaran di Indonesia, termasuk Jakarta, bisa jadi indikasi awal kemungkinan keterlibatan agen asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Bom Kuningan meledak 9 September. Ini mengingatkan dengan peristiwa WTC 11 September 2001. Apakah ini ada kaitannya?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ali Imron tampil, sebenarnya saya coba corat-coret (menebak). Insting saya menduga, kejadian itu akan berlangsung tanggal 15-an. Ternyata ini lebih cepat dari perkiraan. Saya kira memang momentum peringatan itu dipakai. Tapi juga bisa saja sengaja dibuat bersamaan dengan HUT-nya capres SBY. Yang jelas, peristiwa ini menguntungkan Pemerintah AS, Singapura, dan Australia. Setelah aksi bom, popularitas Howard naik dan desakan untuk menarik pasukan Australia dari Iraq kembali melemah. Presiden Bush seperti mendapat semangat baru dalam kampanye antiterorisme dan penggelaran pasukan di Irak. Singapura mendapat limpahan turis asing yang sebelumnya hendak ke Jakarta dan ketakutan dengan teror bom. Singapura juga jadi tujuan relokasi, hengkangnya 20 investor dari Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Jadi, menurut Anda, siapa aktor intelektualnya?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya sih tetap JI. Tapi, berbeda dengan JI versi Dai Bachtiar. JI yang paling berbahaya dan tak pernah muncul jadi tersangka adalah Jewish Intelligent (intelijen Yahudi). Mereka bisa masuk melalui agen-agen AS, Australia, dan Singapura. Saya kira sudah saatnya kita membuka mata dan tidak lagi membodohi rakyat dengan menciptakan teror baru dengan memunculkan JI jadi-jadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Ada yang menganalisis bahwa bom Kuningan tergolong bom bunuh diri. Pendapat Anda?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Palestina dan di Iraq, saya percaya ini bom bunuh diri atau bom syahid. Di sini, saya pikir tidak masuk akal. Kalau benar bunuh diri, mengapa mobil yang katanya bawa bom itu tidak sekalian ditabrakkan ke gedung Kedubes Australia? Dari analisis yang logis, bom ini diledakkan dari jarak jauh. Pemegang remote control-nya mungkin saja hadir di lokasi. Saya sudah tanya profesor ahli jiwa, orang mau bunuh diri itu perlu syarat luar biasa. Dia amat menderita, amat tertekan, atau amat terhina. Tersangka yang bawa bom dan tewas dalam ledakan bisa saja orang suruhan yang tidak tahu kalau dia membawa bom, atau bisa juga agen yang sengaja dikorbankan untuk menghilangkan jejak aktor intelektualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Pada hari pertama, ketika belum semua korban teridentifikasi, polisi serta-merta langsung mengambil sample darah dari beberapa keluarga untuk pemeriksaan DNA. Komentar Anda?&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ini keanehan lain. Sepertinya polisi sudah tahu atau mencurigai orang-orang tertentu sebagai pelaku pengeboman meski informasi awal dari TKP belum menjurus ke identitas tertentu. Lebih aneh lagi ketika polisi ternyata juga sudah lama mengincar kedua nama itu (Azahari dan Noor Din Moh Top). Sama anehnya dengan informasi bahwa polisi sudah mengetahui dan bahkan memergokinya di tempat kontrakan Cengkareng, tapi baru menggerebeknya setelah Azahari kabur entah kemana. Kalau benar Azahari diyakini terlibat dan telah dinyatakan buron, hal-hal seperti ini mestinya dipertanggungjawabkan. Dia terlalu pintar atau kita yang pura-pura pintar?* (Dedi J Tjandra/Hidayatullah) &lt;img src="http://swaramuslim.net/icon/quote-end.gif" align="bottom" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Ada Kekuatan Besar di Balik Bom Kuningan&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa peristiwa aneh terjadi sebelum dan sesudah bom Kuningan. Ada kekuatan besar di baliknya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamis 9 September 2004, sekitar pukul 09.30, saya mendapat kabar yang agak spesifik dari seseorang. Teman saya itu bekerja di sebuah LSM Amerika. Dia berpesan agar saya tidak dekat-dekat gedung Kedubes Australia,” kata seorang dokter yang praktik di wilayah Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dokter berusaha minta penjelasan lebih lanjut, tentang mengapa, ada apa, dan semacamnya. Namun teman itu bungkam. “Suaranya gemetar dan terkesan takut ngomong,” kata dokter yang tak mau disebut jatidirinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi bahwa sebenarnya rencana pengeboman itu sudah diketahui terpancar kuat dari pernyataan pejabat, yang anehnya, justru dari Australia. Dia adalah Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Alexander Downer, dan Kepala Polisi Federal Australia (AFP) Mick Keelty, yang langsung melakukan inspeksi ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan wartawan, mereka membeberkan bahwa pihaknya mendengar informasi ada seorang anggota polisi Indonesia yang sempat menerima pesan SMS. “Sekitar 45 menit sebelum ledakan, ada informasi bahwa akan ada ledakan di depan sebuah kedubes di Jakarta atau Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir harus dibebaskan,” jelas Downer sebagaimana dikutip beberapa koran yang terbit di ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keetly menambahkan, pihaknya juga mendengar informasi bom tersebut diledakkan oleh seorang atau mungkin dua orang yang tubuhnya ditemukan di tempat kejadian. Berat bom tersebut konon setara dengan 200 kg TNT.&lt;br /&gt;Ali Imron di Kafe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perwira intelijen di TNI melontarkan analisis menarik. “Aksi bom Kuningan itu bisa saja terkait dengan kemunculan Ali Imron dan Gories Mere di Starbuck Plaza Senayan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya? Dia menduga, pemunculan itu disengaja sebagai prakondisi dari sebuah skenario deception (muslihat) intelijen. Tujuannya adalah mengingatkan publik tentang kaitan JI dan aktivitas teror yang akan berlangsung. Jadi, peledakan itu sepertinya sudah dipersiapkan begitu rupa.&lt;br /&gt;“Ketika sebuah bom meledak di suatu tempat strategis, maka masyarakat bisa dengan mudah menerima analisis bahwa pelakunya pasti terkait dengan JI atau orang-orang yang selama ini didakwa sebagai pelaku bom Bali dan bom JW Marriot,” kata jenderal berbintang satu yang tak mau disebut namanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak percaya tampilnya Gories Mere-Ali Imron berdiri sendiri. Menurutnya, boleh jadi mereka sengaja disuruh muncul begitu. “Coba saja diselidiki, siapa otak di belakangnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus terang,” katanya lebih lanjut, “ketika Ali Imron muncul bersama Gories Mere--menurut informasi bahkan sengaja dibocorkan ke wartawan--saya mencoba menghitung-hitung bahwa sekitar tanggal belasan akan ada bom meledak. Ternyata ledakan lebih awal terjadi, hanya lima hari setelah Ali Imron muncul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, siapa otak di belakangnya? “Saya sepakat dengan Kapolri dan BIN bahwa modus operasinya sama dengan bom Bali dan Marriott. Dalangnya juga JI. Tapi, bukan Jemaah Islamiyah melainkan Jewish Inteligent (Intelijen Yahudi). JI itu banyak berseliweran dalam lembaga CIA dan Mossad,” tambah perwira tinggi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Kedubes Australia jadi sasaran? Masih menurut jenderal itu, “Ini trik agar Australia tidak berpaling dari Amerika Serikat. Ledakan di dekat gedung Kedubes Australia pada momen peringatan tiga tahun pascatragedi 11 September 2001 diharapkan bisa memancing sentimen akan adanya ancaman bersama. Bahwa terorisme yang dilancarkan JI dan Al-Qaidah masih menjadi ancaman bagi kepentingan bersama AS-Australia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JI atau Al-Qaidah, menurutnya, hanyalah tunggangan dan alat untuk misi ganda dari kepentingan radikal koalisi Yahudi-Kristen yang khawatir melihat bangkitnya kecenderungan fundamentalisme Islam di Indonesia dan dunia pada umumnya. “Mereka ingin citra Islam ini tampak buruk dengan menyebarkan wacana bahwa kegairahan berislam sama dengan radikalisme dan terorisme,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Kekuatan Besar &lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan aparat yang langsung beralamat kepada JI dan Azahari, Suripto, Ketua Dewan Penasihat Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), terlalu tergesa-gesa. “Aparat polisi dan intelijen mestinya jeli melihat, apakah serangkaian teror itu berdiri sendiri atau ada mastermind di belakangnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suripto percaya, di belakang buronnya Azhari dan Nurdin Moh Top, ada kekuatan besar yang melindunginya. “Kalau tidak, mengapa dua orang asing itu bisa begitu mudah berkeliaran dan sulit ditangkap oleh aparat Indonesia yang mestinya lebih kenal medan dibanding orang asing.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun mungkin benar bahwa aski pengeboman itu melibatkan orang-orang yang sudah disebut, jelas Suripto, polisi dan intelijen Indonesia mestinya mendalami lebih jauh siapa yang menggerakkan mereka, siapa yang mendanai sekaligus menyiapkan logistiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sulit dipercaya mereka bisa bekerja sendiri dan dengan dana sendiri. Serangkaian aksi itu pasti butuh modal yang sangat besar. Di belakang mereka pasti ada orang-orang yang amat profesional dan didukung oleh jaringan luas, kuat secara teknis dan finansial.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran asing seperti di Australia dan Singapura sempat mengabarkan bahwa JI JI mengaku bertanggung jawab atas bom Kuningan, melalui pengakuan di internet. Namun Suripto menilai itu tak bisa jadi rujukan. “Itu bisa saja bagian dari black campaign atau bagian dari deception arus informasi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suripto mengingatkan, sewaktu bom Bali meletus, klaim-klaim palsu pernah ditimpakan pada Usamah bin Ladin dan Al-Qaidah. Padahal, hasil penelitian lembaga independen menunjukkan rekaman itu palsu dan beberapa situs yang disebut milik Al-Qaidah ternyata juga dikendalikan otoritas internet di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan koran New York Times edisi 11 September 2004 memuat ralat dan permohonan maaf atas munculnya laporan tentang ancaman baru Usamah. Informasi yang dilansir sejumlah media, termasuk Al-Jazeerah, ternyata berasal dari rekaman lama. Tak ada kaitannya dengan rencana-rencana baru serangan Al-Qaidah ke Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya.&lt;br /&gt;Menurut Suripto, selama mastermind-nya belum dilumpuhkan, atau sekurang-kurangnya diungkap, ancaman teror tidak akan sirna sekalipun Azhari dan kawan-kawan ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kekuatan jaringan asing, menurut mantan Staf Ahli Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) ini, yang juga perlu diwaspadai dan dicermati adalah aktivitas para anggota TNI/Polri yang desersi. “Mereka bisa saja tergoda oleh materi dan ikut membantu berbagai operasi terorisme di Indonesia. Keterlibatan aparat domestik pula yang mungkin bisa menjelaskan mengapa dua buron asal Malaysia itu belum juga tertangkap sampai sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sinyalemen aparat yang mengatakan bahwa bom itu sama dengan bom Bali dan Marriott, dan oleh karenanya pelakunya sama, ditepis oleh ahli bom dan balistik, Widodo Hardjoprawiro. “Saya bisa mengatakan, merakit bom itu bukan pekerjaan yang sulit. Azhari bisa mengajari siapa saja, dan tak perlu waktu lama,” tutur pria yang pernah menjadi instruktur di Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Widodo lagi, “Yang agak sulit adalah mendapatkan logistik bahan peledak, bukan merakitnya.” Nah, siapa yang bisa mendapatkannya?* (Dedi J Tjandra/Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="quote"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.net/icon/quote-start.gif" align="top" /&gt; &lt;h3&gt;Suripto, SH: "Kesimpulan Polisi Tergesa-gesa"&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/suripto.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;b&gt;Suripto, SH: Ketua Dewan Penasihat Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai aksi terorisme mulai dari bom Bali sampai bom Kuningan menunjukkan betapa lemah dan lembeknya kemampuan intelijen kita. Bom itu meledak hanya beberapa menit setelah Kapolri dan Kepala BIN mengatakan siatuasi aman dan terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat mestinya sudah mengetahui adanya potensi ancaman teror terkait momentum peringatan tiga tahun Tragedi 11 September. Warning dari luar kan sudah ada beberapa hari sebelumya. Belakangan, pihak Australia menyebut ada sms ke polisi 45 menit sebelum ledakan. Bahkan kabarnya ada warga yang mendapat informasi. Saya heran, mengapa aparat kita seperti mengabaikan informasi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malah mendengar, setelah ada travel warning, pemerintah sudah berniat untuk memprotes negara yang mengeluarkan warning itu. Sekalipun belum spesifik, mestinya warning itu dibaca sebagai isyarat-isyarat akan ada sesuatu. Aparat kita mestinya bekerja lebih keras. Pasang mata dan telinga agar tidak kecolongan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aparat sudah memastikan bahwa terorisme pasti terkait dengan JI atau bom yang meledak pasti dirakit Azahari dan Noor Din Moh Top. Menurut saya, itu adalah kesimpulan yang tergesa-gesa dan sederhana. Aparat polisi dan intelijen mestinya jeli melihat, apakah serangkaian teror itu aksi berdiri sendiri atau ada mastermind di belakangnya?&lt;br /&gt;Mengapa dua orang asing itu bisa begitu mudah berkeliaran dan sulit ditangkap oleh aparat Indonesia yang mestinya lebih kenal medan dibanding orang asing? Polisi dan intelijen Indonesia mestinya mendalami lebih jauh ada kekuatan besar apa di balik ini semua.* (Dedi J Tjandra/Hidayatullah) &lt;img src="http://swaramuslim.net/icon/quote-end.gif" align="bottom" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Yazid Bindar Ahli Bom: "Hanya Orang Terlatih yang Bisa Melakukannya"&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yazid Bindar Ahli Bom, Dosen Institut Teknologi Bandung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari daya ledaknya, bom Kuningan tergolong jenis high explosive (daya ledak tinggi). Ada dua kemungkinan bahan bom jenis ini, yaitu TNT dan RDX atau C4. Menurut perkiraan saya, kemungkinan besar berjenis TNT karena radius ledakannya mencapai sekitar 200 sampai 400 meter. Sedangkan RDX dan C4 sangat sulit didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuat dugaan bahwa TNT ini diperoleh dari luar negeri karena di dalam negeri tak mudah memperolehnya. Hanya orang-orang tertentu yang boleh memanfaatkannya, terutama dari kalangan militer. Kalau ada orang sipil yang memilikinya, maka boleh jadi memiliki jaringan yang sangat luas di luar negeri atau akses khusus ke sumber militer. Namun tidak semua tentara bisa mengakesnya tanpa seizin pihak yang memiliki otoritas. Sebab, pemanfaatan bahan ini berada dalam pengawasan ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berasal dari luar negeri, membawa bahan-bahan tersebut masuk ke Indonesia jelas tak gampang. Harus dilakukan transaksi impor barang dari negara produsen seperti Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Jadi, selain memiliki jaringan di luar negeri, akses ke dalam negeri pun harus kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fakta bahwa barang-barang seperti itu sudah beredar di Indonesia, bisa disimpulkan si pelaku punya jaringan internasional yang baik dan terlatih. Mereka bisa memasukkan bahan-bahan peledak itu secara ilegal dan rahasia tanpa terlacak oleh aparat keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bom itu sendiri, tak semua orang bisa merakitnya. Hanya orang terlatih dan terbiasa yang bisa melakukannya. Bahkan tentara pun belum tentu mampu merakit bom sedahsyat itu. Hanya tentara yang diberikan pelatihan khusus yang bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, merakit bom bisa dipelajari oleh siapa saja. Cuma, butuh waktu bertahun-tahun. Itu pun belum dijamin akan bisa. Sebab, selain butuh kecakapan dan ketelitian, si perakit juga harus memiliki keberanian. Salah-salah, bom akan meledak dulu sebelum dipakai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, hanya militer yang bisa membuat bom sedahsyat itu. Sipil kemungkinan besar tidak. Militer pun tak akan sembarangan mengajarkan cara merakit bom ke semua orang. Nah, kalau ada masyarakat yang bisa melakukannya berarti ia telah mendapatkan pelatihan secara khusus. Dia memiliki jaringan internasional. Orang yang bisa membuat bom tentu tak akan terlepas dari pihak yang mempoduksi bahan-bahan peledaknya.* (Ahmad Dhani/Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-8732634356766395894?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/8732634356766395894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=8732634356766395894&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/8732634356766395894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/8732634356766395894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/complete-x-files-ji-jewish-intelligent.html' title=''/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-6009014151894558755</id><published>2008-05-07T14:18:00.000+07:00</published><updated>2008-05-07T14:20:26.258+07:00</updated><title type='text'>Tokoh Katolik Minta Mukaddimah UUD 1945 Diganti</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt; &lt;small&gt;&lt;i&gt; Oleh : &lt;a href="mailto:fakta@swaramuslim.net"&gt;Fakta&lt;/a&gt; 29 Nov, 04 - 11:11 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_islam/adianh3-s2.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/csis-soejati_jiwandono.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt;Adian Husaini (repost)&lt;br /&gt;Tulisan tokoh Katolik dari CSIS, J Soedjati Djiwandono, di Harian Suara Pembaruan (9 Februari 2004), sangat perlu untuk dicermati bangsa Indonesia. Kaum Muslim khususnya. Judulnya ialah “Mukadimah UUD 1945 Tidak Sakral, Perlu Diganti”. Soedjati adalah seorang pakar hubungan internasional yang banyak menulis masalah politik dalam negeri Indonesia. Ia juga kolumnis tetap di majalah Katolik Hidup. Ia bisa dikatakan, salah satu tokoh dan cendekiawan Katolik penting yang merumuskan pemikiran-pemikiran politik keagamaan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasannya sangat jelas, pikiran bahwa Mukaddimah UUD 1945 tidak dapat diganti, adalah keliru. Sebab UUD 1945, termasuk mukaddimahnya, adalah buatan manusia, bukankitab suci, dan karena itu keliru membuat atau menganggapnya sakral atau keramat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sekilas, kita bisa menyimak alasan yang dikemukakan Soedjati. Bagian Pemukaan UUD 1945, yaitu Pancasila, terutama Sila Ketuhanan YME, telah menimbulkan perbedaan pemahaman diantara berbagai golongan agama di Indonesia. Perbedaan, kerancuan atau ambivalensi pemahaman tentang makna sila pertama itu, telah selalu mengancam persatuan bangsa dan keutuhan negara. Hal itu lebih lanjut mengakibatkan kerancuan identitas negara Indonesia, yang "bukan negara sekuler", tetapi juga "bukan negara agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak sebagian golongan Islam, kata Soedjati, menganggap sila pertama, "Ketuhanan YME," sebagai kewajiban setiap warga negara untuk percaya pada Tuhan YME. Lebih dari itu, kepercayaan itu sekan-akan harus melalui agama dan itu pun terbatas pada agama yang diakui negara. Sebaliknya, pihak golongan-golongan non-Muslim memahaminya sebagai pernyataan kebebasan beragama, sehingga mereka merasa "aman" dalam menjalankan ibadah, mendirikan rumah ibadat, dan berganti agama kapan pun mereka menghendakinya, apa pun alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih serius lagi, menurut Soedjati, dalam jangka panjang, perbedaan pemahaman itu lebih berbahaya untuk persatuan, keutuhan maupun keamanan negara ini, sebab adanya kerancuan identitas negara RI, dan akhirnya juga menyangkut ketidaktegasan tentang sumber hukum negara. “Apakah hukum agama merupakan sumber hukum negara, dan kalau ya, hukum agama yang mana, dalam bidang apa dan seberapa jauh? Kecenderungannya hingga sekarang adalah bahwa hukum agama mayoritas semakin berperanan, bahkan kalaupun semakin lama kurang dibungkus dengan "Syariat Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Soedjati dalam tulisannya sangat tegas: “Secara logis dan jelas RI seharusnya adalah negara sekuler, dalam pengertian yang paling mendasar, yaitu dipisahkannya politik dari agama, antara "kekuasaan" agama dan kekuasaan politik atau negara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soedjati berargumen, “Kenyataannya adalah bahwa negara-negara sekuler tidak menindas, apalagi melarang dan membunuh agama. Berbagai agama, Kristen, Yahudi, maupun Islam, justru hidup subur di negara-negara sekuler. Sebaliknya, sekularisasi menghalangi dan mencegah manipulasi agama dan intervensi negara dalam masalah-masalah internal agama.” Ia menyebut sumber rujukannya dari buku karya tokoh feminis Fatema Mernissi, berjudul “Islam and Democracy: Fear of the Modern World”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kata Soedjati, menganggap Mukadimah itu kramat atau sakral sehingga tidak boleh diubah, dan dengan demikian membiarkan perbedaan, sekurang-kurangnya ambivalensi atau ketidakjelasan pemahaman tentang asas Ketuhanan YME; berarti juga mengabadikan benih perpecahan bangsa. Sebab itu pula, demi persatuan bangsa dan keutuhan negara, Mukadimah UUD 1945 pada ahirnya harus diganti, dan dengan demikian kita berganti UUD. Para pendiri republik ini bukannya tidak dapat berbuat salah. Mereka tidak bisa secara lengkap dan akurat mengantisipasi perkembangan zaman yang kita hadapi sekarang ini. Terakhir ia menutup tulisannya: “Kompromi yang lebih menjamin keadilan antar golongan adalah sekularisasi.” Demikian gagasan Soedjati Djiwandono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan tokoh Katolik ini menarik jika kita telaah dari aspek historis. Ada kemajuan pesat dalam pemikiran dan sikap politik pihak non-Muslim (khususnya Kristen/Katolik) dalam soal UUD 1945. Perlu kita catat, bahwa Mukaddimah UUD 1945 sekarang in adalah hasil ultimatum pihak Kristen Indonesia Timur, yang disampaikan melalui Bung Hatta. Isi ultimatum itu ialah: jika Indonesia tidak mengubah Mukaddimah UUD 1945 hasil Sidang BPUPKI (Piagam Jakarta), yan mengandung “tujuh kata” – Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya – maka Indonesia Bagian Timur tidak akan mau bergabung dengan negara Indonesia. Ultimatum pihak Kristen itu dilakukan, setelah mereka gagal menyampaikan aspirasi dalam sidang-sidang BPUPKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 11 Juli 1945, misalnya, seorang tokoh Kristen asal Maluku bernama Latuharhary memprotes Piagam Jakarta, dalam sidang BPUPKI. Ketika itu Soekarno dan KH Wachid Hasjim (bapaknya Abdurrahman Wahid), membela Piagam Jakarta. Soekarno mengatakan: “Saya ulangi lagi, bahwa ini satu kompromis untuk menyudahi kesulitan antara kita bersama. Kompromis itu pun terdapat sesudah keringat kita menetes. Tuan-tuan, saya kira sudah ternyata bahwa kalimat “dengan didasarkan kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" sudah diterima oleh Panitia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, upaya Latuharhary untuk menjegal Piagam Jakarta gagal. Tetapi, kalangan Kristen tidak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian menggunakan tangan opsir Jepang dan Muhammad Hatta untuk mengganjal Piagam Jakarta. Akhirnya, Piagam Jakarta dapat digagalkan melalui ultimatum pihak Kristen. Moh. Natsir dalam tulisannya di buku Fakta dan Data, menyebut peristitiwa 18 Agustus 1945 itu sebagai "Peristiwa ultimatum terhadap Republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan". Ia juga mengingatkan, bahwa umat Islam jangan sampai lupa akan peristiwa 18 Agustus 1945 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Natsir: “Menyambut hari Proklamasi 17 Agustus kita bertahmied. Menyambut hari besoknya, 18 Agustus, kita beristighfar. Insyaallah umat Islam tidak akan lupa.” (Lihat, Moh. Natsir dalam tulisannya berjudul "Tanpa Toleransi Takkan Ada Kerukunan", dalam buku Fakta dan Data, Media Dakwah, 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puluhan tahun Indonesia merdeka, sikap pihak Kristen terhadap Piagam Jakarta tidak berubah sama sekali. Majalah Katolik, Hidup, No. 27, Tahun 1989, memuat sebuah tulisan Pater Wijoyo S.J yang berjudul “Tiada Toleransi untuk Piagam Jakarta”. Dalam sidang-sidang Konstituante, 1955-1959, pihak Islam masih tetap memperjuangkan kembalinya Piagam Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, bahwa dalam Sidang-sidang BPUPKI, tahun 1945, mula-mula pihak Islam memperjuangkan terbentuknya sebuah negara Islam. Namun ditolak oleh golongan sekuler-Kristen. Akhirnya, seperti dikatakan Soekarno, tercapailah kata sepakat atau kompromi, yaitu Piagam Jakarta. Jadi, Piagam Jakarta adalah hasil kompromi, bukan kemenangan pihak Islam. Tetapi, dalam perjalanan sejarahnya, hasil kompromi itu pun digugat dan ditentang pihak Kristen, habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan besar-besaran sikap tokoh-tokoh Muslim di era reformasi. Pucuk pimpinan NU, Muhammadiyah, dan juga sejumlah cendekiawan terkemuka, memelopori penolakan usaha memasukkan kembali “tujuh kata” dalam UUD 1945. Para tokoh Islam in beralasan, bahwa memperjuangkan masuknya syariat Islam dalam konstitusi akan membuat bangsa Indonesia pecah belah. Para tokoh itu mencoba mengakomodir dan memahami jalan pikiran dan sikap pihak Kristen. sebagaimana yang juga dulu dilakukan saat mereka menerima ultimatum pihak Kristen melalui Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 Agustus 2000, tiga tokoh – M. Syafii Maarif, Hasyim Muzadi, dan Nurcholish Madjid -- mengeluarkan pernyataan bersama di Hotel Indonesia, yang isinya menolak upaya mengembalikan Piagam Jakarta. Judul pernyataan mereka: “Kami menolak Pencantuman Kembali Piagam Jakarta dalam UUD 1945.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan penolakan mereka adalah, bahwa “dimasukkannya kembali tujuh kata itu akan membangkitkan kembali prasangka-prasangka lama dari kalangan luar Islam mengenai “negara Islam” di Indonesia. Prasangka-prasangka in jika dibiarkan kembali berkembang, akan dapat mengganggu hubungan-hubungan antar kelompok yang pada ujungnya akan menimbulkan ancaman disintegrasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pro-kontra sikap ketiga tokoh tersebut, tampak bahwa semangat kaum Muslim untuk mempertahankan integritas negara kesatuan RI (NKRI) begitu besar. Gagasan negara Islam, Piagam Jakarta, Ketuhanan YME, didasari oleh sikap mempertahankan NKRI. Untuk itu, umat Islam bersedia mengalah, bersedia kompromi, meskipun mereka adalah mayoritas, dan sangat besar andilnya dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dan mengusir penjajah yang begitu banyak berjasa dalam menyebarkan agama Kristen di Indonesia. Itu bisa dilihat dari perjalanan gagasan dari konsep “negara Islam”, sampai akhirnya menerima “Mukaddimah UUD 1945” dengan sila “Ketuhanan YME”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, bahwa ketika Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959, Partai Islam Masyumi yang sangat dirugikan oleh Dekrit tersebut, juga menyatakan, menerima dekrit. Dalam notanya kepada Presiden RI tanggal 28 Juli 1959, Masyumi menyampaikan pernyataan: “Mulai saat in (derkit), sesuai dengan pembawaan Masyumi, maka Masyumi tunduk kepada UUD yang berlaku dan oleh karena itu merasa berhak pula untuk meminta dan dimana perlu menuntut, kepada siapa pun, juga pemerintah dan Presiden, untuk tunduk kepada UUD sebagai landasan hidup bernegara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tulisan Soedjati memberikan bukti, bahwa pihak Kristen tampaknya belum puas untuk terus menekan umat Islam Indonesia. Meskipun sudah menjadi kesepakatan semua kekuatan politik pada Sidang MPR terakhir, tokoh Katolik itu tetap melihat bahwa sila “Ketuhanan YME” pun masih menguntungkan umat Islam. Jadi sila itu perlu diubah dan dinyatakan secara tegas, bahwa Indonesia adalah negara sekuler, dan tidak ada hak istimewa apa pun yang boleh dinikmati oleh umat Islam sebagai mayoritas bangsa Indonesia. Tidak boleh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pihak Kristen memang sangat geram ketika ada kalangan Muslim yang mempromosikan gagasan demokrasi rasional-proporsional, bahwa sebagai mayoritas bangsa yang begitu besar jasanya kepada bangsa ini, seyogyanya umat Islam juga terwakili secara proporsional dalam berbagai aspek kehidupan: politik, militer, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Pemikiran yang wajar dalam sebuah kerangka pemikiran demokrasi. Seperti halnya, sekarang dikembangkan oleh kalangan aktivis perempuan, yang menuntut kuota politik tertentu di lembaga legislatif. Seorang seorang pendeta, bernama Oktavianus, menulis dalam buku “Beginikah Kemerdekaan Kita?”, bahwa "Jika ide demokrasi rasional dan proporsional diterapkan dan bukan demokrasi Pancasila, Indonesia bagian Timur tentu akan terangsang untuk memisahkan diri dari Republik." Ini adalah ultimatum seperti halnya, pada tahun 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun, kita perlu salut pada sikap “konsisten” pihak Kristen dalam menentang ide negara Islam, Piagam Jakarta, sampai sila Ketuhanan YME. Mereka konsisten, dan kokoh sikapnya. Tidak bergesar sedikit pun sejak 1945, sampai sekarang, bahkan terus maju. Ibarat jual beli, sejak awal kemerdekaan, pihak Kristen membuka harga Rp 100, dan tidak bergeser. Sementara pihak Islam, semula mengajukan tawaran Rp 100, kemudian tinggal Rp 70, dan seterusnya, sampai akhirnya muncul berbagai seruan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara sekuler, sebagaimana yang diserukan oleh pihak Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi di Jakarta pada 31 Januari 2001, bersama Nurcholish Madjid, A. Syafii Ma'arif, Ulil Abshar Abdalla, dan Ja'far Umar Thalib, saya sempat sampaikan, bahwa saya salut pada sikap pihak Kristen yang sejak awal “konsisten” dalam soal Piagam Jakarta, syariat Islam, dan sebagainya. Sementara, pihak Islam, justru kemudian bergeser jauh dan semakin mendekati sikap pihak Kristen. Ini fakta. Sekarang terbukti, bahwa sikap ‘mengalah’ dan ‘toleran’ pihak Islam itu masih tidak dianggap cukup. Sila Ketuhanan YME masih dianggap ada celah-celah yang menguntungkan Islam, sehingga perlu diubah, itu bukanlah hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Soedjati terhadap sila Ketuhanan YME dapat dijadikan bahan pelajaran, bahwa dalam satu pergulatan ideologi, politik, di Indonesia, pertarungan ideologis ini masih terus berlangsung dengan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita bahasa dalam catatan sebelumnya, kita bisa mempertanyakan, mengapa pihak-pihak Kristen begitu gencar, mempromosikan ide sekularisme ini? Betulkah di negara-negara sekuler, agama berkembang dengan baik, seperti klaim Soedjati? Ini adalah ucapan tanpa bukti yang nyata. Betapa banyak keluhan dari pihak Kristen sendiri, bahwa sekularisme di Barat, telah meruntuhkan sendi-sendi bangunan Kristen. Jika negara-negara Kristen Barat kemudian terpaksa menerima sekulerisme, itu adalah karena trauma Barat terhadap dominasi dan kekuasaan Gereja Kristen yang menindas masyarakat, atas nama agama. Sebab Paus diposisikan sebagai wakil Kristus (Vicar of Christ), sehingga boleh berbuat apa saja atas nama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sungguh tidak habis mengerti, pihak Kristen begitu benci dan takutnya dengan syariat Islam, dan sekuat tenaga menghalangi orang Islam menjalankan hukum-hukum agamanya, tetapi mereka sendiri tidak mengajukan hukum-hukum agama mereka untuk diterapkan di tengah masyarakat. Padahal, Kitab mereka, Bible, penuh dengan ketentuan dan hukum-hukum Tuhan. Mengapa? Karena mereka, orang-orang Kristen sekuler, itu sendiri sudah tidak yakin dengan agama mereka, dengan kitab agama mereka. Keraguan, ketidakyakinan mereka itu, kemudian ingin dipaksakan kepada kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kaum Muslim yang mengikuti jalan mereka, maka benarlah apa yang dikatakan Rasulullah saw, tentang fenomena Muslim yang mengikuti sunnah, jalan hidup kaum Yahudi dan Nasrani, meskipun mereka masuk ke lubang biawak sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, Soedjati adalah seorang tokoh Katolik yang sejak puluhan tahun lalu sudah punya hubungan dengan Zionis Israel. Maka, ia sangat geram ketika kaum Muslim menentang rencana pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia-Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Majalah Katolik Hidup, edisi 14 November 1999 ia menulis kolom berjudul: “Hubungan Dagang dengan Israel.” Di situ, ia mengecam politik luar negeri Indonesia selama ini yang hanya berpihak kepada Palestina. Ia menulis: “Tetapi mengapa kita hanya mendukung bangsa Palestina, dan tidak mendukung Israel? Apakah bangsa Yahudi bukan suatu bangsa yang juga mempunyai hak menentukan nasib sendiri? Kalau kita secara mutlak hanya memikirkan bangsa Palestina, lalu mau diapakan bangsa Israel? Dipunahkan sama sekali, dibuang ke laut? Kalau benar ada, pemikiran semacam itu sejajar dengan pemikiran komunis, yang mana kelas lain di luar kelas proletar (buruh) harus dimusnahkan.” Begitu tulis Soedjati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak, bahwa sebagai pakar hubungan internasional, pemikiran Soedjati sangat bias, sengaja memanipulasi sejarah. Umat Islam, dan dunia internasional, tidak mendukung Israel, karena negara Zionis itu adalah negara penjajah dan kolonial, yang terus melakukan kekejaman dan pembantaian serta pendudukan terhadap wilayah Palestina. Puluhan Resolusi PBB telah diabaikan oleh Israel. Dunia internasional tahu akan hal itu. Kristen Palestina sendiri terus menjadi korban kekejaman Israel. Beratus-ratus tahun, Umat Islam menjadi pelindung bangsa Yahudi, saat mereka ditindas dan dibantai habis-habisan oleh kaum Kristen Eropa. Semua fakta sejarah itu begitu gambling. Sikap Indonesia hingga kini jelas, berdasarkan Mukaddimah UUD 1945 yang “anti-penjajahan” maka, Indonesia menolak membuka hubungan dengan Israel, karena negara Zionis itu adalah kolonial. Tetapi, mengapa Soedjati meminta Indonesia mendukung Israel? Itulah Soedjati Djiwandono. Wallahu a’lam. (KL, 12 Februari 2004/Hidayatullah.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-6009014151894558755?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/6009014151894558755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=6009014151894558755&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/6009014151894558755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/6009014151894558755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/tokoh-katolik-minta-mukaddimah-uud-1945.html' title='Tokoh Katolik Minta Mukaddimah UUD 1945 Diganti'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-163022118050616066</id><published>2008-05-07T12:20:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T12:21:15.783+07:00</updated><title type='text'>Penebar Islam Liberal = Domba Kaum Zionis</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_25_1"&gt;&lt;!--1100--&gt;Murtadin &amp;amp; Jahiliyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 06 Sep 2005 - 1:30 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=78_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/JIL_Zionisme.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;“Peran yang dimainkan oleh orang-orang liberal, para pemimpi utopis itu, pada akhirnya akan dimainkan ketika pemerintah kita mereka akui. Sampai saat itu, mereka akan tetap melayani kita dengan baik. Oleh karena itu, kita akan terus mengarahkan pemikiran-pemikiran mereka kepada segala macam konsepsi dengan teori-teori fantastis, baru, dan nampak progresif: yang akan sia-sia, karena kita tidak akan mengisi kepala-kepala kosong para &lt;i&gt;goyim&lt;/i&gt; (istilah Ibrani bagi &lt;i&gt;orang non-Yahudi&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;gentile&lt;/i&gt; menurut istilah Latin) itu dengan kemajuan ataupun dengan keberhasilan yang sempuma; hingga tidak satu pun dari otak para goyim itu yang mampu memahami, bahwa di dalam kata &lt;b&gt;liberal&lt;/b&gt; ini tersembunyi pengertian tentang &lt;b&gt;keberangkatan untuk meninggalkan segala aspek kebenaran&lt;/b&gt;, karena hal itu bukanlah masalah tentang penemuan-penemuan materi, dan karena &lt;i&gt;kebenaran itu hanya satu&lt;/i&gt;, yang di dalamnya sudah tidak ada lagi tempat bagi &lt;i&gt;kemajuan&lt;/i&gt; (progress). &lt;i&gt;Kemajuan&lt;/i&gt; itu bagaikan sebuah &lt;i&gt;gagasan yang keliru&lt;/i&gt;, bekerja untuk &lt;i&gt;menutupi kebenaran&lt;/i&gt;, sehingga tak seorang pun dapat mengetahui tentang &lt;i&gt;kebenaran &lt;/i&gt;itu, kecuali kita, Manusia Pilihan Tuhan, yaitu wali-wali-Nya.” (Kutipan Protokol Ke-13 dari &lt;i&gt;Protocols of the Learned Elders of Zion&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Pencipta Isme-Isme&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda pernah membaca &lt;i&gt;Protocols of the Learned Elders of Zion&lt;/i&gt; (Protokol Panatua Panutan Kaum Zionis), yang lazim juga disebut &lt;i&gt;Protocols of Zion&lt;/i&gt;, maka dengan gamblang kita akan memahami bahwa para &lt;i&gt;Panatua Panutan Zionis&lt;/i&gt; di abad ke-18 –yang mereka sebut &lt;i&gt;Abad Pencerahan (Enlightment Era)&lt;/i&gt;, yang hampir secara bersamaan lahir gagasan-gagasan tentang &lt;i&gt;nasionalisme&lt;/i&gt; sebagai antithesis terhadap &lt;i&gt;feodalisme&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sosialisme&lt;/i&gt; sebagai antithesis terhadap &lt;i&gt;kapitalisme serta sekularisme&lt;/i&gt; sebagai antithesis &lt;i&gt;theokratisme&lt;/i&gt;– adalah pencipta &lt;i&gt;isme-isme&lt;/i&gt; dunia yang saling bertentangan itu. Jadi, semua &lt;i&gt;isme&lt;/i&gt; dunia yang pernah kita kenal –yang sebagian di antaranya sempat dianut oleh berbagai golongan atau partai politik di Indonesia– pada hakikatnya lahir dari &lt;i&gt;Satu Ibu Kandung&lt;/i&gt; yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mengapa mereka harus menciptakan dan mempromosikan &lt;i&gt;isme-isme&lt;/i&gt; yang saling bertabrakan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencoba mengerti hal itu, kita harus mampu memahami sistem, struktur, dan budaya yang mereka anut. Sistem yang mereka anut disebut &lt;i&gt;Fertile Crescent System&lt;/i&gt;, struktur yang mereka gunakan disebut The &lt;i&gt;Golden Triangle Structure&lt;/i&gt; dan budaya yang mereka pakai adalah &lt;i&gt;Conflict Culture&lt;/i&gt;. Artinya, konflik merupakan budaya yang terkandung di dalam sistem dan struktur yang mereka anut dan gunakan. Tanpa konflik, struktur yang mereka gunakan akan runtuh dan secara serta-merta sistem yang mereka anut pun akan hancur &lt;i&gt; (catastrophic level)&lt;/i&gt;. Oleh karena selama puluhan abad sistem peradaban yang kita anut mengacu pada &lt;i&gt;Fertile Crescent System&lt;/i&gt; – yang konon didisains oleh Raja Babylonia, Nimrod atau Namrud, 4 millennium yang lalu– maka dengan sendirinya dunia kita selama puluhan pula tak pernah damai, alias selalu terjerumus dari satu peperangan ke peperangan yang lain. Di Eropa, &lt;i&gt;Fertile Crescent System&lt;/i&gt; dikenal dengan &lt;i&gt;Labyrinth/Knossos&lt;/i&gt; dan di China disebut &lt;i&gt;San Kuo&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Kebenaran Mutlak &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita berbicara tentang kebenaran, maka tentu saja hanya ada &lt;b&gt;satu&lt;/b&gt; kebenaran, yaitu &lt;b&gt;Kebenaran&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;K&lt;/b&gt; besar &lt;i&gt;(uppercase)&lt;/i&gt; yang artinya &lt;b&gt;Kebenaran Mutlak&lt;/b&gt;. Tentu saja &lt;b&gt;Kebenaran&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;K&lt;/b&gt; besar hanya milik &lt;b&gt;Yang Satu&lt;/b&gt; pula, yaitu &lt;b&gt;Sang Maha Pencipta&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila kita berbicara tentang &lt;i&gt;‘kebenaran’&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;‘k’&lt;/i&gt; kecil &lt;i&gt; (lowercase)&lt;/i&gt;, kita akan menemukan banyak ‘kebenaran’. Nah, di sinilah para pemikir, penabur, penganjur, dan penganut Islam Liberal bermain. Bermain-main dengan &lt;i&gt; ‘kebenaran’ (‘k’ kecil)&lt;/i&gt;, tetapi mencoba menghujat &lt;b&gt;Kebenaran&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;K&lt;/b&gt; besar). Tentu saja hal itu bukan maqom-nya. Artinya tidak sepadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada cendekiawan yang melayani perdebatan dengan penganut Islam Liberal, sama dengan mereka bermain gaple, permainan akal-akalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Seorang pemain gaple yang pada gebrakan awal mengeluarkan kartu balak empat, berharap lawan-lawannya berfikir bahwa dialah memegang banyak kartu gacoan empat. Ketika lawan-lawannya menutup kedua pintu empat itu, ia senang sekali, karena pada kenyataannya kartu gacoan empatnya cuma satu itu. Tentu saja yang ‘main’ adalah kartu lain yang bukan gacoan empat. Lawan-lawannya &lt;i&gt;kecele&lt;/i&gt;, karena kartu empat yang ada di tangan mereka justeru tak pernah bisa keluar lagi, karena tak diberi kesempatan untuk muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan para penganut Islam Liberal, mereka menafikan hukum wajib menutup aurat dengan pernyataan bahwa pakaian yang tertutup merupakan budaya Bangsa Arab. Jadi, hukum menutup aurat bukan &lt;b&gt;Kebenaran&lt;/b&gt;, sehingga perintah tersebut boleh-boleh saja tidak diikuti. Apalagi sekarang ini, wanita-wanita telanjang atau setengah telanjang atau mempertontonkan pusarnya bertebaran di mana-mana. Dan, hal itu telah ‘diterima’ zaman, karena tidak ada yang protes dan banyak pula diikuti oleh kaum wanita dari perkotaan hingga ke perdesaan. Konsekuensinya, agar Islam dan al-Qur’an tetap eksis, maka Islam dan al-Qur’an harus &lt;i&gt;mengintil-ngintil&lt;/i&gt; di belakang zaman. Inilah pemahaman mengenai ‘kebenaran’ penganut Islam Liberal, yang sesungguhnya bukanlah &lt;b&gt;Kebenaran&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang cukup mengerti tentang hukum-hukum Islam, tentu saja akan mampu membaca ‘permainan gaple’ tersebut. Para &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;penganut Islam Liberal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menafikan &lt;b&gt;Kebenaran Mutlak&lt;/b&gt;. Kata mereka, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada itu Kebenaran Mutlak, yang ada adalah kebenaran relatif.” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, entah karena licik atau idiot, mereka memberikan postulat bahwa zaman ini pasti menuju kepada &lt;b&gt;Kebenaran Mutlak&lt;/b&gt;, karenanya Islam maupun al-Qur’an harus ‘mengikuti’ &lt;i&gt;(mengintil-ngintil)&lt;/i&gt; zaman. Terbuktilah bahwa perdebatan tentang ini hanya ‘akal-akalan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama persis dengan ‘akal-akalan’-nya para &lt;i&gt;Panatua Panutan Kaum Zionis&lt;/i&gt;, yang menciptakan &lt;b&gt;ide liberal&lt;/b&gt; sebagaimana yang dikutip dari &lt;i&gt;Protocols of Zion&lt;/i&gt; di awal tulisan ini. Mereka mengatakan, bahwa untuk mencapai &lt;b&gt;Kebenaran Mutlak&lt;/b&gt; harus melalui proses liberalisasi. Padahal mereka mengetahui dengan pasti, bahwa di dalam kata &lt;b&gt;liberal&lt;/b&gt; itu terkandung pengertian tentang keberangkatan untuk meninggalkan &lt;b&gt;Kebenaran yang Satu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;Kemudian, mari kita tengok postulat mereka yang lain, yakni Ummat Islam dilarang memandang dirinya sebagai masyarakat yang terpisah dari golongan yang lain. Kata ‘terpisah’ dalam hal ini dibuat tidak jelas. Para penganjur Islam Liberal menganggap wanita muslim yang mengenakan pakaian tertutup (menutup aurat) sebagai ‘memisahkan diri’ dari golongan yang lain, sementara yang mempertontonkan paha, pusar, dan sebagian payudaranya, tidak dianggap ‘memisahkan diri’ dari golongan yang lain; dan bahkan golongan kedua ini tidak dipermasalahkan, kalau tidak bisa dikatakan ‘didukung’. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://tinypic.com/deafxi.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;b&gt;PIRAMIDA ILLUMINATI YAHUDI BERATINGKAT 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pyramida illuminati bertingkat 13 ini sama dengan gambar pyramida pada salah satu sisi Lambang Negara Amerika Serikat ( The Great Seal ). Humanisme merupakan dasar bagi ajaran Illuminati-Yahudi, sedangkan puncaknya adalah Rotschile Tribunal (Dinasti Bankir Yahudi asal Inggris) yang kini "malang-melintang pula didunia Industri - Asuransi - konsultan keuangan dan perbankan di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsekuensi tidak memisahkan diri dari golongan yang lain, Ummat Islam harus menjadi bagian dari &lt;i&gt;keluarga universal&lt;/i&gt; yang berlandaskan &lt;i&gt;humanisme&lt;/i&gt;, demikian pandangan para penganut Islam Liberal. Humanisme adalah landasan ideal kaum Yahudi-Illuminati (periksa &lt;i&gt;Piramida Illuminati Bertingkat 13&lt;/i&gt;), sama dengan al-Qur’an yang merupakan landasan ideal bagi Ummat Islam dari dulu hingga sekarang dan nanti. Jadi, Ummat Islam diminta meninggalkan al-Qur’an dan menggantinya dengan &lt;i&gt;humanisme&lt;/i&gt;, agar bisa menjadi anggota &lt;i&gt;keluarga universal&lt;/i&gt;. Dengan demikian, secara induktif dapat disimpulkan, bahwa Islam Liberal sama dengan Yahudi-Illuminati. Setidak-tidaknya, penganut Islam Liberal adalah para &lt;i&gt;goyim&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;digembalakan&lt;/i&gt; oleh Kaum Yahudi-Illuminati, atau &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Domba-domba Kaum Zionis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Betul, &lt;i&gt;nggak ? &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber: Indonesia NEWSNET, Juni 2005&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://thebiggestsecretpict.online.fr/nwo/1$bill.jpg" width="550" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://thebiggestsecretpict.online.fr/nwo/bushdevilhand_tv_tn.gif" border="0" height="132" width="107" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;BACA DISINI HUBUNGANNYA ALL SEEING EYE DENGAN VATICAN - AMERICA - BUSH DLL&lt;br /&gt;SEEING IS BELIEVING&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-163022118050616066?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/163022118050616066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=163022118050616066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/163022118050616066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/163022118050616066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/penebar-islam-liberal-domba-kaum-zionis.html' title='Penebar Islam Liberal = Domba Kaum Zionis'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-6718904816710396494</id><published>2008-05-07T12:04:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T12:05:22.907+07:00</updated><title type='text'>Manuver Zionis Masuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 15 Oct 2005 - 4:40 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=821_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/xfiles/jaringan_istana.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Zionis Israel mencoba masuk Indonesia, lewat diplomasi. Dan jika benar, pemerintah telah melanggar Undang-Undang Dasar negeri ini. Sebab, konstitusi Indonesia menyatakan: menolak penjajahan dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gerakan tangan dan bahasa tubuh khas, Susilo Bambang Yudhoyono, presiden yang sedang suntuk dilanda masalah ini berkata. “Tidak ada yang gelap, karena, sekali lagi, kita ingin membantu perjuangan bangsa dan rakyat Palestina,” ujar SBY di kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia di New York, 13 September silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas adalah jawaban SBY atas gencarnya pertanyaan, mengapa diam-diam Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri Indonesia bertemu dengan Silvan Shalom, Menteri Luar Negeri Israel. Pertemuan yang aneh dan juga jawaban yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan tersebut dilakukan di sela-sela agenda sidang Persatuan Bangsa-Bangsa di markas PBB, New York. Hassan Wirajuda menerangkan, pertemuan tersebut sama sekali tidak membicarakan hubungan diplomatik. “Hanya pertemuan informal. Konteks besarnya adalah membantu perjuangan bangsa Palestina meraih kemerdekaannya,” terang Hassan Wirajuda. Sebelum melakukan jumpa pers, marak dalam pemberitaan di media asing, bahwa Israel telah mengirimkan surat dan permintaan khusus agar negara Yahudi ini bisa membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tersebut terungkap keinginan Israel agar Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, bisa lebih berperan dalam penyelesaian masalah Israel dan Palestina. Tapi anehnya, pasca pertemuan dengan menteri luar negeri Israel tersebut, SBY justru membatalkan kunjungannya ke Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, SBY dijadwalkan akan mengunjungi Palestina, Jordania dan beberapa negara Arab lainnya. Tentu saja, jika mendukung Palestina, kunjungan SBY ke tanah suci al-Aqsha akan banyak berarti bagi perjuangan Muslimin Palestina. Tapi lagi-lagi, begitu aneh, SBY malah membatalkan kunjungannya. Padahal sebelumnya, SBY telah bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas dan Wakil Perdana Menteri Palestina, Nabil Saath. Bukankah tak terlalu sulit untuk menduga, bahwa pertemuan Hassan Wirajuda dengan Silvan Shalom berpengaruh pada rencana kunjungan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar tentang masalah Israel dan Yahudi, Ridwan Saidi kepada SABILI mengatakan, bagaimana pun, pertemuan dua menteri luar negeri tersebut bukan sebuah pertemuan biasa. “Tentu ada protokol yang mengaturnya,” tegas Ridwan yang berkunjung ke redaksi SABILI pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel memang sedang giat menggaet hati negeri-negeri Muslim pasca penarikan pemukiman Yahudi dari Jalur Gaza. Beberapa negara yang sudah tergaet antara lain adalah Pakistan dan Jordania. Sedangkan Indonesia menjadi negara berikutnya yang diharapkan mendukung rencana Israel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ridwan Saidi, penarikan pemukiman Yahudi dari Jalur Gaza sama sekali hanya kamuflase saja. “Kebijakan Indonesia sejak 50 tahun lalu, kita menghendaki dan mendukung Palestina merdeka dengan Jerusalem sebagai ibu negaranya. Jerusalem adalah bagian tak terpisahkan, sebab di dalamnya ada Masjidil Aqsha, tempat suci bagi umat Islam di seluruh dunia,” tandasnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keterlibatan Indonesia secara aktif dalam proses perdamaian di Timur Tengah, ada catatan tersendiri jika alasan ini jadi hujjah. Saat ini, ada kekuatan kwartet yang sedang berperan untuk masalah Israel dan Palestina. Empat kekuatan tersebut adalah, Amerika, Uni Eropa, Sekjen PBB dan Rusia. Dengan empat kekuatan besar itu pun, jalan damai, apalagi kemerdekaan untuk Palestina, mengalami jalur yang berliku dan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasnan Habib, mantan Duta Besar RI untuk Amerika yang telah lama malang melintang dalam dunia diplomasi, punya pertanyaan sendiri tentang hal ini. Jika Indonesia terlibat, apakah akan memberikan suasana lain? Bagi Hasnan Habib, hal itu seperti menggarami lautan. “Kalau Israel tidak mau, tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang bisa memaksakan berdirinya negara Palestina,” tandas perwira tinggi dengan pangkat terakhir letnan jenderal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasnan Habib, tahu betul kekuatan lobi dan diplomasi Israel. Sebab, dalam pertemuan-pertemuan informal antarnegara, Indonesia, Israel dan India, selalu pada deretan yang sama. Bukan saja kekuatan lobi yang luar biasa, tapi kekuatan vital lain yang juga turut memperkuat posisi Israel. “Wallstreet, siapa yang menguasai? Pusat uang di Amerika itu yang menguasai orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Hasnan, Indonesia yang sedang terpuruk seperti sekarang, tak bisa berhadap-hadapan dengan Israel. Apalagi dengan harapan mampu menekan Israel. Alih-alih menekan, yang ada justru Indonesia bisa tertekan. Dan memang, Israel membutuhkan Indonesia sebagai alat propaganda. “Betata pun, Indonesia adalah negara besar di Asia Tenggara, penduduk Muslimnya terbesar juga. Itu bisa untuk propaganda,” cetusnya lagi saat ditemui SABILI di rumahnya di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, Israel sendiri sudah sejak lama menginginkan hubungannya dengan Indonesia terbuka dan secara resmi terbangun. Sebab, terbukanya hubungan diplomatik dengan Indonesia akan mendatangkan keuntungan untuk Israel, baik secara politik atau ekonomi. SBY harus konsisten dengan perjuangan diplomasi awal Indonesia untuk Palestina. Jika tidak, akan muncul reaksi dari umat Islam,” tegas Riza pada Afriadi Murwanto dari SABILI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika pemerintahan SBY merintis hubungan dengan Israel, langkah ini bisa diartikan melanggar Undang-Undang Dasar. “Kita masih mencatumkan dalam UUD menolak segala bentuk penjajahan. Saya kira selama ini Israel masih menjajah Palestina. Yang dilakukan Israel adalah penjajahan paling lama di muka bumi ini,” terang Riza Sihbudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang militer pun, Israel dan Indonesia bisa disebut mesra. Salah satunya tentang pembelian pesawat tempur Sky Hawk bekas milik Israel. Saat itu, terdengar kabar bahwa Israel akan menjual pesawat tempur bikinan Amerika tersebut. Dan Indonesia langsung menangkap kabar ini, apalagi diiming-iming dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja pembelian Sky Hawk, tapi juga pelatihan para pilot yang mendatangkan instruktur terbang dari Israel. Bahkan, ABRI kala itu, mengirim prajurit-prajurit pilihannya untuk pergi ke Israel dalam rangka latihan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya pesawat, persenjataan pasukan elit Indonesia pun, sebagian diperoleh dari hubungan dengan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dikuatkan oleh keterangan Ridwan Saidi. Menurut tokoh Betawi yang pernah menjelajah Israel ini, sejak masa Soeharto di Orde Baru, intelijen Indonesia berhubungan sangat dekat dengan intelijen Israel, Mossad. “Malah pada zaman itu, pejabat tinggi Mossad sering berkunjung ke Indonesia. Salah satu pejabat tinggi intelijen kita yang bertugas menemani pejabat Mossad kalau datang ke Indonesia adalah Ferry Palenkahu. Jadi kerja sama militer dan intelijen antara Indonesia dan Israel, benar-benar ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak berlebihan jika Jenderal Ryamizard Ryacudu mensinyalir ada puluhan ribu agen intelijen asing yang sedang beroperasi di Indonesia. Kejadian terakhir, Bom Bali II, tentu menyisakan ruang untuk teori konspirasi yang bisa berkembang. Apalagi, negara-negara asing di Indonesia, lewat kedutaannya, sering lebih dini mengetahui rencana terorisme yang akan terjadi. Dan bisa jadi, kegiatan kontra intelijen pun mereka lakukan juga di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk hubungan ekonomi, dalam sebuah situs &lt;a href="http://www.israindo.com/" target="_blank"&gt;www.israindo.com&lt;/a&gt; digambarkan lengkap dengan angka-angka yang cukup mengejutkan. Pada tahun 2002 misalnya, nilai perdagangan antara Indonesia dan Israel mencapai angka US 68,3 juta dolar. Angka yang cukup fantastis untuk negara yang dianggap sebagai penjajah oleh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situs yang sama juga disebutkan, bahwa Menteri Perindustrian dan Perdagangan Israel, Ehud Olmert sejak tahun 2001 telah mencabut persyaratan import licences untuk produk-produk dari Indonesia dan Malaysia. Kuat dugaan, ini adalah aktivitas balasan yang dilakukan Israel ketika Abdurrahman Wahid membuka jalur perdagangan resmi antar kedua negara, yang hingga kini belum dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini sangat melukai umat Islam Indonesia. Sensitivitas pemeritahan SBY, begitu rendah untuk urusan Palestina. Menurut Djoko Susilo, pakar Yahudi dan Zionisme yang kini duduk sebagai anggota DPR di Komisi I, meski informal atau apapun namanya, pertemuan Menlu Hassan Wirajuda dan Silvan Shalom, sangat menguntungkan Israel. “Sehingga, jika nanti opini publik di Indonesia sudah bisa menerima, tinggal menunggu waktu saja untuk membuka hubungan diplomatik,” ujar Djoko Susilo dengan nada khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika sudah demikian, kuku Israel, negara penjajah paling lama di muka dunia, akan semakin dalam menancap di bumi Indonesia. Hingga kelak, pemerintahan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini susah bernapas dan menyerahkan seluruh kebijakannya dalam pengaruh kekuasaan Zionisme yang durjana. Sebelum terlambat, kaum Muslimin harus memberikan warning dan terus menerus tak boleh lengah. (sabili)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herry Nurdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-6718904816710396494?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/6718904816710396494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=6718904816710396494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/6718904816710396494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/6718904816710396494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/manuver-zionis-masuk-indonesia.html' title='Manuver Zionis Masuk Indonesia'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-1820490605083954442</id><published>2008-05-07T12:02:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T12:04:11.188+07:00</updated><title type='text'>Opus Supremus, Upaya Penyusupan Freemasonry ke Indonesia</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 21 Oct 2005 - 4:30 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=911_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simak Wawancara dgn Eggi Sudjana Ketua Bidang PolKam Opus Supremus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/symbol/Opus-Supremus-s.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="150" hspace="5" width="200" /&gt;&lt;b&gt;Licio Gelli&lt;/b&gt;, seorang bankir Italia, sahabat tokoh bankir Italia pemilik dan pemimpin tertinggi &lt;i&gt;'Banco Ambrosiano,'&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Roberta Calvi&lt;/b&gt;, pada tahun 1963 bergabung ke dalam satu Loji Mason Konvensional (sejenis &lt;i&gt;Lions Club atau Rotary Club&lt;/i&gt;) pimpinan &lt;b&gt;Giodano Gamberini&lt;/b&gt;. Pada tahun-tahun berikutnya, ia mendapat mandat dari Gamberini untuk membentuk satuan tugas guna merekrut orang-orang penting di Italia, dan bahkan akhirnya juga di luar Italia hingga ke negara-negara Amerika Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berdirilah sebuah organisasi bernama &lt;b&gt;'P2 Freemason’&lt;/b&gt;, yaitu LSM rahasia yang juga dikenal sebagai &lt;b&gt;'Raggruppamento Gelli'&lt;/b&gt;. Sebagaimana yang direncanakan, LSM ini bertugas mencari tokoh-tokoh nasional dan internasional untuk menjadi anggota Freemason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa, ketika &lt;b&gt;Kardinal Albino Luciani&lt;/b&gt; terpilih dalam Sidang Konklave sebagai Paus –yang kemudian memilih nama kepausan &lt;b&gt;Johannes Paulus I&lt;/b&gt; – telah terdaftar lebih dari 100 Kardinal, Uskup, dan Pastor Katholik Roma menjadi anggota 'P2Freemason.'  Kenapa luar biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berabad-abad sebelumnya, hukum Gereja &lt;b&gt;'Codex luris Canonici'&lt;/b&gt; yang berlaku di Vatikan menyatakan, bahwa &lt;i&gt;"siapa pun anggota Gereja Katholik Roma yang menjadi anggota Freemason, tanpa kecuali, akan dikucilkan oleh Gereja"&lt;/i&gt;. Dapat dibayangkan, betapa terkejut dan sedihnya Paus Johannes Paulus I membaca sebuah dokumen yang berisi 121 nama anggota 'P2 Freemason' yang sebagian besar adalah petinggi-petinggi Gereja Katholik Roma. Lalu, siapa sajakah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita cermati beberapa tokoh Vatikan yang menjadi anggota 'P2 Freemason' dalam daftar yang dibaca oleh Paus Johannes Paulus I. Pertama adalah Sekretaris Negara Vatikan, &lt;b&gt;Kardinal Villot&lt;/b&gt;; lalu Menteri Luar Negeri Vatikan, &lt;b&gt;Mgr.Agostini Casaroli&lt;/b&gt;; kemudian Wakil Uskup Agung Roma, &lt;b&gt;Mgr. Ugo Peletti&lt;/b&gt;; Direktur Utama Bank Vatikan, &lt;b&gt;Mgr. Paul Marcinkus; Kardinal Baggio; Mgr. Donate de Bonis&lt;/b&gt;, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kardinal Villot tercatat sebagai anggota Freemason dengan nama Masonik &lt;b&gt;Jeanni&lt;/b&gt; pada sebuah loji di Zurich, tanggal 6 Agustus 1966, dengan Nomor Loji 04/3. Bahkan, Kardinal Baggio telah menjadi anggota Freemason jauh-jauh hari sebelum Villot, yaitu tanggal 14 Agustus 1957, dengan Nomor Loji 35/2640. Tak terkecuali, mantan Sekretaris &lt;b&gt;Paus Paulus VI, Mgr. Pasquale Macchi&lt;/b&gt;, tercantum juga dalam daftar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa relevansinya kita mengungkap hal itu? Perlu kita ketahui bersama, pada tahun 1984, enam tahun setelah kematian Paus Johannes Paulus I yang dianggap media massa dan masyarakat Eropa sebagai &lt;i&gt;‘kematian misterius’&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;David Yallop&lt;/b&gt; menerbitkan hasil investigasinya selama tiga tahun menelusuri kematian misterius tersebut. Kesimpulannya adalah, &lt;i&gt;“Paus Johannes Paulus I meninggal karena dibunuh menggunakan racun, dan yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut adalah ‘P2 Freemason’. Nama-nama tersangkanya adalah Mgr. Paul Marcinkus, Kardinal Villot, Calvi, Sindona, Kardinal Cody, dan Licio Gelli –yang semuanya adalah anggota ‘P2 Freemason’ dan sebagiannya ‘orang dalam’ Gereja Vatikan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Opus Supremus, Apa Itu?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Opus Supremus&lt;/b&gt; adalah sebuah LSM berbentuk yayasan yang didirikan oleh beberapa orang asing bersama beberapa orang Indonesia mantan perwira TNI/Polri, ahli hukum, ulama, aktivis organisasi, dan lain-lain. Yayasan yang didirikan di Jakarta ini dibuat di hadapan Notaris Mieske Soeryanto, SH, dengan Nomor Akta 10, pada tanggal 22 Agustus 2001. Didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor 250/yay/akm/2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Opus Supremus adalah seorang pengusaha perbankan yang bermarkas di Hong Kong, bernama &lt;b&gt;Stanislav Ivanov Velinov&lt;/b&gt;. Ia juga mengaku sebagai &lt;b&gt;agen eksklusif pabrik senjata api di China&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Velinov, pendiri lainnya adalah &lt;b&gt;Brigjen (Purn.) Mr. TNI-AL Soegiharto RGM&lt;/b&gt;, yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas; &lt;b&gt;Kolonel (Purn.) TNI-AL Anti Soemardi&lt;/b&gt;, yang menjabat Kepala Intelijen; dan mantan perwira &lt;b&gt;Korps Marinir TNI-AL Suyono MK&lt;/b&gt;, sebagai Sekretaris Jenderal. Pengurus lainnya adalah &lt;b&gt;Wawas Arles&lt;/b&gt;, sebagai Kepala Humas, dan &lt;b&gt;Eggi Sudjana&lt;/b&gt; sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Opus Supremus adalah istilah bahasa Latin, yang diterjemahkan sebagai Supreme Work atau Karya Terbaik atau Amal Soleh. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opus Supremus dimaksudkan untuk tampil sebagai sebuah LSM anti-terorism, anti-korupsi, dan anti-pencucian uang. Sungguh tujuan mulia, apalagi Opus Supremus bertekad akan menyeret koruptor-koruptor yang lolos dari jerat hukum Indonesia ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Negeri Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;Logo Opus Supremus&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/symbol/Opus-Supremus-b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="383" hspace="5" width="600" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Logo Opus Supremus sangat mirip dengan logo tradisional Freemasonry, yang dicirikan oleh adanya gambar &lt;b&gt;jangka&lt;/b&gt; dengan kaki terbuka dan sebilah &lt;b&gt;mistar siku&lt;/b&gt; yang terbuka ke atas, serta lazimnya tertera huruf &lt;b&gt;G&lt;/b&gt; di antara dua kaki jangka di atas mistar siku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Improvisasinya dapat berbagai ragam, antara lain mengganti huruf &lt;b&gt;G&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;segitiga&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;piramida&lt;/b&gt; (yang merupakan lambang &lt;i&gt;Illuminati&lt;/i&gt;) dengan gambar &lt;b&gt;mata satu&lt;/b&gt; (yang merupakan lambang &lt;i&gt;Lucifer&lt;/i&gt;). Ada juga yang menambahkan &lt;b&gt;sinar matahari&lt;/b&gt; seperti halnya pada gambar logo di atas, yang juga melambangkan Lucifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tak dapat disangkal, bahwa logo Opus Supremus sebenarnya adalah lambang Freemasonry. Bandingkan logos Opus Supremus ini dengan berbagai pola dan improvisasi lambang Freemasonry. Tidak berbeda bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini merupakan pertanda lahirnya Loji Freemason Indonesia (Indonesian Freemason Lodge) secara terang-terangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;Lambang-lambang Freemasonry&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/symbol/freemason-2b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="470" hspace="5" width="400" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;1. Lambang Freemasonry klasik yang pertama kali dipakai, berupa tiga pilar.&lt;br /&gt;2. Lambang Freemasonry tradisional dengan berbagai improvisasinya, yang tidak berbeda dari logo Opus Dupremus.&lt;br /&gt;3. Berbagai modifikasi dan improvisasi lambang Freemasonry.&lt;br /&gt;4. Lambang berbagai Loji Masonik (Masonic Lodge) Amerika Serikat.&lt;br /&gt;5. Lambang Freemason beserta mata satu sebagai lambang Lucifer (Dajjal).&lt;br /&gt;6. Lambang Freemason juga dipakai sebagai ornamen pada bross (pin) dan gesper ikat pinggang, yang juga banyak beredar di pasaran aksesoris Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;Anagram Lambang Freemason Pada Kedua Sisi Lambang Negara Amerika Serikat (The Great Seal of the United States)&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/symbol/freemason-1b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="383" hspace="5" width="600" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Terdapat kemiripan pola dasar dan hubungan struktural antara disains sisi depan (Burung Garuda) dan disains sisi belakang (Piramida Illuminati) The Great Seal dengan lambang tradisional Freemason (Jangka dan Mistar Siku). Anagram ini membentuk bidang segienam (heksagonal) terdiri atas dua segitiga (satu segitiga tegak dan satu segitiga terbalik). Apabila sudut-sudut setiap segitiga dihubungkan, maka terbentuk Bintang Segienam atau Bintang Daud (Star of David), seperti ketigabelas bintang yang terdapat tepat di atas kepala Burung Garuda The Great Seal, yang merupakan lambang identitas Yahudi. Bukankah The Great Seal benar-benar suatu karya disains cerdas dan spektakuler?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah wawancara dengan harian Kompas hari Jum'at, 18 Januari 2002, Velinov mengatakan, "Kami tengah mengumpulkan data yang berkaitan dengan kasus-kasus korupsi di Indonesia. Kami tidak ingin setengah-setengah, makanya harus disiapkan betul-betul sebelum kami ajukan ke Mahkamah International. Sebab, tanpa didukung bukti-bukti yang lengkap dan akurat, akan sia-sia saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hingga tahun 2005 ini, Opus Supremus tampaknya belum mendapatkan data yang akurat tentang kasus-kasus korupsi di Indonesia, sehingga belum ada koruptor yang diajukan ke Mahkamah Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Mengapa Kita Perlu Waspada?&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga tahun terakhir sejak didirikan, tidak satu pun kiprah Opus Supremus muncul ke permukaan, baik dalam hal penanggulangan terorisme, pemberantasan korupsi, maupun pencegahan pencucian uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;22 Agustus 2001 Opus Supremus berdiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai sebuah LSM yang bergerak di bidang penanggulangan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lebih dari &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;tiga minggu kemudian, tanggal 11 September 2001, Twin Tower WTC New York luluh-lantak ditabrak dua pesawat terbang penumpang dan sebuah sudut gedung Pentagon pun hancur ditabrak pesawat terbang serupa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;; yang ujung-ujungnya mengambinghitamkan &lt;b&gt;Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden&lt;/b&gt; dan mengorbankan rakyat dan negara &lt;b&gt;Afghanistan&lt;/b&gt;. Sungguh penciuman yang sangat tajam, para pendiri Opus Supremus mampu mengendus bahwa terorisme akan menjadi topik hangat setelah berdirinya Opus Supremus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dunia pun, termasuk Indonesia, mengamini rumor yang dilontarkan oleh &lt;b&gt;George Bush&lt;/b&gt; itu. Sayang sekali, Opus Supremus ternyata hanya seekor macan ompong, meskipun memiliki struktur &lt;b&gt;Bidang Intelijen&lt;/b&gt; pimpinan &lt;b&gt;Kolonel (Purn.) TNI-AL Anti Soemardi&lt;/b&gt;. Sebagai LSM internasional anti-teror-isme, sebelum peristiwa tabrakan itu, seharusnya Opus Supremus mampu mengobok-obok tiga server komputer dari 13 server utama yang ada di WTC New York, yang menyimpan data tentang megaskandal penggelapan pajak, yang harus dihancurkan oleh pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, bom berkekuatan besar meluluhtantakkan Bali, dan setahun kemudian sebuah bom juga menggoncang Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta, menyusul ledakan bom lainnya di Hotel JW Marriott di kawasan yang sama pula. Lalu, apa yang telah diperbuat oleh Opus Supremus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dicermati adalah kontradiksi yang menyelimuti tokoh utamanya, Stanislav Ivanov Velinov. Ia mendirikan sebuah LSM anti-kekerasan dan anti-terorisme, sementara bisnis yang digelutinya selama belasan tahun adalah perdagangan senjata api. Artinya, selama ini ia hidup dari kekerasan, yang sekarang ingin ia jinakkan melalui Opus Supremus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting untuk diwaspadai adalah logo Opus Supremus, yang terdiri atas sebuah jangka dengan kaki teruka dan sebilah mistar siku menghadap ke atas. Ini adalah pola dasar lambang tradisional Freemasonry. Selain itu, pada logo Opus Supremus juga terlukis sebuah segitiga atau puncak piramida dengan gambar mata satu, dan kepala jangka memancarkan sinar matahari. Atribut-atribut ini adalah lambang Lucifer atau Illuminati, seperti lukisan yang tertera pada sisi belakang Lambang Negara Amerika Serikat, The Great Seal (yang juga terlukis pada lembar uang kertas pecahan Satu Dolar Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan hal yang sangat luar biasa, bahwa &lt;b&gt;Stanislav Ivanov Velinov dan kawan-kawan Indonesia-nya&lt;/b&gt; berani secara terang-terangan menampilkan lambang &lt;b&gt;tradisional Freemasonry dan Lucifer atau Illuminati&lt;/b&gt; sebagai logo &lt;b&gt;Opus Supremus&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, apa dan siapa Freemasonry itu? Freemasonry adalah sebuah kelompok sangat eksklusif yang telah berkiprah selama ribuan tahun, yang kini sepenuhnya di bawah kendali Kaum Yahudi penganut Kitab Talmud (Talmudian Jewish) yang mem-&lt;b&gt;binatang&lt;/b&gt;-kan kaum selain keturunan ras Yahudi (mereka menyebut Goyim atau Gentile bagi manusia bukan keturunan ras Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencermati hal-hal tersebut di muka, &lt;i&gt;“Apakah –dengan demikian– Opus Supremus ini sebuah Loji Freemason Indonesia yang dideklarasikan secara terang-terangan?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawaban atas pertanyaan itu adalah &lt;b&gt;Ya&lt;/b&gt;, maka kita harus ekstra waspada, karena ini berarti penyusupan Freemason, yang berarti juga penyusupan Zionisme Internasional secara terang-terangan, tanpa tedeng aling-aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Tokoh PPP Merasa Dikelabui&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/eggy_sudajana1.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="150" hspace="5" width="200" /&gt;Jum’at Pagi, 15 Juli 2005, Indra Adil dari Indonesia NewsNet telah tiba di Markas Besar Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di kawasan Pasirangin, Kabupaten Bogor. Pagi itu, ia memang berjanji untuk suatu wawancara eksklusif dengan Ketua Umum/Presiden PPMI, Dr. Eggi Sudjana, SH, M.Si yang juga Anggota Dewan Pakar DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan seorang aktivis LSM terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara itu dumaksudkan sebagai konfirmasi mengenai tokoh demonstran yang pernah diklaim oleh Opus Supremus –sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional– sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan organisasi ini, sehubungan rencana NewsNet untuk menurunkan artikel mengenai Opus Supremus yang disinyalir merupakan sebuah Loji Freemason Indonesia (Indonesian Freemason Lodge). Berikut ini adalah wawancaranya, yang nampaknya lebih tepat disebut dialog daripada wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Assalamu'alaikum, Bung Eggi. Kami dari Indonesia NewsNet ingin mengkonfirmasi informasi tentang keterlibatan Bung Eggi di Opus Supremus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Wa'alaikum salam. Memangnya ada apa dengan Opus Supremus? Saya memang pernah aktif dan tercatat sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan. Tapi, itu hanya sekitar satu bulan. Setelah itu saya tidak pernah aktif lagi. Sampai sekarang, saya tak tahu lagi aktivitas dan bahkan keberadaan Opus Supremus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Sepanjang yang kami tahu, sampai sekarang sih belum ada apa-apa lagi. Kegiatannya yang pernah tercatat –setidaknya di suratkabar– justeru hanya yang di akhir 2001 dulu digagas oleh Bung Eggi; yaitu pertemuan 12 November 2001 yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam garis keras, seperti Front Pembela Islam (FPI), Pemuda Hisbullah, Hizbut Tahrir Indonesia, Majelis Jundullah, dan PPMI pimpinan Bung Eggi sendiri. Pertemuan yang diprakarsai oleh Opus Supremus ini dihadiri juga oleh para diplomat asing, kira-kira 26 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/eggy_sudajana2.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="150" hspace="5" width="200" /&gt;Eggi: Oh ya, ya…, saya ingat. Itu memang prakarsa dan upaya saya sebagai pengurus Opus Supremus. Ketika itu saya sangat tertarik dan bersimpati pada program-program mereka yang berkomitmen pada perdamaian dunia, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pemberantasan korupsi, dan money laundry. Saya kira, jika memang betul-betul [program mereka; red.] untuk hal-hal seperti itu, tentu saja merupakan niat yang mulia dan perlu didukung. Oleh karena itu, saya mempertaruhkan nama saya untuk pertemuan yang penting itu. Dan, karena saya pulalah, maka beberapa tokoh Islam garis keras itu bersedia hadir. Tetapi, saya kecewa karena saya merasa ajang pertemuan itu hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk sosialisasi Opus Supremus kepada masyarakat luas, tanpa ada tindak lanjut dari semua yang ketika itu digembar-gemborkan oleh Opus Supremus. Yang lebih penting, naluri aktivis saya mengatakan ada sesuatu yang cukup misterius dalam organisasi tersebut, tanpa saya mampu menjabarkannya. Feeling yang begitu saja muncul bahkan rasanya tanpa sebab. Karena itulah, saya memutuskan tidak aktif lagi di organisasi itu. Ada sesuatu yang penting dengan Opus Supremus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Tentu saja, Bung. Kajian kami menyiratkan begitu. Tapi, kami belum menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya mengenai aktivitas mereka. Hanya saja, kehadiran mereka bersama beberapa warganegara asing sebagai pengurus dan anggota, membuat LSM yang didirikan dan terdaftar di Indonesia ini misterius dan tidak lazim. Apalagi mereka mengaku, bahwa organisasi ini memiliki cabang di 42 negara di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Wah..., Anda serius sekali mengkaji Opus Supremus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Ah..., tidak juga. Opus Supremus kami anggap hanya salah satu sel dari sekian banyak sel kekuatan rahasia (secret power) yang dalam kajian kami sedang mencoba dan bahkan telah mengobok-obok bangsa dan negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Ada pihak-pihak yang sedang mengobok-obok kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Ah..., masa sih Bung Eggi tidak merasakannya. Sejak Reformasi, atau bahkan beberapa saat sebelum Presiden Soeharto lengser, tidak ada pemimpin kita yang mampu bertahan sampai penuh masa jabatan lima tahun, termasuk kabinet terakhir Soeharto, yang hanya seumur jagung. Di dalam tubuh partai-partai politik selalu inuncul pertarungan untuk hal-hal yang sangat dangkal, dan bahkan sekarang terjadi dalam hampir setiap partai. LSM-LSM tertentu tak henti-hentinya mengganggu jalannya pemerintahan tanpa mampu memberi opsi-opsi solusi, karena –di pihak lain– pemimpin-pemimpin kita memang tak henti-hentinya pula melakukan kekonyolan-kekonyolan kebijakan dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Militer kita tak henti-hentinya dirongrong oleh rakyatnya sendiri, karena mereka [militer; red.] sendiri tidak memiliki kekompakan dan rasa percaya diri. Tidak sedikit di antara mereka kami tengarai telah menjadi agen asing untuk menghancurkan masa depan anak-cucunya sendiri. Begitun pun intelijen-intelijen kita, yang sangat mungkin cukup signifikan jumlah personelnya telah berubah menjadi agen bermuka dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/eggy_sudajana4.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="150" hspace="5" width="200" /&gt;Bung Eggi pasti masih ingat sinyalemen Jenderal Riamizard ketika masih menjabat KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat; red.). Beliau mengatakan ada 20.000 agen asing sedang bermain di Indonesia. Itu bukan angka main-main untuk suatu penyelusupan, dan pasti masuknya mereka atas bantuan orang dalam kita. Hebatnya, seorang KSAD pun ternyata tak mampu berbuat apa-apa. Belum lagi media massa kita –yang tanpa mereka sadari– juga mengadu-domba pemimpin-pemimpin kita, mengadu-domda partai politik dan para elit partai politik. Bahkan, akhir-akhir ini, sejalan dengan berkobarnya semangat otonomi daerah, kekacauan juga terjadi hampir dalam semua Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah; red.). Permusuhan antara penganut agama dan berbagai kelompok ethnis juga selalu dihembuskan. Ledakan-ledakan bom yang tak ada kaitannya dengan kita juga terjadi di mana-mana. Kemandulan kepolisian kita, yang tak pernah tak kecolongan. Berbagai skandal perbankan dan divestasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara; red.) belum juga selesai menjadi polemik. Begitulah..., dan mungkin halaman tabloid kami akan penuh dengan daftar ketidakberesan apabila kekacauan di negeri tercinta ini satu per satu kita ungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Luar biasa analisis Anda. Lalu, apa kaitannya dengan Opus Supremus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Tidak terlalu luar biasa, Bung. Tapi, begitulah seharusnya Anak-Bangsa ini berfikir dan bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Ah..., Anda bisa-bisa aja...! Terus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Tentang kaitan Opus Supremus, mungkin ada, tapi mungkin juga tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Lho..., bagaimana itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Kami memiliki informasi tentang organisasi yang mirip Opus Supremus berkedudukan di Italia. Pemimpin organisasi itu adalah seorang bankir internasional, yang juga seorang pialang senjata kelas dunia. Keorganisasiannya bersifat internasional, bahkan sampai ke Amerika Latin. Sasaran rekruitmen anggotanya juga sama, yaitu para tokoh militer, mantan militer dan kepolisian, para tokoh agama, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Nama organisasinya P2 Freemason. P2 artinya Demi Propaganda, yaitu nama sebuah Loji Freemason Tra-disional (Traditional Freemason Lodge) di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/eggy_sudajana3.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="150" hspace="5" width="200" /&gt;Opus Supremus, meski tidak menggunakan kata Freemason, ternyata menggunakan logo –yang tak mungkin dapat dibantah– adalah lambang tradisional Freemason yang sedikit diimprovisasi sebagaimana logo-logo Loji Freemason lain di seluruh dunia; yaitu sebuah jangka yang kedua kakinya terbuka, sebuah segitiga atau piramida dengan satu mata dan cahaya matahari (Silakan bandingkan logo Opus Supremu dengan berbagai lambang Freemasonry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freemason sendiri adalah suatu organisasi rahasia paling tua dan terkuat di dunia, yang para petingginya adalah tokoh-tokoh Yahudi penganut Talmud (Talmudian Jewish; red.), tidak harus Yahudi. Dalam kiprahnya, mereka tak segan-segan meluluhlantakkan suatu negara atau pemerintahan, atau menghancurkan suatu kelompok ataupun suatu kekuatan kecil pun, yang mereka anggap akan menghalangi tugas dan pencapaian tujuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Italia, P2 Freemason disimpulkan oleh seorang investigator, David Yallop, sebagai dalang pembunuhan-pembunuhan politik terhadap Vittorio Occorsio, Giorgio Ambrosili, dan Perdana Menteri Italia Aldo Moro. Kematian Paus Johanes Paulus I pada tahun 1978, menurut David Yallop, juga karena diracun oleh orang-orang P2 Freemason, yang beberapa di antaranya justeru orang dalam Vatikan sendiri. P2 Freemason juga bertanggung jawab atas pemboman Stasiun Kereta Api Bologna pada tahun 1980 yang menewaskan 85 orang dan melukai 182 orang tanpa dosa. Kemudian, mereka juga ditengarai berada di belakang beberapa kasus pemboman lain, seperti di Pizza Fontana, Milan 1969; di kereta api ekspres The Italicus Roma-Munich, Bologna 1974; dan beberapa lainnya. Padahal, selama ini semua pemboman itu ditimpakan kepada kaum Komunis, Brigade Merah, ataupun Baader Meinhoff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P2 Freemason mungkin tidak sama dengan Opus Supremus. Tapi, beberapa kemiripan dalam personel pendirinya (seorang bankir internasional dan pialang senjata api kelas dunia), sasaran rekruitmen, sifat internasional, dan logonya yang tak mungkin dapat dibantah adalah lambang tradisional Freemasonry, sungguh sangat menantang untuk dicermati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Jadi, Anda dan Tim NewsNet salah-salah juga menghadapi kemungkinan dihancurkan, dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Sangat mungkin, bila analisis kami benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Anda tidak takut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: He... he... he..., takut dong Bung. Tapi, kalau kita lebih takut kepada mereka daripada kepada Allah, kita jadi musyrik dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggi: Wah..., kalau analisis Anda dan kawan-kawan di NewsNet itu benar, saya jadi merasa dikadalin (dikelabuhi; red.) oleh Velinov dan kawan-kawannya. Sungguh saya tidak mengetahui sejauh itu, dan –kalau begitu– sampaikan permohonan maaf saya kepada sahabat-sahabat di FPI, Hizbut Tahrir Indonesia, Pemuda Hisbullah, Majelis Jundullah. Saya sangat menyesal. Jangan lupa, sekali lagi, sampaikan permintaan maaf saya kepada saudara-saudara kita semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NewsNet: Insya Allah, Bung. Kami akan sampaikan melalui Indonesia NewsNet. Tapi, kajian kami masih belum selesai, Bung. Rekan-rekan yang tergabung di dalam Tim re-Search Indonesia NewsNet –dengan berbagai disiplin ilmu dan profesi yang tersebar luas– sedang melakukan investigasi jaringan berbagai secret power dengan segala bentuk dan kamuflasenya. Semoga analisis sementara kami tentang Opus Supremus tidak mengandung kebenaran. Maksud kami, mereka betul-betul berniat baik seperti visi dan misi yang mereka canangkan; sehingga Bung Eggi tak perlu merasa dikadalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Indonesia NewsNet Agustus 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Ridwan Saidi: Eggi Sudjana Murni Dijebak&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_islam/Ridwan_Saidi.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;BERITA di Indonesia NewsNet Edisi 02, Agustus 2005, halaman 24, berjudul Eggi Sudjana Merasa Dikelabuhi telah menimbulkan kontroversi di kalangan aktivis Islam garis keras. Banyak SMS masuk ke handphone Egi Sudjana, yang mena-nyakan hal itu. Bahkan ada yang menuduh Egi bermain mata dengan kaum Zionis. Tentu saja Egi merasa tersudut-kan dan meradang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang kiprah kaum Zionis di Indonesia, Indra Adil dari Indonesia NewsNet mewawancarai Ridwan Saidi, aktivis senior yang menjadi ikon bagi para aktivis Islam garis keras dan dikenal menguasai tentang sepak-terjang kaum Zionis di Indonesia. Wawancara gado-gado Bahasa Indonesia campur dialek Betawi itu berlangsung di Hotel Ambara, BlokM, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia NewsNet: "Assalamu'alaikum, bang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridwan Saidi: "Wa 'alaikumsalam. Ade ape nih, tumben ente kagak ade angin kagak ade ribut pengen ketemu gue.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INN: “Anginnye ade bang, ributnye emang kagak ampe kenceng, sih. Tapi bikin gerah sobat kite, Bung Egi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS: “Kenape, soal die masuk organ Freemason kayak yang koran lu muat itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INN: “Nah, itu abang tau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS: “Iye. Gue udeh konfirmasi ke Egi, keterangannye ye kayak yang dimuat Indonesia NewsNet itulah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INN: “Tapi, kenape bisa begitu bang? Kok bisa-bisanye mereka merajalela di negare kite?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS: “Nah, ente harus tau. Banyak warganegare kite yang rela menjadi anggota Freemason, mulai dari kaum intelektual, pejabat, aktivis-aktivis LSM sampai anggota TNI. Kan koran ente sendiri yang memuat beberapa mantan perwira tinggi TNI menjadi anggota Opus Supremus. Sebagian dengan sadar, biasanya karena uang dan status sosial. Tetapi, ada juga yang tidak menyadari atau terjebak sebagaimana halnya Egi Sudjana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INN: “Kok begitu beraninye ye si Ivanov Velinov?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS: “Tentu, karena ia merasa telah dan akan mendapat perlindungan dari tokoh-tokoh bangsa kita sendiri. Seperti yang ente tulis di Indonesia NewsNet yang lalu, Suyono MK, mantan perwira TNI. Dan juga nama-nama lain yang mantan perwira tinggi TNI. Khusus Suyono MK, yang juga mengaku sebagai mantan perwira TNI, saya telah cukup lama mengenal nama ini. Nama ini sangat dikenal di kalangan pengamat gerakan Warsidi, Lampung. Entah kenapa kini ia bergabung dengan Ivanov Velinov. Velinov sendiri, seorang yang mengaku sebagai banker, pialang senjata, dan berasal dari Eropa Timur, sering terlihat di Restoran Peacock Hotel Hilton. Tampaknya ia mengambil basis lobby di tempat itu. Dari situlah ia merekrut tokoh-tokoh ataupun aktivis-aktivis kita untuk menjadi anggota atau jaringan organisasinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Khusus dalam merekrut aktivis-aktivis Islam, ia melakukan cara-cara yang lebih hati-hati dan halus, karena biasanya aktivis Islam sangat peka pada orang asing, apalagi dari Eropa dan Amerika.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, menurut saya Egi memang betul terkelabuhi atau terjebak. Hal yang sama juga pernah dialami oleh seorang aktivis Islam lain, yaitu Edwin Irmansyah, yang cucu tokoh nasional Tjokroaminoto.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INN: “Kira-kira apa target Velinov?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS: “Tentu saja untuk mendapatkan agen yang mau bekerja untuknya. Karena itu, saya ingatkan kepada para aktivis Islam, jangan mudah terayu oleh agen-agen Zionis yang banyak bertebaran di negeri kita ini. Mereka bahkan kebanyakan adalah orang-orang bangsa kita sendiri. Ada yang sadar dan tidak sedikit yang tanpa sadar menjalankan program-program kaum Zionis di Indonesia. Lihatlah hasilnya, salah satu contoh adalah amandeman UUD ’45. Sekali lagi, Ummat Islam harus ekstra hati-hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INN: “Oke, terimakasih, bang. Insya Allah pesan abang ini dibaca dan direnungkan oleh para aktivis Islam. Wassalamu’alaikum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RS: “Wa’alaikum salam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Indonesia NewsNet September 2005. Dalam swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-1820490605083954442?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/1820490605083954442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=1820490605083954442&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1820490605083954442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1820490605083954442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/opus-supremus-upaya-penyusupan.html' title='Opus Supremus, Upaya Penyusupan Freemasonry ke Indonesia'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-5245854917322196934</id><published>2008-05-07T11:58:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T12:00:46.742+07:00</updated><title type='text'>Kiprah SEPILIS Sepeninggal Cak Nur</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_30_1"&gt;&lt;!--2050--&gt;Counter Liberalisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 14 Jan 2006 - 9:10 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5125_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;oleh Zainuddin Rahib&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/JIL_Pangeran1.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Sepeninggal Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang disebut-sebut sebagi pelopor paham sekulerisme, pluralisme dan liberalisme di Indonesia, para pengikut dan pengusung paham SEPILIS (akronim sekulerisme, pluralisme dan liberalisme) bukan makin surut tapi tampaknya makin subur. Sepertinya mereka memanfaatkan situasi meninggalnya Cak Nur sebagai momentum untuk lebih memberdayakan gerakan SEPILIS. Tak tanggung-tanggung mereka menyebut Cak Nur sebagai "Bapak Pluralisme dan Toleransi" serta bertekad akan melanjutkan perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Cak Nur masih malu-malu menyatakan dirinya sebagai penganut paham liberalis-pluralis, para juniornya sudah terang-terangan menyebut dirinya penganut paham SEPILIS, bahkan berani vulgar menghujat pihak yang mereka anggap tidak sejalan dengan paham mereka. (Ingat makian Ulil Abshar Abdalla terhadap fatwa MUI yang mengharamkan sekulerisme, pluralisme dan liberalisme agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama ini, sebuah kantor berita radio di Jakarta yang biasa menjadi corong Jaringan Islam Liberal (JIL) menyiarkan semacam 'Manifesto JIL', yang intinya mengajak mendiskusikan "pelbagai kemungkinan lain bagi aneka masalah keagamaan yang oleh banyak orang dianggap telah baku, tuntas, karena tidak mungkin, selain tak ada manfaatnya dipersoalkan atau ditinjau ulang. Pada hemat kami, banyak di antara ihwal keagamaan tersebut terbuka untuk direnungkan dan didiskusikan kembali. Kami menganggap banyak di antara doktrin-doktrin keagamaan tersebut yang perlu dilihat secara jernih dan tajam. Digeledah fakta-fakta sejarahnya, dilacak asal-usul dan argumen-argumen pembentukan pembakuannya, dicermati maksud-maksud pokoknya yang dapat berbeda dari bunyi teksnya di permukaan. Ditimbang relevansi dengan situasi kekinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, supaya agama sebagai sumber nilai berjalan seiring dengan kemanusiaan universal atau bahkan menjadi pedoman yang wajar dalam ilhami perilaku hidup manusia di banyak bidang, sebagai individu dan anggota masyarakat. Semua itu berlaku untuk aspek-aspek sosial atau publik muamalah agama ini, bukan segi-segi peribadatan dan tatacaranya yang merupakan urusan pribadi masing-masing dan memang bukan pusat perhatian JIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kemudian ide-ide JIL memunculkan kontroversi, itu kami pandang sebagai resiko inheren, meski kontroversi pastilah bukan tujuan kami. Sangat kami sayangkan bahwa kontroversi itu berkembang menjadi kekerasan dan fitnah. Kini JIL menjadi sasaran empuk bagi aneka fitnah. Segala ide yang dianggap nyleneh dinisbahkan kepada JIL, padahal mungkin JIL sendiri bukan hanya tak pernah berpendapat demikian tapi bahkan tidak setuju dengan ide-ide itu. JIL malah dijadikan nama generik untuk segala ide yang dipandang buruk tentang agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah nian gaya bahasa yang digunakan. Tapi keindahan bahasa saja tentu tidak menjamin kebenaran isinya. Sebab ide yang nyleneh dari salah seorang pentolan JIL, Luthfie Assyaukanie, dapat dilacak di website JIL yang melecehkan Al Quran dan para ulama yang merupakan pewaris Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagian besar kaum Muslimin meyakini bahwa al-Qufan dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara verbatim, baik kata-katanya (lafzhan) maupun maknanya (ma'nan). Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal ad-din) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formulas! doktrin-doktrin Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini merupakan upaya dekonstruksi sumber utama ajaran Islam. Dekonstruksi semacam ini sudah tergolong suatu penghinaan, karena meragukan keabsahan Al Quran. Padahal Allah sendiri secara tegas menyatakan bahwa Al Quran tidak ada keraguan di dalamnya dan Allah pun menjamin keotentikannya hingga hari kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi ide-ide nyleneh dari pentolan-pentolan pengusung JIL yang terang-terangan melecehkan Al Quran, melecehkan Nabi Muhammad, dan ujung-ujungnya menghina Islam. Ulil Abshar Abdalla, Siti Musdah Mulia, Zainun Kamal sama berpendapat bahwa perkawinan beda agama, terutama pernikahan seorang wanita Muslimah dengan laki-laki non-Muslim adalah sah menurut hukum Islam, padahal jelas-jelas di dalam Al Quran Allah melarang jenis pernikahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukidi Mulyadi memproklamirkan 'pluralisme agama sudah merupakan hukum Tuhan yang harus diterima dan 'hukumTuhan itu tak mungkin berubah lagi' (Jawa Pos, 11/1/2004). Ulil menggugat keotentikan Al Quran dan menyerang substansinya ("Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam" dalam Kompas, 18/ 11/2002). Ia juga menyatakan 'semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran', sehingga Islam bukan agama yang paling benar (Gatra, 21/12/2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumanto al-Qurtuby menyatakan dalam bukunya, Lobang Hitam Agama, adalah keliru orang menganggap Al Quran itu suci, kesucian yang dilekatkan pada Al Quran adalah 'kesucian palsu'. Hakikat Al Quran, menurut Sumanto, bukanlah teks verbal yang memuat 6666 ayat bikinan Usman melainkan 'gumpalan-gumpalan gagasan'. Tak puas hanya melecehkan Al Quran, ia juga melecehkan Nabi Muhammad dan para sahabat, bahwa 'al-Qurxan hanyalah berisi semacam spirit ketuhanan yang kemudian dirumuskan redaksinya oleh Nabi Muhammad saw', bahwa 'Nabi, para sahabat dan pengalaman komunitas Makkah dan Madinah (tajribatul Madinah wa Makkah) pada hakikatnya adalah co-author karena ikut menciptakan al-Qurxan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam memang wajib mewaspadai sikap permissif yang kebablasan, mewaspadai jalan pikiran segelintir orang yang mengaku Muslim tapi menganggap akalnya berada di atas segala-galanya. Dengan cara akal-akalan mereka menggiring Islam sebagai sumber nilai agar berjalan seiring dengan kemanusiaan universal, bukan sebaliknya agar kemanusiaan berjalan seiring || dengan tuntunan nilai-nilai Islam yang universal. Jadi, dalam benak mereka, nilai-nilai Islam bukan menjadi pedoman bagi kemanusiaan universal, melainkan harus tunduk dan mengintil-ngintil di belakang kemanusiaan universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang JIL, umat Islam tidak seharusnya hidup sebagai kelompok yang terpisah dari kelompok masyarakat lainnya. Sebagai contoh, mereka memandang Muslimah yang berbusana menutupi auratnya sebagai 'memisahkan diri' dari kelompok masyarakat lain, sementara para wanita yang berbusana buka-bukaan memamerkan bagian-bagian tubuhnya (dada, pusar, paha) tidak dinilai 'memisahkan diri' dari kelompok masyarakat lain, bahkan dianggap itulah masyarakat universal yang berlandaskan humanisme. Para pengusung Islam Liberal memang menganggap busana wanita yang menutupi aurat merupakan budaya Bangsa Arab, bukan wajib hukumnya bagi Muslimah. Luasan maknanya, umat Islam harus menanggalkan tuntunan Al Quran dan menggantinya dengan humanisme, agar dapat diterima menjadi anggota masyarakat universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan bahwa organisasi-organisasi besar Islam di negeri ini, seperti NU dan Muhammadiyah, tidak berani mengambil sikap yang tegas terhadap anggotanya hanyut dalam sikap permissif yang nyleneh. Ulil Abshar Abdalla adalah kader andalannya Gus Dur, Sukidi Mulyadi adalah aktivis muda Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini suatu kelemahan dan bila kelemahan tersebut tidak segera dibenahi, tidak mustahil akan berlaku adagium yang berbunyi: Al-bathilu bi al-nizham sayaghlibu al-haqq bila nizham - Kebatilan yang terorganisasi dengan rapi dan dikelola dengan cekatan akan mengalahkan kebenaran yang dibiarkan amburadul (amanahonline)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-5245854917322196934?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/5245854917322196934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=5245854917322196934&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/5245854917322196934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/5245854917322196934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/kiprah-sepilis-sepeninggal-cak-nur.html' title='Kiprah SEPILIS Sepeninggal Cak Nur'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-5666065331171038826</id><published>2008-05-07T11:56:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T11:57:58.996+07:00</updated><title type='text'>Kenapa kita Ngomong Emang Yahud!</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_22_1"&gt;&lt;!--0800--&gt;Sejarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 22 Mar 2006 - 10:30 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=165_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca : &lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=1898_0_1_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Wawancara Ridwan Saidi : Melacak Zionis di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/xfiles/Bapenas_zionis.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Salah satu cara orang Indonesia memuji kehebatan sesuatu adalah dengan kata, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wow, emang yahud!”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kata ini diambil dari frase bahasa Arab yahud atau yahudu yang berarti Yahudi. Kenapa yahud? Konon itu lambang yang diambil dari kecerdasan yang melekat pada orang Yahudi. Apa benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang Yahudi berarti berbicara tentang asa-usul, sejarah, taktik, dan permainan hitam sebuah etnis kutukan Tuhan. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sejarawan berpendapat bahwa etnis Yahudi pada dasarnya adalah etnis campuran antara berbagai unsur (mixed race) yang dipersatukan oleh satu nasib dan watak. Karena itu dalam Yahudi terdapat kelas-kelas seperti: &lt;b&gt;Yahudi Bani Israil&lt;/b&gt; (lahir dari ayah-ibu Yahudi), &lt;b&gt;Yahudi Aria&lt;/b&gt; (campuran Yahudi dengan Eropa dan Iran), &lt;b&gt;Yahudi Arab&lt;/b&gt; (campuran Yahudi dengan Mesir, Irak, Syiria, dan sebagainya), &lt;b&gt;Yahudi Mestiz&lt;/b&gt; (campuran Yahudi dengan Kazak (Yahudi Rusia), Turki, Cina, India, dan sebagainya), &lt;b&gt;Yahudi Falasha&lt;/b&gt; (campuran Yahudi dengan Mulat), dan &lt;b&gt;Yahudi Mulat&lt;/b&gt; (campuran langsung Yahudi dan Negro). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;SEJARAH HITAM ETNIS KUTUKAN&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup mengembara seperti kaum gypsy karena nggak punya negara. Mereka ini tersebar di Amerika, Eropa, Afrika Utara, Asia Barat, Asia Tengah, Asia Tenggara, sampai India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis Yahudi berkeyakinan bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan dan dipilih untuk memimpin dunia. Menurut ajaran &lt;b&gt;Talmud&lt;/b&gt;, kitab suci orang Yahudi, &lt;b&gt;etnis non-Yahudi (gayim)&lt;/b&gt; adalah para &lt;b&gt;pendosa&lt;/b&gt;, karenanya Tuhan mengizinkan orang Yahudi untuk &lt;b&gt;&lt;i&gt;mengambil, merampas, menindas, menzalimi, membunuh, dan atau menjajah ( 6M )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; etnis non-Yahudi demi mengembalikan keistimewaan mereka yang dirampas. Oleh sebab itu, ke mana pun orang Yahudi pergi, mereka merasa berhak menjalankan aksi 6 M itu kepada siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman para nabi, kelakuan jahat orang Yahudi dimulai dengan rencana membunuh dan membuang Nabi Yusuf (QS 12:9-19), membohongi Nabi Musa (QS 3:55), membunuh Nabi Zakaria, mengaku membunuh Nabi Isa (QS 4:157), berusaha membunuh Nabi Harun (QS 7:150), dan berkali-kali berusaha membunuh Nabi saw. Pada jaman khalifah Abu Bakar orang Yahudi memprovokasi kaum Muslimin untuk murtad, bersekongkol membunuh Umar bin Khattab, memfitnah Usman bin Affan, dan mengadu domba pengikut Ali bin Abi Thalib dengan pengikut Muawiyah. Puncak kekejian mereka terjadi ketika mereka menghina Tuhan (QS 3:181). Maka kemudian Allah mengutuk orang Yahudi menjadi kera yang hina (QS 2:65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;YAHUDI DI TANAH AIR &lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Untuk menundukkan etnis non-Yahudi di seluruh dunia, Yahudi membentuk &lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=1712_0_1_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;gerakan Freemasonry&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, sebuah gerakan rahasia yang telah menyusup ke seluruh dunia, termasuk ke negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Belanda datang ke Indonesia, orang-orang Yahudi yang bergerak dalam Kelompok Cahaya (salah satu agen Freemasonry) ikut mendompleng. Di bawah pimpinan &lt;b&gt;Sneevliet&lt;/b&gt;, pada tahun 1914 mereka melebarkan jaringan di Semarang dan Surabaya. Sneevliet berhasil memikat beberapa orang pengurus Serikat Islam cabang Semarang, di antaranya Semaun dan Darsono. Sneevliet sering diundang oleh Semaun untuk memberikan ceramah tentang sosialisme dan marxisme di gedung Serikat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Mei 1914 di Surabaya Sneevliet bersama &lt;b&gt;HW. Dekker, JA Brandstender, dan P. Bergsma&lt;/b&gt; mendirikan &lt;b&gt;Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV)&lt;/b&gt;. Semaun dan Darsono menjadi anggota ISDV pada tahun 1917 merangkap sebagai pimpinan SI Semarang. Mereka kerap melakukan kontak dengan Kelompok Cahaya Nederland. Akibatnya, Serikat Islam terpecah menjadi dua: &lt;b&gt;SI Putih di bawah komando HOS Cokroaminoto&lt;/b&gt; yang tetap berpegang pada prinsip Islam dan &lt;b&gt;SI Merah pimpinan Semaun&lt;/b&gt; yang berhalauan Sosialis Marxis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setelah diadakan Kongres Komunis Internasional ke-3 di Rusia, SI Merah berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Kelompok Cahaya, agen Freemasonry lainnya adalah &lt;b&gt;Masonik&lt;/b&gt; yang menyebarkan paham Plotisma. Paham ini menganggap semua agama benar dan kalau perlu disatukan. Dalam Islam, Masonik berhasil membentuk paham ingkar sunah (mengingkari hadis Nabi saw), &lt;b&gt;aliran Quraniyah&lt;/b&gt; (berislam berdasarkan Quran saja), &lt;b&gt;gerakan kemahdian&lt;/b&gt; (pemimpin suatu kelompok yang mengaku Imam Mahdi), paham &lt;b&gt;sekularisme&lt;/b&gt; (memisahkan kehidupan agama dan dunia), gerakan Islam campuran (mencampuradukkan Islam dengan budaya non-Islam seperti perayaan Valentine Day), dan paham Islam kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;ORBEK YAHUDI DUNIA &lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Nah sobat, kayaknya kata &lt;b&gt;“Emang Yahud”&lt;/b&gt; dipakai akibat orang-orang kita pada ngefans orbek Yahudi dunia seperti &lt;i&gt;ilmuwan Albert Einstein, sutradara Steven Spielberg, aktor dan aktris kayak Mill Broxy, Woody Allen, Bop Hope, Jerry Lewis, Neil Simon, Kare Ryener, Mickey Rony, Jack Limond, Elizabeth Taylor, Anne Prancoft, Barbara Straysand, Shelly Duval, Dyan Keton, Jill Clay Borg, Kary Fisher, Alien Prestin, Marie Killer, Suzane Anspac, Mercia Mason, Debi Reynolds, Dian Canon, Joan Woodward, Paula Brintes, Sally Calirman, Kirk Douglas, Tonny Curtis, Gary Grant, Jack Nicholas, B. Azar, Walter Mathion, George Cygal, Burt Reynolds, Jean Hackman, James Kan, Wedy S, George Rod Scott, Michael London, Ryan O’Neil, Astin Hoffman, Natalie Portman&lt;/i&gt;, en masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini berkiprah di dunia dan menjadi terkenal berkat lobi kuat Yahudi di perusahaan-perusahaan film Hollywood seperti Fox Company milik William Fox, Golden Company milik Samuel Golden, Metro Company milik Lewis Mayer, Warner Bross Company milik Harny Warner, dan Paramount Company milik Hod Dixon. Nggak heran, di Amerika 90% dari seluruh pekerja filmnya adalah orang Yahudi yang menduduki jabatan produser, editor, artis, dan kru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu lobi Yahudi di jaringan televisi internasional meliputi NBC,ABC, dan CBS. Kantor berita, penerbitan koran, majalah, dan buku yang dikuasai Yahudi adalah Associated Press (AP), The United Press International (UPI), The Times, The Sunday Time, Chicago Sun Times, City Magazine, The Daily Express, The News Chronicle, The Daily Herald, The Manchester Guardian, The Observer, Evening News, Sunday Express, New York Times, The Washington Post, The Daily News, The New York Post, New York Magazine, Vanity Fair, Time, Newsweek, Sun, Sun Time, Business Week, Random House, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, Yahudi sudah mencengkeram dunia, semua kekuatan sudah bertekuk lutut di hadapannya. Cuma satu kekuatan yang ditakuti Yahudi saat ini: Islam. Nah, apa kita masih mau ngomong “Emang Yahud!”? (Iyus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="mailto:br_oyom@ikhlas.com"&gt;br_oyom@ikhlas.com&lt;/a&gt; dalam swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-5666065331171038826?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/5666065331171038826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=5666065331171038826&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/5666065331171038826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/5666065331171038826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/kenapa-kita-ngomong-emang-yahud.html' title='Kenapa kita Ngomong Emang Yahud!'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-1390649141368718018</id><published>2008-05-07T11:52:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T11:53:15.664+07:00</updated><title type='text'>Pancasila, Zionisme dan Freemasonry</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="mailto:erossjafar@eramuslim.com"&gt;Erros Jafar&lt;/a&gt; 01 Jun 2006 - 11:45 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=2136_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mcb.swaramuslim.net/userimages/4f97f799df98.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;TANGGAL &lt;b&gt;1 Juni&lt;/b&gt; disebut-sebut sebagai &lt;i&gt;hari lahirnya Pancasila&lt;/i&gt;. Menurut Syafi’i Ma’arif, mantan Ketua PP Muhammadiyah, Pancasila merupakan karya brilian Bung Karno. Benarkah demikian? Hal itu diucapkannya pada sebuah teve swasta dalam acara memperingati Sewindu Reformasi, Mei 2006 silam. Bagaimana Pancasila dapat dikatakan sebagai karya brilian Bung Karno yang telah menggali nilai-nilai lokal kemudian diperahnya menjadi lima sila, dan salah satunya berbunyi &lt;b&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;/b&gt;, padahal hanya Islam yang Tuhannya Maha Esa. Agama selain Islam yakni Kristen (Protestan dan Katholik), Hindu, Budha dan Kong Hucu (bila diakui sebagai agama), semuanya adalah politheis, tidak Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Indonesia bergama Hindu dan animis. Ini adalah fakta sejarah. Lalu darimana dasar berargumen BK yang mengatakan bahwa ia mengambil saripati nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat Nusantara, dan memerahnya menjadi Pancasila. Padahal, animisme tidak ber-Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang Orde Baru berkuasa, kepada rakyat Indonesia ditanamkan doktrin bahwa Pancasila yang bersumber dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang di kalangan rakyat, merupakan ajaran yang tak boleh dibantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin tersebut disosialisasikan pada setiap penataran P-4. Sehingga, kalau ada yang berani mengemukakan wacana lain, pasti akan dilibas habis. Tetapi, setelah Orba ambruk, berbagai teori yang menggugat asal muasal Pancasila yang konon sakti itu, justru banyak bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara teori yang muncul itu mengatakan, bahwa &lt;b&gt;sila-sila pada Pancasila ternyata memiliki kemiripan yang tak terbantahkan dengan asas Zionisme dan asas Freemasonry&lt;/b&gt;, seperti Monotheisme (Ketuhanan Yang Maha Esa), Nasionalisme (Kebangsaan), Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab), Demokrasi (Musyawarah), dan Sosialisme (Keadilan Sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abdullah Patani, sang pemilik teori, kesamaan sila-sila pada Pancasila dengan kelima sila pada asas Zionisme dan asas Freemasonry, tidak terjadi secara kebetulan, namun merupakan proses panjang dan sistematis, dimana para tokoh-tokoh penggagas Pancasila (Soekarno, Soepomo, dan M. Yamin) sudah sejak lama menyerap nilai-nilai zionisme dan freemasonry itu. Juga Ki Hajar Dewantara, yang diklaim sebagai bapak pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Ki Hajar Dewantara sudah memasukkan paham Freemasonry melalui lembaga pendidikan Taman Siswa yang sekuler. Sejak awal Taman Siswa menunjukkan kecenderungan yang sangat antipati terhadap agama Islam. Antara lain, penolakannya untuk memasukkan pendidikan agama ke dalam kurikulum, dan menggantikannya dengan pendidikan budi pekerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno adalah murid Ki Hajar Dewantara dan A. Baars. Sebagai murid, ia patuh mengikuti teori yang dicanangkan sang guru. Bahkan, &lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;A. Baars sebagai guru Bung Karno, dikenal sebagai seorang Belanda yang menjadi anggota Partai Komunis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; pada zaman Semaun. Maka bisa dimengerti, bila Pancasila yang kemudian digagas Bung Karno, bagai bersaudara kembar dengan 'pancasila' milik kalangan zionis dan freemasonry. Apalagi Bung Karno semasa hidup menunjukkan sikap penghargaan yang tinggi terhadap pemikiran Kemal Attaturk, salah seorang anggota freemasonry dari Turki. Bahkan Soekarno cenderung meneladani Kemal di dalam menghadapi Islam, yaitu melakukan tipudaya terhadap rakyat dan ulama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Pancasila yang digagas Soekarno bersama penyair Soneta Mohamad Yamin dan Soepomo merupakan tipudaya yang sangat nyata. Melalui Pancasila, Bung Karno dan tokoh-tokoh nasionalis sekuler ini menciptakan landasan pembenaran untuk menerapkan &lt;i&gt;floatisme&lt;/i&gt; (salah satu doktrin freemasonry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud &lt;i&gt;floatisme&lt;/i&gt; pada dasarnya menisbikan nilai-nilai agama, mengambangkan keyakinan umat beragama, dan mendorong pemeluk agama mencari titik persamaan dari agama-agama yang mereka anut. Sehingga yang muncul ke permukaan bukan ajaran murni agama, namun sekedar budi pekerti, atau semacam aliran kepercayaan yang tidak mempunyai syariah meski mengaku bertuhan yang maha esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski secara formal Soekarno beragama Islam, namun dia tidak lebih dari musang berbulu ayam bagi umat Islam. Pada masa Soekarno, terjadi perpindahan agama secara besar-besaran (ribuan orang) dari Islam ke Kristen (Protestan). Bahkan pemerintahan Soekarno mendanai badan-badan misionaris Kristen untuk menyebarkan agamanya, untuk melakukan Kristenisasi terhadap umat Islam. Lebih jauh, Soekarno mengizinkan Kristenisasi di kalangan militer atas biaya pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain keberpihakannya kepada kristenisasi, Soekarno juga sangat membela komunis. Soekarno tahu, komunisme tidak bisa subur di Indonesia karena faktor Islam. Karena itu, pertama-tama yang harus dilumpuhkan adalah kekuatan revolusioner yang benar-benar hidup di masyarakat, yaitu kekuatan revolusioner Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, mengirimkan tokoh-tokoh partai Masyumi dan Syarekat Islam ke dalam penjara. Karena, mereka selama ini telah menjadi kekuatan revolusioner yang paling nyata di dalam menghadapi penjajah Belanda dan Jepang. Bila Belanda dan Jepang bisa dilawan, apalagi cuma komunisme. Langkah Soekarno selanjutnya menerapkan doktrin Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Soekarno berdalih, kita akan berhadapan dengan neo kolonialisme, neo penjajah. Untuk menghadapinya, kalangan Islam harus menjalin kerja sama dengan komunis, sehingga tercipta kekuatan yang besar. Untuk itu konsep Nasakom diperlukan. Ternyata, bahaya neo kolonialisme cuma omong kosong, hanya tipu daya Soekarno. Karena konsep Nasakom sesungguhnya hanya untuk membuat komunisme berkembang semakin pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan alasan tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa Soekarno hanya seorang penipu. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, dia telah menipu dengan memberi kesan seolah-olah Pancasila itu hasil kerja kerasnya menggali nilai-nilai yang hidup di Indonesia. Padahal, sila-sila yang diperkenalkannya itu sama dengan sila-sila yaang pernah disampaikan Mohamad Yamin pada 29 Mei 1945. Dan sila-sila itu hanya karya contekan dari asas Zionisme dan Freemasonry yang diperolehnya dari berbagai literatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, dengan mengintrodusir Pancasila, Soekarno berusaha meredam pertumbuhan kehidupan beragama yang sehat. Sebab Pancasila pada dasarnya hanyalah floatisme yang diterapkan di Indonesia dengan nama lokal. Ketiga, melalui Pancasila Soekarno membawa bangsa Indonesia menerima paham komunis, melalui doktrin Nasakom. Upaya ini akhirnya gagal total. Maka, lahirlah Orde Baru dengan semangat floatisme yang sama. Orde Baru pun tumbang. Tampaknya kedua orde yang penuh laknat itu berlanjut hingga pemerintahan Abdurahman Wahid dan Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Cedsos.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Baca di : &lt;a href="http://mcb.swaramuslim.net/index.php?section=2&amp;amp;page=-1" target="_blank"&gt;http://mcb.swaramuslim.net/index.php?section=2&amp;amp;page=-1&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-1390649141368718018?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/1390649141368718018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=1390649141368718018&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1390649141368718018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/1390649141368718018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/pancasila-zionisme-dan-freemasonry.html' title='Pancasila, Zionisme dan Freemasonry'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-8708706714584793671</id><published>2008-05-07T11:50:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T11:51:58.862+07:00</updated><title type='text'>Orde Baru, Freemason dan Pater Beek</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 05 Jun 2006 - 1:00 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=891_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;35 Tahun Sejarah Latar Belakang Politik dan Intelejen Indonesia di bawah Soeharto (Orde Baru)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;John Helmi Mempi - Umar Abduh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/xfiles/xfiles_Orba_freemason.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;BANGSA Indonesia memiliki catatan sejarah perjalanan budaya dan peradaban politik kemanusiaan yang gelap dan kelabu. Setelah republik berada di bawah rezim militeris Orde Baru Soeharto, yang dikenal dengan kebijakan politik destruktif atau program dekonstruksi terhadap masyarakat dan bangsanya sendiri selama kurun waktu tiga dasawarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, sejarah perjalanan politik dan kekuasaan rezim Orde Baru menggelar sistem kekuasaan tirani (diktator-otoriter) menerapkan rekayasa dan kekerasan yang kejam atas bangsa ini. Dimulai sejak awal peralihan kekuasaan republik ini terjebak dalam tiga skenario besar yang secara tidak langsung merupakan program berorientasi pada agenda politik Barat. Disebut demikian karena situasi dan kondisi sistem politik, sosial-ekonomi Indonesia saat itu boleh dikata sedang luluh-lantak, berantakan akibat tekanan Barat. Setelah berhasil menggulingkan Soekarno, Soeharto sukses memanfaatkan peluang dan kesempatan menapak untuk membangun kekuatan dan kekuasaan rezim militeristik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim militer Orde Baru menggelar kebijakan politik yang dikondisikan bagi keperluan masa depan politik, ambisi kekuasaan sekaligus menyesuaikan posisi Indonesia sebagai agen strategis kepentingan Barat (Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya). Sangat disadari penyesuaian politik kepentingan dan kebijakan strategis tersebut dilatari pengaruh politik-ideologi global, yaitu kekuatan Barat yang sekuler pro kapitalis. Penyesuaian terhadap kepentingan Barat tersebut dilakukan Orde Baru dengan tujuan pragmatis, demi berlangsungnya kekuasaan sekaligus memperoleh bantuan militer, pangan serta utang yang berlanjut hingga sekarang. Program penyesuaian tersebut adalah membangun &lt;i&gt;ideologi pro&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; dan secara tidak langsung menjadi kapitalistis dan anti Komunis sekaligus anti Islam melalui nasionalisme sempit ideologi Pancasila seraya merintis program destruksi-dekonstruksi terhadap peta kekuatan politik yang cenderung berkiblat kepada Demokrasi dan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kenyataan sejarah budaya dan peradaban politik 35 tahun di bawah rezim Orde baru mengindikasikan adanya &lt;i&gt;grand schenario&lt;/i&gt; yang dijalankan rezim Soeharto sejak tampil ke permukaan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menggelar politik rekayasa intelejen&lt;/b&gt; dalam rangka stigma (pembusukan, pemojokan sekaligus mendistorsi) terhadap peta kekuatan Islam, antara lain menghidupkan gerakan neo NII melalui Ali Murtopo. Dimulai sejak tahun 1966 &lt;sup&gt;&lt;b&gt;2&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; era hegemoni militer yang loyal dan berideologi militer Soehartois - Ali Murtopois terus belanjut dan gentanyangan hingga sekarang. Seluruh rekayasa intelejen Negara rezim Orde Baru dilakukan dalam rangka menjalankan pembusukan terhadap peta kekuatan gerakan Islam melalui provokasi dan adu domba, baik dalam partai atau organisasi maupun antar golongan, antar agama sekaligus menjebak masyarakat muslim masuk dalam jaringan aksi kekerasan teror, ekstremisme, radikalisme dan makar. &lt;sup&gt;&lt;b&gt;3&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Menggelar kebijakan politik buka pintu bagi masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler&lt;/b&gt; (di bawah kordinasi jaringan Freemasonry, Jessuit dan sebagainya) yang oleh kalangan Islam dianggap sebagai bagian dari program Kristenisasi di Asia Tenggara. Kecurigaan terhadap program &lt;b&gt;‘Kristenisasi‘&lt;/b&gt; itu timbul akibat dominasi para politisi dan para perwira berlatar belakang Kristen, terutama kalangan Katholik, yang menempati posisi strategis dalam jajaran birokrasi Golkar sebagai partai penguasa, dan jajaran militer Indonesia, serta dominannya &lt;i&gt;think tank&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Golkar, CSIS&lt;/b&gt; (Centre for Strategic and International Studies) sebagai &lt;i&gt;‘pemerintah bayangan’ dan merupakan kepanjangan tangan intelejen CIA, MI-6, Mossad dan Belanda maupun untuk kepentingan jaringan Freemasonry, Katholik ordo Jessuit dan sebagainya&lt;/i&gt; yang berlangsung selama dua dasawarsa pertama pada era kepresidenan Soeharto dan terus berlanjut hingga kini. &lt;sup&gt;&lt;b&gt;4&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Menggelar budaya politik totalitarian&lt;/b&gt;, melalui konsep Dwifungsi ABRI dan budaya demokrasi Pancasila-nasionalisme sempit, ekstrim dan otoriter –yang dikemas dalam konsep asas tunggal Pancasila / UUD’45 sebagai satu-satunya konsep ideologi sebagai sumber hukum dan tata nilai bangsa Indonesia. Sebuah konsep dan obsesi penyelenggaraan sistem nasionalisme dalam bentuk Negara totaliter yang sekaligus dinyatakan demokratis dan humaniter. &lt;sup&gt;&lt;b&gt;5&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketiga pilar inilah sinergi kekuasaan sipil, militer dan intelejen berhasil digelar Orde baru menjadi sebuah kekuatan dan kekuasaan yang berwujud sistem dan kelembagaan yang luar biasa, kuat dan stabil. Konsep Dwifungsi ABRI selanjutnya diisi dengan nafas militerisasi build-in melalui dua wajah yaitu &lt;b&gt;Dwifungi teritorial dan struktural&lt;/b&gt;. Dwifungsi teritorial terwujud dalam bentuk struktur birokrasi sipil dan militer yang hirarkis dan pararel dari pemerintah pusat, propinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai kelurahan/desa. Mendagri adalah pengendali hirarki birokrasi sipil yang bertanggungjawab kepada presiden. Pararel dengan hirarki birokrasi sipil adalah hirarki militer dari Dephankam/Mabes TNI, Kodam, Korem, Kodim, Koramil dan Babinsa. Menhankam dan Panglima TNI adalah pengendali utama hierarkhi militer yang bertanggung jawab hanya kepada presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwifungi skruktural yang hadir dalam bentuk kekaryaan TNI/Polri atau keterlibatan mereka dalam jabatan sipil, sehingga hampir semua jabatan sipil yang strategis dimasuki militer, baik di wilayah eksekutif (dari gubernur sampai dengan lurah/ kepala desa) maupun legislatif (MPR, DPR sampai DPRD II). Dalam birokrasi sipil terdapat pula Ditjen Depdagri, Ditsospol dan Kantor Sospol sebagai aparat intelejen sipil dan aparat ideologis untuk melakukan indoktrinasi kepada masyarakat dan regulasi terhadap aktivitas politik dan sosial. Militer selalu nimbrung dalam pengendalian pemerintahan sampai di tingkat kabupaten dan kecamatan. Mereka tampil melalui forum Muspida yang terdiri dari Bupati, Dandim, Kapolres, Kajari, dan Kepala Pengadilan, di tingkat kecamatan melalui forum Muspika yang memberi ruang bagi Danramil dan Kapolsek untuk ikut mengontrol pemerintah dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwifungsi ABRI tidak hanya merambah bidang politik dan kemasyarakatan, tapi sampai bidang ekonomi. Salah satu bentuk konkretnya berupa "premanisme". Dwifungsi ABRI menjadi ancaman dan penghalang serius bagi demokratisasi keamanan dan bahkan stabilitas sosial-politik. Analisis ini bertolak belakang dengan ideologisasi Dwifungsi ABRI yang mengandaikan ABRI sebagai stabilisator dan dinamisator. Meski pada masa Orde Baru stabilitas nasional relatif mapan, tapi bersifat semu karena lebih kuatnya budaya rekayasa politik dan intelejen diikuti dengan matinya demokrasi, merajalelanya kekerasan, dan kuatnya supremasi militer, sementara elemen-elemen sipil dalam posisi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan program inilah antara kebijakan politik pemerintah, intelejen dan militer maupun pelaksana politik di lapangan menjadi tidak bisa dibedakan. Apalagi setelah program tersebut diterapkan sampai ke tingkat Koramil-Babinsa (Badan Pembinaan Desa) dan Polsek-BINMAS (tingkat Kecamatan). Di bidang keamanan, kehadiran militer terlihat dalam realitas melembaganya intervensi Sistem Hankamrata. Semua elemen masyarakat lokal dipaksa terlibat dalam pemeliharaan keamanan dan pertahanan di wilayah masing-masing di bawah "pembinaan" polisi dan tentara. Pembentukan Babinsa, Binkamtibmas, Hansip, Kamra maupun Siskamling merupakan perwujudan dari sistem Hankamrata. Intervensi Hankamrata telah membentuk pola hubungan antara masyarakat dan "militer/polisi” dalam mengelola masalah keamanan dan meciptakan pola ketergantungan masyarakat terhadap militer/polisi di bidang keamanan dan politik serta ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini tentara dan polisi menjadi terlibat dalam penanganan masalah keamanan desa. Dalam kesadaran semu warga masyarakat, tentara dan poIisi tidak berbeda jenis profesinya, tetapi hanya berbeda tingkat semata, Polisi menangani masalah keamanan yang bersifat mikro atau masalah kriminal kecil, sedangkan tentara menangani keamanan yang bersifat makro, seperti keributan massa dan yang bersifat instabilitas sosial-poIitik di desa. Polsek melakukan pembinaan siskamling sekaligus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan keamanan warga. Koramil dan Babinsa berkutat dengan kewaspadaan terhadap kelompok yang membahayakan negara seperti bekas anggota DI-TII atau Muslim Fundamentalis (ektrem kanan) dan PKI (ektrem kiri). Pembinaan militer/tentara terhadap warga desa dalam hal keamanan berdampak melemahnya kesadaran hak dan tanggungjawab mereka dalam menangani masalah yang sebetulnya dapat diselesaikan oleh mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Strategi Campur Tangan Politik Freemasonry dan Gerakan Katholik Ordo Jessuit Dalam Politik Orde Baru &lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi kekuatan politik dan ideologis antara rezim Suharto dengan kekuatan Barat (Amerika Serikat, Inggris dan Israel) antara lain ditempuh dengan cara menggandeng dan mengakomodir masuknya organisasi &lt;b&gt;Zionis FREEMASONRY&lt;/b&gt; dengan membangun eksistensi jaringan, peran, keterlibatan  dalam pembangunan Indonesia – orde baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionis FREEMASONRY sendiri, sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI tahun 1945 mampu menempatkan posisinya secara taktis strategis di hadapan kekuatan Islam yang mayoritas. Melalui semangat nasionalisme yang dimiliki Sukarno, kekuatan dan agen FREEMASON Indonesia mampu memaksakan diplomasi politiknya terhadap tokoh-tokoh (politisi) Islam kepada satu keadaan, yaitu memberikan toleransi dan kompromi terhadap tuntutan FREEMASON untuk menerima konsep NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pengaruh nilai filosofis FREEMASONRY terhadap NKRI, Dasar Negara, Konstitusi Negara dan lambang Negara maupun Bendera Negara yang menggelar semangat aliran &lt;b&gt;“Humanisme Sekuler”&lt;/b&gt; yang secara strategis, gencar dan berkelanjutan ditancapkan kedalam pola pikir dan pemahaman di lingkungan politisi, birokrat, intelejen dan militer akhirnya berhasil mengungguli dan menggeser semangat “Spiritualisme” sebagaimana yang dimiliki politisi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ajang dan momentum kerjasama dalam hal pembinaan intelejen dan kemiliteran dengan &lt;b&gt;CIA&lt;/b&gt; (Amerika Serikat) &lt;b&gt;MI-6&lt;/b&gt; (Inggris) &lt;b&gt;MOSSAD&lt;/b&gt; (Israel) dan Belanda rekrutmen jaringan agen FREEMASONRY terhadap tokoh dan kader intelejen / militer Indonesia berjalan dan mengakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak lanjut dari pergeseran falsafah, paham dan makna Revolusi, Kemerdekaan, NKRI, Dasar Negara, Konstitusi Negara dan lambang Negara maupun Bendera Negara dari Islam ke Sekuler di zaman orde lama Sukarno, dan pengaruh kekuatan FREEMASONRY semakin memperkuat dan mempertegas, baik dalam hal kepentingan maupun eksistensi jaringannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era orde baru Suharto, FREEMASONRY turut berhasil mengendalikan jalannya kekuasaan rezim Suharto melalui kader-kader FREEMASONRY yang berjubah ordo Jesuit, di bawah Frater Beek. Menurut penuturan beberapa mantan intel senior baik yang berlatar sipil maupun Angkatan Darat dan mantan kader Beek, Suharto sendiri diyakini sejak masih menjadi perwira menengah sudah menjadi anggota FREEMASONRY jalur Belanda Frater Beek SJ, &lt;sup&gt;&lt;b&gt;6&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; sehubungan dengan posisi sang istri, Tien Suhartinah yang lebih dahulu direkrut dan menjadi ummat Katholik ordo Jessuit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berpangkat pamen, Suharto telah menjalin hubungan dengan Liem Sioe Liong dan nama-nama lain yang akhirnya berperan menjadi agen FREEMASON yang berjubah Lions Club dan Rotary Club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika krisis politik di Indonesia di bawah Sukarno memanas, baik akibat komunisme maupun provokasi Inggris terhadap Malaysia, kader-kader FREEMASON yang ada di militer dan dinas intelejen Indonesia seperti Soeharto, Yoga Sugama, Ali Murtopo, Soedjono Humardani, Pitut Suharto, Benny Murdani dan Hendropriyono justru menjalankan agenda politik CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan missi politik, militer dan intelejen Indonesia di Kalimantan Barat (PGRS/Paraku) bentukan BPI di bawah Subandrio dalam rangka berkonfrontasi dengan Malaysia justru merupakan kemenangan telak para jenderal FREEMASON Indonesia. Giliran selanjutnya, atas bantuan dan petunjuk CIA, para agen FREEMASON Indonesia merancang skenario bagi penggulingan Sukarno sekaligus memberangus tokoh-tokoh dan organisasi komunis di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil menjalankan skenario pemberontakan PKI, dan para jenderal kader FREEMASON tersebut secara leluasa merancang berbagai program konspirasi dengan agen FREEMASON yang sudah disiapkan sejak lama di Indonesia seperti melalui organisasi gereja Katholik seperti ordo Jessuit, ordo Carmel dan sebagainya, demikian halnya dengan organisasi gereja Protestan seperti Bethani, Al-Shadday dan Nehemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah konspirasi kekuatan politik dan ideologis Katholik Jessuit di bawah Frater Jopie Beek SJ dengan militer di masa Orde Baru di bawah Soeharto, berhasil membangun dikotomi, semangat kebencian dan permusuhan yang mendalam antara kekuatan ideologi, massa dan komunitas politik Islam dengan Kristen (Katholik dan ordo-ordo yang dimilikinya, Protestan dan ordo-ordo yang dimilikinya dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dan sikap kekuatan politik ideologi Katholik ordo Jessuit yang dimotori Frater Jopie Beek SJ yang telah menempatkan diri sebagai pihak yang anti (menentang dan memusuhi) kekuatan politik ideologi Islam, dimanfaatkan dengan baik oleh pihak militer Orde Baru sebagai ajang latihan sekaligus praktek operasi intelejen. Modal konspirasi dengan kalangan Katholik Jesuit selanjutnya diimbangi dengan gelar konspirasi dengan kekuatan ideologi Islam gerakan politik berlatar konstitusional (masyarakat partai Masyumi) dan yang berlatar politik inkonstitusional dan konfrontatif (masyarakat gerakan fundamentalis Negara Islam Indonesia dan yang sejenis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi terhadap dua kekuatan ideologi dan politik keagamaan yang bertentangan tersebut membawa implikasi terhadap prinsip baku bagi kinerja dan operasi intelejen Indonesia. Frater Jopie Beek pun ternyata sepakat terhadap kiat dan modus provokasi terhadap bahaya Islam bagi kaum minoritas Katholik, Protestan dan sebagainya, demikian pula sebaliknya provokasi dan agitasi pihak militer dan intelejen terhadap kalangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, militer dan operasi intelejen memberikan proteksi serta kemudahan terhadap program Kristenisasi dan berbagai hal yang dapat menyulut rasa benci dan kecewa kalangan Muslim. &lt;b&gt;Terhadap kalangan muslim, militer dan intelejen membeberkan semangat anti Islam dari kalangan Katholik Jesuit yang sangat pro dan mampu mengendalikan militer dan Orde Baru dengan segala rencananya,&lt;/b&gt; baik jangka pendek dan jangka panjang. Bahan permainan inilah yang akhirnya menjadi &lt;i&gt;trade mark&lt;/i&gt; gaya penetrasi dan infiltrasi intelejen terhadap berbagai gerakan yang hendak dijaring, dikendalikan dan kelak pasti dihancurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Frater Jopie Beek SJ Menurut George Junus Aditjondro (Mantan kader Beek, dalam organisasi Jessuit Indonesia - Kasebul)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Orde Baru, komunitas Katholik di Indonesia sangat berada di bawah pengaruh pemikiran dan sikap politik Pater J. Beek, seorang Jesuit berkebangsaan Belanda yang sangat anti Komunis dan anti Islam, sudah memimpin Kursus Kader Katholik (KKK) sejak sebelum keberhasilan kudeta militer di bawah pimpinan Soeharto tahun 1965-1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beek juga berperan dalam menaikkan Soeharto ke kursi kepresidenan tahun 1968 dengan salah satu sebab adalah istri Soeharto (Tien) beragama Katholik. Sejak kemunculan Soeharto, Beek berhasil mendekatkan diri dengan sang jendral melalui dua orang Asisten Pribadi Soeharto, yakni Jendral Ali Murtopo dan Jendral Soedjono Hoemardani, masing-masing didampingi oleh Yusuf dan Sofyan Wanandi, dua orang kader Pater Beek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan Beek dengan tentara didasarkan pada strategi &lt;i&gt;‘pilihlah yang terbaik di antara yang jelek’ (minus malum)&lt;/i&gt; yang dianutnya, disebarkannya di kalangan kader-kader organisasi-organisasi massa Katholik di Indonesia. Setelah gerakan Komunis di Indonesia dihancurkan tentara, berdasarkan catatan sejarah, Beek melihat ada dua ancaman yang dihadapi kaum Katholik di Indonesia. Kedua ancaman itu sama-sama berwarna hijau, yaitu Islam dan militer. Namun &lt;b&gt;Beek yakin, ancaman militer bisa dinilai lebih kecil (minus malum) dibandingkan dengan ancaman gerakan politik Islam&lt;/b&gt;, karena PKI dalam sejarahnya ternyata dibentuk oleh anggota Syarikat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pikiran itulah Beek merangkul tentara melalui program KASEBUL (Kaderisasi Sebulan/Kawan Sebulan) dan program Teologi Pembebasan bagi kader-kader Katholik di daerah Jogjakarta, Salatiga, Semarang dan Jakarta Timur. Pembentukan Golkar dan ormas-ormas yang berafiliasi ke Golkar, selama dasawarsa pertama Orde Baru didominasi kader-kader didikan KKK dan Kasebul, yang diarahkan oleh CSIS &lt;i&gt;(Centre for Strategic and International Studies). &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Katholik menerapkan strategi “satu mata uang dengan dua sisi yang berbeda”. Di satu kelompok Jesuit, Beek menerapkan politik anti komunis dan anti Islam, di kelompok yang lain Beek menerapkan strategi merangkul kelompok kiri dan bersahabat dengan kelompok Islam. Umumnya kelompok ini berasal dari ordo PROJO yaitu ordo lokal yang lahir dan berkembang di wilayah pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader-Kader Beek pada tahun 70-an banyak direkrut sebagai anggota OPSUS. Kader-kader Beek yang masih aktif hingga saat ini adalah &lt;b&gt;Frans Magnis Soeseno, Harry Tjan Silalahi, Sofyan Wanandi, Julius Darmaatmadja&lt;/b&gt;, dll. Beek terlihat terakhir oleh Kader PRD pada saat latihan militer bersama dengan kelompok Moro dan NPA di Philipina pada tahun 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Philipina Beek terlihat aktif membantu mengkosolidasikan kelompok-kelompok Komunis dan Muslim untuk melawan Rezim Marcos. Proses yang dilakukan Beek persis sama dengan proses yang terjadi di Amerika Selatan, di mana gerilyawan-gerilyawan Sandinista dan kelompok kiri lainnya dibentuk dan dibantu pihak Gereja Katholik ordo Jesuit, untuk melawan pemerintah. Organisasi Operasi Jesuit di Amerika Selatan dikenal dengan sebutan organisasi “BLACK POPE”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya &lt;b&gt;Jesuit bukanlah sebuah Ordo tetapi merupakan sayap militer dari Vatikan&lt;/b&gt; terlihat dan dari catatan sejarah sejarah pembentukan Orde Jesuit. Metode KASEBUL adalah metode pelatihan militer, kader-kader tesebut dilatih dan di bawah pengawasan pihak Militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentor-mentor KASEBUL berasal dari Militer yang beragama Katholik. Menurut pengakuan beberapa anggota KASEBUL Angkatan tahun 90-an, &lt;b&gt;pembukaan kaderisasi dilakukan oleh Benny Moerdani&lt;/b&gt;, yang dikenal dengan sebutan “Omm Seram” oleh kalangan Katholik. Beberapa Jendral yang menjadi Mentor KASEBUL di antaranya: Brigjen (Purn) Ingnatius Soeprapto, Mayjen (Purn) Ignatius Pranowo dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk memusuhi Islam politik dan bermesraan dengan militer itu sejak awal sebetulnya sudah ditentang banyak rohaniwan dan cendekiawan Katolik, seperti Chris Siner Key Timu yang selanjutnya masuk dalam kelompok &lt;b&gt;Petisi 50&lt;/b&gt;, Romo Mangunwijaya yang sangat akrab dengan almarhum Kiai Hamam dari Pesantren Pabelan, Muntilan, dan Jesuit-Jesuit lain, seperti Romo Danuwinata dan Pater Dahler, yang kemudian menyelenggarakan kursus-kursus politik bagi kader-kader gerakan mahasiswa Katholik yang lebih terbuka dan bersikap kritis terhadap militer dan para pemilik modal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kader dan sahabat Romo Mangun, Romo Danuwinata, dan Pater Dahler terjun aktif dalam aksi-aksi pro-demokrasi di Indonesia sejak dini sampai saat penumbangan rezim Soeharto, mulai dari gerakan anti-Taman Mini tahun 1971 sampai dengan gerakan mahasiswa menentang SI MPR November 1998, di mana sejumlah mahasiswa Unika Atma Jaya gugur. Namun sampai saat Soeharto menyadari bahwa kedekatannya dengan kelompok ‘Katolik kanan’ bahwa strategi itu menjadi duri dalam daging dalam hubungannya dengan gerakan Islam politik di Indonesia, antara Soeharto dan kelompok di seputar CSIS terjadi simbiose mutualistis yang sangat akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para jendral dan politisi yang termasuk pendukung CSIS akhirnya mudah mendapatkan promosi, para pengusaha yang rajin mendukung kebutuhan keuangan CSIS mudah mendapatkan konsesi-konsesi bisnis, sementara tokoh-tokoh Katolik penentang Soeharto malah dipecat dari lembaga tempat mereka bekerja akibat tekanan aparat negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris Siner Key Timu, misalnya, dipecat dari kedudukannya sebagai Pembantu Rektor III Unika Atma Jaya Jakarta. Sementara Romo Danuwinata diberhentikan dari Sekretariat MAWI, yang sekarang telah berubah menjadi Kantor Wali gereja Indonesia (KWI), setelah ia aktif mengembangkan pemikiran-pemikiran pedagogi dan teologi pembebasan dari Amerika Latin di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semenjak Soeharto mulai berbulan madu dengan tokoh-tokoh cendekiawan Islam yang terhimpun dalam ICMI, dan menunaikan ibadah Haji, melalui aparat intelejen militer Soeharto mulai memusuhi kalangan CSIS, dan menuduh kedua bersaudara Wanandi, Jusuf dan Sofyan, berkolusi dengan PRD dalam kasus ledakan bom di Tanah Tinggi, Jakarta. &lt;sup&gt;&lt;b&gt;7&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan dampak moral, politik dan piskologis akibat doktrin Beek terhadap kalangan Katholik yang berkonspirasi dengan militer-Ali Murtopo, Aditjondro juga mengingatkan tentang korelasi kemungkinan tetap berlanjutnya kebijakan militer yang masih menjalankan politik intelejen untuk menciptakan semangat dan mental fundamentalisme, zona dan akar konflik etnis maupun keagamaan dalam masyarakat bangsa Indonesia, George Junus Aditjondro menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pater Beek memang sudah lama meninggal dunia, dan program kaderisasinya sudah lama mati karena ditinggalkan atau disaingi oleh kalangan Jesuit yang non konservatif maupun oleh tokoh-tokoh awam Katholik lainnya di luar CSIS. Dengan meninggalnya Ali Murtopo, dukungan terhadap CSIS juga semakin memudar, apalagi ketika basis dukungan terhadap Golkar bergeser dari kalangan Katholik ke kalangan HMI, berkat orang-orang seperti Abdul Gafur dan Akbar Tanjung. Walau sejauh ini tidak ditemukan bukti mengenai latihan kemiliteran namun praktek-praktek kaderisasi eksklusif semacam ini, dan prasangka-prasangka penuh bias yang ditularkannya adalah amat buruk, dan bertentangan dengan program penguatan masyarakat sipil. Ini adalah praktek-praktek yang tidak boleh diulangi lagi pada masa yang akan datang. Tidak mengherankan pula jika kursus-kursus kaderisasi yang eksklusif semacam ini tidak mungkin akan digerebek oleh aparatus Negara di era kepemimpinan Jendral Murdani misalnya, karena diselenggarakan dengan sepengetahuan mereka. Menurut data lapangan hal ini dilakukan juga untuk konflik di Poso, Maluku dan rencana mendatang di Pontianak.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sejumlah kalangan mengatakan, &lt;b&gt;kedekatan Soeharto dengan sejumlah jenderal yang beragama Kristen, khususnya Maraden Panggabean dan Benny Murdani, bukanlah indikator bahwa jenderal-jenderal itu merupakan pimpinan, otak, atau pendukung suatu ‘gerakan fundamentalis Kristen yang ingin mendirikan negara Kristen Raya’.&lt;/b&gt; Tapi itu sekedar pilihan politis sang diktator selama dalam dua dasawarsa pertama kekuasaannya, ketika ia menganggap bahwa para perwira dan birokrat yang beragama Kristen merupakan alat pendukung kekuasaannya yang paling setia. Begitu juga anggapan sang diktator terhadap umat yang tergabung dalam gereja-gereja Kristen –baik Katolik maupun Protestan– di Indonesia (sampai sejumlah pimpinan gereja mulai membangkang, seperti kasus HKBP yang sudah disinggung di depan, didahului oleh para pimpinan gereja di Papua Barat dan Timor Lorosae).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai prasangka bias, bahkan cenderung sesat-pikir mungkin juga dipengaruhi oleh pengamatan yang keliru tentang besarnya peranan gereja dalam perjuangan menegakkan hak-hak asasi manusia di Timor Lorosae dan Papua Barat, apalagi dengan kemerdekaan politik (kemerdekaan ekonomi belum) yang telah dicapai di Tilos. Ini sama sekali bukan indikasi bahwa Tilos telah menjadi “negara Kristen”, khususnya lagi, “negara Katholik”. Anggapan demikian malah menafikan peranan para pemuda Tilos keturunan Arab yang beragama Islam dalam perjuangan kemerdekaan itu, mengikuti jejak Mar’ie Alkatiri, Sekjen FRETILIN yang kini menjadi Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan Gereja Katolik yang cukup menonjol dalam perjuangan kemerdekaan Tilos, terutama dalam dasawarsa terakhir, selain karena figur Uskup Belo, juga didorong oleh faktor politik bahwa hanya rumah ibadahlah dan organisasi agama yang masih dapat beroperasi dengan relatif bebas di masa penjajahan Indonesia, berkat pengakuan adanya agama yang diakui secara resmi, dan juga karena warganegara Indonesia harus memilih satu di antara ke-4 agama yang diakui secara resmi (sekali lagi, Katolik dan Protestan bukan dua agama, tapi dua gereja yang didasarkan pada agama yang sama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemerdekaan politik tercapai peranan politik Uskup Belo langsung merosot, dan juga jumlah orang muda yang menghadiri ibadah di gereja juga merosot drastis. Hampir serupa keadaannya di Papua Barat, di mana berkat dukungannya yang kuat pada hak-hak asasi orang Papua, kedua gereja yang sudah lebih berakar di Tanah Papua, yakni Gereja Katolik dan GKI di Tanah Papua, juga sering dituding sebagai pendukung gerakan Papua merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seperti di Tilos, kemerdekaan juga menjadi aspirasi sejumlah pemuda Papua beragama Islam di daerah Fakfak dan Kepulauan Raja Ampat, yang mengalami Islamisasi oleh Kesultanan Tidore ratusan tahun yang lalu. Sekjen Presidium Dewan Papua, Taha al-Hamid, adalah salah seorang di antara mereka. Namun dengan licik ia sekarang dirangkul Yorris Raweyai, tokoh Papua binaan Cendana, yang berusaha mengempeskan gerakan kemerdekaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, tidak pernah ada cita-cita para nasionalis Papua itu untuk mendirikan “negara Kristen Papua”, walaupun nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Kristen tentu saja mengilhami para nasionalis Papua yang memperjuangkan kemerdekaan negeri mereka. Ini semua perlu dibeberkan, untuk menunjukkan tentang betapa menyesatkannya propaganda yang dalam brosur LJ/FAWJ, misalnya, dalam rekrutmen orang-orang muda dari Jawa, yang sangat miskin pengetahuan sejarah tentang berbagai pergolakan di Kepulauan Nusantara bagian Timur, lalu mencekoki mereka dengan sebuah teori konspirasi yang tidak punya dasar ilmiah walau sebesar biji zarrah pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Pater Jopie Beek SJ menurut Richard Tanter&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pater Beek, adalah seorang misionaris Jesuit, yang meninggal tahun 1986/1987 (?), Beek menanamkan pengaruh (doktrin) yang cukup kuat di kalangan Katholik, khususnya kalangan Katholik etnis Tionghoa pada periode akhir Demokrasi Terpimpin maupun pada awal Orde Baru; banyak di antara kadernya yang kemudian menduduki pos intelijen. Beek beralih menjadi warga negara Indonesia pada sekitar tahun 1970-an, ketika pemerintahan Orde Baru menawarkan paket yang serupa pada sekitar 50-an misionaris asal Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar periode ini, ia menanggalkan nama “van” yang diwarisi dari orangtuanya; bahkan mungkin lebih awal lagi. Pengaruh utamanya dijalarkan lewat kursus-kursus yang ia selenggarakan bagi kaum muda Gereja, dengan memanfaatkan dana-dana dari paroki maupun diosis, atau pun bahkan dari sumber-sumber luar negeri (termasuk Australia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beek mengawali proyeknya di tahun 1950-an, bersama dengan sejumlah kecil Jesuit lainnya, termasuk Pastor Melchers dan Djikstra; kesemuanya ini yang memiliki pengaruh cukup besar dalam percaturan politik di Indonesia. Di mana masing-masing menata jaringan yang serupa dengan ‘kerajaan’ personal, tetapi dalam wilayah yang berbeda dan tetap saling berkoordinasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara pribadi, Beek adalah seorang yang menimbulkan kesan kuat, yaitu seorang yang powerful, sanggup menghadirkan visi yang artikulatif, berkenaan dengan peran Gereja dalam masyarakat. Beek Seorang yang menarik dan mudah merebut kepercayaan secara personal. Seorang yang sangat aktif, senantiasa melibatkan dirinya dalam rentang aktivitas yang sedemikian luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode menjelang peristiwa 1965, Beek sudah mengantisipasi soal perebutan kekuasaan oleh kaum Komunis dan ia terlibat dalam persiapan gerakan Katholik bawah-tanah. Dalam periode akhir Demokrasi Terpimpin, Djikstra juga terlibat dalam ormas-ormas Pancasila yang anti-Komunis. Beek dan sekutunya dalam gerakan ini membangun koperasi-koperasi berbasiskan di desa, koperasi simpan-pinjam, bank, dlsb. Tiap jaringan komunitas tersebut memiliki koordinator untuk masalah-masalah social. Partai Katolik Republik Indonesia (PKRI) juga menjadi basis gerakan serta aktivitas kader-kader mereka. Fokus utama Beek adalah pada pelatihan bagi aktivitas-aktivitas semacam itu, dan bukannya keterlibatan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi Beek pribadi atas peran Gereja, Gereja harus berperan dalam mengatur Negara kemudian mengalokasikan orang-orang yang tepat untuk bekerja di dalam dan melalui negara. Dalam hal ini ia menuai sejumlah penentangan dari simpatisan Jesuit pada umumnya yang berusaha untuk mengkonstruksi organisasi-organisasi berbasiskan komunitas yang berada di luar negara. Ia juga mendapatkan tentangan dari serikat-serikat lainnya maupun kaum awam yang tidak sepakat dengan akvitas politik Beek yang terlalu mencolok, maupun dukungan Beek atas pemerintahan Soeharto, dan secara lebih khusus lagi atas segmen khusus di dalamnya pada tahun 1970-an, yakni arus OPSUS-GOLKAR.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi Beek, ada dua musuh besar baik bagi Indonesia maupun bagi Gereja adalah Komunisme dan Islam, di mana ia melihat keduanya memiliki banyak keserupaan: sama-sama memiliki kualitas ancaman. Pasca 1965, posisi militant yang anti-Islam digaungkan dengan arus dominan yang berlaku dalam kepemimpinan Angkatan Darat ketika itu. Indonesia yang diidealkan Beek adalah Indonesia yang nasionalistik, non-Islamik, dengan golongan Kristen mendapatkan tempat yang istimewa, sambil mendukung pemerintahan bergaya GOLKAR. Pemihakan semacam ini dibenarkan Beek, dengan dalih sungguh pun banyak kesalahan yang dibuat oleh Soeharto, watak Komunis maupun Islam yang tidak dapat diterimanya, membuatnya tidak bisa memilih lain, selain memberikan dukungan atas &lt;i&gt;the lesser evil. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan aktif Beek pada masa itu secara fisik dalam demonstrasi-demonstrasi di jalan raya Jakarta, sehingga nyaris menyelubungi latar-belakangnya sebagai orang asing. Beek pernah terlibat secara sangat aktif dalam rivalitas pada tahun-tahun sebelum maupun pasca 1965, antara arus kelompok intelijen Katholik dengan arus kelompok PSI yang juga terlibat dalam aktivitas-aktivitas intelijen bawah-tanah (Aktivitas-aktivitas PSI ini juga melibatkan sel-sel yang diasosiasikan satu jaringan dengan Prof. Soemitro, di mana salah-satu anggotanya adalah Soe Hok Gie).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beek menyelenggarakan kursus-kursus satu-bulanan secara reguler, bagi mahasiswa, aktivis, maupun kaum muda pedesaan. Dengan menghadirkan pastor maupun rohaniwan, sebagai bagian dari program kaderisasi; pelatihan ketrampilan kepemimpinan, kemampuan berbicara di hadapan publik, ketrampilan menulis, ‘dinamika kelompok’, serta analisis sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, kursus-kursus tersebut mengambil model campuran, perpaduan dari teknik-teknik pendidikan Jesuit dan Komunis, berbasiskan disiplin-diri yang kuat. Kursus/pelatihan-pelatihan ini diselenggarakan dengan pendekatan yang amat brutal atas para pesertanya: para calon kader bahkan kerap kali diharuskan saling menghajar/memukul rekan-rekan sepelatihannya sendiri, dihina dengan keharusan merangkak di lantai yang penuh dengan kotoran, sesi-sesi harian yang panjang penuh dengan umpatan/caci-makian, melontarkan kritik atas kelemahan sesama peserta, dibangunkan secara mengejutkan di tengah malam buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari-hari yang melelahkan, dalam jam tidur yang amat pendek, dan lain sebagainya, hasil akhirnya adalah: menjadi seorang kader yang sepenuhnya setia, patuh kepada Beek secara personal; menjadi orangnya Beek seumur hidup, yang bersedia melakukan apa saja baginya. Ketika para kader itu dipulangkan ke habitat asalnya, orang-orang muda ini kemudian diminta untuk menghasilkan laporan bulanan atas segala hal yang mereka dengar, lihat di dalam organisasi masing-masing, yang dilakukan untuk Beek dan demi Beek seorang. Secara bertahap Beek membangun untuk kepentingan dirinya, sebuah jaringan-kerja intelijen personal. Bagi pimpinan-pimpinan Gereja yang mendukung program Beek, maka hasilnya tentu akan memuaskan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1960-an, Beek mendapatkan tugas untuk melatih guru-guru di Irian Jaya, sebuah wilayah dengan mayoritas Kristen, dalam rangka mempersiapkan voting bagi penentuan nasib Irian Jaya. Dalam hal ini, maupun dalam sekian banyak aktivitas lainnya pada periode ini, Beek amat erat terlibat dengan OPSUS-nya Ali Moertopo; &lt;sup&gt;&lt;b&gt;8&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;  khususnya melalui &lt;i&gt;Center for Strategic and International Studies&lt;/i&gt; (CSIS), beserta dengan dua pengikutnya utamanya: Harry Tjan Silalahi dan Jusuf Wanandi (Liem Bian Kie). Sepanjang periode ini secara reguler Beek mensirkulasikan paket dokumen yang berisikan laporan-laporan berkenaan dengan peristiwa maupun aktivitas-aktivitas tertentu, beserta paket analisis sosial, dan garis aksi/tindakan yang perlu dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Beek mungkin tidak memiliki keterlibatan personal dalam aspek-aspek yang lebih teknis dalam aktivitas OPSUS pada masa itu, namun logika dari posisi yang dipropagandakannya, secara tidak langsung telah mendatangkan kebutuhan, jika perlu menerabas batasan-batasan hukum (melanggar hukum) demi mencapai tujuannya. Metode-metode yang diperkenalkannya selama kursus kaderisasi tentu mendorong para kadernya untuk menghalalkan pendekatan “dengan cara apa pun demi [tercapainya] tujuan” dalam politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pun, setidaknya ada satu klaim serius bahwa Beek mungkin memiliki keterlibatan dengan para pembuat plot utama peristiwa Gestok 1965. Wertheim&lt;sup&gt;&lt;b&gt;9&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; melaporkan bahwa Beek: “menyampaikan pada seorang sahabatnya beberapa bulan sebelum meletusnya peristiwa Gestok, bahwa ia merasa amat berat hati meninggalkan Indonesia untuk sementara waktu karena alasan kesehatannya, karena ia yakin bahwa sebuah peristiwa yang mirip dengan pengulangan Peristiwa Madiun (1948) akan segera terulang lagi, dalam skala yang lebih besar, yang akan berakhir dengan kekalahan mutlak PKI.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas semacam ini ternyata tidak pernah mendapat pujian secara menyeluruh dalam kalangan Gereja di Indonesia, dan khususnya menjelang akhir hidupnya, Provincial Jesuit beserta para pimpinan Gereja lainnya justru berupaya menyingkirkan dia. Namun agaknya hierarki Gereja pun mengalami kesukaran untuk menindak Beek, walau pun ia berhasil dipaksa untuk kembali ke Belanda. Salah seorang kolega Beek ada yang mengomentari, “Di tataran teori gagasan-gagasan Beek boleh-boleh saja, namun dalam tataran praktek ia menjadi kotor”. &lt;sup&gt;&lt;b&gt;10&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt; Pengaruhnya kini terbukti dalam pandangan-pandangan pro-GOLKAR dari sejumlah anak-didiknya, yang kemudian menduduki posisi berpengaruh di Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara reguler Beek juga berkunjung ke Australia dan bekerja dengan pimpinan &lt;i&gt;National Civic Council&lt;/i&gt;, B.A. Santamaria. Sejumlah pendanaan Beek agaknya juga datang dari sumber-sumber luar negeri yang bersimpati seperti itu. Setidaknya sebagian dari kontak-kontak pra-1975 antara intelijen Indonesia dan Australia atas Timor (walau bukan berarti seluruhnya) agaknya berasal dari jalur yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang adik kandung Jusuf Wanandi, Pastor Markus Wanandi, S.J. dari Semarang, yang juga didikan Beek dengan ‘cetakan’ yang serupa di atas. Salah satu mata-rantai yang menarik berkenaan dengan kisah sepak-terjang Beek ini adalah kenyataan bahwa ia adalah pastor yang memberikan pemberkatan pernikahan W.S. Rendra dengan istri pertamanya. &lt;sup&gt;&lt;b&gt; 11&lt;/b&gt;&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;h4&gt;PENGAKUAN KOES BERSAUDARA DI BAWAH KORDINASI  DAN PEMBINAAN INTELEJEN&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Harian KOMPAS MINGGU edisi 30 Mei 2004 – LEBIH JAUH DENGAN KOES BERSAUDARA&lt;br /&gt;Di Penjara Glodok&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode ini, sudah banyak diungkap media massa. Tanggal 29 Juni 1965 personel Koes Bersaudara ditangkap dan ditahan di Penjara Glodok, yang kini dikenal sebagai kompleks pertokoan itu. Alasannya, mereka dijebloskan ke penjara karena menggelar musik yang "ke-Barat-Barat-an", yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan politik pada masa itu. Nomo sempat menuturkan, bagaimana kisah hidup mereka di balik terali besi selama tiga bulan. Ada tahanan yang iba terhadap mereka, namanya Oom Ging. Si oom ini iba melihat jatah makanan anak-anak ini. "Oom Ging lalu memberi sayuran yang ditanam sendiri. Belakangan saya tahu, tanaman itu diberi pupuk dari kotoran Oom Ging sendiri. Waduh...," cerita Nomo sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak banyak diketahui orang, seperti dituturkan Yok Koeswoyo, sebenarnya mereka dimasukkan penjara pada masa itu sebagai bagian untuk menjadikan Koes Bersaudara sebagai intelijen tandingan (counter intelligence) di Malaysia. Saat itu, Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zaman dulu ada KOTI (Komando Operasi Tertinggi). Kami direkrut oleh beliau-beliau, komandannya Kolonel Koesno dari Angkatan Laut. Dibikin seolah-olah pemerintah yang ada tidak senang sama kami, lalu kami ditangkap. Dalam rangka ditangkap inilah kami nanti secara diam-diam keluar dan eksodus ke Malaysia. Di sana kami dipakai sebagai counter intelligence. Namun, pas keluar dari penjara pada tanggal 29 November, meletus G30S," cerita Yok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jadi masuk penjara itu hanya sebuah jalan menuju fase berikutnya?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, jadi dibentuk opini seolah-olah kami tidak suka pada Soekarno," jawab Yok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Waktu masuk penjara ada perasaan menyesal atau tidak?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, kita menyadari itu kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ini tak pernah terungkap ya?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, selama ini kita selalu rapet. Kami ikut menjaga rahasia negara. Di KOTI itu kami masuk D3, kami bisa dibangunkan, tapi bisa juga ditidurkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama, katanya dilakukan kelompok ini di paruh pertama tahun 1970-an (sebelum Timor Timur bergabung menjadi wilayah Indonesia, atau ada pula yang menyebut sebagai proses aneksasi), untuk Timor Timur. Dalam rangka "proyek politik" ini, katanya lahir lagu semacam Diana (lagu itu bercerita mengenai putri petani, bernama Diana. Perhatikan, Diana adalah nama yang tidak umum untuk petani di Jawa.) Ingat juga lagu Da Silva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Anda masuk ke Timor Timur ?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berangkat ke sana. Kami bikin pertunjukan di gedung. Waktu menuju Hotel Turismo, ada orang Timur yang mendekat dan menggedor-gedor mobil kami sambil berteriak-teriak, ’Viva Presidente Soeharto!’ Waktu kami pulang dari Timor Timur kami disambut sama Adam Malik di Tanah Abang," ucap Yok. (Markas CSIS, Tanah Abang – red.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Seru ya....&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah mengalami itu semua, nasionalisme kami tambah tebal. Itu makanya ada lagu Nusantara I, II, dan seterusnya."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;FOOTNOTE&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ideologi pro bukan ideologi independen sebagaimana falsafah Pancasila hasil olah pikir Soekarno – Founding Fathers Republik Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia. Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Tokoh Intelejen Orde Baru sekelas Gembel Sediono, mantan bawahan Ali Moertopo memberikan apresiasi unik terhadap Islam dan kekuatan politik Islam, beliau berpendapat: Agama yang paling baik itu Islam, yang mengajarkan konsep demokrasi di dunia ini Islam, yang konsisten dengan konsep demokrasi juga Islam. Tapi Islam tidak boleh hidup di Indonesia. – Dialog dari hati ke hati dengan Tim CeDSoS, Juni 2004, di kediaman Bapak Gembel Sediono. Cipete - Jaksel &lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt; Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Masuknya sentimen, kepentingan dan kekuatan politik barat yang pro-kapitalis dan sekuler (Salibis Vatikan dan Zionis) yang mengemban program kristenisasi ke Asia Tenggara, dalam rangka menciptakan perimbangan terhadap peta kekuatan ideologi Islam. Di antaranya melalui aksi campur tangan yang berlanjut dengan tindakan aneksasi terhadap wilayah Tim-Tim yang mayoritas Katholik dan secara resmi masih berstatus jajahan Portugal ke dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) pada tahun 1976 kemudian direkayasa secara tidak jelas alasannya sebagai politik integrasi yang tak terelakkan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu orde baru didikte untuk menggelar aksi penangkapan dan pemberangusan secara tidak serius terhadap gerakan separatis Papua Merdeka. Operasi intelejen busuk orde baru terhadap dua kasus tersebut secara langsung atau tidak langsung sebenarnya sekaligus berfungsi untuk menipu dan menghibur serta menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa besar sikap nasionalisme dan keberpihakan pemerintah atau negara kepada ummat muslim. Selebihnya kebijakan tersebut adalah untuk memicu bagi munculnya sentimen agama di kalangan kristiani Internasional sekaligus membangun serta menyebarkan semangat dan kekuatan fundamentalisme kristen di seluruh wilayah Indonesia. Dan kini potensi kekuatan fundamentalisme kristen di Indonesia secara terselubung atau bahkan nyata-nyata telah berada di bawah kontrol dan sponsor penuh, kepentingan serta pengaruh politik Barat (Salibis-Zionis) antara lain Belanda, Australia dan persemakmuran Inggris dan Amerika beserta agen-agennya di Asia seperti Singapore, Jepang, Taiwan, Fillippine dan Timor Leste.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-John_Helmy_Mempi.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-Umar_Abduh.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;John Helmi Mempi&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif CeDSoS (Center for Democracy and Social Justice Studies)&lt;br /&gt;Graha ANUGERAH lantai 3, Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta 12780&lt;br /&gt;Tel/Fax. 021 - 7983265&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Abduh&lt;br /&gt;Sekjen CeDSoS (Center for Democracy and Social Justice Studies)&lt;br /&gt;Penulis buku “Al-Zaytun Sesat” dan “Al-Zaytun Gate”&lt;br /&gt;Penyunting buku KIGIR (Konspirasi Intelijen dan Gerakan Islam Radikal)&lt;br /&gt;Anggota Tim Penyusun buku Di Balik Berita Bom Kedutaan Besar Australia &amp;amp; Skandal Terorisme.&lt;br /&gt;HP: 0815 8614 8611, e-mail: &lt;a href="mailto:umarabduh@gmail.com"&gt;umarabduh@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/xfiles/xfiles_Orba_freemason-b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="360" hspace="5" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : cedsos.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-8708706714584793671?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/8708706714584793671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=8708706714584793671&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/8708706714584793671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/8708706714584793671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/orde-baru-freemason-dan-pater-beek.html' title='Orde Baru, Freemason dan Pater Beek'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-6313950071110620455</id><published>2008-05-07T11:49:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T11:50:13.119+07:00</updated><title type='text'>"Menginjak 'Lafaz Allah' di IAIN Surabaya"</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_30_1"&gt;&lt;!--2050--&gt;Counter Liberalisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 13 Jun 2006 - 11:30 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=2483_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-AdianHusaini.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/JIL_Sulhawi_Ruba.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Kasus dosen IAIN yang dengan sengaja menginjak-injak lafaz “Allah” hanyalah fenomena gunung es perkembangan liberalisme di PT Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Juni 2006 lalu, saya memberikan presentasi pada acara seminar tentang Yahudi dan zionisme di Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Pembicara lain adalah seorang dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya. Di tengah-tengah seminar, seorang kyai di pondok itu, mengacungkan tangannya, dan meminta klarifikasi kepada Dosen IAIN tersebut, apa benar ada dosen IAIN Surabaya yang sengaja mengingjak lafaz Allah di depan para mahasiswanya. Dijawab oleh dosen tersebut, peristiwa itu memang benar adanya. Lalu ia terangkan kronologis peristiwa tersebut. Ternyata, masalah itu sudah mencuat di sejumlah media massa, seperti SABILI dan Majalah GATRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Majalah GATRA edisi 1-7 Juni 2006, dosen yang bernama Sulhawi Ruba, 51 tahun, pada 5 Mei 2006 lalu, itu memang sengaja menginjak-injak lafaz Allah yang ditulisnya pada secarik kertas. Gara-gara ulahnya itu, dia kemudian diskors 6 bulan. Waktu itu, ia mengajar mata kuliah sejarah peradaban Islam (SPI) pada mahasiswa semester II. Di hadapan 20 mahasiswa fakultas dakwah, ia menerangkan posisi Al-Quran sebagai hasil budaya manusia. "Sebagai budaya, posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput," ujarnya. Ia lalu menuliskan lafaz Allah pada secarik kertas sebesar telapak tangan dan menginjaknya dengan sepatu. "Al-Quran dipandang sakral secara substansi, tapi tulisannya tidak sakral," katanya setengah berteriak, dengan mata yang sedikit membelalak. Menurut Sulhawi, Al-Quran sebagai kalam Allah adalah makhluk ciptaan-Nya, sedangkan Al-Quran sebagai mushaf adalah budaya karena bahasa Arab, huruf hijaiyah, dan kertas merupakan hasil karya cipta manusia. "Sebagai budaya, Al-Quran tidak sakral. Yang sakral adalah kalamullah secara substantif," tuturnya. Demikian laporan GATRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini perlu mendapatkan perhatian sangat serius. Bayangkan, andaikan yang melakukan tindakan semacam itu adalah George W. Bush atau Tony Blair, apa kira-kira reaksi umat Islam internasional ? Apakah umat Islam akan diam? Ketika kasus ini saya sampaikan dalam seminar tentang Liberalasisasi Islam di Kelantan, Malaysia, pada 3 Juni 2006 lalu, ratusan peserta seminar serentak berdecak keheranan. “Astaghfirullah!” gumam sejumlah orang yang hadir di Balai Islam Lundang, Kota Bharu Kelantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sulit dibayangkan peristiwa seperti itu terjadi di sebuah perguruan tinggi yang menyandang nama Islam. Yang lebih penting untuk dicermati dalam kasus ini adalah cara pikir si dosen yang dengan penuh kesadaran menginjak lafaz Allah itu; sebuah cara berpikir yang salah dan sangat naïf. Tapi, dari cara berpikir yang memandang Quran sebagai produk budaya itulah, tindakan menginjak lafaz Allah itu dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukan sedang bersandiwara. Dia sedang mengamalkan ilmunya yang salah. Inilah sebuah contoh, dahsyatnya sebuah kerusakan ilmu. Ilmu yang salah, pasti melahirkan amal yang salah. Padahal, saat ini, ilmu yang salah tentang Al-Quran –yang menganggap al-Quran sebagai produk budaya itu -- banyak disebarkan di lingkungan IAIN. Jika pimpinan IAIN Surabaya tidak segera bertindak, maka aksi konyol semacam itu mungkin akan terus dilakukan oleh si dosen, karena dia memang tidak merasa salah dengan pikiran dan tindakannya. Kita patut hargai sikap tegas pimpinan IAIN Surabaya. Dari IAIN Bandung, pernah muncul kasus sejumlah mahasiswa yang membuat teriakan yang meghebohkan: “Selamat bergabung di area bebas tuhan.” Dan ucapan: “Mari berzikir dengan lafaz“anjinghu akbar!”. Ketika sejumlah dosen IAIN Bandung dan para ulama memprotes hal itu, pimpinan kampus itu justru membela aksi mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita cermati perkembangan pemikiran Islam saat ini, di lingkungan IAIN, upaya desakralisasi al-Quran merupakan hal yang dianggap biasa saja. Banyak dosen dan mahasiswa IAIN/UIN yang secara terang-terangan mengusung pendapat seperti dosen yang menginjak-injak lafaz Allah tersebut, bahwa Al-Quran adalah produk budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana yang mendesakralisasi Al-Quran seperti itu sudah dikemukakan oleh Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Mohammad Syahrur, dan sebagainya. Ketika saya memberikan ceramah di salah satu kampus Islam di Semarang, pada 26 Mei 2006 lalu, ada seorang dosen agama yang secara terang-terangan memuji-muji tafsir Al-Quran versi Syahrur dan mengkritik semua mufassir sebelumnya. Padahal, tafsir baru ala Syahrur ini sangat ganjil dan banyak kekeliruan. Misalnya, dalam kitab Nahwa Ushul Jadidah lil-Fiqhil Islamy, dia membuat tafsir aneh tentang batasan aurat wanita. Kata Syahrur, batasan minimal aurat wanita adalah ‘daerah rawan bagian atas’ (al-juyub al-ulwiyyah), yaitu payudara dan bawah ketiak, dan juga ‘daerah rawan bagian bawah' yaitu kemaluan dan pantat. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan memperlihatkan pusar dan lutut, kata Syahrur, itu terkait dengan situasi setempat. Dalam pergaulan sosial, batas aurat wanita adalah berangkat dari batasan aurat minimal tersebut dan kemudian disesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat setempat, selama tidak menimbulkan gangguan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir aurat wanita ala Syahrur itu telah banyak mendapatkan kritik dari para ilmuwan di dunia Islam. Karena itu, saya sangat terkejut, mengapa ada dosen agama di satu kampus Islam, yang dia juga seorang wanita dan berjilbab pula, menyatakan, bahwa tafsir Syahrur adalah hebat dan sesuai dengan misi Islam sebagai ‘rahmatan lil-alamin’. Apakah ini kebodohan atau kekonyolan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencermati perkembangan pemikiran Islam di lingkungan IAIN semacam ini, kita akan memahami, bahwa kasus penginjakan lafaz Allah di IAIN Surabaya itu hanyalah satu fenomena ‘gunung es’. Saat ini, sudah begitu mudah ditemukan jurnal, buku, atau artikel karya dosen-dosen dan mahasiswa IAIN/UIN yang mendesakralisasi Al-Quran. Buku-buku karya pemikir-pemikir modernis dan neo-modernis seperti Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur dan para hermeneut (pengaplikasi hermeneutika untuk Al-Quran) lainnya sudah biasa dijadikan sebagai rujukan penulisan artikel, buku, skripsi, atau pun tesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pernah membahas, bagaimana Rektor UIN Yogya misalnya, tercatat yang sangat aktif mempromosikan gagasan-gagasan Nasr Hamid melalui buku-buku yang ditulisnya. Seorang dosen UIN Yogya, murid Nasr Hamid menerbitkan disertasinya dengan judul “Al-Qur’an Kitab Sastra Terbesar” dengan kata pengantar Nasr Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasa dalam studi Islam gaya orientalis, biasanya berawal pada keraguan dan akan berakhir pada keraguan terhadap Islam. Sebab, mereka memang mengkaji Islam – termasuk Al-Quran – bukan untuk beriman kepada Al-Quran. Jangan heran, jika banyak yang mengkaji Al-Quran secara serius, meraih gelar doktor dalam studi Islam, justru akhirnya terjebak dalam keraguan dan pemahaman relativisme terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Stefan Wild, orientalis Jerman dalam studi Al-Quran, dalam pengantarnya untuk buku dosen UIN&lt;br /&gt;Yogya itu, juga menekankan aspek relativitas pemahaman terhadap Al-Quran dan tafsir Al-Quran. Kata Wild: “Dengan demikian, exgesis atau penafsiran senantiasa bermula dari anggapan dan persepsi tentang teks suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa persepsi tersebut apa dan bagaimana seharusnya sebuah penafsiran, dalam rentang sejarah, senantiasa berubah, seperti halnya perubahan-perubahan persepsi mengenai apa itu teks suci dan apa sebenarnya makna dari wahyu ilahi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita tahu, tahun 2004, UIN Yogya (waktu itu masih bernama IAIN), mencatat sejarah dengan meluluskan sebuah tesis master yang secara terang-terangan menyatakan, Al-Quran bukan Kitab Suci.Tesis, yang kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul “Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan” ini mencatat: “Dengan kata lain, Mushaf itu tidak sakral dan absolut, melainkan profan dan fleksibel. Yang sakral dan absolut hanyalah pesan Tuhan yang terdapat di dalamnya, yang masih dalam proses pencarian. Karena itu, kini kita diperkekenankan bermain-main dengan Mushaf tersebut, tanpa ada beban sedikitpun, beban sakralitas yang melingkupi perasaan dan pikiran kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Fakultas Syariah IAIN Semarang lahir sebuah Jurnal “Justisia” dalam berbagai edisinya juga melakukan dekonstruksi dan desakralisasi terhadap Al-Quran. Edisi 23 Th XI, 2003, memuat pengantar redaksi: “Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Jurnal ini bisa dinikmati sejumlah tulisan para mahasiswa dan sarjana Syariah alumni IAIN Semarang yang secara terbuka membongkar konsep Al-Quran sebagai Kalamullah, seperti: “Qur’an ‘Perangkap’ Bangsa Quraisy”, “Pembukuan Qur’an oleh Usman: Sebuah Fakta Kecelakaan Sejarah”, “Kritik ortodoksisme: Mempertanyakan Ketidakkreativan Generasi Pasca Muhammad”, dan sebagainya. Pada bagian belakang cover Jurnal ini pun ada penggugatan terhadap segala macam objek sakralitas: “Adakah sebuah objek kesucian dan kebenaran yang berlaku universal? Tidak ada! Sekali lagi tidak ada! Tuhan sekalipun!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, gerakan desakralisasi Al-Quran melalui berbagai tulisan rupanya sudah mulai merambah. Masuknya wacana studi kritis Al-Quran dalam materi perkuliahan bidang tafsir hadits di beberapa IAIN/UIN sungguh sangat menyedihkan. Mata kuliah hermeneutika – yang berujung pada dekonstruksi dan desakralisasi konsep teks Al-Quran – telah menjadi mata kuliah wajib di berbagai jurusan tafsir hadits di beberapa IAIN/UIN. Berbagai kritik dan saran sudah kami sampaikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, banyak dosen yang tetap bertahan dengan hal itu dan bahkan ada yang menyatakan bahwa menggunaan hermeneutika untuk tafsir Al-Quran adalah sudah final dan harga mati. Kita sudah sampaikan kritik itu secara tertulis melalui berbagai artikel, makalah, dan buku-buku. Mereka tidak mau mendengar dan terus berjalan dengan programnya. Tanggung jawab dan kewajiban kita sebatas mengingatkan. Sekarang terpulang kepada para petinggi IAIN/UIN dan Depag untuk mengambil sikapnya. Biarlah mereka yang bertanggung jawab terhadap Allah SWT di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pernah membahas, bagaimana misalnya, di Jurusan Tafsir Hadits UIN Jakarta, ada materi kuliah bertajuk “Kajian Orientalisme terhadap Al-Quran dan Hadis” yang mengharapkan mahasiswanya “dapat menjelaskan dan menerapkan kajian orientalis terhadap Al-Quran dan hadis.” Dan buku pertama yang dijadikan referensi adalah buku “Rethinking Islam” karya Prof. Mohammed Arkoun. Guru besar di Sarbone, Paris, ini memang dikenal dengan teori dekonstruksi dan desakralisasi Al-Quran. Lewat buku yang dijadikan rujukan bagi mahasiswa Tafsir-hadits UIN Jakarta itu, Arkoun menyatakan perlunya dilakukan kritiks teks suci, termasuk Al-Quran. ‘’Sayang sekali bahwa kritik filosofis terhadap teks suci – yang telah diterapkan pada Bibel berbahasa Hebrew dan Perjanjian Baru tetapi tidak menimbulkan konsekuensi-konsekuensi negatif bagi konsep wahyu – terus ditolak oleh pendapat ilmiah umat Islam,’’ tulisnya. Dalam bukunya yang lain, The Unthought in Contemporary Islamic Thought, (2002 :47) Arkoun menekankan, bahwa dekonstruksi dari segala jenis ortodoksi adalah menjadi tugas yang paling esensial dari ilmu-ilmu sosial saat ini. Buku-buku yang mengkritik Arkoun sangatlah banyak, tetapi tidak dicantumkan sebagai buku wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, untuk apa wacana “studi kritik Quran” ini diajarkan? Bukankah ini menjiplak pada apa yang telah terjadi dalam Bibel? Dalam sebuah buku berjudul “Christianity and World Religions: Paths to Dialogue” (1996), ditulis satu sub-bab berbunyi: “From Biblical Criticism to Qur’anic Criticism”. Para dosen yang menyusun kurikulum itu harusnya bersikap kritis dan memahami benar perbedaan konsep dasar antara Al-Quran dan Bibel, sebelum menyusun kurikulum untuk mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep Islam, Al-Quran adalah ‘lafzhan wa ma’nan’ dari Allah; Al-Quran, lafaz dan maknanya dari Allah. Al-Quran adalah Kitab yang tanzil, yang diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan Bibel adalah kitab yang ditulis oleh para penulis Bibel yang dikatakan mendapat inspirasi dari Roh Kudus. Sehingga, bagaimana pun, ada unsur manusiawi dalam konsep teks Bible. Dr. C. Groenen, penulis buku Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru, menyatakan, meskipun penulis Bibel dikatakan mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus, tetapi “Konsili Vatikan II juga menggarisbawahi bahwa inspirasi tidak mematikan aktivitas pribadi para penulis, sehingga betapa suci pun Alkitab, ia tetap manusiawi.” Dalam dokumen Konsili Vatikan II, dei verbum (13), juga disebutkan: “Sebab sabda Allah, yang diungkapkan dengan bahasa manusia, telah menjadi sama dengan bahasa manusia, sama seperti dahulu Sabda Bapa Abadi, mengambil daging manusia yang lemah dan menjadi sama dengan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum Nasrani, Bibel dalam bahasa apa pun, tetap diakui sebagai ‘holy Bibel’ atau ‘Alkitab’. Semuanya disebut ‘Bibel’. Tidak ada ‘Bibel terjemah’. Toh, kaum Kristen tetap menyatakan, kitabnya sebagai ‘Kitab Suci’ dan isinya dikatakan sebagai ‘firman Tuhan’. Mereka tidak akan rela jika kitabnya diinjak-injak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, upaya dekontsruksi dan desakralisasi terhadap Al-Quran pada kalangan akademisi di lingkungan IAIN dan sejenisnya, sangatlah aneh, naif, dan memprihatinkan. Kasus dosen IAIN Surabaya ini semoga dapat menyadarkan kalangan petinggi IAIN/UIN dan Departemen Agama, bahwa ada hal yang serius sedang terjadi dalam bidang studi Islam dan studi Al-Quran di IAIN/UIN, dan sejenisnya. (Kualalumpur, 9 Juni 2006/hidayatullah.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian Husaini, adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" target="_blank"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-6313950071110620455?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/6313950071110620455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=6313950071110620455&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/6313950071110620455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/6313950071110620455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/menginjak-lafaz-allah-di-iain-surabaya.html' title='&quot;Menginjak &apos;Lafaz Allah&apos; di IAIN Surabaya&quot;'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-7803049202258144352</id><published>2008-05-07T11:47:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T11:48:32.111+07:00</updated><title type='text'>Islam Liberal, Islam Rasional, dan Cuci Otak Zionis</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_30_1"&gt;&lt;!--2050--&gt;Counter Liberalisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 18 Jun 2006 - 12:25 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=820_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/JIL_Zionisme.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt;Beberapa tahun lalu, pakar tafsir Prof Dr HM. Quraisy Shihab pernah memprediksi, bahwa dakwah pada abad 21, akan memunculkan satu fenomena baru dalam kajian-kajian keislaman. Di mana semangat untuk mengkaji Islam itu tinggi, tetapi mereka belajar sendiri tanpa guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi Quraish ternyata benar, kini muncul kajian-kajian Islam tanpa guru dimana-mana. Islam Liberal, Islam Rasional dan sejenisnya, adalah kajian yang meletakkan skeptisisme sebagai paradigma berpikirnya, bukan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Intelektual Islam yang menggunakan paradigma itu dengan alasan keilmuan, menurut direktur pengkajian (LP3I) dan penulis buku `&lt;b&gt;Isu Zionisme Internasional&lt;/b&gt;`, &lt;i&gt;Drs. H. Mohammad Baharun, SH.MA.&lt;/i&gt;, mereka memang mempunyai potensi merusak agama melalui kajian-kajian seperti itu. Menurut Baharun, kajian keislaman seperti itu telah dimanfaatkan gerakan zionis internasional, yang salah satu modus gerakannya dengan cara &lt;b&gt;“cuci otak”. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tak ada yang menandinginya lewat pemikiran Islam yang `lurus`, maka jaringan ini akan berkembang pesat, karena disokong propaganda media yang dikuasai Zionisme internasional. Kepada Ali Hafidz dan Adi Ardiansyah dari Madinah, pengursus Akidah Annajah dan pengajar UNISMA Malang yang juga mantan wartawan TEMPO era 80-an ini, mengungkapkan bahaya pemikiran itu dan seluk-beluknya. Berikut petikan wawancaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/laknatullah/JIL_Zionisme-b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="250" width="500" /&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Saat ini &lt;b&gt;penyesatan Akidah (Gazwul Fikri)&lt;/b&gt; begitu menggejala pada umat Islam. Kalau gejala itu dihembuskan gerakan zionisme Internasional, bagaimana meresponnya mengingat wujudnya begitu halus ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa memerangi jaringan Zionisme internasional dengan alat-alat tradisional seperti pisau, sementara mereka sudah memakai bedil. Nah, bedil yang dimaksudkan di sini adalah metodologi. Umat Islam harus melawan dengan memakai metodologi yang selama ini mereka pakai. Kita dekati mereka, kita pakai cara mereka, identifikasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita terus memendam kebencian, tanpa tahu harus bagaimana berbuat, sementara Yahudi ini posisinya ada di atas. Hebatnya, gerakan zionis internasional itu sukar dibedakan antara Yahudi dengan zionis. Kalau Yahudi itu tidak berpendidikan, sementara zionis itu sudah berpendidikan, tapi mayoritas Yahudi yang pintar otomatis zionis. Orang-orang Yahudi yang tidak ikut zionis adalah orang-orang tradisional kelompok bodoh yang tua-tua. Yahudi yang muda-muda dan terpelajar, pedagang, dan yang berkepentingan dengan kehidupan politik ini pasti dia masuk dalam aktivis zionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Seperti apa jelasnya gerakan zionisme itu ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Zionis tidak merekrut orang. Orang banyak keliru dikira zionis internasional itu merekrut orang. Mereka tidak merekrut orang, tetapi membentuk pikiran. Maka menurut para penulis Islam modern seperti Prof. Dr. Wael Hallaq, saat ini umat Islam sedang pada tahapan perang, Gazwul Fikri (perang wacana, pemikiran). Jadi yang sedang terjadi adalah pertarungan ideologi bersama pertarungan pemikiran. Dimana peluru mereka, yang dibilang Hallaq tadi adalah peluru pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Di Indonesia pengaruhnya sejauh mana ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ini sama saja. Selama jaringan zionis seperti Rotary Club, Lion Club dan sejenisnya masih beroperasi di Indonesia. Kita tak akan bebas dari cengkeramannya. Sebetulnya mereka bisa menyusup dan merusak pikiran. Yang mereka jadikan target pertama adalah Islam. Karena Islam dianggap sebagai ancaman mereka. Makanya teori Huntington tidak berlebihan, bahwa Islam adalah musuh peradaban barat. Di Indonesia, sebetulnya gerakan zionis sudah bisa menyusun, merusak dan berperang dalam pemikiran dan ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Bisa dijelaskan lebih rinci teori Wael Hallaz soal perang pemikiran itu ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Wael Hallaq adalah seorang Muslim yang belajar di Arab, kemudian dia mengkritisi penafsiran-penafsiran barat. Teori Hallaq adalah bahwa umat Islam harus belajar menembakkan peluru dari Barat untuk kita hantamkan ke Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Dimana kekeliruan umat selama ini terhadap Barat yang zionis ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Kekeliruan orang-orang Islam sekarang ini adalah selalu bersikap apriori, tidak mau mempelajari strategi yang mereka terapkan. Umat Islam tidak mau berdiri sendiri dan hanya bisa memendam kebencian. Selama ini di kalangan umat Islam, terjadi mobilisasi opini sedemikian rupa, sehingga banyak opini yang mereka kira efektif dan baik untuk melawan zionis, padahal kenyataannya tidak. Padahal, masalah Yahudi dan zionis jatuh ke laut dan selesai. Sekarang bukan begitu. Masalah Yahudi ini sudah sejak tahun 1779.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Berarti jauh sebelum Theodore Hezl mencanangkannya, bisa anda jelaskan kilas baliknya ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum muncul gerakan zionisme, sudah sejak dini muncul ajaran illuminisme. Ajaran illuminisme adalah salah satu ajaran orang-orang Yahudi, yang salah satunya kembali ke negeri leluhur. Rencana besarnya menguasai dunia ini mendapat dukungan di bawah telapak kaki dan dukungan zionisme internasional. Jadi kembali ke ajaran plastinus, yang mengajarkan suatu tujuan kecil, bukan rencana besar. Rencana besarnya justru itu sekarang sudah tercapai. Karena itu ungkapan-ungkapan seperti “Israel itu adalah seperti Amerika kecil, dan Amerika itu Israel besar” dan ungkapan “Amerika itu Israel besar dan Israel itu Amerika kecil” selaras dengan rencana zionisme internasional yang menjadikan dunia ini sebagai panggung sandiwara. Di mana yang main dan sutradaranya adalah orang-orang Yahudi. Jadi, gerakan zionisme internasional sudah ada sejak tahun 1779, hampir bersamaan dengan Amerika merdeka dan juga revolusi Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Orang-orang Yahudi pernah dibantai oleh rezim Nazi di bawah Hitler. Mengapa mereka ditindas ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, kalau orang Hitler membunuh orang Yahudi, bukan karena salah atau bukan karena kebencian etnik. Tapi mereka memang sudah tahu rahasia Yahudi yang memang ingin menguasai dunia. Opini sejarah itu selama ini sudah diputar balik oleh zionis sendiri. Orang-orang Yahudi terus mempropagandakan bahwa tentara Nazi memiliki kebencian terhadap etnik Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Yang terjadi fakta sejarahnya seperti apa ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Faktanya tidak sesederhana yang dipropogandakan orang-orang Yahudi. Karena sebenarnya, Hitler bukanlah seorang zionis. Hitler sendiri di satu sisi ingin supremasi bangsanya (Aria) yang paling unggul. Dan sikap ini berbenturan dengan kepentingan Yahudi yang juga ingin menguasai dunia dan akan menjadi bangsa yang paling unggul di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Mungkin ada keunggulan secara geneologi orang-orang Yahudi dibanding non Yahudi ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang mereka mempunyai keunggulan. Dan Al-Quran sendiri mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dilebihkan dari bangsa-bangsa lain. tapi karena mereka tidak taat dengan hukum Allah, maka mereka dikutuk. Kita tidak mengingkari bahwa orang-orang Yahudi itu pada mulanya memang dimuliakan Allah. Namun, karena kesombongannya maka nasibnya dihinakan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Anti zionisme saat ini hanya menjadi wacana pinggiran, dibanding wacana radikalisme Islam dihembuskan Barat?&lt;br /&gt;Apakah ini faktor propaganda media semata, atau ada faktor lain?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya banyak faktor, dalam pembentukan opini. Kita semua tahu kantor-kantor berita dikuasai zionisme internasional. Otomatis segala pemberitaan tentang dunia Islam dikuasai jaringan media zionis. Dan media-media kita mengikutinya. Yang kedua adalah sistem brain washing, cuci otak. Hal ini terjadi pada orang Islam, dimana atas liberalisme pemikiran, yang dilakukan oleh pakar-pakar sekuler yang dididik zionisme, itu meragukan agama dengan pendekatan skeptisisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Dimana titik genting pendekatan skeptisisme itu?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Cara berpikir itu sangat berbahaya jika menyangkut hal-hal mendasar dari agama Islam. Studi keilmuan yang ditawarkan pakar-pakar sekuler yang dibina orang-orang zionis adalah pertama dalam mengkaji ilmu harus ragu dulu. Bila pendekatan itu menyangkut hal lain yang tidak menyangkut keilmuan Islam yang bersumber wahyu, mungkin tidak ada masalah. Tapi kalau itu dipukul rata terhadap ilmu-ilmu keislaman yang pokok—Tauhid—itu berbahaya. Mereka selalu memakai metode yang mereka kembangkan; harus meragukan dulu segala sesuatu. Ini kan sebenarnya merusak akidah dan termasuk yang paling pokok dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Anda melihat banyak pemikir Islam Indonesia berpikir seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Baik dirasakan atau tidak, banyak intelektual kita yang sudah mulai menggunakan paradigma seperti itu dengan alasan keilmuan. Keilmuan yang mana? Kalau keilmuan yang bebas nilai seperti ilmu alam, okelah kita terima. Tapi keilmuan yang bersumber pada wahyu, ini menyangkut masalah keimanan. Masalah keimanan itu secara komplek kita yakini dengan optimal, maksimal dan penuh bahwa yang bersumber dari wahyu adalah pasti benar, tanpa harus ragu kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini bagaimana, keimanan disuruh harus menguji. Menguji dengan takaran apa? Ya, dengan standar apa? Mereka memang punya jalan untuk merusak agama dengan melalui kajian-kajian seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Bagaimana dengan Islam Liberal. Pendekatan macam apa itu?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Mengenai munculnya kajian-kajian Islam Liberal, saya teringat dengan apa yang diprediksikan oleh Prof. Dr. Quraisy Shihab beberapa tahun yang lalu, bahwa dakwah pada abad 21, akan muncul satu fenomena baru dalam kajian-kajian keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana semangat mengkaji Islam sangat tinggi, tetapi mereka dengan belajar sendiri tanpa guru. Jadi, kalau saya boleh menyebutkan, munculnya kajian-kajian Islam Liberal di berbagai tempat itu sebetulnya kajian-kajian tanpa guru. Mereka mengangkat tema–tema yang boleh jadi tema-tema itu dinilainya aktual dan menarik, tetapi sebetulnya disimpulkan sendiri, tanpa bimbingan guru. Sehingga yang terjadi kesimpulan-kesimpulannya bertentangan terhadap agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Sebetulnya sejauh mana aktual tema-tema yang mereka angkat?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema yang mereka jadikan bahan kajian sebetulnya tema lama. Mereka hanya mengkaji ulang para Ulama terdahulu. Tetapi paradigma-paradigma Ulama terdahulu tidak diambil, dan diselesaikan dengan akal pikiran mereka. Inilah yang mereka unggulkan dan dianggap rasional. Mereka menggunakan metode rasionalisme. Kita bertanya, rasio siapa yang dijadikan standar kebenaran itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Mungkin rasionalisme Islam?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa rasionalisme Islam. Sudah mafhum bahwa rasionalisme itu bias Barat. Padahal ungkapan-ungkapan yang sering populer di Barat sendiri adalah ten men tem mind. Jadi sepuluh orang sepuluh pendapat. Nah, pendapat siapa yang kita jadikan standar kebenaran dari suatu pemikiran itu? Apalagi pemikiran-pemikiran yang kita perbincangkan itu adalah pemikiran-pemikiran yang bersumber dari wahyu. Bahkan saat ini orang-orang barat sendiri tidak meyakini bahwa rasio itu segala-galanya. Jadi pendapat siapa yang kita jadikan standar kebenaran itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Apakah mereka sadar akan kekeliruan-kekeliruannya itu?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, mereka itu lemah dan landasan berpikirnya skeptisisme dan bukan landasan metodologi agama. Mengapa Islam dibelenggu. Ini juga kelemahan para cendikiawan sendiri yang selama rentang waktu yang cukup lama, selalu meremehkan masalah metodologi. Dan kita yakin apa yang mereka kaji itu keliru, karena tidak bersumber dari ajaran agama yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Tapi kenapa kajian seperti Islam Liberal itu banyak juga 'peminatnya'?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ini sesuai dengan karakter manusia yang suka hal-hal yang gampangan, tidak mau terbelenggu. Dan kajian itu memang mengusung 'kegampangan' tertentu dalam agama. Dan orang banyak yang tertarik karena inginnya bebas, gampang, tidak banyak ikatan ritual, kaidah dalam menjalankan agama. Apalagi mereka yang hatinya gandrung ke Barat. Memang paradigma lama itu biasanya tidak sepopuler paradigma baru yang muncul kemudian dari barat. Ke depan kira-kira seperti apa perkembangan kajian semacam Islam Liberal itu? Di kota, jika tak ada tandingannya akan makin berkembang, dan Yahudi akan memboncengnya. Nah, di situlah pintarnya Yahudi. Bukan Yahudi yang merekrut orang, tapi memanfaatkan orang-orang Islam juga. Bagaimana posisi lembaga-lembaga keilmuan Islam, seperti Pesantren dan IAIN dalam merespon gejala seperti itu? Pesantren dan Perguruan tinggi Islam seperti IAIN yang selama ini kita harapkan bisa mengembangkan metodologi ilmu-ilmu keislaman dengan baik, justru banyak meninggalkan metodologi itu. Sehingga muncul kajian-kajian yang mengunggulkan secara berlebihan metodologi Barat. Dan akhirnya muncul kajian-kajian seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Perusakan pemikiran itu apakah hanya terjadi di kalangan Islam?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya yang dituju bukan hanya Islam, tapi juga agama-agama lain, termasuk Kristen. Hanya saja sebagian orang Kristen ada yang menyadari dan ada juga yang tidak. Pernah ada tokoh Kristen, saya lupa namanya, mengatakan bahwa sebenarnya zionisme itu musuh bersama agama-agama termasuk agama Islam dan Kristen. Tapi memang sebagian besar tidak menyadari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Kenapa?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah terlalu banyak tokoh-tokoh Kristen yang menjadi agen-agen zionisme Internasional. Tanpa harus menyebut nama, di Indonesia pun banyak tokoh Kristen yang merangkap agen zionis internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Bukankah antara Kristen dan Yahudi punya kesamaan misi?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ya. Bisa jadi seperti itu, karena mereka saling mempengaruhi dan sulit membedakannya. Karena orang-orang Yahudi itu banyak yang menyusup di kalangan orang-orang Kristen. Saya pernah membaca salah satu selebaran Kristen Radikal, yang menyatakan bahwa zionisme itu anti Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;Jadi tidak hanya Islam yang dirusak?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Ya. Tidak hanya Islam, Kristen juga sama. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. (el-Qe/el-Kae)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sidogiri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-7803049202258144352?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/7803049202258144352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=7803049202258144352&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7803049202258144352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7803049202258144352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/islam-liberal-islam-rasional-dan-cuci.html' title='Islam Liberal, Islam Rasional, dan Cuci Otak Zionis'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-4725374559343807018</id><published>2008-05-07T11:46:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T11:46:51.652+07:00</updated><title type='text'>Siapa Mengkhianati Pancasila?</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_19_1"&gt;&lt;!--0500--&gt;Artikel - Opini &amp;amp; Aspirasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 26 Jul 2006 - 9:24 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5255_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Irfan S Awwas&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketua Lajnah Tanfidzhiyah Majelis Mujahidin &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-IrfanAwwas.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/sukarno-pancasila.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt; PANCASILA tidak bisa dikatakan sebagai karya otentik Bung Karno. Karena, sebelum BK pada 1 Juni 1945 menyampaikan rumusan Pancasila, Prof. M. Yamin sudah lebih dulu mengenal dan menyampaikan rumusan ini. Setidaknya, BK bukanlah satu-satunya, karena selain BK dan Yamin, Soepomo juga merupakan salah satu founding fathers yang memperkenalkan Pancasila kepada rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancasila juga tidak bisa dikatakan merupakan perahan dari nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat Indonesia. &lt;b&gt;Alasan pertama&lt;/b&gt;, sila-sila yang ada pada Pancasila, persis sama dengan asas Zionisme dan Freemasonry, seperti Monotheisme (Ketuhanan Yang Maha Esa), Nasionalisme (Kebangsaan), Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab), Demokrasi (Musyawarah), dan Sosialisme (Keadilan Sosial). Tegasnya, BK, Yamin dan Soepomo mengadopsi (baca: memaksakan) asas Zionis dan Freemasonry untuk diterapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alasan kedua&lt;/b&gt;, agama-agama yang berlaku di Indonesia tidak hanya Islam, tetapi ada Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Budha, bahkan Konghucu. Dari semuanya itu, hanya agama Islam memiliki konsep Berketuhanan Yang Maha Esa (Allahu Ahad). Selainnya, menganut paham dan konsep bertuhan banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Islam masuk ke Indonesia sejak tahun pertama Hijriah, penduduk di kawasan Nusantara ini beragama Hindu dan penganut animisme, yang tidak punya konsep Berketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alasan ketiga&lt;/b&gt;, pada masa pra kemerdekaan tatanan sosial masyarakat di kawasan Nusantara ini kebanyakan merupakan kerajaan-kerajaan Hindu. Dari sistem monarkis seperti ini, tidak dikenal konsep Musyawarah untuk Mufakat tetapi yang berlaku adalah sabda pandita ratu. Rakyat harus tunduk dan patuh kepada titah sang raja tanpa reserve. Sekaligus, tidak ada demokrasi, karena kedudukan raja dijabat turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kerajaan Hindu, tidak ada persatuan, terjadi perpecahan, perebutan kekuasaan dan wilayah. Tidak ada nasionalisme. Lantas, dari mana dasar berpijak BK yang mengatakan bahwa Pancasila adalah hasil perahan dari saripati nilai-nilai yang ada dan hidup di kawasan Nusantara? Nampaknya, BK telah berbohong. Ia malu dikatakan plagiator ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, justru BK-lah orang pertama yang mengkhianati Pancasila. Atas nama Pancasila BK berusaha menyeragamkan ideologi, budaya, seni, dengan memaksakan kehendak. Ideologi Nasakom dipaksakan dengan despotis. Bahkan kesenian yang dibolehkan hanya kesenian gaya Lekra. Sementara yang berjiwa keagamaan dinyatakan sebagai musuh revolusi. Hamka, malah dipenjarakan karena melawan Lekra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, nampaknya Pancasila memang tidak ditujukan untuk menjadi alat pemersatu, dan untuk mengakomodir ke-Bhinneka-an yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Tetapi, untuk menjegal peluang syari’at Islam. Hingga kini, para nasionalis sekular, dan non Muslim, menjadikan Pancasila sebagai senjata ampuh untuk menjegal syari’at Islam, meski konsep Ketuhanan yang ada pada Pancasila tidak sama dengan konsep berketuhanan banyak yang mereka anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, non Muslim lebih sibuk menyerimpung orang Islam yang mau menjalankan syari’at agamanya, ketimbang dengan gigih memperjuangkan haknya di dalam menjalankan ibadahnya dan menerapkan ketentuan agamanya. Bagaimana toleransi bisa dibangun di atas konstruksi masyarakat yang menganut anarkisme ideologis seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Pancasila sudah kian terbukti tidak dapat diandalkan menjadi alat pemersatu. Ia cuma alat politisi busuk yang anti Islam namun mengatas-namakan ke-Bhinneka-an. Padahal, bukan hanya Indonesia yang masyarakatnya multi etnis, multi kultural dan multi agama. Di Amerika Serikat, untuk mempertahankan ke-Bhineka-annya mereka tidak perlu Pancasila. Begitu juga dengan Malaysia. Faktanya, mereka justru lebih maju dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi rakyat Indonesia di bawah naungan rezim Pancasila, justru bagai berdiri di pinggir jurang, di malam gelap gulita. Digoyang berbagai bencana, dan dipenuhi sampah maksiat. Sementara hantu birokrasi yang korup, menyebabkan rakyat Indonesia hanya mampu mengigau tentang kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fakta sejarah yang betapapun pahitnya, haruslah diakui secara jujur. Sayangnya, sejumlah pejabat dan mantan pejabat di negeri ini, belum juga siuman dari mimpinya tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, sebagaimana sila kedua Pancasila. Padahal sejarah membuktikan, apa yang dilakukan rezim penguasa selama 60 tahun Indonesia merdeka, justru penindasan terhadap kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperingati hari lahir Pancasila, pada tanggal 4 Juni 2006 di Bandung muncul sejumlah tokoh nasional berupaya memperalat isu Pancasila untuk kepentingan zionisme. Celakanya, mereka menggunakan cara yang tidak cerdas dan manipulatif. Dengan berlandaskan asas Bhinneka Tunggal Ika, mereka memposisikan agama seolah-olah perampas hak dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Bahkan, mereka menganggap agama tidak mampu memberi solusi terhadap kompleksitas problema negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan mereka, segala hal yang berkaitan dengan agama dianggap membelenggu kebebasan. Upaya penyeragaman budaya, maupun moral atas nama agama sebagai hal yang tidak dibenarkan. “Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan awal bangsa Indonesia harus dipertahankan. Masyarakat Indonesia beraneka ragam, sehingga tindakan menyeragamkan budaya itu tidak dibenarkan,” kata Megawati. Penyeragaman yang dimaksud, sebagaimana dikatakan Akbar Tanjung, “Keberagaman itu tidak dirusak dengan memaksakan kehendak. Pihak yang merongrong bhineka, adalah kekuatan-kekuatan yang ingin menyeragamkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian pada agama menyebabkan parameter kebenaran porak poranda, kemungkaran akhlaq merajalela. Kesyirikan, aliran sesat, dan perilaku menyesatkan membawa epidemi kemaksiatan. Negeri ini, kian menjauh dari rahmat Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ada lagi pihak yang sok bersih, merasa menjadi tokoh pemersatu di negeri ini. Jika berpegang pada asas ke-Bhinneka-an, maka hukum pidana di Indonesia tidak boleh hanya satu, tapi harus beragam guna menaungi masing-masing golongan, agama, budaya dan adat istiadat Dengan demikian, hukum pidana Islam harus menjadi hukum positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangsa Indonesia mengadopsi sistem hidup sekuler dan menyingkirkan syari’at Islam, yang terjadi adalah malapetaka yang terus menerus. Adalah fakta, bahwa Pancasila telah gagal membangun moral, pertahanan keamanan ringkih, kesejehatraan bagi rakyat miskin, mengatasi kriminalitas, kemiskinan, pendidikan murah. Yang berhasil dibangun justru birokrasi korup, penguasa yang menyalah-gunakan wewenang, pejabat yang berkhianat kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menyumbang banyak pada Indonesia, tapi diperlakukan secara tidak adil dan diskrimintaif. Inventarisasi jasa Islam dilakukan seorang pakar sejarah, almarhum Dr. Kuntowijoyo, dalam bukunya Identitas Politik Umat Islkam. Jasa Islam bagi kebaikan negeri ini, menurut Kuntowijoyo, antara lain: &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Islam membentuk civic culture (budaya bernegara). Kerajaan-kerajaan Islam yang berdiri di seluruh Indonesia sejak abad ke-13 pasti dipengaruhi oleh Tata Negara Islam, bukan oleh Hinduisme. Buku Tata Negara, seperti Tajus Salatin mempunyai pengaruh yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Solidaritas nasional, terjalin karena peng-Islaman Nusantara menjadikan seluruh Indonesia sebuah kesatuan. Jaringan itu terbentuk terutama sesudah ada diaspora Islam ketika Malaka jatuh ke tangan Portugis pada 1511. Persamaan agama, budaya, dan suku Melayu menjadikan jaringan agama sebagai proto-nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, syari’at jihad menjadi motivator satu-satunya untuk meraih kemerdekaan, bebas dari belenggu penjajahan kafir Belanda. Pada tahun 1873-1903 terjadi Perang Aceh menentang penjajah Belanda. Pada tahun-tahun 1945-1949 ideologi jihad-lah yang mendorong pembentukan laskar Hizbullah-Sabilillah sebagai tentara resmi melawan penjajah. Perlawanan terhadap komunisme pada tahun 1965-1966 adalah berkah ideologi jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, kontrol sosial di NKRI, tidak hanya dijalankan oleh polisi, hukum, perundangan, dan peraturan, tapi terutama oleh agama Islam. Bayangkan, jika tidak ada Islam yang melarang pembunuhan, pencurian, dan perampokan, pastilah orang-orang kaya perlu punya banyak Satpam. Jika tidak ada Islam yang melarang tradisi kawin sesama saudara kandung, mengharamkan pelacuran, perjudian, miras, korupsi, seperti apa Indonesia hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, bangsa Indonesia belum pernah secara obyektif mengakui dan kemudian mengoreksi kesalahannya. Ada banyak alasan kondisional, dimana seseorang atau suatu bangsa terjerumus pada kesesatan tanpa menyadari bahwa mereka tersesat jalan. Mereka rela berkorban apa saja, demi bangsa, demi persatuan, demi hak asasi manusia, tanpa memahami bahwa itu semua adalah sia-sia. Al-Qur’an menginformasikan hal ini, sejak 15 abad lalu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah, apakah akan Kami beritakan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu, orang-orang yang telah melakukan kesesatan dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka mengira telah berbuat yang sebaik-baiknya.”&lt;/i&gt; (Qs. Al-Kahfi, 18:103-104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h3&gt;Baca Pidato Soekarno: Lahirnya Pancasila&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikisource.org/wiki/Pidato_Soekarno:_Lahirnya_Pancasila%3C/center%3E" target="_blank"&gt;http://id.wikisource.org/wiki/Pidato_Soekarno:_Lahirnya_Pancasila&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-4725374559343807018?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/4725374559343807018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=4725374559343807018&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/4725374559343807018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/4725374559343807018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/siapa-mengkhianati-pancasila.html' title='Siapa Mengkhianati Pancasila?'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-8647103839245193522</id><published>2008-05-07T11:30:00.004+07:00</published><updated>2008-05-07T11:32:58.790+07:00</updated><title type='text'>“Kabut” Ahmad Syafii Maarif</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_30_1"&gt;&lt;!--2050--&gt;Counter Liberalisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 28 Nov 2006 - 10:29 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5407_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Irena Handono *&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/fpi/W-irena_handono.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/Syafii_maarif4.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt;Ahmad Syafii Maarif “menelikung” pemikiran Buya HAMKA, seolah-olah beliau seorang yang rindu dunia untuk didiami siapa saja meski “beragama atau tidak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Syafii Maarif, bekas ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menerima pesan singkat dari jenderal polisi yang bertugas di Poso. Sang jenderal minta Syafii membantunya memahami ayat 62 surat Al-Baqarah. Jenderal itu berharap makna ayat itu akan membantunya mengurai konflik yang terjadi di Poso. Tulisan yang dimaksud berjudul, &lt;a href="http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=272485&amp;amp;kat_id=19" target="_blank"&gt;“&lt;b&gt;Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah&lt;/b&gt;” di  Harian Republika, (Selasa 21 November 2006)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini kutipanya;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat al-Baqarah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana. Karena permintaan itu serius, maka saya tidak boleh asal menjawab saja, apalagi ini menyangkut masalah besar yang di kalangan para mufassir sendiri belum ada kesepakatan tentang maksud ayat itu. Ayat yang substansinya serupa dapat pula ditemui dalam surat al-Maidah ayat 69 dengan sedikit perdedaan redaksi. Beberapa tafsir saya buka, di antaranya Tafsir al-Azhar karya Hamka yang monumental itu.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan itu, Syafii juga mengatakan jika yang dimaksud Hamka itu adalah masalah toleransi. Padahal bukan. Menurut saya, &lt;i&gt;&lt;b&gt;buku tafsir itu dibacanya dengan fikiran  yang “berkabut”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.  Kesimpulannya, hal-hal yang benar dari Hamka tertutup dan memunculkan pemikiran Syafii Maarif sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali 'Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Alquran&lt;/i&gt; (lih. al-Baqarah 256; Yunus 99).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syafii Maarif, Hamka adalah seorang mufassir yang berani. Saya setuju dan benar sekali. Bahkan beliau sudah menafsirkan ayat-ayat Allah dengan tepat dan gamblang, termasuk surat Al-Baqarah ayat 62 dan Al-Maidah ayat 69 serta Ali Imran ayat 85 yang terkait dengan ayat 62 surat Al- Baqarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafsir Hamka terhadap surat Al-Baqarah ayat 62: "&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabiin, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan beramal yang shaleh, maka untuk mereka adalah ganjaran di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita &lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat AlMaidah ayat 69: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabiun, dan Nashara, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan diapun mengamalkan amal yang shaleh, maka tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada Tafsir Al Azhar. karya Prof.DR Hamka, seharusnya Syafii Maarif bisa menjawab pertanyaan sang jenderal polisi dengan tegas dan benar. Sebab pada buku juz 1 halaman 212, Hamka menyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Di dalam ayat ini dikumpulkanlah keempat golongan ini menjadi satu. Bahwa semua mereka tidak merasakan ketakutan dan dukacita asal saja mereka sudi beriman kepada Allah dan Hari Akhirat dan diikuti dengan amal yang saleh. Dan keempat-empat golongan itu lalu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat itu akan mendapat ganjaran di sisi Tuhan mereka.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, penafsiran Prof DR Hamka, bukan tentang toleransi antar ummat beragama, tapi yang paling pokok adalah keempat golongan itu hendaknya beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Itulah syarat mutlak untuk mendapatkan ganjaran disisi Tuhan mereka. Mestinya penafsiran yang gamblang ini jangan lagi diberi bayang-bayang kabut, karena tidak ada ayat Al Quran yang saling bertentangan, tapi justru saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="contents"&gt;&lt;embed src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/Syafii_maarif4.swf" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" align="right" height="180" hspace="5" width="150"&gt;&lt;/embed&gt;Sebaliknya, Syafii Maarif "&lt;b&gt;menjejalkan&lt;/b&gt;" fikirannya dengan menggambarkan Hamka sebagai seorang yang rindu akan dunia yang aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing Jadi, seolah-olah Hamka menyatakan beragama atau tidak bukan masalah, toh semua agama sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya, supaya tidak terkesan “&lt;b&gt;menelikung&lt;/b&gt;”  pemikiran Prof. Hamka, hendaknya Syafii Maarif juga mengutip pemikiran beliau pada halaman 214 dan 215   yaitu, "&lt;i style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kerapkali menjadi kemuskilan bagi orang yang membaca ayat ini, karena disebut yang pertama sekali ialah orang-oang yang beriman, kemudiannya baru disusul oleh Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Setelah itu disebutkan bahwa semuanya akan diberikan ganjaran oleh Tuhan apabila mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, lalu beramal yang saleh. Mengapa orang yang beriman disyaratkan beriman lagi ?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Hamka berpendapat, "&lt;i style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;setengah ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud disini barulah iman pengakuan saja. Misalnya mereka sudah mengucapkan dua kalimah syahadat, mereka telah mengaku dengan mulut, bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah. Tetapi pengakuan tadi baru pengakuan saja,belum diikuti oleh amalan, belum mengerjakan rukun Islam yang lima perkara, maka iman mereka itu masih sama saja dengan iman Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Apatah lagi orang Islam peta bumi saja atau Islam turunan, maka Islam yang semacam itu masih sama saja dengan Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Barulah keempat itu terkumpul menjadi satu, apabila semuanya memperbaharui iman, kembali kapada Allah dan Hari Akhirat, serta mengikutinya dengan perbuatan dan pelaksanaan.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah syarat mutlak sehingga keempat golongan itu menjadi satu dan padu yaitu beriman kepada Allah, Hari Akhir dan beramal shaleh. Adapun yang tidak dikutip oleh Syafii Maarif sehingga pemikirannya berkabut adalah kalimat Prof. Hamka pada halaman 215 yaitu, "&lt;i style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Apabila telah bersatu mencari kebenaran dan kepercayaan, maka pemeluk segala agama itu akhir kelaknya pasti bertemu pada satu titik kebenaran.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang khas dari titik kebenaran itu adalah menyerah diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah yang SATU ; itulah Tauhid, itulah Ikhlas, dan itulah Islam ! Maka dengan demikian orang yang telah memeluk Islam sendiripun hendaklah menjadi Islam yang sebenarnya. Inilah sebenarnya pemikiran Islami dari Prof. DR. Hamka yang ditelikung oleh Syafii Maarif, yang mengaku sebagai ‘sang murid.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pernahkah terfikirkan oleh Syafii Maarif bahwa keyakinan Kristiani menyatakan Allah dalam Al Quran bukan Tuhan dalam Bible (Lihat buku .The Islamic Invasion, karya Robert Morey, edisi Bahasa Indonesia, Halaman 62, yang isinya sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kita bandingkan sifat-sifat Tuhan Al Kitab (Bible) dengan sifat-sifat Tuhannya Al Quran, muncul dengan jelas, bahwa keduanya bukanlah dari Tuhan yang sama!" Bahkan pada halaman yang sama tertulis bahwa : "Latar belakang sejarah mengenai asal-usul dan makna kata Arab "Allah" bukanlah Tuhan yang menjadi sesembahan orang Yahudi dan orang Kristen. Allah hanyalah suatu berhala Dewa Bulan bangsa Arab yang dimodifikasi dan ditingkatkan maknanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada halaman yang sama Robert Morey mengutip pendapat Doktor Samuel Schlorff, yang menyatakan dalam tulisannya mengenai perbedaan mendasar antara Allah dalam Al Quran dan Tuhan dalam Al Kitab (Bible) sebagai berikut; " Saya percaya bahwa kunci masalahnya adalah pertanyaan mengenai hakekat Tuhan dan bagaimana Tuhan berhubungan dengan ciptaannya ; Islam dan Kristen, meskipun mempunyai kesamaan secara formal, sesungguhnya sangat jauh berbeda dalam masalah tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah marilah kita merenung kembali, samakah semua agama, samakah semua kitab suci? Seharusnya Ahmad Syafii Maarif –apalagi dia mantan Ketua PP Muhahammadiyah-- meyakini bahwa; "satu-satunya agama di sisi Allah hanyalah Islam." Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oleh: Irena Handono&lt;br /&gt;*) Penulis adalah pendiri ‘Irena Center’ dan Ketua Umum Gerakan Muslimat Indonesia (GMI)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Hidayatullah.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-8647103839245193522?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/8647103839245193522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=8647103839245193522&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/8647103839245193522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/8647103839245193522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/kabut-ahmad-syafii-maarif.html' title='“Kabut” Ahmad Syafii Maarif'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-7464152201105650833</id><published>2008-05-07T11:02:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T11:03:21.253+07:00</updated><title type='text'>Poligami dan Gerakan Feminisme Global</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_30_1"&gt;&lt;!--2050--&gt;Counter Liberalisme&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 11 Jan 2007 - 1:00 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5450_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Henri Shalahuddin, MA&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/ebook/woman_bible.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="200" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;i&gt;Metode tafsir feminis mungkin tepat untuk diterapkan hanya pada Alkitab sebagai bentuk solusi terhadap “Sabda Allah” dalam bahasa manusia. Bukan pada Al-Quran&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun lalu, perhatian masyarakat terfokus pada dua isu heboh yang sejatinya saling berlawanan; yaitu video mesum duet YZ-ME dan poligami Aa Gym. Berlawanan baik dalam sisi etika, moral maupun agama. Dari ketiga sisi ini, jelas semua orang akan mengatakan bahwa adegan video mesum tersebut mutlak salah dan amoral. Sedangkan tentang isu poligami, semua orang tidak akan pernah sepakat mengatakan bahwa poligami Aa Gym itu mutlak salah. Karena dalam agama, memang poligami diperkenankan dengan beberapa cacatan. Namun anehnya, justru pemerintahan SBY lebih "mengurusi" isu poligami dengan meninjau kembali undang-undang (&lt;i&gt;baca: mempersulit&lt;/i&gt;) poligami. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah kenapa pemerintah lebih mengkonsumsi isu poligami yang telah lama eksis di masyarakat? Apa dan siapa di balik niat pemerintah mengkaji ulang undang-undang poligami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah untuk menjawab pertanyaan di atas secara cepat dan tepat. Sebab diperlukan riset yang tidak sederhana. Tapi bagaimanapun, bila ditinjau dari bingkai feminisme, penolakan poligami adalah bagian dari isu ini. Paham feminisme adalah setali tiga uang dengan paham-paham sekularisme, liberalisme dan pluralisme agama. Feminisme dalam kamus Oxford didefinisikan sebagai &lt;i&gt;advocacy of women’s right and sexual equality&lt;/i&gt; (pembelaan terhadap hak perempuan dan kesetaraan pria-wanita). Namun dalam perkembangannya, paham feminisme menuntut penggunaan bahasa gender-inclusive, seperti kata &lt;i&gt;chairwoman&lt;/i&gt; untuk menggeser &lt;i&gt;chairman&lt;/i&gt;, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam strata sosial, feminisme menuntut hal-hal seperti: legalisasi undang-undang pro-aborsi, hak wanita untuk memilih sebagai ibu rumah tangga atau meninggalkannya, hak mensterilkan kandungan (&lt;i&gt;female genital cutting&lt;/i&gt;), dsb. Sedangkan dalam agama, feminisme menuntut penafsiran bercorak feminis terhadap kitab suci, kesamaan waris, hak talak bagi wanita, tidak wajib berjilbab karena jilbab adalah simbol pengekangan berekspresi dan pelecehan eksistensi sosial wanita, pengharaman poligami, menuntut pemberlakuan masa iddah bagi laki-laki, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Tafsir feminis terhadap Kitab Suci&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.usccbpublishing.org/client/products/ProdimageLg/806-1.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;Dalam buku Penafsiran Alkitab dalam Gereja: Komisi Kitab Suci Kepausan yang edisi aslinya berjudul &lt;b&gt;&lt;i&gt;The Interpretation of the Bible in the Church, the Pontifical Biblical Commision&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Kanisius:2003), dijelaskan bahwa asal-usul sejarah penafsiran kitab suci ala feminis dapat dijumpai di Amerika Serikat di akhir abad 19. Dalam konteks perjuangan sosio-budaya bagi hak-hak perempuan, dewan editor komisi yang bertanggung jawab atas revisi (tahrif) Alkitab menghasilkan &lt;b&gt;The Woman's Bible&lt;/b&gt; dalam dua jilid. Gerakan feminisme di lingkungan Kristen ini kemudian berkembang pesat, khususnya di Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, gerakan feminis ini memiliki 3 bentuk pendangan terhadap Alkitab, &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;; yaitu bentuk radikal yang menolak seluruh wibawa Alkitab, karena Alkitab dihasilkan oleh kaum laki-laki untuk meneguhkan dominasinya terhadap kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, berbentuk neo-ortodoks yang menerima Alkitab sebatas sebagai wahyu (profetis) dan fungsinya sebagai pelayanan, paling tidak, sejauh Alkitab berpihak pada kaum tertindas dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, berbentuk kritis yang berusaha mengungkap kesetaraan posisi dan peran murid-murid perempuan dalam kehidupan Yesus dan jemaat-jemaat Paulinis. Kesetaraan status wanita banyak tersembunyi dalam teks Perjanjian Baru dan semakin kabur dengan budaya patriarki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, &lt;i&gt;Letty M. Russel&lt;/i&gt; dalam bukunya &lt;i&gt;Feminist Interpretation of The Bible&lt;/i&gt; yang telah diindonesiakan dengan tema &lt;i&gt;Perempuan &amp;amp; Tafsir Kitab Suci&lt;/i&gt;, menjelaskan lebih rinci 3 metode tafsir feminis terhadap Alkitab. Ketiga metode ini adalah: &lt;b&gt;a)&lt;/b&gt; Mencari teks yang memihak perempuan untuk menentang teks-teks terkenal yang digunakan untuk menindas perempuan. &lt;b&gt;b)&lt;/b&gt; Menyelidiki Kitab Suci secara umum untuk menemukan perspektif teologis yang mengkritik patriarki. &lt;b&gt;c)&lt;/b&gt; Menyelidiki teks tentang perempuan untuk belajar dari sejarah dan kisah perempuan kuno dan modern yang hidup dalam kebudayaan patriarkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berbekal ketiga pendekatan ini, mereka kemudian menafsirkan beberapa ayat Bibel yang dipandang menindas wanita. Di antara ayat-ayat Bibel yang ditafsirkan secara feminis adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perempuan diciptakan sesudah laki-laki, dari tulang rusuknya (Kejadian 2:21 -23). Ayat ini kemudian ditafsirkan dengan kesetaraan derajat antara laki-laki dan perempuan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perempuan lebih dahulu berdosa, karena perempuanlah yg terbujuk oleh ular untuk makan buah terlarang (kejadian 3:1-6 dan 1Timotius 2:13 -14) bahkan dilarang memerintah dan mengajar laki-laki (1Timotius 2:12 ). Ayat ini ditafsirkan bahwa baik laki-laki maupun perempuan sama-sama bertanggung jawab atas ketidakpatuhan mereka kepada Tuhan dan sama-sama tertipu oleh bujukan ular.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Perempuan tidak mempunyai hak bicara dan harus tutup mulut di gereja (1Korintus 14:34 -35). Ayat ini ditafsirkan sebagai nasehat “khusus” untuk mengatasi kekacauan dalam jemaat Korintus dan tidak berlaku secara umum (di luar jemaat Korintus).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Derajat perempuan di bawah laki-laki dan dia harus tunduk kepada suaminya seperti kepada Tuhan (Efesus 5:22 -23). Ayat ini ditafsirkan bahwa dalam berumah tangga, perempuan dan laki-laki harus saling merendahkan diri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Metode tafsir feminis mungkin tepat untuk diterapkan pada Alkitab sebagai bentuk solusi terhadap Sabda Allah dalam bahasa manusia, yang dikarang oleh banyak manusia dalam semua bagiannya melalui sejarah yang panjang dengan sekitar 5000 ragam manuskrip Bibel yang tidak mudah didamaikan antara satu dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun corak penafsiran feminis jelas tidak tepat bila diterapkan pada Al-Qur'an yang mempunyai karakter yang berbeda dengan Alkitab. Anehnya, bagi kalangan liberal Islam, metode ini dipaksakan terhadap studi Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Nasr Hamid Abu Zayd, pemikir liberal Mesir yang dimurtadkan oleh 2000 ulama negerinya dan saat ini banyak dianut di kebanyakan IAIN, secara tegas meniru tradisi umat Kristen ini. Dalam memandang ayat-ayat Al-Qur’an tentang wanita, Abu Zayd selalu menafsirkan ala feminis yang berawal dari sikap curiga dan dalih sistem patriarkis yang melatarbelakangi masyarakat Arab abad 7M. Kemudian membenturkannya dengan ayat-ayat yang dapat mengkritik dominasi laki-laki. Sehingga ayat-ayat yang terkesan ‘menindas wanita’ ditafsirkan dalam bentuk kesetaraan hak, kesamaan bagian, kedudukan dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Zayd, dalam bukunya &lt;i&gt;Voice of an Exile&lt;/i&gt; (2004:174-175), memandang Al-Quran layaknya seperti umat Kristen terhadap Bibel. Dalam isu gender, dia mempertanyakan: Apakah setiap yang termaktub dalam Al-Quran adalah firman Allah yang harus diaplikasikan? Dia berpendapat bahwa Al-Quran mempunyai dua dimensi; dimensi historis dan dimensi mutlak. Lalu menganalogikannya dengan Bibel dalam pandangan Kristen: “&lt;i&gt;According to Christian doctrine, not everything that Jesus said was said as the Son of God. Sometimes Jesus behaved just as a man&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Kesimpulan&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Legalisasi pengetatan undang-undang poligami cenderung berkiblat pada paham feminisme. Feminisme adalah bagian yang tak terpisahkan dari paham-paham liberalisme, sekularisme dan pluralisme agama yang berakar tunjang pada tradisi Kristen. Feminisme sebagaimana paham Sipilis bukan lagi sekedar wacana, tapi telah menjadi gerakan nyata yang dikampanyekan di kebanyakan perguruan tinggi dan media massa. (Hidayatullah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)&lt;i&gt; Penulis adalah Sekretaris Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;MELALUI MEJA SEMINAR YG DIPRAKARSAI OLEH&lt;br /&gt;PARA AKTIVIS YANG TIDAK JELAS KEISLAMANNYA&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.net/other/slide/femenisme/2003-001.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.net/other/slide/femenisme/2003-002.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;LALU DIGELARLAH DEMO ANTI POLIGAMY&lt;br /&gt;DENGAN MEMPERALAT PARA MUSLIMAH&lt;br /&gt;DIKOORDINATORI OLEH PARA PRIA BERDASI ??&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe name="frame" src="http://swaramuslim.net/other/slide/slide-025a.htm" frameborder="0" height="350" scrolling="no" width="100%"&gt; &lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.net/other/slide/femenisme/2003-012.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;PERTANYAAN NYA :&lt;br /&gt;BUKANLAH KENAPA PARA MUSLIMAH&lt;br /&gt;MAU BERDEMO DENGAN DIKOORDANTORI PRIA BERDASI&lt;br /&gt;TAPI .................&lt;br /&gt;SIAPAKAH ORANG BULE INI ??? MUSLIMKAH YBS ??&lt;br /&gt;DIAKAH SANG ORIANTALIS ???  YG MENUNGGANGI LSM RAHIMA ??&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rahima.or.id/Galery/index.htm" target="_blank"&gt;http://www.rahima.or.id/Galery/index.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOU DICIDE !!!! &lt;/h4&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sementara disisi lain Berbagai kegiatan Pornografi dan pornoaksi yang sekarang marak di berbagai media masa termasuk berbagai tayangan sinetron di Televisi yang sudah konkrit bisa merusak ahlak &amp;amp; Moral generasi bangsa.&lt;br /&gt;TIDAK PERNAH MASUK DALAM AGENDA MEREKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-7464152201105650833?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/7464152201105650833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=7464152201105650833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7464152201105650833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7464152201105650833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/poligami-dan-gerakan-feminisme-global.html' title='Poligami dan Gerakan Feminisme Global'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-3165229434382463016</id><published>2008-05-07T10:55:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T10:58:31.618+07:00</updated><title type='text'>UPAYA PLAGIATOR Membendung Syari’at Islam</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 08 Feb 2007 - 1:48 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5486_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/bung_karno-03.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt;KEKACAUAN politik berawal dari kacaunya sistem pemerintahan negara. Kerusakan masyarakat disebabkan rusaknya para pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simposium dan Sarasehan Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan UGM, KAGAMA, LIPI dan Lemhanas 14-15 Agustus 2006 di Jogjakarta melahirkan kesimpulan menarik, yang meragukan kesaktian Pancasila. “&lt;i&gt;Pancasila bukanlah ideologi dan doktrin yang lengkap, yang begitu saja dapat diterjemahkan atau dijabarkan dalam tindakan, tetapi merupakan orientasi, memberikan arah ke mana bangsa dan Negara harus dibangun.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan itu, Mochtar Pabottinggi, pengamat politik LIPI mengatakan bahwa Pancasila bukanlah ideologi Negara melainkan vision of state yang mendahului berdirinya Republik Indonesia (Republika 1/6/’06).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai dasar negara, Pancasila memang tidak memiliki parameter dan ukuran yang jelas sehingga memberi peluang bagi siapa saja untuk menafsirkan sesuai dengan latar belakang pemikiran dan kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika presiden pertama RI Soekarno yang mempopulerkan &lt;b&gt;Pancasila&lt;/b&gt; &lt;i&gt;sebagai dasar Negara berkuasa&lt;/i&gt;, maka Pancasilais sejati adalah pendukung Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Zaman Soeharto Pancasilais sejati mengacu kepada doktrin Eka Prasetya Pancakarsa (P-4 alias Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan mendapat justifikasi dengan pola penataran P-4 hingga berpuluh-puluh jam lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/icon_garuda.gif" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="150" /&gt;Padahal dasar Negara adalah fondamen sebuah pemerintahan negara. Dalam UUD ’45 dasar negara secara formal diletakkan pada BAB Agama yaitu Ps. 29 ayat 1: Negara Berdasarkan Atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Bagaimana penjelasan masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja yang membuat resah, saat menghadapi situasi krisis seperti sekarang. Undang-undang Dasar 1945 yang telah diubah (diamandemen) sebanyak empat kali dinilai tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, timbul kerancuan dalam ketatanegaraan Indonesia. Menurut &lt;i&gt;&lt;b&gt;Tyasno Sudarto&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, mantan Kepala Staf TNI AD, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama di Jakarta, Rabu (3/1), mengatakan, &lt;i&gt;UUD 1945 yang telah diamandeman saat ini illegal. Pasalnya, UUD tersebut telah dijalankan meskipun UUD 1945 yang asli belum dicabut penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, UUD yang diubah juga belum disahkan dalam lembaran negara. “UUD 1945 yang diamandemen tidak sah secara hukum,” ujar Tyasno, yang juga deklarator Gerakan Revolusi Nurani.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Undang-undang dan aturan hukum yang menginduk kepada UUD 1945 juga tidak sah. Kondisi tersebut membuat landasan ketatanegaraan di Indonesia tidak jelas. Karena itu, UUD Indonesia harus segera dikembalikan lagi ke UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Penamaan UUD 1945 yang telah diamandemen dengan menggunakan nama yang sama juga membingungkan masyarakat. Karena itu, bangsa Indonesia harus kembali kepad jati dirinya dan konsisten terhadap cita-cita proklamasi, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika,&lt;/i&gt;” kata Tyasno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Hasil Plagiat&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/WR_Supratman-s.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="133" hspace="5" width="100" /&gt;Lagu kebangsaan &lt;i&gt;Indonesia Raya&lt;/i&gt; yang diciptakan &lt;b&gt;Wage Rudolf Supratman&lt;/b&gt;, ternyata merupakan karya jiplakan (contekan). Tudingan tersebut datang dari budayawan dan seniman senior Indonesia bernama &lt;b&gt;Remy Sylado (23761)&lt;/b&gt;. Menurut Remy yang bernama asli &lt;i&gt;Yapi Tambayong ini&lt;/i&gt;, lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul &lt;b&gt;Leka Leka Pinda Pinda&lt;/b&gt;. Remy juga mengungkapkan selain &lt;i&gt;Indonesia Raya&lt;/i&gt;, sebuah lagu lain berjudul &lt;i&gt;&lt;b&gt;Ibu Pertiwi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; juga merupakan karya jiplakan dari sebuah lagu rohani Kristen (lagu gereja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan tersebut disampaikan Remy Sylado di Jakarta 4 Januari 2007 pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mcb.swaramuslim.net/index.php?section=2&amp;amp;page=-1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://mcb.swaramuslim.net/userimages/4f97f799df98.jpg" align="right" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Rupanya &lt;i&gt;founding fathers&lt;/i&gt; kita memang sudah terbiasa melakukan jiplak menjiplak. Pancasila, yang diakui Bung Karno (BK) sebagai hasil karyanya dengan memerah nilai-nilai yang hidup di Nusantara, ternyata juga hasil &lt;i&gt;&lt;b&gt;jiplakan dari asas Zionisme dan asas Freemasonry&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, seperti Monotheisme (Ketuhanan Yang Maha Esa), Nasionalisme (Kebangsaan), Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab), Demokrasi (Musyawarah), dan Sosialisme (Keadilan Sosial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BK tanpa malu-malu mengatakan Pancasila yang kemudian dijadikan asas negara itu merupakan karya otentiknya. Padahal, karya contekan itu sengaja dijadikan landasan ideologis untuk membendung kecenderungan rakyat Indonesia saat itu yang mau menjadikan Islam sebagai asas. Kemampuan retorika BK yang punya daya ‘sihir’ itu akhirnya bisa mengecoh tokoh Islam saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, selain mengatakan Pancasila sebagai ekstrak dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang di Indonesia, BK juga menempatkan sila Ketuhanan di urutan terakhir. Dengan demikian, maka yang diributkan tokoh Islam kala itu adalah bukan Pancasilanya, tetapi urutan sila-silanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/SM_Kartosoewirjo-s.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="134" hspace="5" width="100" /&gt;Maka, tokoh Islam kala itu, berusaha keras memperjuangkan agar sila Ketuhanan berada di urutan pertama. Akhirnya, mereka merasa sudah ‘berhasil’ memperjuangkan kepentingan Islam dengan menempatkan sila Ketuhanan pada urutan pertama. Namun sebenarnya mereka terpedaya. Tokoh umat itu akhirnya sama sekali tidak menolak sebuah karya contekan untuk dijadikan landasan ideologis. Hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya contekan lain yang diakui Bung Karno sebagai karya otentiknya adalah teks Proklamasi yang dibacakannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagaimana bisa dilihat, dokumen sejarah asli teks Proklamasi berupa tulisan tangan BK, terlihat banyak coretan. Karena sesungguhnya naskah itu merupakan jiplakan dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekarmadji_Maridjan_Kartosoewirjo" target="_blank"&gt;naskah proklamasi negara Islam yang dibuat &lt;b&gt;SM Kartosoewirjo (SMK)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/proklamasi-bk-b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="256" hspace="5" width="400" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Proklamasi Negara Islam Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://swaramuslim.net/images/uploads/tokoh_sejarah/proklamasi-teks-b.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/proklamasi-teks.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" hspace="5" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrahiim,&lt;br /&gt;Asyhaduan Lailaha illallah,&lt;br /&gt;wa asyhaduanna Muhammadarasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ummat Islam bangsa Indonesia menyatakan berdirinya&lt;br /&gt;Negara Islam Indonesia. Maka hukum yang berlaku atas&lt;br /&gt;Negara Islam Indonesia itu adalah hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah Indonesia, 12 Syawal 1368 H / 7 Agustus 1948 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Negara Islam Indonesia:&lt;br /&gt;SEKARMADJI MARIDJAN KARTOSOEWIRJO&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;b&gt;Holk H Dengel&lt;/b&gt;, sejak 14 Agustus 1945 sebenarnya SMK sudah mensosialisasikan deklarasi negara Islam. Ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu, SMK sudah mengetahuinya melalui berita radio, dan berusaha memanfaatkan peluang ini untuk sosialiasi proklamasi negara Islam. Maka, SMK pun ke Jakarta bersama pasukan Hizbullah, mengumpulkan masa untuk mensosialisasikan berdirinya negara Islam, dan konsep proklamasi negara Islam kepada masyarakat luas. Di antara yang hadir tampak Sukarni dan Ahmad Subardjo. Dari kedua orang inilah BK mengetahui banyaknya dukungan terhadap sosialisasi berdirinya negara Islam. Maka para pemuda pun berinisiatif ‘menculik’ Soekarno-Hatta yang saat itu sedang berada di persembunyiannya (di Rengas Dengklok) untuk ke Jakarta dan segera memproklamasikan negara sekuler, agar tidak terdahului oleh proklamasi negara Islamnya SMK. Naskah yang dipersiapkan BK berdasarkan ingatan Ahmad Soebardjo dan Sukarni tentang konsep proklamasi yang disiapkan SMK sejak awal Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/flag_indonesia.jpg" alt="image" name="image" align="left" border="0" height="100" hspace="5" width="150" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_sejarah/flag_dutch.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="100" hspace="5" width="150" /&gt;Satu lagi, lambang negara RI bendera merah-putih, juga bukan karya otentik &lt;i&gt;founding fathers&lt;/i&gt; kita, tetapi “menjiplak” bendera Belanda yang mempunyai tiga warna merah-putih-biru, kemudian ‘diadaptasi’ hanya menjadi merah-putih. Sama persis dengan bendera Monaco. Masih lebih kreatif bangsa Singapura yang juga berbendera merah-putih namun ada tambahan gambar bintang di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, bagaimana penilaian bangsa lain kepada bangsa Indonesia yang lagu kebangsaannya hasil jiplakan, landasan ideologisnya (Pancasila) karya jiplakan, begitu juga dengan lambang negara merah-putihnya karya ‘adaptasi’ bendera Belanda bukan otentik alias jiplakan juga? Bahkan naskah proklamasi yang dibacakan Soekarno dan menjadi dokumen sejarah itu, juga karya jiplakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-3165229434382463016?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/3165229434382463016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=3165229434382463016&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3165229434382463016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/3165229434382463016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/upaya-plagiator-membendung-syariat.html' title='UPAYA PLAGIATOR Membendung Syari’at Islam'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-7890783036645551639</id><published>2008-05-07T10:44:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T10:45:22.781+07:00</updated><title type='text'>Operasi Ular Berbisa di Indonesia</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 16 Mar 2007 - 2:56 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5520_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/xfiles/xfiles_Soekarno1.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Bung Karno, sebuah nama legendaris di Indonesia. Kebesaran namanya telah melampaui jasa-jasanya. Di mata pengagumnya, Bung Karno, presiden RI pertama, hampir-hampir tidak memiliki sisi negatif. Bahkan sebagian besar rakyat muslim pernah mengangkatnya sebagai Ulil Amri Ad-Dharury bis Syaukah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sejarawan Arab, bernama Dr. Abdullah Tal, mencoba meneropong sisi kehidupan Soekarno dari presfektif yang sama sekali berbeda dengan yang kita kenal selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya, ikutilah tulisan beliau di bawah ini yang kami terjemahkan dari kitab Al-’Afal Yahudiyah fi Ma’aqilil Islami (Operasi Ular Berbisa di negara-negara Islam). Kitab ini menyoroti sepak terjang pemimpin- pemimpin negara yang menjadi agen-agen Zionis dan beroperasi di negara-negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA merupakan negara dengan penduduk terbesar kelima setelah Cina, India, Uni Sovyet dan Amerika Serikat. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 3000 pulau lebih, yang terbesar adalah Irian, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Luas wilayahnya mencapai 735.865 mil persegi8) dan termasuk negeri terkaya di dunia. Dalam pembahasan ini kami hendak mengetengahkan bahaya yang dihadapi negeri besar ini, karena sepak terjang Zionisme Internasional dan Komunis yang mencengkeram negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan puluh persen dari penduduknya beragama Islam. Islam tidak pernah menghadapi suatu tempat yang begitu dipenuhi oleh pemikiran dan keyakinan yang berlawanan dengan Islam seperti yang terjadi di Indonesia. Yaitu perintang dari agama Hindhu dan Budha , pada masa-masa takhayul dan khurafat dahulu. Islam menghadapi keadaan ini dengan penuh semangat ketenangan dan maju dengan langkah damai, jauh dari senjata, tentara, dan armada tempur; tetapi hanya dengan mengandalkan kekuatan yang terkandung dalam ajaran Islam yang bersifat toleran, sederhana, dan utuh. Ketika benteng-benteng perintang yang begitu kokoh mengalami serbuan dakwah, tiba-tiba hati dan pikiran penduduknya terbuka untuk menerima kebenaran. Dengan begitu Islam tersiar, berkembang dan mendapatkan ribuan pemeluk tanpa kekerasan dan paksaan. Tiba-tiba mayoritas dari penduduk kepulauan ini beriman kepada Allah dan Muhammad rasulullah saw. dengan suatu cara yang hampir-hampir merupakan muk-jizat. Para pedagang Muslim yang datang menye-barkan Islam ke negeri ini melakukannya tidak sebagaimana badan-badan kristenisasi yang dilengkapi dengan ilmu, kemampuan, dan dana organisasi yang teratur, tetapi mereka mela-kukannya secara individual yang ditopang oleh keimanan yang mendalam, dan semangat yang tinggi di dalam diri mereka, sehingga berhasillah mereka mewujudkan keajaiban tersebut, sehingga Allah memberikan balasan yang baik kepada mereka. &lt;b&gt;Dengan demikian menjadi jelaslah secara ilmiah, bahwa Islam tidak disebarkan melalui pedang&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Islam di kepulauan Indonesia (dahulu disebut kepulauan Melayu) telah tuntas sebelum datangnya penjajah Belanda yang meram-pas negeri ini sejak abad ke-16.9) Kolonial Belanda baru keluar dari negeri ini setelah serbuan Jerman dan Jepang pada tahun 1942, dan angkatan perang Jepang berhasil menduduki seluruh kepulauan Melayu, kemudian hengkang dari negeri ini pada tahun 1945 setelah Amerika menjatuhkan bom atomnya di Hiroshima, sehingga mempercepat kemenangan Amerika dalam Perang Dunia ke II ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah abad pertama dari masa penjajahan Belanda selama 3,5 abad di Indonesia, Belanda mendapatkan perlawanan sengit dari puluhan juta rakyat Muslim Indonesia yang miskin atas kekejaman kolonialisme yang keji. Dalam masa perla-wanan baik yang dilakukan di bawah tanah maupun terang-terangan, muncullah tokoh-tokoh pejuang Indonesia seperti &lt;b&gt;Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Soekarno, Ahmad Soebardjo, Sjahrir, dan Kasman Singodimedjo&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu penjajahan Jepang, para tokoh di atas dan lain-lainnya melakukan perlawanan secara rahasia terhadap Jepang, &lt;b&gt;tetapi Soekarno adalah salah satu tokoh yang mengajak bekerja sama dengan angkatan perang penjajah Jepang&lt;/b&gt;, karena itu dia dianggap sebagai tokoh yang moderat 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajah Belanda dan Jepang memaksa Soekarno untuk menjadi juru bicaranya, dengan imbalan, Soekarno diangkat sebagai tokoh utama lantaran kemampuannya yang luar biasa dalam mem-pengaruhi pikiran publik. Ia dicintai oleh rakyat, dan di depan namanya mereka tambahkan kata Ahmad, sehingga nama lengkapnya menjadi &lt;b&gt;Ahmad Soekarno&lt;/b&gt;. Hubungan Soekarno dengan Islam sama persis sebagaimana Kemal Attaturk di Turki dengan Islam, yang secara lahiriah menam-pakkan perhatiannya kepada Islam, tetapi di balik itu, ia melakukan tipu daya terhadap rakyat dan ulama guna memantapkan kekuasaan seperti yang diperbuat oleh Kemal Attaturk. Begitulah yang dilakukan oleh Soekarno sejak ia memegang kekuasaan di Indonesia sebagai presiden pada 23 Agustus 1945.11) Soekarno dengan terang-terangan tidak mengacuhkan Islam dan menyatakan perang terhadap partai-partai Islam dan menggalakkan kemajuan partai Komunis serta badan-badan penyebaran Kristen dengan biaya negara. Ringkas-nya tindakan-tindakan Soekarno yang busuk itu, telah menjerumuskan Indonesia ke dalam suasana kacau dan kemelut yang terjadi dewasa ini, &lt;b&gt;yaitu&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sejak ia memegang kekuasaan telah meng-umumkan strategi tipu dayanya yang &lt;b&gt;pertama&lt;/b&gt; dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan filsafat negara bangsa Indonesia. Pancasila ini terdiri dari ke-Tuhan-an yang Maha Esa, Kema-nusiaan, Kebangsaan, Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan Sosial. Kata-kata Pancasila ini selalu diucapkan berulang-ulang oleh orang Indonesia yang secara sepintas terlihat baik dan membawa “rahmat” tetapi pada hakikatnya adalah racun yang ditebarkan oleh Soekarno untuk tujuan menggalang kerja sama antara rakyat Indonesia yang 90% Muslim dengan golongan-golongan lain, terutama sekali dengan golongan Komunis dalam kedudukan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya adalah, untuk menyatukan barisan nasional dalam menghadapi kekuatan kolonial. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Soekarno memecah belah kekuatan revolusioner yang sebenarnya, terutama sekali partai Masyumi dan Syarikat Islam yang merupakan kekuatan penentang penjajah Belanda dan Jepang. Bahkan para tokoh utama dari pejuang-pejuang tersebut dipenjarakan oleh Soekarno seperti &lt;b&gt;Mohammad Natsir&lt;/b&gt;, mantan Perdana Menteri setelah Prok-lamasi, &lt;b&gt;Dr. Sjahrir&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Ahmad Soebardjo&lt;/b&gt;, mantan Menteri Luar Negeri, &lt;b&gt;Burhanuddin Harahap&lt;/b&gt;, mantan Perdana Menteri tahun 1955, &lt;b&gt;Mohammad Roem&lt;/b&gt;, mantan ketua delegasi perundingan Konferensi Meja Bundar tahun 1949 dan Menteri Pendidikan, karena Kementerian ini melarang penerbitan buku dan selebaran-selebaran anti Komunis yang begitu gencar di negeri ini. Beberapa tahun setelah Soekarno memegang kekuasaan, teman-temannya yang dahulu berjuang bersamanya, dijebloskan ke dalam penjara atau dikenai tahanan rumah atau tahanan rumah sakit, karena mereka menghalangi langkah Soekarno untuk menghancurkan Islam dan menyerahkan Indonesia ke tangan Komunis serta golongan Kristen. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Soekarno menggalakkan para misionaris untuk menyebarkan Kristen dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekalipun pada masa penjajahan Belanda yang berlangsung 300 tahun lebih. Pemerintah Soekarno turut mendanai badan-badan misionaris Kristen bahkan ia mengijinkan Kristenisasi di kalangan militer Indonesia atas biaya negara. Ada sebanyak 260 tokoh-tokoh Pendeta Kristen Protestan yang bekerja di lingkungan militer dengan gaji negara.12) Pada masa Soekarno dan dalam sejarah Islam pertama di Indonesia terjadi ribuan orang Islam pindah ke agama Kristen dengan sepenge-tahuan pemerintah Soekarno. Akibat dari politik ini, maka dengan cepat jumlah orang Kristen mencapai lebih dari 5 Juta orang yang berarti berlipat ganda sekian kali jumlahnya dibandingkan masa penjajahan Belanda. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Soekarno menggalakkan Komunis dan menge-labui rakyat Indonesia dengan doktrin Nasakom-nya guna menggalang kerja sama antara kaum Muslimin dan golongan Komunis untuk mela-wan penjajah. Rakyat menerima ajakan pemim-pin besarnya, karena mereka menganggap munculnya kolonialis baru yang mengancam negeri mereka dan untuk menghadapi bahaya penjajahan yang fatamorgana ini hanya bisa dilakukan dengan cara bekerja sama antara golongan Islam dan golongan Komunis.13) Dengan demikian golongan Komunis menjadi kuat berkat bantuan pemerintah sendiri dan paham Komunis meresap ke seluruh penjuru negeri, bahkan ke dalam tubuh militer Indonesia sendiri. Para perwira yang Komunis memberikan latihan militer kepada ribuan teman-teman Komunisnya untuk menghadapi hari H.14) Kerja sama antara Soekarno dan golongan Komunis tidak lagi menjadi rahasia bagi setiap orang di Indonesia maupun di luar negeri, kecuali mereka yang terbuai oleh kelicikan Soekarno pada masa-masa perjuangan bawah tanah dan terang-terangan di masa lalu. Patut diketahui bahwa jumlah kaum Komunis telah berkembang menjadi 3 Juta lebih di masa Soekarno padahal di zaman penjajahan Belanda hanya beberapa ribu orang saja.15) &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Soekarno melicinkan jalan bagi kolega-kolega Cina Komunis untuk menguasai perekonomian negeri ini sehingga jumlah orang-orang Cina yang menonjol semakin besar. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Begitu juga penyebaran majalah Yahudi yang dicetak di India dengan beraninya disalurkan melalui Kedutaan India di Jakarta. Soekarno melayani kepentingan Yahudi tidak secara langsung, tetapi melalui partai Komunis yang menjadi kepanjangan tangan dari gerakan Zionisme Yahudi Internasional. Adakah pelayanan yang lebih besar bagi kepentingan Yahudi lebih dari upaya menyerahkan negeri yang besar ini ke tangan golongan Komunis dan menempatkan negeri ini di bawah pengaruh Komunis RRC ataupun Komunis Rusia ?. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Hari H&lt;/h4&gt;&lt;br /&gt;Soekarno merasa bahwa ajalnya sudah hampir tiba, maka dia tidak ingin mati sebelum dapat memberikan pelayanan terakhir yang berharga kepada kolega Komunisnya. Ia menyadari bahwa sangat sulit menjebol akar Islam bila dia telah mati. Karena itu dia ingin menyelesaikan urusan ini dan menyerahkan kekuasaan negara kepada Partai Komunis, baru kemudian dia bisa dengan tenang menutup mata untuk selamanya. Soekarno tidak perlu berpikir keras mencari solusi, karena kolega-koleganya yang berpengalaman cukup lihai untuk mencari solusi dan dalih sebagai justifikasi (pembenar). Mereka adalah intelijen-intelijen yang pandai menciptakan kebohongan dan membuat fitnah kepada tokoh-tokoh yang baik. Oleh karena itu, Soekarno bersepakat dengan mereka untuk mengadakan revolusi sehingga kelak kekuasaan pemerintah jatuh ke tangan mereka. Mereka lalu mengadakan komplotan dan fitnah dengan menyebarkan tuduhan bahwa ada beberapa jenderal Muslim yang berniat untuk menggulingkan Soekarno. Komplotan yang palsu ini mendorong perwira-perwira Komunis untuk melakukan tindakan dan menghabisi sejumlah Jenderal serta teman dan pendukung mereka. Operasi pemban-taian yang keji ini telah berlangsung dengan cara-cara yang sangat mengerikan pada awal Oktober 1965. Bahkan salah seorang puteri dari Jenderal tersebut mati ditembus oleh peluru kaum Komunis, karena bapaknya yang Jenderal bersembunyi di belakang tembok taman dan lepas dari maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Komunis membantai 6 orang Jenderal dalam satu waktu dan mereka dapat menguasai angkatan udara serta sejumlah besar kelompok militer. Mereka mengumumkan, bahwa mereka telah melakukan pembunuhan tersebut demi menyelamatkan pemimpin besar Soekarno dari usaha kudeta yang telah disiapkan oleh beberapa Jenderal. Allah masih berkehendak untuk menye-lamatkan Negeri ini dengan munculnya perlawanan yang dipimpin oleh Nasution, seorang Jenderal beragama Islam dan Soeharto sebagai koleganya. Komplotan ini dapat dibasmi dan terungkap tipu daya serta kebohongannya. Cara-cara komplotan ini melakukan pembasmian, teror, dan pembunuhan massal yang tidak mengenal belas kasihan atau adab sopan dan adat-istiadat. Pada akhirnya terungkap apa yang sebenarnya terjadi dan membuat Soekarno jatuh dari kekuasaannya karena telah berkomplot dengan Partai Komunis. Kemudian muncullah pemerintahan baru untuk melakukan penertiban dan pemulihan keamanan. Peran Soekarno di Indonesia akhirnya terungkap, dan ia tidak sanggup lagi melindungi Partai Komunis untuk menutup kesalahannya yaitu pengkhianatan dan tipu daya. Soekarno hanya dapat melakukan pembelaan melalui pidato guna menyelamatkan apa yang masih dapat diselamat-kan dari reruntuhan komplotan Komunis dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat dia berpidato : ”&lt;i&gt;Bahwa golongan-golongan yang berusaha untuk menghabisi Partai Komunis di Indonesia ibaratnya seperti orang yang berusaha mematahkan besi&lt;/i&gt;”. Saat yang lain dia berpidato untuk meminta didirikan monumen bagi kaum Komunis yang telah memberikan pengor-banan besar dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini .16) Soekarno hari ini telah berada di ambang sakaratul maut politiknya, yang kelak waktulah akan mengungkapkannya sebelum ajalnya datang, apakah dia termasuk dalam barisan pahlawan atau penghianat.17) Soekarno bukan orang bodoh atau dungu jika kita ingin mengatakan, bahwa kebi-jakan-kebijakan yang dilakukannya adalah dilan-dasi oleh niat baik, tetapi telah terjadi kesalahan di sana-sini. Sesungguhnya dia adalah seorang yang amat lihai karena ia mampu memainkan peran rahasia dan melayani kepentingan Yahudi Internasional sepenuh hati, dan rasa tanggung jawab sekalipun dengan mengorbankan masa lalunya dan masa kininya serta menghadapi bahaya dalam hidupnya demi mensukseskan peran yang diletak-kan di atas pundaknya, dan menjalankan sandiwara di atas panggung sejarah Indonesia. Karena sesungguhnya &lt;b&gt;Soekarno adalah seorang keturunan Yahudi suku Dunamah&lt;/b&gt;.18) Allah telah melindungi Indonesia dan rakyatnya yang Muslim dan pemberani dan militernya yang ksatria yang telah berhasil menghancurkan kekuatan Komunis terbesar di luar negara-negara Komunis. (Diter-jemahkan dari “ Al Af’al Yahudiyah fii Ma’aqilil Islami, Dr, Abdullah Tal, bab V, hal. 128-133, terbitan Al Maktab Al Islamy, Beirut, 26 Agustus 1971). ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: swaramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-7890783036645551639?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/7890783036645551639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=7890783036645551639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7890783036645551639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/7890783036645551639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/operasi-ular-berbisa-di-indonesia.html' title='Operasi Ular Berbisa di Indonesia'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-611518180426193391</id><published>2008-05-07T10:40:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T10:42:23.477+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_21_1"&gt;&lt;!--0700--&gt;Untold Story / the X files&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 16 Apr 2007 - 4:00 am&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5551_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lihat catatan redaksi *)&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/ebook/Majalah_Risalah-07s.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="200" hspace="5" width="150" /&gt;FAKTA ini tentu amat mengejutkan, bahkan sulit dipercaya. Betapa kelompok &lt;b&gt;Salafy&lt;/b&gt; yang selama ini dikenal sebagai kelompok Islam yang berdakwah untuk &lt;i&gt;Ihyaus Sunnah&lt;/i&gt; (menghidup-hidupkan sunnah Nabi SAW), gerakan dakwah mereka ternyata didanai oleh jaringan intelejen Israel, Mossad. Tujuannya untuk menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan intelejen Palestina mengijinkan harian &lt;i&gt;Al-Hayat&lt;/i&gt; dan Televisi Libanon, &lt;i&gt;LBC&lt;/i&gt;, untuk mewawancarai orang-orang Palestina yang menjadi agen Mossad, dan sekarang ditawan oleh pemerintah Palestina. Mereka telah menyebabkan terbunuhnya sejumlah Mujahidin. Dalam sebuah wawancara, salah seorang agen mengungkapkan cara perekrutan mereka serta peranan yang mereka lakukan dalam memantau para mujahidin dan memicu fitnah lewat perselisihan, perpecahan, dan kebencian demi merealisasikan kepentingan strategis Zionisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara ini diterbitkan oleh tabloid &lt;i&gt;An-Nas&lt;/i&gt; nomor 127 mengutip harian &lt;i&gt;Al-Hayat&lt;/i&gt; yang terbit di London dan juga ditayangkan televisi &lt;i&gt;LBC&lt;/i&gt;. Tabloid &lt;i&gt;Al-Basya’ir&lt;/i&gt; kembali menyiarkan wawancara tersebut mengingat pentingnya fakta-fakta yang diungkapkan oleh agen ini. Wawancara di bawah ini, yang diterjemahkan oleh &lt;b&gt;Jati Utomo Dwi Hatmoko, M.Sc. &lt;/b&gt;, mahasiswa &lt;i&gt;Structural Engineering and Construction Management University of Newcastle Upon Tyne United Kingdom&lt;/i&gt;, dan dikutip dari Hidayatullah.com, laporan Bahrum A. Rambe. Berikut hasil wawancara dimaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wartawan&lt;/b&gt;: Bagaimana para zionis itu dapat memperalat anda untuk kepentingan mereka dalam konspirasi dan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agen&lt;/b&gt;: Awalnya saya membaca iklan di koran lokal tentang adanya pusat studi strategis kemasyarakatan yang bertempat di Singapura, mereka membutuhkan reporter di Tepi Barat untuk melakukan studi sosial dan publisistik tentang lingkungan, kemiskinan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya kirim biodata dan ijazah saya. Setelah dua pekan, datang balasan penerimaan saya di lembaga tersebut yang ternyata dikendalikan oleh intelejen zionis Mossad, dan dilaksanakan oleh orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan zionisme untuk merekrut orang Arab Palestina dengan cara jahannam yang tidak terpikir oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meminta kepada saya untuk menyiapkan laporan kemasyarakatan strategis. Mereka memberi imbalan uang yang cukup banyak. Dari situ, Pusat Studi Strategis palsu itu meminta tambahan laporan-laporan sensitif. Dan saya memenuhinya dengan teratur. Dengan memperhatikan permintaan-permintaan mereka saya mengetahui bahwa lembaga ini ada di bawah Mossad. Tapi saya tidak bisa mundur karena saya sudah memberi laporan-laporan yang sangat sensitif tentang keamanan nasional, tokoh-tokoh Mujahidin, posisi tempat tinggal mereka, dan keberadaan mereka. Informasi ini memudahkan mereka untuk membunuh para Mujahidin terbaik dari &lt;i&gt;Hamas dan Jihad Islami&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi berkembang sedikit demi sedikit sampai permainan ini tersingkap, mereka memberi kepada saya lisensi untuk menemui orang-orang penting di Tel Aviv. Di sana mereka menyambut saya di sebuah hotel bintang lima. Mereka memberi saya seluruh sarana kenikmatan, tapi ternyata mereka merekam saya ketika berada dalam kondisi memalukan dengan seorang wanita. Hal ini sebagai salah satu cara mereka untuk memperbudak dan mengendalikan saya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini pekerjaan menjadi lebih akurat. Mereka melatih saya seluruh dasar kerja intelejen. Dan komunikasi kami lewat internet, mengirim informasi lewat telepon seluler yang mereka berikan. Dari sini saya mulai mengumpulkan informasi yang paling akurat dan vital tentang tokoh-tokoh intifadhah secara rutin. Posisi saya sebagai reporter, membuat saya dapat bergabung dengan seluruh unsur Mujahidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan informasi yang sangat penting karena saya dianggap sebagai pejuang. Karena kedekatan saya dengan para pemimpin perlawanan dan pantauan saya terhadap posisi gerakan dan tempat tidur mereka saya telah memudahkan banyak pembunuhan melalui pesawat, penangkapan malam hari atau dengan menembak kendaraan. Dan saya telah merekrut banyak orang untuk kepentingan zionis dengan upah rendah tidak lebih dari 1500 chikel per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wartawan&lt;/b&gt;: Kami mengetahui bahwa anda dapat mengintervensi beberapa jamaah Islamiyyah, bagaimana itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agen&lt;/b&gt;: Sesungguhnya zionis sudah memanfaatkan kepolosan dan ketidak hati-hatian orang-orang Palestina. Kami ditugaskan membuat beberapa situs dengan nama: &lt;i&gt;Palestine Islamiyyah, al-Jihad al-Muqaddas, Tahrir al-Quds, Syababul Intifadhah&lt;/i&gt;, dan lain-lain. Dengan situs-situs ini kami berhubungan dengan banyak anak muda yang memiliki semangat jihad. Kami janjikan kepada mereka untuk membiayai mereka dengan uang dan senjata, dengan menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari orang-orang kaya dari Teluk dan aktivis Islam di Mesir, Yordan dan Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kami dapat menembus banyak mata rantai Mujahidin dan merasuk ke dalam tubuh mereka dengan mengatasnamakan Islam dan jihad. Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang &lt;b&gt;Salafiy&lt;/b&gt; untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan judul buku-buku yang menyerang Syi’ah dengan cara menjijikkan, dan buku lain yang menyerang Sunnah, sudah dicetak. Dan dimanfaatkan juga orang-orang yang fanatik dari kedua belah pihak, setelah diyakinkan bahwa buku-buku tersebut dicetak oleh para dermawan Teluk dengan cetakan lux. Selebihnya, pekerjaan akan dilakukan oleh mereka yang teripu dari kelompok fanatik Sunnah seperti Salafiyyin dan lain-lain. Tujuan utama dari pencetakan dan penyebaran buku ini, adalah menimbulkan fitnah dan kebencian serta saling mengkafirkan antarpihak dan menyibukkan mereka dengan pertarungan sampingsan sesama mereka, agar Israel dapat merealisasikan tujuannya, yaitu menghancurkan Islam, menelan tanah air, menghapus identitas generasi muda melalui penyebaran dekadensi moral, atau menggunakan orang-orang yang tersingkir di luar kehidupan, fanatik dan keras kepala. Hati mereka penuh dengan kebencian terhadap saudara mereka sesama Muslim, baik Sunnah atau Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, jaringan Mossad telah cukup sukses menjalankan missinya. Anda dapat melihat kira-kira semua masjid dan perkumpulan anak muda di Yaman, Pakistan, dan Palestina tenggelam dengan buku-buku ini, yang dicetak dan dibagikan secara gratis; yang dikesankan seolah-olah dibiayai dari kocek para donatur kaya Arab Saudi, padahal Mossad ada di belakang semua ini. Sayang sekali, banyak orang-orang yang tidak menyadari, termasuk para imam masjid, khatib-khatib, dan da’i-da’i yang menyibukkan diri secara ikhlas dan serius dengan menyebarkan buku-buku beracun minimal bisa dikatakan buku-buku lancang dan fitnah. Fitnah lebih berbahaya dari pembunuhan. Karena pikiran mereka sempit, maka mereka tidak berpikir tentang tujuan sebenarnya dari penyebaran buku-buku ini, yang meniupkan kebencian, perpecahan dan fitnah khususnya hari-hari belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku ini telah mulai menuai pengaruhnya di Pakistan. Orang-orang yang menyebut dirinya pengikut &lt;i&gt;Ahlu Sunnah wal jama’ah&lt;/i&gt;, membentuk &lt;i&gt;Tentara Shahabat&lt;/i&gt; dan menyerang kaum Syi’ah dalam ritual dan rumah-rumah, membunuh mereka ketika shalat Shubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pembantaian ganas yang menyedihkan meninggalkan ribuan mayat. Di lain pihak membentuk &lt;i&gt;Tentara Muhammad&lt;/i&gt; bereaksi dengan balasan yang lebih keras, ratusan orang terbunuh di kedua belah pihak tiap bulan. Pembantaian berdarah, kedengkian, membuat-buat pertempuran sampingan, fitnah yang berbahaya dengan pahlawan &lt;i&gt;Khawarij&lt;/i&gt; zaman sekarang, dimanfaatkan oleh Mossad untuk menyulut fanatisme, pengkafiran, pembunuhan, untuk melemahkan negara Islam pertama yang memiliki bom atom, Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rencana mereka di Yaman, sampai saat ini pekerjaan masih berjalan dengan serius dan hasilnya sebentar lagi akan bisa dilihat. Namun sangat disayangkan, khusus tentang pemicu fitnah di Palestina, seluruh tujuan tidak tercapai seperti di Pakistan dan Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wartawan&lt;/b&gt;: Sekarang apakah anda menyesal? Di mana mata hati anda ketika anda menunjukkan tempat-tempat persembunyian tokoh-tokoh perlawanan kepada zionis, agar dibunuh dengan keji beserta keluarga mereka dengan pesawat Apache dan roket-roket mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agen&lt;/b&gt;: Apalah gunanya penyesalan. Saya merasa sedih ketika mereka memusnahkan sebuah bangunan beserta penghuninya hanya untuk membunuh salah seorang Mujahidin yang dicari, di mana operasi ini menyebabkan terbunuhnya 17 anak kecil dan wanita juga sang Mujahid yang dicari. Sayalah penyebabnya, sungguh sayang. Karena itu, saya berhak dihukum dengan hukuman yang diputuskan pengadilan, yaitu eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengenal Gerakan Agen Mossad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semangat menghidupkan sunnah Nabi SAW di satu segi, dan memposisikan gerakan Islam di luar komunitasnya sebagai bid’ah, khawarij, dan tuduhan lain yang jauh dari kesan Islami; tanpa dibarengi dengan wawasan ilmu, pemahaman syari’ah dan siyasah secara memadai, membuat mereka mudah diprovokasi dan diperalat musuh-musuh Islam. Banyak gerakan Islam, dalam melawan zionisme dan hegemoni AS, justru diperalat oleh musuh dengan mengusung doktrin zionis tanpa disadari, sehingga mudah dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting bagi aktivis Islam untuk mengenal di antara karakteristik ormas, orpol, maupun gerakan Islam, yang kadangkala tanpa disadari menjadi alat musuh untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan kajian dan pengalaman karakteristik mereka itu dapat dikenali antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mendukung kekuasaan rezim yang zhalim secara apriori, selama penguasa tersebut masih melakukan shalat. Alasannya, karena Nabi memerintahkan taat kepada penguasa Muslim yang masih shalat sekalipun berbuat durhaka atau zhalim. “Enam puluh tahun di bawah penguasa zhalim, lebih baik daripada sehari tanpa pemimpin,” kata mereka. Sementara mereka mengabaikan ayat Al-Qur’an yang melarang membantu orang-orang zhalim yang berkhianat kepada Allah dan rasul-Nya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mengklaim pahamnya paling benar tanpa mau diajak dialog mendengarkan hujjah dari pihak Muslim yang dikategorikan sesat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mengajak umat untuk menjauhi politik, dan memfokuskan diri dalam aqidah dan ibadah dalam pengertian sempit.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Gemar mengabaikan hujjah lawan sekalipun hujjah itu dari Al-Qur’an dan hadits shahih hanya karena hujjah tersebut tidak berasal dari syeikh-nya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mempersempit sumber-sumber pemahaman agama, dan hanya menerima dari ulama panutannya atau pemahaman dari kelompoknya sendiri secara terbatas, dengan menganggap pemahaman jalur lain sebagai bid’ah.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sangat mengecam perilaku yang dikategorikan tasabbuh dengan golongan kafir dan musyrik. Tapi, mengikuti cara berpikir dan kepemimpinan golongan zionis dengan menempatkan pendapat ulama panutannya melebihi Al-Qur’an dan hadits.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menampilkan identitas tertentu untuk membedakan diri dengan kelompok lain secara fanatik sebagaimana halnya dengan sekte-sekte di lingkungan Yahudi dan Kristen.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mengambil ajaran agama dengan mengutamakan hal-hal yang bersifat personal dan keluarga, tapi mengabaikan masalah kenegaraan dan jihad. Hal ini sejalan dengan doktrin Kristen: “Berikan hak Kaisar kepada Kaisar, dan hak Tuhan kepada Tuhan.”&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sangat membenci, bahkan memusuhi gerakan Islam yang menuntut pemberlakuan Syari’ah Islam secara kaffah, terutama ajaran amar makruf nahyu mungkar dan jihad.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/ebook/Majalah_Risalah-07.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Risalah Mujahidin Edisi 7 Th I Rabiul Awal 1428 H / April 2007 M, hal. 42-46&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="Jati Utomo"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;Catatan Redaksi&lt;/b&gt; : sdr. Jati Utomo Dwi Hatmoko, di Newcastle upon Tyne, UK telah mengirimkan email beberapa kali yang berisi bantahan bahwa beliau tidak pernah menerjemahkan wawancara sebagaimana dimuat pada artikel &lt;a href="http://swaramuslim.net/more.php?id=5551_0_1_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (sumber : &lt;i&gt;Risalah Mujahidin Edisi 7 (2007)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diadakan penelurusan, nama dr. Jati Utomo Dwi Hatmoko sudah masuk dalam pemberitaan pada Tabloid Al-BASYA'IR, Shafar 1424 H/ April 2003 dengan judul &lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&amp;amp;Itemid=79&amp;amp;func=view&amp;amp;id=22913&amp;amp;catid=6&amp;amp;limit=6&amp;amp;limitstart=78" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Agen Mossad: Saya Diberi Segala Kenikmatan dan Wanita&lt;/b&gt; (sumber : &lt;i&gt;Forum hidayatullah diposting oleh fandyahmad (10 Okt 2006)&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: swaramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&amp;amp;Itemid=79&amp;amp;func=view&amp;amp;id=22913&amp;amp;catid=6&amp;amp;limit=6&amp;amp;limitstart=78" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-611518180426193391?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/611518180426193391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=611518180426193391&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/611518180426193391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/611518180426193391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/mengenal-agen-mossad-dalam-gerakan.html' title='Mengenal Agen Mossad Dalam Gerakan Islam'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-5753940161200409470</id><published>2008-05-07T10:31:00.001+07:00</published><updated>2008-05-07T10:32:07.027+07:00</updated><title type='text'>KOMPAS Promosikan Israel</title><content type='html'>&lt;small&gt;&lt;i&gt;Katagori : &lt;a href="http://swaramuslim.com/weblog.php?id=C0_29_1"&gt;&lt;!--2040--&gt;Focus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;small&gt;&lt;i&gt;Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 14 Sep 2007 - 6:00 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt; &lt;a href="http://swaramuslim.com/comments.php?id=5707_0_1_0_C"&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/icon/comments.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/info/kompas_israel.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Pemuatan advertorial tentang pariwisata Israel pada rubrik perjalanan (Klasifikasi Iklan) harian KOMPAS dinilai sarat kepentingan mendukung negara zionis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halaman 44 yang paling tidak saya catat pada tiga edisi KOMPAS (6 September 07, 13 Sept 07 tentang Eilat, dan satu lagi tentang Kibbutz) bersama ini saya mengajukan protes keras atas pemuatan advertorial tersebut, " ujar pengamat hukum Universitas Indonesia (UI) &lt;a href="http://herususetyo.multiply.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Heru Susetyo&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Menurutnya, kebebasan berpendapat boleh, tapi, hak mayoritas umat Islam jangan diabaikan. "Saya menghargai hak setiap orang atas kebebasan berekspresi (freedom of expression) melalui media massa, sayapun menghargai hak setiap orang untuk berpergian ke manapun ia suka (freedom of movement), namun saya harap KOMPAS juga menghargai sikap politik, politik luar negeri, dan hak bangsa dan negara Indonesia untuk tidak mengakui eksistensi negara Israel, " paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berdirinya negara Israel sejak tahun 1948, tegasnya, Indonesia tidak pernah mengakui eksistensi negara Israel secara yuridis, formal, maupun politis, pun kini pada pemerintahan Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar utama penolakan ini adalah berdirinya negara Israel terjadi melalui penjajahan dan kekerasan yang menyejarah dan melegenda dengan mengorbankan hak bangsa Palestina untuk hidup bebas dari penjajahan dan kekerasan., "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap anti penjajahan bangsa dan Negara Indonesia terefleksi secara jelas dalam alinea pertama Pembukaan UUD 45, juga dalam politik luar negeri Bebas Aktif Negara Indonesia. Salah satu implementasi sikap tersebut adalah dengan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, negara yang berdiri di atas darah dan air mata bangsa Palestina (dan juga Lebanon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuatan advertorial pariwisata Israel pada tiga edisi KOMPAS adalah suatu ‘pengakuan diam-diam’ terhadap Israel. Secara diplomatik dan praktek konsuler, inipun mengherankan, karena bagaimana bisa masyarakat Indonesia mengunjungi Israel ketika Israel tidak memiliki perwakilan di Indonesia? Bagaimana calon turis Indonesia mendapatkan visa Israel? Apakah mereka harus ke negara ketiga dahulu yang memiliki Perwakilan Israel? Maka secara tidak langsung advertorial tersebut mengajarkan turis Indonesia untuk menjadi ‘penyelundup visa. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap, KOMPAS lebih sensitif dan lebih tanggap terhadap isu ini. Janganlah membuat cedera hati sebagian rakyat Indonesia yang anti kekerasan dan penjajahan di Asia Barat dan di semua penjuru bumi. Apalagi KOMPAS adalah media publik yang selama ini cukup terpercaya dan dikenal cukup hati-hati dalam pemberitaan, " tandas Heru. (rz/dina/eramuslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/info/kompas_israel-b.jpg" alt="image" name="image" border="0" height="450" hspace="5" width="600" /&gt; &lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4284498511766303426-5753940161200409470?l=gua-banget.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gua-banget.blogspot.com/feeds/5753940161200409470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4284498511766303426&amp;postID=5753940161200409470&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/5753940161200409470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4284498511766303426/posts/default/5753940161200409470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gua-banget.blogspot.com/2008/05/kompas-promosikan-israel.html' title='KOMPAS Promosikan Israel'/><author><name>azizah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4284498511766303426.post-1502527010000225678</id><published>2008-05-07T10:17:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T10:18:06.351+07:00</updated><title type='text'>MITOS-MITOS TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt; &lt;small&gt;&lt;i&gt; Oleh : &lt;a href="http://swaramuslim.net/" target="_blank"&gt;Redaksi&lt;/a&gt; 26 Dec, 07 - 10:30 pm&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;(Kritik terhadap Pendapat Prof. Dr. Din Syamsuddin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Adian Husaini (&lt;i&gt;Wakil Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Pusat&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh_islam/adianh3-s.jpg" alt="image" name="image" style="" align="left" border="0" height="120" hspace="5" width="100" /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/PNB_Din_syamsudin.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Pada tanggal 25 Desember 2007, saat sedang berada di Palembang, saya menerima banyak SMS yang bernada prihatin, bahwa Prof. Dr. Din Syamsuddin, selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah, akan menghadiri acara Perayaan Natal Bersama (PNB) pada 27 Desember 2007. Selama di Palembang, saya tidak sempat mengecek kebenaran berita itu. Barulah pada Rabu (26 Desember 2007) pagi ini, saya sempat mengecek berita tersebut. Setelah menerima sebuah SMS tentang duduk cerita rencana kehadiran Din Syamsuddin dalam acara PNB tersebut, saya kemudian merasa perlu menulis artikel seputar PNB ini, untuk mengoreksi beberapa logika Din Syamsuddin. Sekitar tiga tahun lalu, pada 24 Desember 2004, saat tinggal di Kuala Lumpur, saya sudah menulis &lt;a href="http://swaramuslim.com/fakta/more.php?id=378_0_16_0_M" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Catatan Akhir Pekan ke-83&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/link.gif" /&gt;, dengan judul yang sama dengan artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, pernyataan dan pemikiran Din Syamsuddin tentang PNB memang agak mengejutkan. Artikel ini sama sekali tidak bermaksud meragukan keimanan Din Syamsuddin sebagai seorang Muslim. Saya kenal beliau sangat lama, dan sampai detik saya menulis artikel ini, saya masih percaya akan komitmen yang tinggi Din Syamsuddin sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya juga duduk sebagai pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan di pengurus MUI Pusat. Tentu saya sebenarnya tidak ingin tulisan ini dibaca secara terbuka. Akan tetapi, karena Din Syamsuddin sudah mempublikasikan pemikirannya secara luas dan terbuka, maka menjadi kewajiban saya untuk menjawab logika-logika Din Syamsuddin secara terbuka pula. Sebab, ini sudah menyangkut urusan Islam, bukan hanya urusan Muhammadiyah atau MUI. Juga, logika seperti ini, sudah sering dikemukakan oleh berbagai pihak. Jadi, ini adalah bagian dari kewajiban untuk melakukan taushiyah antar sesama Muslim. Dan ini sangat penting, karena kekeliruan pemikiran seorang pemimpin agama ­ apalagi yang bergelar Prof. Dr. — dapat berakibat fatal, karena dianggap sebagai rujukan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda bahwa “&lt;i&gt;Mimmaa akhaafu ‘alaa ummatiy zallatu ‘aalimin wa jidaalu munaafiqin fil Quraani.&lt;/i&gt;” (Termasuk diantara perkara yang aku khawatirkan menimpa umatku adalah tergelincirnya orang alim (dalam kesalahan) dan silat lidahnya orang munafik tentang al-Quran.” (HR Thabrani dan Ibn Hibban)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat, bahwa dalam soal PNB ini, Pak Din Syamsuddin sedang tergelincir pemikirannya, dan mudah-mudahan bersedia meluruskannya kembali. Situs &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/24/time/153230/idnews/870345/idkanal/10" target="_blank"&gt;www.detik.com&lt;/a&gt; &lt;img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/link.gif" /&gt; (24/12/2007 15:32 WIB), menulis berita berjudul “&lt;b&gt;Din Tidak Larang Hadiri Perayaan &amp;amp; Ucapkan Selamat Natal&lt;/b&gt;”. Ditulis dalam berita ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="say"&gt;“Bagi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menghadiri seremonial Natal tidak seharusnya dihindari. Demikian pula dengan memberikan ucapan selamat Natal kepada kaum Kristiani. “Saya pribadi berpendapat fatwa MUI sejak zaman Buya adalah larangan menghadiri upacara Natal yang berdimensi ibadah dan keyakinan karena itu wilayah keyakinan masing-masing. Tetapi yang berbentuk seremoni tidak seharusnya terhindari,” kata Din.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Din usai menerima kunjungan panitia Perayaan Natal Nasional 2007 di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2007). Din pun mengaku bersedia menghadiri perayaan Natal Nasional yang akan digelar pada 27 Desember 2007 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/tokoh/PNB_Mari_Pangestu.jpg" alt="image" name="image" align="right" border="0" height="180" hspace="5" width="150" /&gt;Juga diberitakan detik.com, bahwa dalam kesempatan itu, Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Nasional, &lt;b&gt;Mari Elka Pangestu&lt;/b&gt; mengharapkan Din hadir dalam acara tersebut. “Kita berharap perayaan Natal bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Kita juga sudah menyampaikan berbagai bantuan ke berbagai daerah seperti sembako di NTT dan penanaman 50 ribu pohon di Cipularang,” ujarnya, seperti dikutip detik.com .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, di dalam Muhammadiyah sendiri, masalah “&lt;i&gt;Perayaan Natal Bersama&lt;/i&gt;” dan soal “&lt;i&gt;Mengucapkan Selamat Natal&lt;/i&gt;” sudah selesai dibahas. Di dalam buku Tanya Jawab Agama Jilid II, oleh Tim PP Muhammadiyah Majlis Tarjih
